May 23, 2013

Rahasia Tangan Manusia Dalam Islam

Pernahkah kita menyadari dan berpikir,mengapa tingkat keimanan mengalami fluktuasi (Turun-Naik)?
Pernahkah bertanya pada diri sendiri,mengapa hal itu bisa terjadi?
Pernahkah berusaha untuk mencari penyebabnya?
Pernahkah melihat pada sekitar anggota tubuh,
manakah bukti yang membuat iman kita selalu mengalami perubahan,
sehingga keislaman diri kita pun diragukan?




Pernahkah kita menyadari bahwa kita mengaku islam,tetapi tidak mencerminkan suatu sikap/akhlaq islam?
“Ayahku ‘Umar bin Khattab. Bercerita kepadaku sebagai berikut : 
“Pada suatu hari, ketika kami sedang berada di sisi Rasulullah SAW. Tiba-tiba muncul di hadapan kami seorang laki-laki berpakaian sangat putih, dan berambut sangat hitam. Tidak terlihat padanya bekas perjalanan dan tidak seorangpun diantara kami yang mengenalnya. Dan ia langsung duduk ke dekat Nabi SAW. Lalu disandarkannya Lututnya ke Lutut Nabi SAW. 

Dan diletakkannya kedua Telapak Tangannya ke Paha Nabi SAW. Ia berkata : ”Ya Muhammad. Terangkan kepadaku tentang Islam?”
Lalu Rasulullah SAW menjawab, “Islam adalah :
1. Mengakui tidak ada Tuhan, selain Allah dan Muhammad Rasulullah
2. Mendirikan Sholat
3. Mengeluarkan / Membayar Zakat
4. Puasa pada Bulan Ramadhan, dan
5. Haji ke Baitullah. Jika engkau sanggup melaksanakannya”.
Engkau benar ! Kata orang itu.

Ayahku bergumam : 
”Kami heran terhadap orang itu, ia yang bertanya, tetapi ia pula yang mengatakan benar”. Kata Ayahku. ”Kemudian orang itu berlalu. Tetapi tidak berapa lama antaranya. Rasulullah SAW. bertanya kepadaku. Tahukah engkau, siapakah yang bertanya tadi ? Jawabku “Allah dan Rasul-Nya yang labih tahu”. Dan Sabda Rasulullah SAW : ”Ia adalah Jibril ! Ia datang kepadamu mengajarkan Agamamu”. (H.R. Muslim)

Untuk menghayati hadist Rasulullah SAW diatas,cobalah ambil napas dalam-dalam lalu keluarkan perlahan,kemudian rentangkan dan lihatlah telapak tangan anda, dan hadapkan ke raut wajah. Anda akan melihat bahwa telapak tangan terdiri dari lima jari :
1.Jempol (Ibu jari)
2.Telunjuk,
3.Jari Tengah,
4.Jari Manis, dan
5.Kelingking

Akan terlihat bahwa keempat jari (Telunjuk,Jari Tengah,Jari Manis dan Kelingking) mengarah ke depan (Horisontal). Sedangkan Ibu jari/jempol terlihat mengarah ke atas (Vertikal).
Ibu Jari/Jempol merupakan elemen penghubung, yang artinya adalah keyakinan yang kuat dan mendasar dalam wujud keimanan kepada Allah SWT (Habbluminnallah)
https://lh6.googleusercontent.com/-snsaZNbVmD0/TYTJ1Ih9jEI/AAAAAAAABO0/87eytKJa7A4/s1600/hand.jpg


Sedangkan empat jari lainnya yang mengarah ke depan (horisontal) mengisyaratkan fungsi empat perangkat penyelenggara dalam hubungan antar makhluk untuk mengisi kehidupannya (Muamallah).
Setiap organ tubuh manusia mengandung arti begitu juga dengan jari, dan setiap arti memiliki makna ,didalam makna terkandung tanda Kebesaran Sang Pencipta. Dan dari tanda Kebesaran Sang Pencipta menumbuhkan keimanan yang kuat.

http://3.bp.blogspot.com/-1ZHijLaF19o/UQNz1kfz-EI/AAAAAAAAAM8/iCg5D5if-Tc/s1600/Jari%2BTasyahud.jpg

Telapak-tangan kita dengan kelima jarinya adalah kesempurnaan dalam kesederhanaan. Sempurna dalam fungsi dan sederhana dalam bentuk. Dan hal ini menandakan bahwa Manusia adalah wujud ciptaan teknologi yang Maha canggih sepanjang masa, tak ada teknologi yang lebih canggih dari diri manusia itu sendiri.
Jari menunjukkan suatu perilaku manusia,dimana perilaku ini terwujud dalam RUKUN ISLAM yang menjadi PONDASI TAREKAT / LAKU LAMPAH setiap diri manusia.

