October 2, 2012

WOW ! Otak Ilmuan Pintar Einstein Dihargai Rp 95 Ribu


Otak milik Albert Einstein saat ini dapat diunduh sebagai sebuah aplikasi iPad seharga US$ 9,99 (Rp 95 ribu). Sebuah museum di Chicago memperoleh dana untuk memindai dan mendigitalkan hampir 350slide dari irisan otak ilmuwan fisika itu setelah kematiannya pada 1955. 

Aplikasi ini akan memungkinkan peneliti dan siswa untuk mengintip otak pemenang Nobel itu, seolah-olah mereka melihat melalui mikroskop. 

"Saya tidak sabar untuk mengetahui apa yang akan mereka temukan," kata Steve Landers, seorang konsultan untuk Museum Kesehatan dan Kedokteran Chicago yang merancang aplikasi itu. 



Setelah Einstein meninggal, ahli patologi bernama Thomas Harvey melakukan otopsi. Dia memindahkan otak Einstein dengan harapan peneliti masa depan bisa menemukan rahasia di balik kejeniusannya.

Harvey memberikan sampel kepada para peneliti dan berkolaborasi dalam sebuah studi tahun 1999 yang diterbitkan di Lancet. Penelitian tersebut menunjukkan wilayah otak Einstein, yakni parietal lobe, 15 persen lebih luas dari otak normal. Bagian itu penting untuk memahami matematika, bahasa, dan hubungan spasial.

Aplikasi iPad baru itu memungkinkan para peneliti untuk menggali lebih dalam daerah otak di mana neuron lebih terhubung dengan rapat dibandingkan biasanya, kata Dr Phillip Epstein, seorang neuroscientist dan konsultan untuk museum.

Namun karena jaringan itu diawetkan sebelum teknologi pencitraan modern, mungkin sulit bagi para ilmuwan untuk mencari tahu secara persis dari bagian otak Einstein yang mana asal masing-masing slide itu. Meskipun aplikasi baru mengatur slide menjadi wilayah otak, dia tidak memetakannya secara presisi ke sebuah model anatomi.

"Mereka tidak memiliki MRI. Kami tidak memiliki model tiga dimensi dari otak Einstein, jadi kami tidak tahu dari mana sampel diambil," kata peneliti Jacopo Annese dari Observatorium Otak di UC San Diego. Apalagi, slideEinstein 1 inci x 3 inci di aplikasi itu mewakili sebagian kecil dari seluruh otak, kata Annese.

Annese telah mengawetkan dan mendigitalkan otak tokoh terkenal lainnya, yakni Henry Molaison, yang meninggal pada tahun 2008 setelah hidup selama beberapa dekade dengan amnesia. Dikenal sebagai "H.M." dalam studi ilmiah, Molaison selama hidupnya berpartisipasi dalam penelitian yang mengungkapkan wawasan baru tentang pembelajaran dan memori.

Sebuah situs web dengan gambar lebih dari 2.400 slide dari seluruh otak Molaison akan tersedia untuk umum pada bulan Desember, kata Annese.

 
Like us on Facebook