December 17, 2013

Bagaimana Mekkah Pada Akhir Zaman?

Inilah tanah yang dimuliakan oleh Allah dan Rasul-Nyashallallahu ‘alaihi wa sallam. Jika disebut Haromain, maka yang dimaksudkan adalah Makkah dan Madinah. Ibnu Qayyim Al Jauziyah menyebutkan dalam Zaadul Ma’ad, “Allah Ta’ala telah memilih beberapa tempat dan negeri, yang terbaik serta termulia adalah tanah Haram.

 Karena Allah Ta’ala telah memilih bagi nabinya –shallallahu ‘alaihi wa sallam- dan menjadikannya sebagai tempat manasik dan sebagai tempat menunaikan kewajiban. Orang dari dekat maupun jauh dari segala penjuru akan mendatangi tanah yang mulia tersebut.”
Di antara keutamaan tanah haram Makkah disebutkan dalam beberapa ayat dan hadits berikut.
Pertama: Di Makkah terdapat baitullah
Sebagaimana Allah menyebutkan mengenai do’a Nabi Allah –kholilullah (kekasih Allah)- Ibrahim ‘alaihis salam,
رَبَّنَا إِنِّي أَسْكَنْتُ مِنْ ذُرِّيَّتِي بِوَادٍ غَيْرِ ذِي زَرْعٍ عِنْدَ بَيْتِكَ الْمُحَرَّمِ رَبَّنَا لِيُقِيمُوا الصَّلَاةَ فَاجْعَلْ أَفْئِدَةً مِنَ النَّاسِ تَهْوِي إِلَيْهِمْ وَارْزُقْهُمْ مِنَ الثَّمَرَاتِ لَعَلَّهُمْ يَشْكُرُونَ
Ya Rabb kami, sesungguhnya aku telah menempatkan sebahagian keturunanku di lembah yang tidak mempunyai tanam-tanaman di dekat rumah Engkau (Baitullah) yang dihormati, ya Rabb kami (yang demikian itu) agar mereka mendirikan shalat, maka jadikanlah hati sebagian manusia cenderung kepada mereka dan beri rezkilah mereka dari buah-buahan, mudah-mudahan mereka bersyukur.” (QS. Ibrahim: 37).
Rumah pertama yang dijadikan peribadatan kepada Allah Ta’ala adalah baitullah sebagaimana disebutkan dalam ayat,
إِنَّ أَوَّلَ بَيْتٍ وُضِعَ لِلنَّاسِ لَلَّذِي بِبَكَّةَ مُبَارَكًا وَهُدًى لِلْعَالَمِينَ
Sesungguhnya rumah yang mula-mula dibangun untuk (tempat beribadat) manusia, ialah Baitullah yang di Bakkah (Mekah) yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi semua manusia” (QS. Ali Imran: 96).
Dan baitullah inilah yang dijadikan tempat berhaji sebagaimana disebutkan dalam ayat,
وَلِلَّهِ عَلَى النَّاسِ حِجُّ الْبَيْتِ مَنِ اسْتَطَاعَ إِلَيْهِ سَبِيلًا
Mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah” (QS. Ali Imran: 97).
Haji ini dijadikan sebagai amalan penghapus dosa yang telah lalu Dari Abu Hurairah, ia berkata bahwa ia mendengar Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallambersabda,
مَنْ حَجَّ لِلَّهِ فَلَمْ يَرْفُثْ وَلَمْ يَفْسُقْ رَجَعَ كَيَوْمِ وَلَدَتْهُ أُمُّهُ
“Siapa yang berhaji ke Ka’bah lalu tidak berkata-kata seronok dan tidak berbuat kefasikan maka dia pulang ke negerinya sebagaimana ketika dilahirkan oleh ibunya.” (Muttafaqun ‘alaih).
Sebagaimana shalat di baitullah juga dilipatgandakan. Dari Jabir, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
صَلاَةٌ فِى مَسْجِدِى أَفْضَلُ مِنْ أَلْفِ صَلاَةٍ فِيمَا سِوَاهُ إِلاَّ الْمَسْجِدَ الْحَرَامَ وَصَلاَةٌ فِى الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ أَفْضَلُ مِنْ مِائَةِ أَلْفِ صَلاَةٍ فِيمَا سِوَاهُ
Shalat di masjidku (Masjid Nabawi) lebih utama daripada 1000 shalat di masjid lainnya selain Masjidil Harom. Shalat di Masjidil Harom lebih utama daripada 100.000 shalat di masjid lainnya.” (HR. Ahmad 3/343 dan Ibnu Majah no. 1406, dari Jabir bin ‘Abdillah. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih. Lihat Shahih At Targhib wa At Tarhib no. 1173).
