February 27, 2013

Apa Fungsi Kacamata Google Glass, dan Bagaimana Rasanya Menggunakannya

Google memang belum meluncurkan Google Glass, kacamata masa depan miliknya ke publik. Namun, Google telah memberikan kesempatan eksklusif kepada beberapa orang secara untuk mencoba kacamata canggih tersebut.

Lantas, Anda pasti sering bertanya-tanya seperti apa rasanya menggunakan kacamata pintar seperti Google Glass? Beruntung, Google merilis sebuah video yang menunjukkan betapa mudahnya hidup bila dibantu dengan Google Glass.

https://lh4.googleusercontent.com/-ZBY2DDK3cEo/USjhmMLPznI/AAAAAAAA1QI/siwDCV4u3yE/w497-h373/zuck.jpg


Google Glass Gunakan Akses Internet 3G/4G via Smartphone

Jika melihat fitur Google Glass yang dibocorkan Google, kacamata tersebut memang sangat mengandalkan internet. Ketika Google Glass menjadi penunjuk arah, navigasi, berbagi sosial, hangout, atau lainnya, tentu saja membutuhkan koneksi internet.

Pertanyaannya kemudian, bagaimana kacamata tersebut dapat terhubung. Tersiar kabar jika Google Glass mendukung akses WiFi. Dengan demikian pemakainya bisa langsung mencari lokasi hotspot terdekat. Namun bilamana sedang dalam perjalanan atau di alam bebas?

Menurut The Verge dan CNET News, Google Glass menyediakan aplikasi yang disebut Tether. Dengan aplikasi tersebut kacamata ini bisa terhubung dengan beberapa gadget sekaligus untuk mengakses internet 3G/4G.

Tak hanya itu saja, Google Glass dikabarkan pula bisa terhubung dengan ponsel pintar. Sebut saja Android atau iPhone. Lantas bagaimana mengoneksikannya? Sederhana, dengan mengandalkan fitus bluetooth.

Google Glass diyakini akan dirilis pada tahun ini. Meski masuk ke ranah gadget, Google tidak mengabaikan segis estetika khususnya fashion. Untuk itu Google mengandeng desainer kacamata terkemuka untuk ‘memercantik’ Google Glass.

Yang menjadi satu kelemahan Google Glass adalah soal harga. Setidaknya Anda harus menyiapkan sekitar USD 1.500 atau setara Rp 14,5 juta untuk mendapatkannya. Cukup mahal bukan?

Google Glass Hadirkan Aplikasi Pengenal Wajah

Bagi Anda yang ingin lebih baik dalam mengingat nama dan wajah seseorang, sebuah aplikasi terbaru hadir untuk kacamata pintar Google Glass. Aplikasi yang bernama MedRef for Glass itu, memberikan catatan tentang bagaimana Anda mengetahui setiap orang.





http://www.gpb.org/files/imagecache/newsArticle/npr/images/google_glass_next_wide-21014cf7fd637a1ad73984a629748887163a8069.jpg

Meski konsep aplikasi tersebut nampak sempurna digunakan saat menghadiri pesta atau acara lain yang membuat Anda bertemu banyak orang, aplikasi ini sebetulnya diciptakan untuk karyawan rumah sakit.



Dengan menggunakan teknologi pengenalan wajah, karyawan rumah sakit yang memakai Google Glass bisa mendapatkan data pasien dengan foto, suara dan catatan teks.


http://readwrite.com/files/1-IMG_8583.JPG


Misalnya, dokter ingin membuat catatan bahwa pasien tertentu memiliki alergi. Karena data bisa dibagikan dengan Google Glass, dokter dan perawat lainnya bisa mendapat akses langsung terhadap informasi ini.

Aplikasi ini diciptakan oleh tim programer komputer di Medical Hackathon.

Berikut cara kerja MedRef: MedRef menambahkan kartu timeline dan membagikan kontak lewat Google Glass. Dengan menyebutkan nama atau memfoto pasien, kacamata pintar itu akan membawa rekamannya.

"Rumah sakit penuh dengan orang sibuk yang membawa beragam informasi," kata Lance Nanek, programer komputer yang mengembangkan MedRef.

"Google Glass yang bisa memuat banyak data, akan menjadi sesuatu yang ditunggu-tunggu bagi karyawan rumah sakit," Nenek menambahkan.


Google Glass Bisa Unggah Foto ke Facebook

Google telah mengirimkan prototipe kacamata pintar Google Glass kepada para pengembang aplikasi yang telah melakukan pemesanan di konferensi Google I/O tahun 2012 lalu.

Beberapa saat setelah para pengembang menerima perangkat tersebut, beberapa aplikasi pihak ketiga pun mulai bermunculan. Salah satunya adalah GlassTweet, aplikasi tidak resmi (unofficial) yang bisa digunakan untuk mengirim tweet dari kacamata pintar Google ini.