Nah, sekarang kita bahas satu-persatu mengenai jari - jemari, cobalah telungkupkan/balikkan arah telapak tangan anda,kemudian perhatikanlah dengan seksama :

1. Kelingking
Ketika kita pandangi jari kelingking akan terlihat seperti bentuk huruf ALIF. Dalam rukun islam yang pertama adalah SYAHADAT.

Syahadat merupakan suatu keyakinan awal pembuka pintu gerbang keimanan serta menuju jalan yang lurus dan menuju kehidupan selanjutnya.

Sekarang coba anda lipat/tekuk jari kelingking kearah dalam/ketengah telapak tangan (bukan pada sisi telapak tangan),sebab manusia berada dalam kehidupan alam tengah (Buwana Tengah),apa yang terlihat ?
Maka jari manis bahkan jari tengah dan telunjuk akan ikut condong/menekuk kebawah/tidak bisa tegak berdiri pada posisinya seperti semula.

Isyarat apa yang dapat kita petik hikmahnya?…Bahwa apabila seseorang yang syahadatnya tidak benar pada realisasinya maka rukun islam yang berikutnya juga tidak akan benar/akan menikung/bengkok.

2. Jari Manis
Ketika kita pandangi jari manis akan terlihat seperti bentuk huruf LAM. Dalam rukun islam yang kedua adalah SHOLAT.
Sholat dalam arti yang luas merupakan perilaku nyata manusia dalam kehidupannya dengan Sang Pencipta dan seluruh makhluk ciptaan-NYA.

Sholat merupakan pencerminan akhlaq manusia yang intinya untuk mencegah perbuatan keji dan mungkar, ketika akhlaq seseorang baik maka ia akan merasakan suatu kemanisan iman. Tetapi apabila akhlaqnya buruk maka ia akan merasakan kegelisahan dan neraka dalam dirinya.

Sekarang coba anda lipat/tekuk jari manis kearah dalam/ketengah telapak tangan,apa yang terlihat?
Maka jari kelingking,jari tengah dan telunjuk akan ikut condong/menekuk kebawah/tidak bisa tegak berdiri pada posisinya seperti semula.

Jari manis mengisyaratkan tubuh atau jasad manusia. Sebab dengan tubuh/jasad inilah manusia bisa berbuat,bertindak dan berperilaku .

Sholat merupakan perilaku nyata dalam kehidupan bagi manusia sebagai seorang hamba,dan melalui sholat inilah yang menjadikan manusia mendapat busana kewibawaan,kehormatan,keagungan sehingga bisa menjadi Wali/kekasih Allah SWT dan merasakan kemanisan iman .

Oleh karena itu kita pun sering melihat dijari manis sering diberi perhiasan cincin agar tampak menarik dan menambah kewibawaan seseorang sebagai isyarat busana kebaikan yang harus dipakaikan kepada jasad manusia.

3.Jari Tengah
Ketika kita pandangi jari tengah maka terlihat seperti huruf LAM yang menunjukkan TASJID. Dan memiliki bentuk yang paling panjang bila dibandingkan dengan jari yang lainnya.
Rukun Islam yang ketiga adalah ZAKAT.

Zakat adalah tanda penyucian diri seorang hamba yang mewujudkan sikap Habblumminannas,yaitu sikap peduli,rasa kemanusiaan dan kasih sayang terhadap sesama manusia.
Jari tengah mengisyaratkan JIWA manusia ,dimana sifat jiwa selalu mengikuti hawa nafsu,karna itu sangat penting dalam tindakan untuk penyucian jiwa,diantaranya yaitu dengan zakat atau dengan sedekah.
Jiwa memiliki kehidupan yang panjang dan tidak mati ,walaupun jasad mati berkalang tanah,namun jiwa tetap hidup selamanya.