Kedua: Tanah haram dijadikan tempat yang penuh rasa aman
Inilah berkat do’a Nabi Ibrahim ‘alaihis salam,
وَإِذْ قَالَ إِبْرَاهِيمُ رَبِّ اجْعَلْ هَذَا بَلَدًا آَمِنًا وَارْزُقْ أَهْلَهُ مِنَ الثَّمَرَاتِ مَنْ آَمَنَ مِنْهُمْ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآَخِرِ قَالَ وَمَنْ كَفَرَ فَأُمَتِّعُهُ قَلِيلًا ثُمَّ أَضْطَرُّهُ إِلَى عَذَابِ النَّارِ وَبِئْسَ الْمَصِيرُ
Dan (ingatlah), ketika Ibrahim berdoa: “Ya Rabbku, jadikanlah negeri ini, negeri yang aman sentosa, dan berikanlah rezki dari buah-buahan kepada penduduknya yang beriman di antara mereka kepada Allah dan hari kemudian. Allah berfirman: “Dan kepada orang yang kafirpun Aku beri kesenangan sementara, kemudian Aku paksa ia menjalani siksa neraka dan itulah seburuk-buruk tempat kembali“.” (QS. Al Baqarah: 126).
Begitu pula disebutkan dalam ayat lainnya,
وَمَنْ دَخَلَهُ كَانَ آَمِنًا
Barangsiapa memasukinya (Baitullah itu) menjadi amanlah dia” (QS. Ali Imran: 97).
Kaum Quraisy di masa silam juga merasakan rasa aman ketika safar mereka,
الَّذِي أَطْعَمَهُمْ مِنْ جُوعٍ وَآَمَنَهُمْ مِنْ خَوْفٍ
Yang telah memberi makanan kepada mereka untuk menghilangkan lapar dan mengamankan mereka dari ketakutan” (QS. Quraisy: 4).
Ketiga: Rizki begitu berlipat di tanah haram.
Inilah juga berkat do’a Nabi Ibrahim ‘alaihis salam,
رَبَّنَا إِنِّي أَسْكَنْتُ مِنْ ذُرِّيَّتِي بِوَادٍ غَيْرِ ذِي زَرْعٍ عِنْدَ بَيْتِكَ الْمُحَرَّمِ رَبَّنَا لِيُقِيمُوا الصَّلَاةَ فَاجْعَلْ أَفْئِدَةً مِنَ النَّاسِ تَهْوِي إِلَيْهِمْ وَارْزُقْهُمْ مِنَ الثَّمَرَاتِ لَعَلَّهُمْ يَشْكُرُونَ
 “Ya Tuhan kami, sesungguhnya aku telah menempatkan sebahagian keturunanku di lembah yang tidak mempunyai tanam-tanaman di dekat rumah Engkau (Baitullah) yang dihormati, ya Tuhan kami (yang demikian itu) agar mereka mendirikan shalat, maka jadikanlah hati sebagian manusia cenderung kepada mereka dan beri rezkilah mereka dari buah-buahan, mudah-mudahan mereka bersyukur.” (QS. Ibrahim: 37).
