December 4, 2012

PSSI VS KPSI = derita TimNas + Rakyat Indonesia

Sebenernya udah gatel pengen nulis tentang PSSI dan KPSI, tapi saya nya lagi sakit jadi bisa saya selesaikan sekarang ini..

Entahlah saya sendiri males nyari referensi awal mula kisruh PSSI vs KPSI, semuanya pasti akan merasa paling benar..
yang pasti bisa dilihat pada pertandingan Piala AFF 2012 kemarin, TimNas Indonesia kurang maksimal.. namun saya tidak menyalahkan para pemain TimNas,Pelatih, yang berlaga kemarin, mereka seharusnya dipuji karena tetap semangat membela negara Indonesia meski kisruh ini masih berlangsung.

 Konflik PSSI-KPSI Mengorbankan Timnas

 http://statik.tempo.co/data/2012/12/01/id_153964/153964_475.jpg

Tersingkirnya Timnas Indonesia di babak penyisihan Piala AFF 2012 diharapkan jadi bahan renungan bagi kubu-kubu yang bertikai, yakni PSSI-KPSI. Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Malarangeng menyadari, konflik di persepakbolaan Tanah Air yang berlarut-larut menjadi penyebab kekalahan tim "Garuda" di ajang paling bergengsi se-Asia Tenggara itu.
http://klimg.com/merdeka.com/i/w/news/2012/12/02/121746/540x270/kapten-timnas-indonesia-kurang-beruntung-saja.jpg
“Ini merupakan buah dari konflik berkepanjangan, sehingga kita tidak menurunkan kekuatan (tim) sesungguhnya di Piala AFF 2012," ujar Andi di Jakarta, Senin (3/12).

Andi berharap, semua pihak yang bertikai bisa dapat mengambil hikmah dari kegagalan Timnas Indonesia di Piala AFF. Dia juga meminta kepada PSSI dan KPSI untuk segera menatap nota kesepahaman (MoU) yang pernah mereka sepakati di depan AFC di Malaysia, Juni lalu.

“Kesempatan ini tepat untuk semua pihak baik itu, PSSI, KPSI, ISL dan IPL untuk bersama menyelesaikan konflik ini. Mari sama-sama melakukan rekonsiliasi seperti yang sudah diamanatkan di dalam MOU yang telah disepakati. Semua pihak menjalankan MOU dengan konsisten sesuai agenda yang ada, kalau persoalan ini selesai maka Timnas Indonesia akan kuat,” tandasnya.

Secara terpisah, PSSI mengisyaratkan belum akan melakukan perombakan di tubuh Timnas Indonesia. Sekjen PSSI Halim Mahfudz menilai kekalahan di ajang Piala AFF 2012 tidak bisa dijadikan alasan untuk langsung merombak skuad. "Yang harus dilakukan adalah bagaimana melakukan peningkatan dan melakukan perbaikan kualitas,” ujar Halim di Kantor PSSI, kemarin.

Namun, Halim mengatakan pihaknya tetap akan melakukan evaluasi terhadap pencapaian Elie Aiboy dan kawan-kawan. PSSI, lanjut Halim, akan membahas permasalahan Timnas segera sebelum Kongres yang rencananya dilangsungkan pada tanggal 10 Desember mendatang.

“Kekalahan membuat kita melakukan peninjauan struktur, penugasan, kemudian peran dari masing-masing pihak. Timnas adalah produk PSSI, bukan orang per orang jadi semua akan dinilai sampai sejauh mana peran mereka di dalam tim,” katanya.

Sebelumnya, manajemen Timnas Indonesia dalam waktu dekat akan melakukan evaluasi terhadap pencapaian anak-anak asuh Nilmaizar di Piala AFF 2012.

Koordinator Timnas Bob Hippy mengatakan, pihaknya akan melakukan evaluasi pada pekan depan.

Selain pembahasan mengenai Timnas, lebih lanjut Halim menyatakan, sebelum PSSI menggelar Kongres pada 10 Desember 2012, Joint Committee (JC) akan melaksanakan rapat terakhir pada Rabu (5/12) besok.

Rapat tersebut, kata Halim, merupakan rapat final JC untuk menyepakati poin-poin yang telah dibicarakan di rapat sebelumnya. "Jika nanti tidak ada kesepakatan yang didapat, maka PSSI akan memberikan catatan ke AFC bahwa tidak ada kesekapatan yang diraih dalam rapat tersebut," ucapnya.

