September 28, 2012

Penduduk dan Warga Di Jalur Gaza Kecam Barcelona

Partai Politik Palestina, Hamas, yang memiliki wewenang mengatur Jalur Gaza, merilis sebuah pernyataan untuk mendorong warga Gaza memboikot Barcelona.

Dikutip AS.com, Jumat (28/9), langkah itu ditempuh setelah Blaugrana dilaporkan mengundang mantan tentara Israel, Gilad Shalit untuk menonton "El Clasico" di Nou Camp pada Ahad (7/10) waktu setempat.


Shalit sempat diculik oleh pasukan bersenjata Hamas pada Juni 2006. Ia ditahan selama lima tahun sebelum dibebaskan sebagai opsi pertukaran tahanan yang melibatkan pejuang Palestina pada Oktober 2011. Karena itu, kebijakan manajemen Barcelona yang secara khusus menghormati Shalit telah membuat marah Barcelonistas di sepanjang Jalur Gaza.

Para pendukung klub Raksana Catalan itu memprotes melalui media sosial dan mengajukan petisi kepada klub untuk melarang Shalit memasuki stadion. Bahkan The Prisoners Club of Gaza, klub sepak bola yang berafiliasi dengan Hamas membuat statemen keras terkait hal itu.

"Mengundang Shalit merupakan upaya baru untuk menutupi kejahatan Zionisme dalam nama olah raga. Bagaimana bisa sebuah klub terhormat, yang pada masa lalu telah membela multikulturalisme dan humanisme, mengundang pembunuh dan kriminal seperti Shalit dan menunjukkan kepadanya kehormatan dan rasa hormat?” demikian bunyi pernyataan itu.

Barcelona yang secara luas didukung di Palestina dan di Israel merespon cepat kabar itu.

Pihak klub menegaskan bahwa Shalit memang akan menghadiri pertandingan paling bergengsi itu. Tetapi Wakil Presiden Barcelona, Carles Vilarrubi membantah bahwa kopral Angkatan Bersenjata Israel (IDF) itu diundang secara resmi. Yang terjadi, kata Vilarrubi, Shalit diundang menonton pertandingan sebagai jurnalis untuk surat kabar Israel, Yedioth Aharonot.

Menurut koran itu, Shalit telah diundang atas permintaan mantan menteri Israel Yitzhak Herzog, yang memiliki hubungan dekat dengan mantan presiden Barcelona Joan Laporta. 




references by republika

 
Like us on Facebook