Keempat: Tanah Haram tidak akan dimasuki Dajjal
Dajjal akan muncul dari Ashbahan dan akan menelusuri muka bumi. Tidak ada satu negeri pun melainkan Dajjal akan mampir di tempat tersebut. Yang dikecualikan di sini adalah Makkah dan Madinah karena malaikat akan menjaga dua kota tersebut. Dajjal tidak akan memasuki kedunya hingga akhir zaman. Dalam hadits Fathimah bin Qois radhiyallahu ‘anha disebutkan bahwa Dajjal mengatakan,
فَأَخْرُجَ فَأَسِيرَ فِى الأَرْضِ فَلاَ أَدَعَ قَرْيَةً إِلاَّ هَبَطْتُهَا فِى أَرْبَعِينَ لَيْلَةً غَيْرَ مَكَّةَ وَطَيْبَةَ فَهُمَا مُحَرَّمَتَانِ عَلَىَّ كِلْتَاهُمَا كُلَّمَا أَرَدْتُ أَنْ أَدْخُلَ وَاحِدَةً أَوْ وَاحِدًا مِنْهُمَا اسْتَقْبَلَنِى مَلَكٌ بِيَدِهِ السَّيْفُ صَلْتًا يَصُدُّنِى عَنْهَا وَإِنَّ عَلَى كُلِّ نَقْبٍ مِنْهَا مَلاَئِكَةً يَحْرُسُونَهَا
Aku akan keluar dan menelusuri muka bumi. Tidaklah aku membiarkan suatu daerah kecuali pasti aku singgahi dalam masa empat puluh malam selain Makkah dan Thoybah (Madinah Nabawiyyah). Kedua kota tersebut diharamkan bagiku. Tatkala aku ingin memasuki salah satu dari dua kota tersebut, malaikat menemuiku dan menghadangku dengan pedangnya yang mengkilap. Dan di setiap jalan bukit ada malaikat yang menjaganya.” (HR. Muslim no. 2942)
Dan Dajjal tidak akan memasuki empat masjid. Dalam hadits disebutkan tentang Dajjal,
لاَ يَأْتِى أَرْبَعَةَ مَسَاجِدَ الْكَعْبَةَ وَمَسْجِدَ الرَّسُولِ والْمَسْجِدَ الأَقْصَى وَالطُّورَ
Dajjal tidak akan memasuki empat masjid: masjid Ka’bah (masjidil Haram), masjid Rasul (masjid Nabawi), masjid Al Aqsho’, dan masjid Ath Thur.” (HR. Ahmad 5: 364. Kata Syaikh Syu’aib Al Arnauth, sanad hadits ini shahih)


Dari Ummu Salamah radhiyallahu anha dia berkata: Rasulullah SAW bersabda,
((يَعُوْذُ عَائِذٌ بِالْبَيْتِ فَيُبْعَثُ إِلَـيْهِ بَعْثٌ، فَإِذَا كَانُوْا بِبَيْدَاءَ مِنَ اْلأَرْضِ خُسِفَ بِهِمْ…)) (رواه مسلم)
“Pada suatu hari nanti ada seseorang yang berlindung di baitul haram, kemudian ia diserbu oleh pasukan yang sangat banyak, ketika mereka berada di tengah padang pasir, tiba-tiba Allah menenggelamkan mereka semua.” (HR. Muslim)
Dalam riwayat lain yang dikatakan Hafshah, beliau bersabda,
 ((سَيَعُوْذُ بِهَذَا اْلبَيْتِ –يَعْنِي اْلكَعْبَةَ- قَوْمٌ لَيْسَ لَهُمْ مَنْعَةٌ وَلاَ عَدَدٌ وَلاَ عُـدَّةٌ يُبْعَثُ إِلَيْهِ جَيْشٌ حَتىَّ إِذاَ كاَنُوْا بِـبَيْدَاءَ مِنَ اْلأَرْضِ خُسِفَ بِهِمْ)) (رواه مسلم)
“Akan ada sebuah kaum yang tidak memiliki senjata, tidak berjumlah banyak, dan tidak punya persiapan perang. Mereka berlindung di dalam al-bait (ka`bah). Kemudian dikirimlah pasukan dalam jumlah besar ke bait tadi (untuk menghabisi mereka), ketika pasukan itu sampai di padang pasir, tiba-tiba mereka semua tenggelam ke dalam perut bumi.” (HR. Muslim)
Ummu Salamah berkata dalam riwayat lain bahwa rasulullah mengatakan,
