May 13, 2013

Pilihan Pekerjaan Di Rumah Yang Bisa Menghasilkan Uang

Perkembangan teknologi turut mengubah arah profesi impian. Orang tak lagi harus bekerja dari kantor, tapi bisa di rumah atau di mana saja. Telecommuting, atau bekerja dengan menggunakan fasilitas online, memungkinkan cara kerja seperti itu.



Danielle Mund, konsultan karier dan entrepreneur, mengungkapkan bahwa telecommuting telah menjadi tren baru dunia kerja yang terus meningkat jumlahnya.  Setidaknya enam jenis profesi berikut menunjukkan hal itu. Mereka bergaji besar, bisa bekerja nyaman, dan bila perlu masih bisa bekerja dengan memakai celana pendek.

1. Desainer grafis
Seorang desainer grafis berkesempatan untuk bekerja di mana saja, bahkan sebenarnya justru kesendirian mendukung proses kreatif pekerjaannya. Kenapa pekerjaan ini ideal dalam telecommuting? Karena desainer grafis pada hakikatnya menuntaskan pekerjaannya sendiri, dan menciptakan karya seni justru saat sedang sendiri. Ketika hadir di kantor, produktivitas mereka kemungkinan malah akan menurun.

2. Programer komputer
Programer komputer punya kesempatan untuk bekerja dari rumah, karena dia lebih banyak mengerjakan program komputer dan bekerja dengan komputernya. Program-program ini bervariasi dari aplikasi mobile yang sederhana untuk ponsel hingga sistem operasi komputer yang rumit.
Kenapa ideal dalam telecommuting? Ada dua alasannya. Pertama, yang dibutuhkan hanya komputer dan kreativitas yang menyediakan koneksi internet.  Kedua, seorang programmer komputerlebih banyak bekerja sendiri dalam menyelesaikan masalah, bukan bersama tim. 

3. Akuntan
Hampir semua perusahaan mempekerjakan akuntan untuk menjaga agar keuangan mereka stabil. Tapi, itu bukan berarti mereka harus masuk kantor dan mengerjakannya dari sana. Profesi ini ideal dijalankan secara telecommuting karena seorang akuntan tidak butuh banyak orang atau berkelompok dalam menuntaskan laporan keuangan dan tugas-tugasnya yang lain. Dia justru bisa menyelesaikannya sendiri di rumah atau di mana saja. Sejumlah akuntan memang ada yang masuk kantor, tapi ada juga yang sudah bekerja dari rumah, lalu mengunjungi tempat kliennya berada.

4. Penulis
Tidak diragukan lagi, penulis adalah salah satu jenis profesi telecommuting yang menjanjikan. Lihat saja di sekitar, ada banyak teks yang terpampang. Dari berbagai media, seperti billboard, majalah, jurnal, lirik lagu, film, semuanya dikerjakan oleh penulis. Para penulis biasanya menjadi bos untuk dirinya sendiri. Mereka bisa saja melakukan tugas penulisannya di sebuah warung kopi atau di sofa empuk di rumah. Lingkungan kerja yang nyaman mendukung hasil yang baik, karena penulis umumnya akan tenggelam dalam imajinasi dan pikirannya sendiri.

5. Spesialias humas atau public relations
Karier satu ini sedang menanjak popularitasnya, dan beberapa jenis pekerjaan ternyata bisa dibawa pulang dan dituntaskan di mana saja. Misalnya dalam hal pembuatan siaran pers untuk media, atau membantu klien dalam menyampaikan maksud dari promosi yang diinginkan. Pembuatan siaran pers tentu bisa dilakukan di mana saja. Perkembangan perangkat komunikasi seperti smartphone atau tablet memungkinkan untuk melakukan komunikasi dengan klien lebih dinamis tanpa harus berada di kantor. Dengan aktivitas seperti menghadiri rapat di berbagai tempat dan travelling, maka waktu yang dihabiskan di kantor hampir tidak ada.