Untuk masalah Kongres, PSSI memastikan akan mengundang para pemilik suara (voters) di kongres Solo. PSSI juga sudah menanyakan kepada AFC dan FIFA perihal perbedaan yang terdapat pada hasil keputusan rapat kedua JC dengan Statuta PSSI pasal 23 yang menyatakan pemilik suara merupakan peserta kompetisi berjalan. 

Dipertahankan
Meski Tim Nasional (Timnas) gagal pada piala AFF 2012, PSSI tetap dipertahankan keberadaan tim tersebut karena akan dipersiapkan pada piala Asia tahun 2016 mendatang.

"Kita tidak akan membubarkan Timnas yang gagal di piala AFF, karena penampilan cukup bagus saat main di Malaysia hanya keberuntungan yang belum berpihak ke timnas kita," kata Ketua Umum PSSI Pusat, Djohar Arifin ketika melantik Bando Amin C Kader sebagai Ketua Pengprov PPSI Bengkulu masa bakti 2012-2016, di Bengkulu, Senin (3/12).

Ia mengatakan, PSSI  akan terus meningkatkan kualitas para pemain timnas, karena mereka akan dipersiapkan pada piala Asia pada 2016 mendatang. "Jadi, persiapan timnas piala Asia lebih cepat dari jadwal sebelumnya. Ini dilakukan agar timnas benar-benar solid saat turun di piala Asia," ujarnya.

Meski demikian, tidak tertutup kemungkinan pemain timnas akan ditambah dengan pemain lain, sehingga kualitasnya semakin baik. Demikian pula dengan pelatih juga akan dicarikan pelatih baru. "Ini semua dilakukan PSSI agar timnas kita semakin berkualitas ke depan," ujarnya.

Djohar mengatakan, saat ini, PSSI sudah membentuk lima timnas, di antara usia 12 tahun, usia 14 tahun, usia 17 dan usia 19 tahun. Timnas ini hasilnya cukup bagus beberapa kali ikut kejuaraan internasional telah menunjukan prestasi.

Karena itu, timnas ini terus kita bina agar prestasinya ke depan semakin meningkat. Khusus untuk timnas usia 19 tahun akan melakukan tur ke sejumlah daerah di Tanah Air pada 2013, termasu ke Bengkulu. "Jadi, Pengprov PSSI Bengkulu bersiap-siap akan kedatangan tamu dari timnas usia 19 tahun," ujarnya (suara pembaharuan)



Tiba di Bandara, Timnas Hanya Disambut Penumpang

Gagal lolos ke semifinal Piala AFF Suzuki 2012, Timnas Indonesia tetap disambut hangat oleh para pendukungnya saat tiba di Terminal 2F Bandar Udara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, kemarin siang (2/12/2012).
Sayangnya memang, tak ada rombongan suporter yang sengaja menyambut kehadiran para punggawa tim Garuda ini. Begitu pula dengan jajaran petinggi dari PSSI maupun Kementerian Pemuda dan Olah Raga, tak terlihat di lokasi kedatangan para skuat Garuda.

Untungnya, puluhan calon penumpang pesawat yang sedang berada di bandara memberikan sambutan secara spontan hingga suasana jadi cukup meriah.

Beberapa calon penumpang tampak mengelu-elukan para pemain, dan banyak juga yang ingin berfoto bersama terutama dengan Irfan Bachdim, Bambang Pamungkas, dan Andik Vermansah.
Kendati terlihat masih menyisakan kekecewaan di wajahnya, para pemain andalan Indonesia itu masih bersedia melayani permintaan foto bersama. Setelahnya mereka pun buru-buru beranjak meninggalkan bandara.

Selanjutnya, skuat Garuda ini akan diliburkan sementara untuk jangka waktu yang belum ditentukan. Nil sendiri kemungkinan akan kembali ke kampung halamannya di Padang hari ini (3/12). "Mungkin besok kembali ke Padang," ucap Nil singkat dikutip dari bola.net, kemarin.
Indonesia tersingkir di babak penyisihan Grup B Piala AFF setelah kalah 0-2 dari Malaysia, Sabtu (1/12) malam di Stadion Bukit Jalil, Kuala Lumpur. Selain Malaysia, tim lain yang lolos ke semifinal adalah Singapura. Di semifinal, Singapura bakal menghadapi runner Grup A, yakni Filipina. Sedangkan Malaysia akan bertemu Thailand.