 ((يَكُوْنُ اخْتِلاَفٌ عِنْدَ مَوْتِ خَلِيْفَةٍ، فَيـَخْرُجُ خَلِيْفَةٌ مِنْ بَنِيْ هاَشِمٍ، فَيَأْتِيَ مَكَّةَ فَيَسْتَخْرِجُهُ الناَّّسُ مِنْ بَيْـْتِهِ بَيْنَ الرُّكْنِ وَاْلمَقَامِ، فَيُجَهَّزُ لَـهُ جُزْءٌ مِنَ الشَّامِ…)) (رواه الطبراني)
“Akan ada perselisihan saat salah seorang khalifah meninggal dunia. Kemudian keluarlah seorang khalifah dari Bani Hasyim, dia datang ke Makkah dan orang-orang menyuruhnya keluar dari rumahnya, lalu ia pergi ke ka`bah diantara rukun (hajar aswad) dan maqam Ibrahim. Maka dikirimlah beberapa pasukan dari negeri Syam (untuk membunuhnya…)” (HR. Ath-Thabrani)
Dalam riwayat lain,
 ((فَيَخْرُجُ رَجُلٌ مِنْ أَهْلِ اْلمَدِيْنَةِ هَارِباً إِلَى مَكَّةَ فَيَأْتِيْهِ نَاسٌ مِنْ أَهْلِ مَكَّةَ فَيـُخْرِجُوْنَهُ وَهُوَ كَارِهٌ فَيـُباَيِعُوْنَـهُ بَيْنَ الرُّكْنِ وَاْلمَقَامِ…)) (رواه أبو داود وهو حسن)
“Maka keluarlah seorang lelaki dari penduduk Madinah, ia melarikan diri ke Makkah. Lalu ia didatangi beberapa orang Makkah. Mereka mengeluarkan lelaki itu dari kediamannya dan membaiatnya di antara hajar aswad dan Maqam, padahal ia tidak ingin dibaiat…” (HR. Abu Dawud, ini adalah hadits hasan).
Sungguh, Allah benar-benar menjaga kota Makkah dari segala niat buruk dan kejahatan. Renungkanlah hadits-hadits diatas, Allah telah menenggelamkan semua pasukan yang menuju Makkah dengan niat buruk. Allah senantisa menjaga dan melindunginya, bahkan menjaganya dari Dajjal yang buta sebelah, sehingga tidak bisa masuk ke kota Makkah.

Dari Anas bin Malik radhiyallahu anhu, ia berkata: Rasulullah SAW bersabda,
 ((لَيْسَ مِنْ بَلَدٍ إِلاَّ سَيَطَؤُهُ الدَّجاَّلُ، إِلاَّ مَكَّةَ وَاْلمَدِيْنَةَ، وَلَيْسَ نَقَبٌ مِنْ أَنْقَابِهاَ إِلاَّ عَلَيْهِ اْلمَلاَئِكَةُ حَافِّيْنَ، تَحْرُسُهاَ، فَيَنْزِلُ بِالسَّبْخَةِ، فَتَـرْجُفُ اْلمَدِيْنَةَ بِأَهْلِهَا ثَلاَثَ رَجَفَاتٍ، يَخْرُجُ إِلَيْهِ مِنْهاَ كُلُّ كَافِرٍ وَمُنَافِقٍ)) (رواه البخاري ومسلم).
“Tidak ada sebuah kota pun di bumi ini kecuali Dajjal akan memasukinya, selain Makkah dan Madinah. Tidak ada jalan setapak pun padanya, kecuali disitu ada malaikat yang berkumpul menjaganya. Lalu Dajjal itu mendatangi Sabkhah (sebuah dataran penuh dengan pasir). Disana ia menghentakkan kakinya tiga kali, maka keluarlah dari kota Madinah seluruh orang kafir dan munafiq yang ada.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)
Sedangkan dalam hadits Abu Umamah, dari Rasulullah SAW beliau bersabda,
((وَإِنَّهُ لاَ يَبْقَى شَيْءٌ مِنَ اْلأَرْضِ إِلاَّ وَطَئَهُ وَظَهَرَ عَلَيْهِ، إِلاَّ مَكَّةَ وَاْلمَدِيْنَةَ، لاَ يَأْتِيْهِمَا مِنْ نَقَبٍ مِنْ أَنْقاَبِهاَ إِلاَّ لَقِـيَتْهُ اْلمَلاَئِكَةُ بِالسُّيـُّوْفِ، صَلَّتْهُ، حَتىَّ يَنـْزِلَ عِنْدَ الضَّرِيْبِ اْلأَحْمَرِ، عِنْدَ مُنْقَطِعِ السَّبْخَةِ، فَتَـرْجُفُ اْلمَدِيْنَةَ بأَِهْلِهاَ ثَلاَثَ رَجَفَاتٍ، فَلاَ يَبْقَى فِيْهاَ مُناَفِقٌ وَلاَ مُناَفِقَةٌ إِلاَّ خَرَجَ إِلَيْهِ، فَـتَنْفِي الْخَبِيْثَ مِنْهاَ، كَماَ يَنْفِي اْلكِيْرُ خُبْثَ اْلحَدِيْدِ، وَيُدْعَى ذَلِكَ اْليَوْمُ الْخَلاَصَ، قِيْلَ فَأَيْنَ اْلعَرَبُ يَوْمِئِذٍ؟ قَالَ: هُمْ يَوْمِئِذٍ قَلِيْلٌ…)) (رواه ابن ماجه وابن خزيمة وهو صحيح)
