April 23, 2013

MUI: Eyang Subur Menyimpang Dari Akidah

Hasil Keputusan Tim Majelis Ulama Indonesia (MUI) akhirnya mengumumkan hasil investigasinya soal penelusuran ajaran yang disebarkan Eyang Subur sejak 8-20 April 2013.

 

http://www.dutaonline.com/media/k2/items/cache/68fd1d661976b9d8b879f7809970f2e8_XL.jpg

Ketua MUI, Ma'ruf Amin, di kantornya, Jakarta, Senin, 22 April 2013, menyebutkan bahwa pihaknya menyimpulkan bahwa Subur telah melakukan penyimpangan akidah dan syariat Islam. Kesimpulan itu didapat, setelah timnya menemukan dua poin penting dari proses investigasi yang dilakukan.

"Pertama, ditemukan praktik keagamaan yang bertentangan dari pokok-pokok syariat oleh Saudara Subur dengan menikahi wanita lebih dari empat orang dalam waktu yang bersamaan," kata Ma'ruf saat ditemui.

Ma'ruf menambahkan, hal itu sudah dibuktikan dengan pengakuan Subur sendiri, serta kesaksian dari sejumlah orang yang terpercaya. "Kedua, ditemukan adanya praktik perdukunan dan peramalan oleh Saudara Subur," ujarnya.

Itu pun, kata dia, sudah terbukti, dengan adanya kesaksian sejumlah orang yang jumlahnya cukup banyak dan tidak mungkin untuk berbohong.

Ma'ruf melanjutkan, Subur disebut menyimpang, karena sudah menyalahi fatwa MUI No 2/ Munas VII/ MUI/ 2005 tentang Perdukunan dan Peramalan. Ia pun sudah mengaku bahwa dirinya menggunakan air garam dan kopi pahit untuk wadah penyembuhan pasiennya.

Menurut Ketua Tim Investigasi MUI, Umar Shihab, hal itu sudah bisa dikategorikan sebagai praktik perdukunan. "Dia juga tidak tahu bagaimana cara salat yang benar. Dia harus tobat. Kalau dia minta, kami akan bimbing," ujarnya.

Namun, Umar menuturkan bahwa tindakan Subur belum bisa dikatakan 'sesat'. "Dia hanya seorang yang berbuat dosa dan diminta untuk tobat. Kalau tobat, Insya Allah akan diterima," katanya.

Seperti diketahui, beberapa waktu lalu, Adi Bing Slamet mengungkap di media kalau dirinya dijebak pengaruh mistis Eyang Subur. Ia juga mengatakan kalau Eyang Subur merupakan penganut aliran sesat.

Twitter Resmi Pengacara Eyang Subur Ramdan Alamsyah 

http://l1.yimg.com/bt/api/res/1.2/BUkobpDMywv8h2n77zV37g--/YXBwaWQ9eW5ld3M7Y2g9MzAwO2NyPTE7Y3c9MjI4O2R4PTA7ZHk9MDtmaT11bGNyb3A7aD0yNTA7cT04NTt3PTE5MA--/http://media.zenfs.com/id_ID/News/Kapanlagi/Pengacara_Eyang_Subur_Tidak_Sesat-9c820fdc137f8a226d05d2884255dcf0
Semua bicara tentang sesat, apa seih definisi sesat? Apa yg di kategorikan sesat?







MUI: Subur Jangan Dipanggil Eyang
 Majelis Ulama Indonesia (MUI) meminta masyarakat untuk tak lagi menyebut Subur dengan panggilan Eyang. Itu karena sebutan Eyang bagi Subur dan pengikutnya punya makna magic tersendiri.

"Subur itu tidak mau disebut bapak atau ayah, karena sebutan eyang ada makna magic-nya. Makanya jangan lagi dipanggil dengan Eyang Subur," kata Ketua Komisi Fatwa MUI, KH Aminuddin Yakub, Selasa (23/4).

Aminuddin mengungkapkan saat melakukan investigasi ke rumah Eyang Subur dirinya tidak menemukan hal yang aneh. Begitu pun saat bertemu dengan kedelapan istri Eyang Subur, semuanya memberikan jawaban yang standar.

"Tidak ada temuan-temuan signifikan karena mungkin sudah tahu MUI akan ada datang. Saya ngobrol dengan istri-istri pak Subur, jawabannya standar-standar aja. Mereka bilang patuh sama suami sehingga mengizinkan poligami," jelasnya.

Subur sendiri mengaku memperbanyak istri karena ingin menolong atau mengangkat dari kemiskinan. "Tapi saya rasa jawabannya tidak bisa diterima. Kalau istri Septian Dwi Cahyo yang kemudian dijadikan istri kedelapan pak Subur saya rasa bukan masalah ekonomi," ungkap Aminuddin.

Aminuddin juga mengungkapkan, dalam proses investigasi tidak menjadikan Adi Bing Slamet Dkk sebagai sumber primer. Itu karena MUI tahu bahwa Adi Dkk berhadap-hadapan dengan Subur.

"Sumber primer dari artis yang menjadi pengikut Subur. Lalu masyarakat di lingkungan pak Subur, mereka sudah tahu kalau setiap malam Rabu dan malam Jumat selalu ada ritual," ungkapnya. (abu/jpnn)






 
Like us on Facebook