September 6, 2012

Taukah Kamu ? Warna Pakaian Yang Kita Pakai Bepengaruh Pada Mood


 Selalu ingin tampil menarik, ini wajar terjadi pada setiap orang. Penampilan selalu menjadi nomor satu, bahkan sampai dengan detil pemilihan warna pakaian yang akan dikenakan.
Tak jarang, kita kesulitan mencari warna pakaian yang sesuai dengan kulit, make-up, aksesori, atau padanan yang lain. Ternyata warna pakaian pun turut memengaruhi suasana hati. Para ahli terapi pun menggunakan warna pakaian untuk mengatasi gangguan moodseseorang.


"Seseorang akan bereaksi sesuai dengan warna pakaian yang digunakan. Misalnya ketika Anda menggunakan pakaian warna merah, dapat membuat jantung berdetak lebih cepat. warna pakaian ini tidak hanya memberi pengaruh pada si pemakai, tapi juga orang-orang di sekitarnya," kata direktur eksekutif The Color Association di Amerika Serikat, Leslie Harrington pada Shine. Yang mana warna pakaian Anda?

Merah
Warna ini dipercaya dapat menarik perhatian orang. Juga berkaitan dengan hal yang membangkitkan hasrat, cenderung kuat, dan penuh perlawanan. Selain memunculkan kesan dramatis, merah juga dapat membuat Anda lebih bersemangat.

Merah jambu
Biasa dikenal dengan sebutan pink,  merupakan salah satu warnayang identik dengan wanita. Merepresentasikan hal alami dan memberi kesan feminin. Warna pink ini dapat memberikan rasa tenang dan meredam emosi dengan baik. 

Jingga
Ingin mengingkatkan rasa percaya diri? Coba kenakan pakaian berwarna jingga. Warna ini cocok digunakan saat Anda akan melakukan presentasi kerja, untuk kesan enerjik.

Kuning
Mengenakan pakaian berwana cerah seperti kuning, dapat merubah suasana hati Anda menjadi lebih bersemangat. Tak hanya itu, warna kuning juga membuat tampak lebih muda dan melambangkan keceriaan.

Hijau
Ini adalah warna yang identik dengan lingkungan. Warna ini juga membuat suasana hati menjadi lebih santai dan memberikan energi positif.

"Sebuah literatur menunjukkan bahwa hijau adalah warna yang mampu menenangkan. Warna ini diasosiasikan dengan perkembangan dan alam," kata psikolog dariUniversitas Rochester, Elliot Andrew Elliot, Ph.D dalam Huffington.
















reference by viva news

 
Like us on Facebook