Jiwa bukanlah Ruh ,hakekat Ruh Suci tiada cela dan dosa ,jiwa berasal dari persenyawaan antara Ruh dan Jasad. Jiwa adalah penggerak Nafsu ,karna itu jiwa terkadang disebut juga Nafs/Nafsu.
Tasjid adalah Hidup yang Suci,yaitu dzat yang Maha Pemberi hidup/Sebagai Sumber Hidup,dan Tasjid bertahta pada yang dihidupkan oleh Sang Maha Pemberi Hidup.

Tidak akan ada yang mengenal Sang Pemberi Hidup apabila tidak ada sesuatu yang dihidupkan-NYA.
Sekarang coba anda lipat/tekuk jari tengah kearah dalam/ketengah telapak tangan,apa yang terlihat?
Maka jari manis,jari manis akan ikut condong/menekuk kebawah/tidak bisa tegak berdiri pada posisinya seperti semula,oleh sebab itu apabila seseorang yang selalu mengikuti nafsunya/jiwa,maka jasad akan rusak dan mengalami penyiksaan.

4.Telunjuk
Ketika kita pandangi jari telunjuk maka terlihat seperti huruf HA dan berakhir pada ibu jari/jempol.
Rukun islam yang keempat adalah PUASA.

Telunjuk sering digunakan untuk menunjuk-nunjuk sesuatu ,ketika kita memberikan suatu alamat sebuah jalan kepada orang yang tidak mengetahui,maka jari telunjuk yang berperan untuk menunjukkannya.
Ketika kita marah ,maka jari telunjuk pula yang dipakai untuk menunjukkan suatu kesalahan/keburukan/kelemahan orang lain.

Telunjuk sebagai isyarat manusia yang terdiri lahir dan bathin ,ketika manuia berusaha untuk mencapai suatu kebaikan dan untuk mendapat petunjuk/Hidayah dari Sang Pencipta,maka ibadah puasa yang sering dilakukan,dimana puasa ini melibatkan seluruh ornamen tubuh yang meliputi lahir dan bathin.

Puasa dalam arti secara khusus tidak hanya mengekang kehendak jasad/lahir,tapi yang utama mengekang kehendak dari jiwa.Banyak cara/laku yang dilakukan dalam berpuasa dan tidak hanya dibulan ramadhan,tetapi disetiap gerak hidupnya ,hendaknya dapat berpuasa dari kehendak jiwa.

Apakah yang dapat kita ambil hikmahnya ketika duduk Tasyahud dalam sholat sering mengacungkan jari telunjuk kearah depan sambil digerakkan (ada yang digerakkan keatas-bawah,samping kiri-kanan,dan berputar) ?

Pada hakekatnya manusia adalah makhluk yang dinamis dan diberi anugerah akal,dengan akalnya itulah manusia diwajibkan untuk kritis/jeli dalam setiap perilakunya untuk dapat memilih /membedakan antara baik dan buruk,jalan yang lurus/yang menyesatkan,sehingga manusia tidak terjerumus pada kesyirikan dan tetap berada pada tali agama yang kokoh/jalan yang lurus,walaupun dalam kehidupan ini banyak cobaan/godaan yang membuat manusia merasa terombang-ambing bergerak kesana-kemari dan terperdaya oleh kehidupan duniawi.

5.Jempol (Ibu Jari)
Ibu jari/jempol adalah wujud dari keteguhan iman/hati dari seorang hamba.
Jempol merupakan jari yang dapat berdiri sendiri dan tidak terpengaruh maupun mempengaruhi keempat jari yang lainnya.

Coba sekarang anda tekuk jempol ataupun anda tekuk keempat jari yang lainnya,apa yang terlihat?
maka tidak mempengaruhi jari yang lainnya sehingga tetap berada pada posisi semula.
Rukun Islam yang kelima adalah NAIK HAJI ,BILA MAMPU.

Dalam hal inilah Allah SWT dengan sifat Ar-Rahman dan Ar-Rahim telah memberikan dispensasi/kebijaksanaan kepada manusia untuk tidak memaksakan diri bila tidak mampu secara materi untuk berhaji.Dan apabila manusia yang tidak berhaji ketanah suci maka tidak akan mempengaruhi pula amalan yang lainya.