Sang pelatih, Nil Maizar menyatakan siap bertanggung-jawab dengan kegagalan tim merah putih. Sebagai catatan, sepak terjang tim Garuda kali ini merupakan yang terburuk di sepanjang keikutsertaan di AFF Cup (dulu bernama Piala Tiger).

Meski tak pernah juara, tapi sejauh ini pencapaian timnas memang cukup bagus, yakni menjadi empat kali runner up. Masing-masing tahun 2000, 2002, dan 2004, dan 2010 dan menjadikan Indonesia negara terbanyak peraih runner-up dari seluruh negara peserta Piala AFF.
Menurut Nil Maizar, kekalahan yang diterima Timnas Garuda bukan merupakan kesalahan pemain. Semua pemain yang diturunkan telah berusaha menunjukkan kemampuan terbaiknya meski belum mampu mengejar ketertinggalan,

"Saya tidak menyalahkan pemain. Saya akan bertanggungjawab dengan hasil ini. Saya telah enam hingga depan bulan bersama para pemain ini," kata pelatih berusia 42 tahun ini.
Timnas Garuda berangkat ke Piala AFF 2012 dibayang-bayangi konflik persepakbolaan nasional yang tak berujung. Hal ini menyebabkan tidak semua pemain terbaik yang ada di Indonesia bisa memperkuat timnas.
Padahal Indonesia saat ini banyak memiliki pemain potensial yang bertanding di dalam dan luar negeri. Yang di dalam negeri mereka turun di kompetisi Indonesia Premier League. Hanya saja akibat konflik di elite sepak bola nasional, keinginan bermain di timnas pupus.


Joint Commitee Belum Bisa Satukan Kongres PSSI dan KPSI


Joint Commitee (JC) PSSI-KPSI belum bisa menyatukan dua kongrres yang akan dilangsungkan dalam waktu dekat. PSSI berniat menggelar kongres Luar Biasa pada Senin (10/12), sementara KPSI akan menggelar kongres sendiri pada Ahad (9/12).

Hal itu disampaikan Ketua JC Saut Sirait usai memimpin rapat JC yang dipantau langsung Governance Regulator Executive AFS, James Richard di kantor PSSI, Sabtu (1/12) lalu.

Rapat itu juga dihadiri Widjayanto, dan Umar Husein, serta Sekretaris Jenderal PSSI Halim Mahfuds. Sementara Ray Akbar berhalangan hadir. Adapun pihak KPSI hanya diwakili Togar Manahan Nero, sedangkan ketiga anggota lainnya berhalangan.

Seperti dilansir PSSI.or.id, dalam rapat tersebut JC kembali membahas empat poin yang ada dalam MoU yaitu mengenai kongres, prosedure pengembalaian empat anggota Exco PSSI, penyatuan liga dan revisi statuta. "Kongres yang melibatkan kedua pihak itu sebenarnya tidak mungkin digelar Desember ini," kata Saut.

Saut menilai, hal ini lantaran masih diperlukan pengkondisian yang maksimal menuju penyatuan tersebut. "Ini butuh waktu, baik soal psikoligis dan pemahaman statuta maupun tafsir dari MoU itu sendiri," jelasnya.

Tidak bisa diselenggarakannya kongres yang satu, menurut Saut, juga disebabkan masing-masing telah mengedarkan undangan kepada voters masing-masing yang menyebabkan JC sulit untuk mencegahnya.

Meski demikian, Saut meminta kepada kedua pihak bisa membangun kesadaran untuk membahas penyelesaikan konflik pada kongresnya masing-masing. "Pertemuan selanjutnya direncanakan pada Rabu (5/12)," jelas Saut Sirait.(TII) (metrotv news)



Penyerang Persis Solo Diego Mendieta Tutup Usia

Inilah Pesan Terakhir Diego Mendieta


Inilah Pesan Terakhir Diego Mendieta


"Saya tidak ada uang. Saya ingin tiket pulang. Saya tidak mau mati di sini (Indonesia). Saya ingin dekat dengan mamah,"
itulah yang diucapkan pemain Persis Solo Diego Mendieta, satu hari sebelum ajal menjemputnya.