“Ketahuilah! Tidak ada sejengkal tanah  pun di muka bumi ini kecuali akan dilewati Dajjal. Yang tidak dimasukinya hanyalah Makkah dan Madinah. Ketika dajjal mendatangi keduanya, tidak ada suatu jalan pun disana yang hendak dimasukinya, kecuali ia berhadapan dengan malaikat yang membawa pedang terhunus. Sehingga ia (putus asa dan) mendatangi dataran merah pada penghujung Sabkhah dekat kota Madinah. Lalu ia menghentakkan kakinya tiga kali, maka tidak terdapat seorang munafiq atau munafiqah di kota Madinah itu kecuali mereka keluar menghampiri dajjal tersebut. Sungguh! Kota Madinah telah mebersihkan keburukan dajjal, seperti alat peniup api yang membersihkan buruknya besi. Hari itu dinamakan dengan yaumul khalaash, yaitu hari bersihnya kota Madinah dari orang-orang munafiq. Kemudian rasulullah ditanya: kemanakah orang arab di hari itu wahai rasulullah? Beliau menjawab: mereka di hari itu sangat sedikit jumlahnya.” (HR. Ibnu Majah dan Ibnu Khuzaimah, ini adalah hadits sahih).
Sedangkan hadits yang diriwayatkan Abu Said Al-Khudri radhiyallahu anhu, ia berkata, Rasulullah SAW bersabda,
((لَيَحُجُّنَّ هَذَا اْلبَيْتَ وَلَيَعْـتَمِرُنَّ بَعْدَ خُرُوْجِ يَأْجُوْجَ وَمَأْجُوْجَ)) (رواه البخاري)
“Demi Allah! Mereka pasti akan mengerjakan ibadah haji dan umrah di baitul haram ini setelah keluarnya ya`juj dan ma`juj” (HR. Al-Bukhari)
Dan Rasulullah SAW telah menjelaskan kepada kita, bahwa Al-Masih Isa AS akan mengerjakan ibadah haji setelah beliau berhasil membunuh dajjal. Rasulullah SAW bersabda,
 ((لَيُهِلَّـنَّ ابْنُ مَرْيَمَ بِفَـجِّ الرَّوْحاَءِ حاَجاًّ أَوْ مُعْتَمِرًا أَوْ لِيـُثَـنـِّيـْهِمَا)) (رواه مسلم)
“Demi Allah! Isa putera Maryam pasti akan melewati jalan ar-rauha` ini saat memulai ibadah haji atau umrah, atau saat mengerjakan keduanya secara bersamaan.” (HR. Muslim)
Rasulullah SAW juga menyebutkan bahwa di antara tanda datangnya hari qiyamat, adalah dihancurkannya Ka`bah. Dalam sebuah hadits riwayat Abdullah bin Umar radhiyallahu anhuma, dia menegaskan bahwa ia pernah mendengar Rasulullah SAW bersabda,
((يُخَرِّبُ اْلكَعْبَةَ ذُو السُّوَيْقَتَيْنِ مِنَ اْلحَبَشَةِ، وَيَسْلَبـُهاَ حُلِّيَّهاَ وَيُجَرِّدُهاَ مِنْ كِسْوَتِهاَ، وَلَكَأَنِّي أَنْظُرُ إِلَيْهِ أُصَيْلَعًا أُفَيْدَعاً، يَضْرِبُ بِمِسَاحَتِهِ وَمِعْوَلهِ)) (رواه أحمد وهو صحيح)
“Ka`bah ini akan dihancurkan oleh seseorang dari Habasyah (Ethiopia) yang kecil kedua betisnya. Ia merampas semua perhiasan Ka`bah dan mengambil kiswah (pakaian) nya. Sungguh! Saya seperti melihatnya disini (sekarang) sedang menghancurkan ka`bah dengan menggunakan Palu besar dan alat pengukurnya. Ia adalah orang yang ushaila`(tidak punya rambut kepala) dan ufaida’ (yang bengkok tulang pergelangan kakinya).” (HR. Ahmad dengan sanad sahih)