Manusia tetap akan bisa melaksanakan ibadah yang lainnya/memperoleh suatu kemuliaan/pahala walaupun tidak berhaji ketanah suci. Dan bagi yang belum mampu untuk berhaji,maka berhajilah dengan mengunjungi ibu dan bapak yang melahirkan kita.

Kenapa hanya ada Ibu Jari dan tidak ada Bapak Jari ? ..wah bisa-bisa para bapak-bapak jadi marah niih ,kok ga adil yaa?..hehee

Kenapa pula bentuk jempol paling pendek/kecil tetapi gendut/besar?
Karena manusia terlahir dari pintu gerbang Ibu,dan hanya ibu yang memiliki Rahim sebagai wujud dari sifat Ar-Rahiim dan ibu juga yang memiliki kedekatan serta pengaruh besar dalam mendidik seorang anak.
Bentuk pendek dari ibu jari/jempol adalah cermin keluwesan dan ketegasan. 

Seorang ibu perlu kuat dalam memelihara anak-anaknya. Seorang ibu perlu kokoh dalam keyakinan, agar tak ragu dalam mendidik anak. Seorang ibu perlu luwes dalam kelembutan dan tegas dalam kasih sayang.
Sebagai ibu mengarahkan dengan keyakinannya, membimbing dengan keteguhannya, menopang dengan kekokohannya dan mengasuh dengan keluwesan geraknya.

“Ingat, telapak tangan anda akan sulit memegang sesuatu tanpa keterlibatan ibu jari.” mengisyaratkan betapa pentingnya peran seorang wanita/ibu dalam kehidupan ini.

Ibu jari mengisyaratkan keyakinan/keimanan manusia. ibu jari mengarah ke atas. Ini mengisyaratkan hubungan antara insan dengan Tuhan,antara Pemilik dan yang dimiliki-Nya (Habblumminallah). Dan hanya pada ibu tahta SURGA bersemayam.
Semoga bermanfaat dalam pengenalan diri sebagai tanda kekuasaan Allah SWT.


Tahukah sahabat, tanda 99 (Asmaul Husna) ada pada telapak tangan kita. Garis utama kedua telapak tangan kita (pada umumnya manusia), 
bertuliskan angka dalam bahasa Arab yaitu :
|/\ pada telapak tangan kanan, artinya : 18
/\| pada telapak tangan kiri, artinya : 81
Jika kedua angka ini dijumlahkan, 18+81 = 99, 99 
adalah jumlah nama atau sifat Allah SWT yang dipanggil sebagai Asma-ul Husna (Nama-nama yang baik) yang terdapat dalam Al-Quran

 http://3.bp.blogspot.com/-OBkeMmaKx_Y/TvH1Il5tnxI/AAAAAAAAAFI/WwIOTg34meY/s1600/asma-ul-husna-img.jpg
Maka pergunakanlah kedua tangan kita sebagai media untuk berbuat baik, bermanfaat bagi orang lain dan juga melantunkan doa ..
"Pada hari itu manusia ke luar dari kuburnya dalam keadaan bermacam-macam, supaya diperlihatkan kepada mereka (balasan) pekerjaan mereka,
(QS: Al Zalzalah: 6)"
"Pada hari ini Kami tutup mulut mereka; dan berkatalah kepada Kami tangan mereka dan memberi kesaksianlah kaki mereka terhadap apa yang dahulu mereka usahakan. 
(QS;  Yasin:65)"




Kelak anggota tubuh kita akan memberikan kesaksian atas apa yang diperbuatnya selama di dunia. Tangan, kaki, dan anggota badan lain akan berbicara sehingga mulut tidak bisa membantah dan berbohong.

Hakim yang kita hadapi di akhirat kelak bukanlah hakim yang dapat disuap dengan uang, sebagaimana yang terjadi di dunia. 
 Tidak akan ada yang mampu menolong diri kita kecuali rekaman iman dan amal kebajikan kita sendiri.

Dalam sebuah penelitian kajian neurologi dibuktikan bahwa sel-sel otak ternyata menyimpan berbagai informasi dan pengalaman yang terekam sejak kita kecil, yang umumnya sudah terlupakan.

Ketika dilakukan eksperimen dengan pembedahan otak, dimana yang bersangkutan tetap sadar, ternyata ketika dirangsang sel-sel saraf tertentu, mampu menceritakan berbagai pengalaman sewaktu kecil.