Pemain asal Paraguay itu menjadi korban atas bobroknya persepakbolaan Indonesia. Niatnya mengadu nasib di Indonesia berujung dengan tragis, kematian.

Mendieta menghembuskan nafas terakhirnya di Rumah Sakit Moewardi Solo, Senin (3/12) malam. Pesepak bola kelahiran 13 Juni 1980 ini tak kuasa menahan sakit tifus dan infeksi saluran pencernaan yang dideritanya.

Ironisnya, disaat sedang berjuang keras melawan penyakitnya, Mendieta tak mendapatkan perhatian dari Persis Solo. Ia pun tak mampu membeli obat lantaran empat bulan gajinya belum dibayarkan oleh klub divisi utama yang bernaung di bawah Pt Liga Indonesia ini.

"Kalimat-kalimat itulah yang diucapkan almarhum saat kami menjenguknya, Ahad malam (2/12)," kata pengurus Pasoepati (fans klub Persis Solo) bagian Sosial, M Badres, Selasa (4/12). "Kepergian Mendeita meninggalkan luka mendalam bagi Pasoepati," ujarnya.

Seperti diceritakan Mendeita kepada Badres, gaji Mendeita selama empat bulan belum dibayarkan. Totalnya diperkirakan mencapai Rp. 120 juta. Manajemen Persis tak kunjung memberikan kepastian. Dikabarkan, manajemen Persis bahkan hanya satu kali menjenguk Mendieta di rumah sakit. Itu pun tanpa adanya kepastian tentang pembayaran gaji.

Akibat tak memiliki dana, Mendieta harus keluar masuk rumah sakit sebanyak tiga kali. Pertama kali, ia dirawat di RS Islam Surakarta Yarsis pada awal November selama sepekan. Ia terpaksa keluar dari rumah sakit tersebut karena sudah tak mampu membayar biaya perawatan.

Namun empat hari berselang, harus kembali dibawa ke rumah sakit karena kondisinya semakin melemah. Ia dirawat di RS PKU Muhammadiyah Solo selama lima hari, sebelum akhirnya dirujuk dan menghembuskan nafas terakhir di Rumah Sakit Moewardi Solo.

Dukungan materi dan moril justru datang dari Pasoepati. Melalui aksi penggalangan dana yang dilakukan sejak 25 November, Pasoepati berhasil mengumpulkan dana sebesar Rp. 3.125.000. "Puncak penggalangan dana kami lakukan saat nonton bareng laga Indonesia melawan Malaysia di Piala AFF 2012, Sabtu (1/12). Keesokan harinya kami langsung serahkan langsung kepada Mendieta," ucap Badres.

Dia pun berharap agar permasalahan serupa  tidak terjadi lagi di masa depan. "Sudah tidak ada lagi kata 'nanti' bagi sepak bola Indonesia untuk memperbaiki diri. Persis Solo pun harus segera melakukan pembenahan," harap Badres.

Tragedi yang menimpa Mendieta ini tentu menjadi peringatan keras bagi sepak bola Indonesia untuk mengakhiri segala permasalahan yang terjadi. Mudah-mudahan tidak ada pemain yang akan menjadi korban seperti Mendeita. Selamat jalan Mendeita.

Sepakbola Indonesia Kisruh, FIFA Berang



Wakil Presiden Federasi Sepak Bola Dunia (FIFA) Prince Ali bin Al Hussein mengaku sangat kecewa dengan semakin meruncingnya konflik di tubuh sepak bola Indonesia.

Lelaki yang juga menjadi Komite Eksekutif (Exco) AFC itu mengatakan, konflik dualisme kepemimpinan yang terjadi di Indonesia seharusnya sudah bisa diselesaikan sejak lama. Namun, lantaran adanya keegoisan dari masing-masing pihak yakni Persatuan Sepak Bola Indonesia (PSSI) dan Komite Penyelemat Sepak Bola Indonesia (KPSI), konflik tersebut tak kunjung usai.

Prince mengatakan, FIFA melalui Satgas AFC telah berusaha keras menyatukan kedua pihak berseteru tersebut, yakni dengan dibuatnya Nota Kesepahaman (Mou) antara PSSI dan KPSI di Kuala Lumpur, Malaysia, pada 7 Juni lalu.
Kala itu, tambah Prince, PSSI dan KPSI telah menyepakati beberapa poin yang salah satunya adalah mengakhiri dualisme kompetisi. Poin penyelesaian itu harus disahkan secara bersama melalui kongres yang telah ditetapkan untuk digelar paling lambat 10 Desember 2012.

