June 13, 2013

Review dan Sinopsis Film Cinta Dari Wamena

 Cinta Dari Wamena optimis lawan film Superman


Sebelum film CINTA DARI WAMENA diputar di bioskop-bioskop tanah air, para pemainnya seperti Amyra Jessica, Maximus Itlay, Benyamin Lagowan dan Jimmy Kobogau mendatangi kantor KapanLagi.com® di bilangan Kuningan, Jakarta Selatan.

 http://www.muvila.com/sites/default/files/articles/Cinta%20dari%20Wamena-H.jpg

Film yang menceritakan persahabatan tiga anak muda Papua bernama Litius, Tembi, serta Martha tersebut akan diputar pada 13 Juni mendatang. Meski hampir berbarengan dengan film Superman bertajuk MAN OF STEEL, mereka tak takut film tersebut tak mendapatkan antusias penonton Indonesia.
"Jangan bandingkan dengan film luar negeri, kita tetap optimis, kita tampilkan yang natural," ujar Benyamin di kantor KapanLagi.com®, AXA Tower, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (12/6).
Amyra sendiri berharap, dengan film CINTA DARI WAMENA yang mengisahkan tentang virus HIV, dapat menyadarkan masyarakat akan penyakit mematikan itu.

http://www.muvila.com/sites/default/files/imagesimages/Cinta-dari-Wamena-6.jpg

"Nggak hanya di Papua, kedalaman Kalimantan juga ada. Supaya orang lebih sadar, kalau ada yang kena. Kita jauhin penyakit," pungkasnya.

 http://hiburan.pelitaonline.com/system/news/images/113991/large/cinta%20dari%20wamena.jpg?1354608296

Pemerintah Kabupaten Jayawijaya berinisiatif membuat sebuah film bertajuk Cinta dari Wamena, dengan menggandeng sutradara Lasja F. Susatyo dan tim produser Ronald Gunawan. Ide itu dituangkan Lastja melalui proses produksi selama 3,5 tahun, syuting selama 3 minggu di Wamena dan Jayapura, bersama 3 wajah baru putra asli Wamena untuk film yang akan dirilis di bioskop Indonesia pada 13 Juni 2013 itu. Film ini sempat mengalami kesulitan pendanaan karena jauhnya jarak syuting sehingga didukung oleh lembaga bantuan pemerintah Australia AusAID.

“3 Alasan kami bikin film ini karena ingin memberikan hiburan yang berbeda, dengan pesan yang diselipkan bahwa kita harus prihatin dan menunjukkan bukan hanya bisa protes, tapi berbuat sesuatu untuk meredam laju penyakit HIV,” tutur produser  Ronald Gunawan, dalam jumpa pers film Cinta dari Wamena di XXI Epicentrum, Jakarta, jumat (7/6).

http://www.muvila.com/sites/default/files/imagesimages/Cinta-dari-Wamena-2.jpg

Cinta dari Wamena memang berangkat dari kepedulian pemerintah daerah Jayawijaya, yang menyerahkan ide sepenuhnya pada tim produksi untuk membuat sebuah film yang mampu berbicara kepada masyarakat Wamena secara audio-visual, untuk meningkatkan strategi komunikasi tentang pemahaman HIV dan AIDS kepada mereka yang tidak bisa membaca dan menulis. Tim produksi juga akan berkeliling ke 11 daerah di Papua melalui bioskop keliling cinta Wamena untuk menggalang perhatian dan cinta untuk para penderita HIV. “Kehilangan cinta keluarga dan dijauhi adalah penderitaan paling berat yang dialami penderita HIV. Melalui film ini kita mengajak untuk mengembalikan cinta melengkapi obat yang diberikan kepada mereka,” lanjut Ronald.

Sutradara film Lasja F. Susatyo mengaku pengalaman syuting di Wamena luar biasa dan mendewasakan. “Tantangan terbesarnya bagaimana membuat film ini bisa bercerita tentang Wamena dan spiritnya bagus, bukan sekedar pesan saja untuk disampaikan. Seperti apa Wamena, semangat dan senyum tulus masyarakatnya,” kata sutradara yang sebelumnya pernah menggarap Perempuan Punya Cerita, Lovely Luna, dan Mika ini.

3 orang dari Wamena yang menjadi pemeran utama  adalah Benyamin Lagowan sebagai Tembi, Madona Marrey sebagai Martha, dan Maximus Itlay sebagai Litius. Bertiga mereka adalah aktor baru yang belum pernah berakting di depan kamera sama sekali, disaring melalui proses kasting selama sebulan. Lasja memuji usaha maksimal yang diberikan para pemain baru tersebut dan mengaku memasukkan unsur positif ke dalam filmberupa cita-cita atau mimpi, agar filmnya tidak terlalu suram.

Selain didukung oleh para pemain dari Wamena, syuting juga sebagian dilaukan di Jakarta dengan Nicholas Saputra dan Susan Bachtiar sebagai pemeran Daniel dan Maya. Selain itu ada pula Amyra Jessica yang berperan sebagai Endah, kawan dari Litius di Wamena. Skenario ditulis oleh Sinar Ayu Massie, dengan Aghi Narottama dan Bemby Gusti sebagai penata musik. AusAID sendiri menyumbangkan uang sebesar US$ 220.000 untuk proses pasca produksi film ini, yang merupakan bagian dari komitmen proyek US$ 100 juta untuk membantu penanganan bidang HIV di Indonesia.


'Cinta dari Wamena' Juga Tayang di 11 Kabupaten di Papua

 Beberapa daerah di Indonesia masih ada yang belum terjangkau bioskop, salah satunya di Papua. Namun film 'Cinta dari Wamena' akan diusahakan tayang di 11 kabupaten di sana.



"Kami juga akan bawa film ini ke pedalaman-pedalaman lewat bioskop keliling," ujar produser Ronald Gunawan saat ditemui di XXI Epicentrum, Jakarta Selatan.

Film yang disutradarai oleh Lasja F. Susatyo itu menampilkan pemain-pemain baru dari Papua, Maximus Itlay sebagai Litius, Madonna Marrey sebagai Martha, dan Benyamin Lagowan sebagai Tembi.

'Cinta dari Wamena' menceritakan tiga sahabat yang tinggal di Papua. Mereka memiliki impian untuk bisa terus sekolah. Impian ini membawa mereka ke Wamena, kota terbesar di pegunungan Papua, di mana mereka bisa bersekolah gratis. Namun, di sana persahabatan dan impian mereka diuji dengan gaya hidup permisif dan HIV/AIDS yang sedang mewabah.

Film ini merupakan hasil kerja sama Pemerintah Australia melalui AusAID dan Ford Foundation dengan Pemerintah Kabupaten Jayawijaya. Melalui film ini, Lasja berharap tidak ada lagi tindakan diskriminasi terhadap penderita HIV/AIDS. Tak hanya di provinsi Papua, tetapi juga di seluruh wilayah Indonesia.

Film 'Cinta dari Wamena' yang juga dibintangi oleh Amyra Jessica, Nicholas Saputra dan Susan Bachtiar itu akan beredar di seluruh bioskop Indonesia mulai Kamis (13/6/2013)

http://kkcdn-static.kaskus.co.id/images/2012/12/05/625919_20121205042026.jpg





Video Trailer Film Cinta Dari Wamena





references by gatra, detik, merdeka, kapanlagi
added by agunkzscreamo

 
Like us on Facebook