Eksperimen ini memperkuat teori bahwa semua yang pernah kita ketahui dan pikirkan terekam dalam jaringan saraf otak.

Dzikir-dzikir Setelah Salam dari Shalat Wajib

Diantara dzikir-dzikir yang sifatnya muqayyad adalah dzikir setelah salam dari shalat wajib. Setelah selesai mengucapkan salam ke kanan dan ke kiri, kita disunnahkan membaca dzikir, yaitu sebagai berikut:

1. Membaca:

أَسْتَغْفِرُ اللهَ أَسْتَغْفِرُ اللهَ أَسْتَغْفِرُ اللهَ اللَّهُمَّ أَنْتَ السَّلاَمُ وَمِنْكَ السَّلاَمُ تَبَارَكْتَ يَا ذَا الْجَلاَلِ وَالإِكْرَامِ

“Aku meminta ampunan kepada Allah (tiga kali). Ya Allah, Engkaulah As-Salaam (Yang selamat dari kejelekan-kejelekan, kekurangan-kekurangan dan kerusakan-kerusakan) dan dari-Mu as-salaam (keselamatan), Maha Berkah Engkau Wahai Dzat Yang Maha Agung dan Maha Baik.” (HR. Muslim 1/414)

2. Membaca:

لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ, لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ, اللَّهُمَّ لاَ مَانِعَ لِمَا أَعْطَيْتَ وَلاَ مُعْطِيَ لِمَا مَنَعْتَ وَلاَ يَنْفَعُ ذَا الْجَدِّ مِنْكَ الْجَدُّ

“Tiada tuhan yang berhak diibadahi selain Allah, tiada sekutu bagi-Nya, bagi-Nya segala kerajaan, dan pujian, dan Dia Maha Berkuasa atas segala sesuatu. Ya Allah, tidak ada yang dapat menolak terhadap apa yang Engkau beri dan tidak ada yang dapat memberi terhadap apa yang Engkau tolak dan orang yang memiliki kekayaan tidak dapat menghalangi dari siksa-Mu.” (HR. Al-Bukhariy 1/255 dan Muslim 414)

3. Membaca:

لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ، لاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللهِ، لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَلاَ نَعْبُدُ إِلاَّ إِيَّاهُ، لَهُ النِّعْمَةُ وَلَهُ الْفَضْلُ وَلَهُ الثَّنَاءُ الْحَسَنُ، لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنَ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُوْنَ

“Tiada tuhan yang berhak diibadahi selain Allah, tiada sekutu bagi-Nya, bagi-Nya segala kerajaan, dan pujian, dan Dia Maha Berkuasa atas segala sesuatu. Tiada daya dan upaya serta kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah dan kami tidak beribadah kecuali kepada Allah, milik-Nya-lah segala kenikmatan, karunia, dan sanjungan yang baik, tiada tuhan yang berhak diibadahi selain Allah, kami mengikhlashkan agama untuk-Nya walaupun orang-orang kafir benci.” (HR. Muslim 1/415)

4. Membaca:

سُبْحَانَ اللهُ

“Maha Suci Allah.” (tiga puluh tiga kali)
اَلْحَمْدُ لِلَّهِ

“Segala puji bagi Allah.” (tiga puluh tiga kali)
اَللهُ أَكْبَرُ

“Allah Maha Besar.” (tiga puluh tiga kali)

Kemudian dilengkapi menjadi seratus dengan membaca,
لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ, لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ

“Tiada tuhan yang berhak diibadahi selain Allah, tiada sekutu bagi-Nya, bagi-Nya segala kerajaan, dan pujian, dan Dia Maha Berkuasa atas segala sesuatu.”

“Barangsiapa mengucapkan dzikir ini setelah selesai dari setiap shalat wajib, maka diampuni dosa-dosanya walaupun sebanyak buih di lautan. (HR. Muslim 1/418 dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu)