Adapun yang menjadi kekecewaan Prince, PSSI dan KPSI nyatanya menggelar kongres secara terpisah. PSSI melaksanakan kongres di Palangkaraya, sementara KPSI di Jakarta.  Dan jika konflik tidak segera diselesaikan, akan ada banyak lagi insiden-insiden lain yang akan terjadi.

"Saya pikir semua stakeholders sepak bola harus menyadari bahwa mereka harus menghilangkan perbedaan jika ingin melayani rakyat," kata Prince usai melakukan penandatanganan MoU antara AFC dan UEFA di Kuala Lumpur Malaysia, Selasa (12/12).

Prince mengaku sangat memahami betul betapa cintanya masyarakat Indonesia terhadap sepak bola. Dia pun mengaku miris ketika Indonesia akhirnya memiliki dua tim nasional. Bahkan semakin miris ketika ada pemain yang dilarang bermain untuk timnas akibat konflik dualisme kompetisi.

"Masalah ini harus segela diakhiri. Suatu negara tidak boleh memiliki dua kompetisi," tegasnya.

Kasus kematian pesepakbola Paraguay Diego Mendieta pun menambah nilai buruk Indonesia di mata FIFA. Menurut Prince, insiden itu merupakan salah satu dampak dari kisruh sepak bola Indonesia.

Kasus Diego pun bakal menjadi bahan penilaian tambahan bagi FIFA yang akan melakukan rapat Exco di Tokyo, Jepang, Jumat (14/12). Melalui rapat Exco itu, FIFA akan memutuskan sikap terhadap Indonesia apakah akan memberikan sanksi atau tidak.

"Kami telah melakukan yang terbaik bersama Task Force AFC. Dan, tragedi meninggalnya pemain (Diego Mendieta) menjadi salah satu bukti bahwa konflik Indonesia harus segera diselesaikan. Kami akan membahas segala kondisi Indonesia tersebut pada rapat Exco FIFA di Tokyo," katanya.




Berikut ini kumpulan komentar dari twitter yang saya ambil secara random

@MursidThaha

"Bubarkan dulu PSSI dan KPSI, mereka tidak mungkin bisa bersatu, kalau masih mempertahankan kepentingannya sendiri - sendiri."

@Rizalazhr

gara22 pssi ama kpsi arsenal bakalan ngebatalin tour ke indo dah. kampffffrt-____-

@indraacp

kaya anak kecil aja. kn udh pd tua!!! RT @kompascom PSSI dan KPSI Cenderung Saling Sikut http://kom.ps/ADKyhO

@ndornalen

Kalo pssi sama kpsi tetap gak mau damai,biarkanlah negara indonesia tercinta ini makin hancr karena pemimpinya gak punya akal dan pikiran :)

@KemalGozali

KPSI dan PSSI 2 kubu penghancur,bukanya penyelamat sepak bola tanah air !!

@bryanamd

Aneh ya. FIFA dan AFC yang bukan orang Indonesia saja mau sepakbola Indonesia maju, lah KPSI dan PSSI ?!? (҂⌣_⌣)/|

@satria80

Kalau PSSI dan KPSI ngak bisa ketemu dan duduk barsama yaudah BBM aja,. Gitu aja kok repot.,..

@Sigitosh

bersatulah untuk satu tujuan PSSI-KPSI, masa depan sepak bola indonesia ada pada kalian !!!

@dwex68

Setuju,pssi dan kpsi sama bobroknya,bubarkan mereka dan ganti dngn orng2 yg bnr2 mau majuin bola INA tnp ada kepntingan lain"

@LaurenzMano

Bubarkan saja PSSI atau KPSI atau apapun namanya. Kalau pengurusnya masih itu-itu juga orangnya

Ponaryo: Jika Indonesia Disanksi FIFA, PSSI & KPSI Harus Tanggung Jawab

@khanif_neptunus
KPSI vs PSSI sama2 egois pemirsah

 @derayaw13

Kalo menurut gw mending di banned. Setelah itu bubarin PSSI sama KPSI. Bentuk federasi baru. Beresin semua masalah didalam dulu.