6. Pengembang software
Sebuah komputer bekerja karena ada program atau aplikasi di dalamnya. Inilah yang dilakukan oleh pengembang software. Mereka memastikan aplikasi berjalan dengan baik dan terus mengembangkannya. Seperti halnya programer komputer, pengembang software juga lebih banyak bekerja dengan komputernya. Jadi secara tidak langsung dia sudah termasuk dalam golongan telecommuting yang kreatif. Konsentrasi dan fokus menjadi hal utama yang mau tidak mau membutuhkan waktu sendiri, tanpa gangguan dan interupsi dari orang lain di kantor.

http://www.np.edu.sg/ss/studentcare/PublishingImages/Computer%20Ergonomics.jpg

Yang Menghambat Karyawan Bekerja dari Rumah

"Telecommuting" atau bekerja secara online merupakan sebuah tren bekerja yang banyak digandrungi pekerja. Dhyoti Rororasmi Basuki, Head of Public Relations Intel Indonesia mengungkapkan, cara bekerja ini sangat disukai karena bisa membantu menyeimbangkan pekerjaan dan kehidupan pribadi. Selain itu, sistem telecommuting juga bisa membuat ritme bekerja jadi lebih fleksibel.

Di kebanyakan negara berkembang, telecommuting menjadi tren baru di dunia kerja. Menurut survei yang dilakukan Ipsos (lembaga penelitian) di berbagai negara, pekerja yang sudah mengaplikasikan telecommuting di Timur Tengah dan Afrika berkisar 27 persen, Amerika Latin (25 persen), Asia Pasifik (24 persen), dan Eropa (9 persen).

"Indonesia sendiri, telah berkembang menjadi negara kedua terbesar setelah India (56 persen) dalam hal telecommuting. Karena sekitar 34 persen jumlah pekerja di Indonesia sudah mengadaptasi cara bekerja online ini," jelas Dhyoti.

Meski sudah banyak perusahaan yang mengadaptasi cara bekerja online di Indonesia, namun masih ada hambatan yang dihadapi untuk menerapkan sistem bekerja ini.

1. "Company culture"
"Tidak semua perusahaan dan bidang pekerjaan bisa menjalankan gaya bekerja ini. Ada beberapa perusahaan yang tidak membolehkan karyawannya untuk bekerja di tempat lain selain kantor," jelasnya. Selain itu, ada beberapa perusahaan yang tidak mau mengadaptasi teknologi ini dengan berbagai alasan, misalnya menyulitkan kontrol pekerja dan mengurangi produktivitas kerja.

Namun, ada beberapa perusahaan yang mau mencoba menerapkan teknologi sebagai cara untuk memajukan produktivitas pekerjanya dengan memberi mereka cara mengatur waktu kerja dengan lebih fleksibel.

2. Mental pekerjaSelain faktor perangkat teknologi yang mendukung untuk online, mental yang bertanggung jawab juga harus dimiliki pekerja untuk bisa bekerja secara online.

"Perusahaan yang mengadaptasi gaya bekerja seperti ini bisa diartikan bahwa mereka memberi kepercayaan penuh pada karyawannya saat bekerja. Maka, sudah seharusnya jika pekerja lebih bertanggung jawab dan lebih produktif ketika mereka dipersilakan untuk bisa bekerja di luar kantor," paparnya.
Sayangnya, tak semua orang bisa memikul tanggung jawab ini dengan baik. Memang ada beberapa orang yang tidak bisa memegang kepercayaan kantor dan cenderung bekerja seenaknya karena tidak dikontrol atasannya secara langsung. Penyebab lainnya, mereka kurang berdisiplin dengan jam kerja yang diaturnya sendiri di rumah karena perhatiannya tersita pada urusan pribadinya.

Inilah yang akhirnya menyebabkan banyak perusahaan memutuskan untuk tidak menggunakan sistem online ini lagi, dan kembali ke company culture yang lama.



http://nyrius.com/img/product/wireless/NPCS550/game.jpg








 
Like us on Facebook
Follow @A_BlogWeb
Recommend us on Google Plus
Subscribe me on RSS