Dari ‘Abdullah bin ‘Umar radhiyallahu ‘anhu dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda, “Ada dua sifat (amalan) yang tidaklah seorang muslim menjaga keduanya (yaitu senantiasa mengamalkannya, pent) kecuali dia akan masuk jannah, dua amalan itu (sebenarnya) mudah, akan tetapi yang mengamalkannya sedikit, (dua amalan tersebut adalah): mensucikan Allah Ta’ala setelah selesai dari setiap shalat wajib sebanyak sepuluh kali (maksudnya membaca Subhaanallaah), memujinya (membaca Alhamdulillaah) sepuluh kali, dan bertakbir (membaca Allaahu Akbar) sepuluh kali, maka itulah jumlahnya 150 kali (dalam lima kali shalat sehari semalam, pent) diucapkan oleh lisan, akan tetapi menjadi 1500 dalam timbangan (di akhirat). Dan amalan yang kedua, bertakbir 34 kali ketika hendak tidur, bertahmid 33 kali dan bertasbih 33 kali (atau boleh tasbih dulu, tahmid baru takbir, pent), maka itulah 100 kali diucapkan oleh lisan dan 1000 kali dalam timbangan.”

Ibnu ‘Umar berkata, “Sungguh aku telah melihat Rasulullah menekuk tangan (yaitu jarinya) ketika mengucapkan dzikir-dzikir tersebut.”

Para shahabat bertanya, “Ya Rasulullah, bagaimana dikatakan bahwa kedua amalan tersebut ringan/mudah akan tetapi sedikit yang mengamalkannya?“

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Syaithan mendatangi salah seorang dari kalian ketika hendak tidur, lalu menjadikannya tertidur sebelum mengucapkan dzikir-dzikir tersebut, dan syaithan pun mendatanginya di dalam shalatnya (maksudnya setelah shalat), lalu mengingatkannya tentang kebutuhannya (lalu dia pun pergi) sebelum mengucapkannya.” (Hadits Shahih Riwayat Abu Dawud no.5065, At-Tirmidziy no.3471, An-Nasa`iy 3/74-75, Ibnu Majah no.926 dan Ahmad 2/161,205, lihat Shahiih Kitaab Al-Adzkaar, karya Asy-Syaikh Salim Al-Hilaliy 1/204)

Kita boleh berdzikir dengan tasbih, tahmid dan takbir masing-masing 33 kali dengan ditambah tahlil satu kali atau masing-masing 10 kali, yang penting konsisten, jika memilih yang 10 kali maka dalam satu hari kita memakai dzikir yang 10 kali tersebut.

Hadits ini selayaknya diperhatikan oleh kita semua, jangan sampai amalan yang sebenarnya mudah, tidak bisa kita amalkan.

Tentunya amalan/ibadah semudah apapun tidak akan terwujud kecuali dengan pertolongan Allah. Setiap beramal apapun seharusnya kita meminta pertolongan kepada Allah, dalam rangka merealisasikan firman Allah,
إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ

“Hanya kepada Engkaulah kami beribadah, dan hanya kepada Engkaulah kami meminta pertolongan.” (Al-Faatihah:4)

5. Membaca surat Al-Ikhlaash, Al-Falaq dan An-Naas satu kali setelah shalat Zhuhur, ‘Ashar dan ‘Isya`. Adapun setelah shalat Maghrib dan Shubuh dibaca tiga kali. (HR. Abu Dawud 2/86 dan An-Nasa`iy 3/68, lihat Shahiih Sunan At-Tirmidziy 2/8, lihat juga Fathul Baari 9/62)

6. Membaca ayat kursi yaitu surat Al-Baqarah:255

Barangsiapa membaca ayat ini setiap selesai shalat tidak ada yang dapat mencegahnya masuk jannah kecuali maut. (HR. An-Nasa`iy dalam ‘Amalul yaum wal lailah no.100, Ibnus Sunniy no.121 dan dishahihkan Asy-Syaikh Al-Albaniy dalam Shahiihul Jaami’ 5/339 dan Silsilatul Ahaadiits Ash-Shahiihah 2/697 no.972)

7. Membaca:
اللَّهُمَّ أَعِنِّيْ عَلَى ذِكْرِكَ وَشُكْرِكَ وَحُسْنِ عِبَادَتِكَ

Sebagaimana diterangkan dalam hadits Mu’adz bin Jabal radhiyallahu ‘anhu bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memegang kedua tangannya dan berkata, “Ya Mu’adz, Demi Allah, sungguh aku benar-benar mencintaimu.” Lalu beliau bersabda, “Aku wasiatkan kepadamu Ya Mu’adz, janganlah sekali-kali engkau meninggalkan di setiap selesai shalat, ucapan...” (lihat di atas):