@nandascreamous

Jika timnas di banned fifa , duo sampah pssi dan kpsi , mengancurkan jutaan mimpi pemain muda , pemain timnas dan masyarakat #mirisPSSI

@WeJe_Suso
Bener kata anton sanjoyo..kalaupun harus ada PSSI baru, semua pengurus lama (PSSI-KPSI) harus di blacklist selamanya..




Efek dan Akibat Jika FIFA Memberi  Sanksi pada Indonesia

1, Pemain Asing dilarang bermain di Indonesia
2. Laga-laga persahabatan dengan Negara-negara maupun klub-klub sepakbola akan dilarang oleh FIFA
3. Indonesia tidak boleh mengikuti berbagai macam kegiatan FIFA: Piala AFF, SEA GAMES, ASIAN GAMES, KUALIFIKASI PIALA DUNIA , dan event-event FIFA Lainnya
4. Bakal banyak para pemain bola yang mencari nafkah dari sepak bola tidak terurus

Kalian tidak akan bisa melihat lagi klub-kelub besar di Liga Inggris, Spanyol, Italia, Jerman, dan negara-negara lainnya bertanding melawan TimNas Indonesia

Jika FIFA benar-benar memberikan hukuman kepada Indonesia, siapakah yang pantas disalahkan ????





Saya sendiri sebagai rakyat Indonesia gak berpihak entah itu PSSI atau KPSI, 
yang saya lihat ketika dilapangan adalah TimNas yaitu kumpulan orang-orang hebat dari Sabang sampai Merauke kumpulan anak-anak Indonesia yang berjuang untuk mengharumkan nama bangsa Indonesia di mata dunia Internasional. 

Mau kalah ataupun menang jika mereka sudah mengeluarkan segala kemampuannya dilapangan tentunya rakyat Indonesia yang menonton pastinya bangga..
 .
, apa yang kalian pentingkan itu cuma uang/ kekuasaan ???
Para pahlawan Indonesia berani nyawanya diambil ketika ada penjajah yang mengambil tanah air Indonesia kita dulu..

Entahlah... rasanya ada "Sesuatu" yang PSSI dan KPSI perebutkan...

berSATUlah demi rakyat dan negara Indonesia
kalau kalian memang bangsa asli Indonesia
PSSI dan KPSI



Apakah Kalian tega mengecewakan para Penonton yang sudah rela menabung, mengeluarkan uang dan datang jauh-jauh ke stadion hanya ntuk memberikan dukungan secara langsung pada TimNas



http://rezarivalda.blogdetik.com/files/2011/12/img_8402-300x199.jpg

http://assets.kompas.com/data/photo/2012/12/01/2331114-indonesia-kalah-620X310.jpg

 
 
 
Apakah kalian tidak kangen suasana stadion yang penuh dengan Merah-Putih


http://i.okezone.tv/photos/2011/11/14/3840/22697_large.jpg

http://external.ak.fbcdn.net/safe_image.php?d=AQA2JDCg3YqJplCj&url=http%3A%2F%2Fmedia.vivanews.com%2Fthumbs2%2F2010%2F12%2F19%2F101726_suporter-indonesia_300_225.jpg

http://i.okezone.tv/photos/2011/07/29/2974/17298_large.jpg



http://img.antaranews.com/new/2011/07/ori/20110729112832indonesiavsturkmenistas280711-3.jpg

http://www.padang-today.com/up/berita/28072011153943x134723_892847_Suporter_3_cewek_Timnas_Adri_2.jpg.pagespeed.ic.oqDNgFOpQy.jpg\

http://i.poskota.co.id/uploads/2010/12/orgil.jpg

http://www.bolalob.com/public/img/timthumb.php?src=news/2011/07/28/015c3de7fd61f56649a7e39f751e10b6.JPG&zc=1&w=667


http://m.okezone.com/mimg/2010/12/24/51/406703/large_SQyfkzRTwy.jpg


http://beritadaerah.com/admin/images/denyut/32681/Di%20Ujung%20Tiang%20Tertinggi,%20Jayalah%20Timnas%20Indonesia.jpg

http://v-images2.antarafoto.com/gse/1321878601/dukungan-suporter-indonesia-01.jpg























Buat yang pingin komentar tentang PSSI dan KPSI silahkan..
tapi pergunakan bahasa yang sopan..

saya yakin mereka akan lihat komentar kalian, dan semoga kita mempunyai Satu TimNas yang kuat nantinya












news and images by : berbagai sumber



 
Like us on Facebook