Sedangkan dalam riwayat Abdullah bin Abbas radhiyallahu anhuma Nabi SAW bersabda,
 ((كَأَنِّي أَنْظُرُ إِلَيْهِ أَسْوَدَ أَفْحَجَ، يَنْقُضُهاَ حَجَرًا حَجَرًا، يَعْنِي اْلكَعْبَةَ)) (رواه البخاري ومسلم)
“Saat ini saya seperti melihatnya sedang menghancurkan Ka`bah sedikit demi sedikit, satu persatu batu ia hancurkan, ia adalah seorang hitam yang salah satu matanya tidak normal.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)
Dalam riwayat Abu Hurairah radhiyallahu anhu Rasulullah SAW bersabda,
 ((يُخَرِّبُ اْلكَعْبَةَ ذُو السُّوَيْقَتَيْنِ مِنَ اْلحَبَشَةِ)) (رواه مسلم)
“Yang menghancurkan Ka`bah ini adalah orang Habasyah yang dijuluki Dzus suwaiqotain.” (HR. Muslim)
Orang itu dinamakan dengan dzus suwaiqotain karena kedua betisnya sangat kecil, lain dengan manusia pada umumnya.
Allah SAW Berfirman tentang tanda datangnya hari qiyamat,
“Dan apabila perkataan telah jatuh atas mereka, Kami keluarkan sejenis binatang melata dari bumi yang akan mengatakan kepada mereka, sesungguhnya manusia dahulu tidak yakin kepada ayat-ayat Kami.” (Qs. An-Naml ayat 82)
Ada sebuah hadits yang menerangkan tentang Ad-Dabbah ini, yaitu hadits dari Abu Umamah radhiyallahu anhu ia berkata, Rasulullah SAW bersabda,
 ((تَخْرُجُ الدَّابَّةُ فَتَسُمُّ الناَّسَ عَلَى خَرَاطِيْمِهِمْ ثُمَّ يَعْمُرُوْنَ فِيْكُمْ حَتىَّ يَشْتَرِيَ الرَّجُلُ اْلبَعِيْرَ، فَيَقُوْلُ مِمَّنِ اشْتَرَيْتَهُ، فَيَقُوْلُ: اِشْتَرَيْتُهُ مِنْ أَحَدِ اْلمُخَطَّمِيْنَ)) (رواه أحمد وهو صحيح)
“Akan keluar seekor binatang di akhir zaman yang meracuni banyak manusia, sehingga hidung mereka menjadi hitam. Kemudian orang-orang berhidung hitam itu menetap bersama manusia lainnya dan berjual beli dengan mereka. Sampai ada seseorang yang membeli unta dan ditanya: kamu membeli unta ini dari mana? Ia menjawab: saya membelinya dari salah satu orang yang berhidung hitam.” (Hadits sahih riwayat Ahmad)
Saudaraku! Disebutkan dalam beberapa riwayat, bahwa binatang ini akan keluar dari Gunung Ajyad di Kota Makkah.
Rasulullah SAW juga mengatakan bahwa Islam adalah agama yang asing di kalangan manusia, dan kembalinya hanya ke kota Makkah dan Madinah. Beliau bersabda,
 ((إِنَّ اْلإِسْلاَمَ بَدَأَ غَرِيْباً وَسَيَعُوْدُ غَرِيْباً كَماَ بَدَأَ، وَهُوَ يَأْرِزُ بَيْنَ الْمَسْجِدَيْنِ كَماَ تَأْرِزُ اْلحَيَّةُ فِيْ جُحْرِهاَ)) (رواه مسلم)
“Sesungguhnya Islam diawali dengan keasingan, dan akan kembali asing seperti pemulaannya. Ia (Islam) akan kembali di antara dua masjid (Masjidil Haram dan Masjid Nabawi), seperti kembalinya seekor ular ke dalam lobangnya.” (HR. Muslim)













references by 

 
Like us on Facebook