“Ya Allah, tolonglah aku agar senantiasa mengingat-Mu, bersyukur kepada-Mu dan beribadah dengan baik kepada-Mu.” (HR. Abu Dawud 2/86 dan dishahihkan oleh Asy-Syaikh Al-Albaniy dalam Shahiih Sunan Abi Dawud 1/284)

Do’a ini bisa dibaca setelah tasyahhud dan sebelum salam atau setelah salam. (‘Aunul Ma’buud 4/269)

8. Membaca:
لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ, لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ يُحْيِيْ وَيُمِيْتُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ

“Tiada tuhan yang berhak diibadahi selain Allah, tiada sekutu bagi-Nya, bagi-Nya segala kerajaan, dan pujian, yang menghidupkan dan mematikan dan Dia Maha Berkuasa atas segala sesuatu.”

Dibaca sepuluh kali setelah shalat Maghrib dan Shubuh. (HR. At-Tirmidziy 5/515 dan Ahmad 4/227, lihat takhrijnya dalam Zaadul Ma’aad 1/300)

9. Membaca:
اللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا وَرِزْقًا طَيِّبًا وَعَمَلاً مُتَقَبَّلاً

“Ya Allah, sesungguhnya aku meminta kepada-Mu ilmu yang bermanfaat, rizki yang baik dan amal yang diterima.” Setelah salam dari shalat shubuh. (HR. Ibnu Majah, lihat Shahiih Sunan Ibni Maajah 1/152 dan Majma’uz Zawaa`id 10/111)

Semoga kita diberikan taufiq oleh Allah sehingga bisa mengamalkan dzikir-dzikir ini, aamiin.

Wallaahu A’lam.

Maraaji': Hishnul Muslim, karya Asy-Syaikh Sa’id bin ‘Ali bin Wahf Al-Qahthaniy, Shahiih Kitaab Al-Adzkaar wa Dha’iifihii, karya Asy-Syaikh Salim Al-Hilaliy dan Al-Kalimuth Thayyib, karya Ibnu Taimiyyah.



Jadi, apa yang dikatakan Al Qur’an tadi semakin diperkuat oleh eksperimen ilmiah.

Teori bahwa tubuh merekam bisa kita lihat dalam kehidupan kita sehari-hari…

Seseorang yang selalu sholat tepat waktu, maka ketika datang waktu sholat, tubuh seperti memiliki “biological clock” untuk segera menunaikan ibadah Sholat, meskipun dalam kondisi sakit sekalipun.

Contoh lain, bisa kita lihat dari pengalaman sopir bus malam lintas kota. Mereka ketika melewati daerah yang telah biasa dilalui, dengan mudahnya melalui jalan-jalan berliku, seakan mereka hafal betul kapan dan di mana harus berbelok. Mereka tahu kapan dan di mana akan ada tanjakan dan tikungan.

Begitu juga orang yang dulu pernah mahir bermain ping-pong atau bermain
badminton, ketika dia sudah tua, meskipun sudah meninggalkan kebiasaan itu selama puluhan tahun, pasti dia akan sanggup memainkannya kembali. Mungkin gerakan dan tingkat kelihaiannya berbeda dengan masa muda-nya.

Bahkan menurut para ilmuwan, ada lebih 70 kasus yang dilaporkan dari pasien tranplantasi yang meniru sebagian kepribadian pendonor organ.
Seluruh sel tubuh kita ibarat hard disk yang merekam dengan baik semua ucapan, pikiran, perbuatan kita. Memori ini sudah tergores di sana, dan siap dipanggil kapan saja.

Meskipun terdelete, mudah saja bagi ahli komputer untuk melacak bekas-bekas data yang sudah terhapus /  terlanjur masuk dalam hard disk, meskipun dengan bahasa simbol tertentu.