Tidak lama setelah kehadiran aplikasi GlassTweet tersebut, kini bertambah satu lagi aplikasi unofficial. Bedanya, aplikasi baru ini mengizinkan penggunanya untuk mengakses Facebook. Aplikasi tersebut dinamakan Google Glass to Facebook.

Dalam tahapan awal ini, aplikasi tersebut tidak dilengkapi dengan fitur yang terlalu lengkap. Pengguna hanya diberikan kemampuan untuk mengunggah (upload) gambar yang diambil di perangkat Google Glass ke akun Facebook-nya. Dengan kata lain, pengguna tidak bisa melihat timeline, saling mengirim pesan, dan memberi "like" sebuah status.

Cara mengaktifkan aplikasi ini pun tidaklah terlalu sulit. Pengguna hanya perlu log-in ke akun Facebook melalui halaman Glass to Facebook, kemudian aktifkan Sharing Contacts via MyGlass. Setelah selesai, pengguna sudah bisa langsung mengunggah foto yang mereka ambil ke akun Facebook.

Saat sebuah gambar diambil dan diunggah dari sebuah smartphone, maka sistem Facebook akan secara otomatis akan membuatkan sebuah album yang dinamakan "Mobile Album".

Nah, hal tersebut juga berlaku di aplikasi tersebut. Sistem akan secara otomatis membuatkan album sendiri yang dinamakan "Glass to Facebook". Akan ada sebuah teks default yang menyatakan bahwa gambar tersebut diunggah dari Google Glass.

Hingga saat ini, pihak Facebook masih belum mengumumkan perihal pembuatan aplikasi Facebook resmi untuk Google Glass. Namun, situs teknologi TechCrunch sudah mendengar desas desus yang menyatakan, Facebook telah membentuk sebuah tim untuk mengerjakan aplikasi tersebut.

Google Glass bukan untuk anak-anak

Google menyatakan anak-anak berusia 13 tahun dilarang menggunakan alat teknologi terbaru mereka, Google Glass.
Dalam situsnya Google menulis: ''Jangan izinkan anak-anak berusia di bawah 13 tahun menggunakan Glass karena bisa mengganggu perkembangan penglihatan mereka.''
''Glass tidak untuk semua orang. Sama seperti ketika mengenakan kacamata, sejumlah orang mungkin akan merasa tekanan pada mata atau mengalami sakit kepala,'' tambah Google.
''Anak-anak mungkin bisa memecahkan Glass atau melukai mereka sendiri, dan syarat ketentuan Google juga tidak mengizinkan mereka yang berusia di bawah 13 tahun mendaftar ke sebuah akun Google.''
Saat BBC mempertanyakan penjelasan lebih jauh tentang bagaimana Glass bisa mempengaruhi pandangan anak-anak, mereka tidak memberi rincian lebih lanjut.
''Tidak ada informasi lain yang kami tambahkan, kami telah menyediakannya di halaman FAQ (pertanyaan yang sering diajukan) kami.''

Kacamata pintar

Google Glass merupakan teknologi terbaru yang akan diluncurkan Google dalam waktu dekat.
Dengan memakai kacamata pintar maka pengguna bisa mengambil gambar, melakukan percakapan video dan berseluncur di internet.
Tampilan layar Glass menurut Google adalah definisi tinggi dan mampu merekam video dalam resolusi 720p.
Memiliki penyimpanan sebesar 16GB, Google Glass bisa tersambung dengan perangkat nirkabel lainnya melalui Bluetooth atau wi-fi.
Perusahaan ini menjanjikan satu baterai akan bertahan untuk ''penggunaan satu hari penuh''.
Google sebelumnya menggelar kompetisi pada awal tahun ini dengan mengundang calon pengguna untuk memberi saran terkait penggunaan alat terbaru mereka.
Dalam satu kesempatan, Google juga Klik melarang para pengembangKlik memasang iklan di kacamata pintar ini.
http://sphotos-b.xx.fbcdn.net/hphotos-ash4/p480x480/390572_518898788168436_1427152388_n.jpg








Google memang belum meluncurkan Google Glass, kacamata masa depan miliknya ke publik. Namun, Google telah memberikan kesempatan eksklusif kepada beberapa orang secara untuk mencoba kacamata canggih tersebut.
Lantas, Anda pasti sering bertanya-tanya seperti apa rasanya menggunakan kacamata pintar seperti Google Glass? Beruntung, Google merilis sebuah video yang menunjukkan betapa mudahnya hidup bila dibantu dengan Google Glass.
references by http://adf.ly/JvjSE http://adf.ly/JvjWX
tempo, kompas,

 
Like us on Facebook