Oleh karena sel tubuh kita itu mampu merekam jejak apapun yang mampu kita lakukan, maka, sangat logis untuk membayangkan anggota tubuh kita akan mudah saja, tidak keliru satu titik pun saat menjadi saksi tentang segala perbuatan yang pernah kita lakukan nanti di hadapan Allah SWT dan akan diperlihatkan di PADANG MAHSYAR
(Sumber : Saat sel tubuh menjadi saksi)



إِنَّهُنَّ مَسْئُوْلاَتٌ مُسْتَنْطَقَاتٌ
Sesungguhnya jari-jari itu akan ditanya dan akan bisa berbiacara.” 
(HR. Tirmidzi)

Setiap orang, termasuk mereka yang terlahir kembar identik, memiliki pola sidik jari yang khas dan berbeda satu sama lain. Itulah sebabnya, sidik jadi menjadi tanda pengenal manusia untuk membedakan seseorang dengan orang lainnya.

sistem pengkodean ini dapat disamakan dengan sistem kode garis (barcode) sebagaimana yang digunakan saat ini. Penekanan pada sidik jari memiliki makna sangat khusus.

Jauh sebelum teknologi sidik jari digunakan, Al-Quran sudah mencantumkannya, inilah bukti lainnya bahwa Al-Quran adalah peringatan yg benar datang dari Allah SWT untuk seluruh manusia yg dibawa oleh Rasul terakhirnya Nabi Muhammad SAW.


Oleh karenanya, mari kita membiasakan diri untuk melafalkan kata-kata yang baik, selalu berdzikir dan mengingat Allah, membiasakan diri mengerjakan sholat, berpuasa dan bersedekah, serta berbuat baik kepada sesama, sebab semua itu akan terekam dalam memori kita sepanjang hayat, baik saat hidup di dunia, menjelang sakaratul maut, alam kubur, atau hari kebangkitan setelah kematian kita.

Husnul khotimah (pengujung yang baik) di masa kematian kita itu tidak bisa diraih dengan tiba-tiba. Ia tak bisa dipaksa dan dibimbing oleh orang lain dengan mudah karena diri kitalah yang menentukan apakah kita sanggup mendapatkan akhir yang baik atau tidak.

Husnul khotimah merupakan akumulasi dari perjalanan panjang seseorang di masa hidupnya. Rekam jejak kehidupan seseorang menentukan hasil akhir dari perjalanan hidupnya di dunia.
Semua anggota badan akan dipertangung jawabkan penggunaanya kelak di akhirat.. 
Pergunakanlah anggota tubuh yang sudah diberikan oleh Allah SWT dengan rasa tanggung jawab..
jangan dipergunakan untuk merugikan, menyakiti orang lain..



http://sukacoklat.files.wordpress.com/2013/02/doa-duduk-antara-dua-sujud.jpg

Nah.. Coba tanyakanlah pada diri sendiri dan hati kecil kita..
Hingga saat ini kita masih diberi kesempatan untuk hidup..
sudah kita pergunakan untuk apa saja semua anggota tubuh yg diberikan oleh Allah SWT ?


Dan Jangan pernah tinggalkan Shalat Wajib 5 Waktu dengan khusyuk...
apalagi berani melanggar hal-hal yg sudah tercantum di Al-Quran dan Hadits..

Ada banyak manUsia yang telah meninggal dunia sedang mendaparkan siksa kubur menunggu hari kiamat+kebangkitan tibaa dan ingin diberikan kesempatan hidup kembali untuk mengumpulkan pahala di dunia... 

 Jika tidak percaya..
Coba tanyakan kepada mereka yg pernah mati suri..
Sebagian mereka diberikan izin oleh Allah melihat neraka, siksa kubur, dan hal gaib lainnya..

Namun kadangkala kita yg sedang hidup ini sering meremehkan siksa kubur, neraka & alam akhirat..
dan sering beranggapan gimana nanti saja kalau udah mati ..
mau masuk surga atau neraka.. kek..


Padahal..
Alam akhirat adalah kekal & disana tidak akan berguna menyesal/ bertaubat.. 
karena di dunia sewaktu hiduplah tempat kita menumpulkan amal kebaikan..


Semoga tulisan ini dapat membuka pintu hati kita yang keras 
telah lama terkunci, telinga yg tersumbat akibat terlalu banyak dosa yg tidak disadari maupun dosa yg disadari dilakukan...

Ketika utusan kami ( kematian ) tiba dan mencabut nyawa mereka , mereka berkata: " Di mana sesembahan yang biasa kamu sembah selain Allah? "

( QS. al A'raf ayat 37 )



Wallahua’lam bish Shawwab …
 Barakallahufikum ...

credit to:
filsafat.kompasiana.com
zilzaal.blogspot.com
modified by agunkzscreamo

 
Like us on Facebook