January 22, 2014

Kopi Indonesia Disukai Pengunjung Pameran Di Belanda

Paviliun Indonesia yang menyediakan stan kopi
diminati para pengunjung di Vakantiebuers, di Gedung Jaarbeurs Utrecht, Belanda, 14-19 Januari 2014.

http://www.vandaagopstap.nl/images/items/Luikse-markt-Jaarbeurs-Utrecht-mega-rommelmarkt_20712.jpg

"Kami dari Kemenparekraf kerja sama dengan Asosiasi Kopi membawa 20 kg kopi dengan berbagai jenis dari berbagai daerah dan karakter yang berbeda," ujar
Deryl Juniar dari Santino Coffee yang bertugas sebagai barista menyediakan
kopi kepada para pengunjung pameran pariwisata Vakantiebuers.

Didukung mesin kopi yang besar seperti layaknya yang ada di coffee shop, stan kopi Indonesia yang diresmikan Wamen Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sapta Nirwandar didampingi Dubes RI Den Haag Retno LP Marsudi, dan Dirjen Pemasaran Pariwisata Esti Reko Astuty membuat para pengunjung tertarik mencicipi kopi Indonesia secara gratis.

Deryl mengatakan banyak pengunjung yang bertanya asal kopi dari daerah mana
dan pada umumnya mereka menanyakan di mana bisa mendapatkan kopi jenis ini
di sini? Kepada pengunjung Deryl mengatakan jika berkunjung ke Indonesia, mereka akan menemukan rasa kopi itu di sana.

Menurut Deryl, berbagai jenis kopi yang diperkenalkan kepada pengunjung pameran yang dibawa Kemenparekraf di antaranya kopi Papua Wamena, kopi Bali Kintamani, kopi Aceh Gayo, kopi Toraja Mamasa, dan kopi Sumatra Mandheling.

Berbagai macam karakter dari kopi tersebut umumnya disukai dan diminati
pengunjung pameran Vakantiebuers di paviliun Indonesia. Antusiasme dari pengunjung sangatlah beragam, ada yang rela antre demi mendapatkan secangkir kopi buatan Deryl yang dibuat menggunakan mesin, bahkan ada yang rela membayar lebih asalkan mendapatkan secangkir kopi.

Salah seorang penggemar kopi mengatakan bahwa dia sangat menyukai kopi
Indonesia. "Aromanya wangi, rasanya kuat sekali. Saya belum menemukan kopi
seperti ini di sini," ujar salah seorang pengunjung.

Rombongan dari Kemenparekraf yang diketuai Kasubdit Promosi Bagian Eropa Agustin Rahayu beserta tim menyediakan sebanyak 2. 000 cangkir kopi untuk dibagikan gratis kepada pengunjung pameran yang mengunjungin paviliun Indonesia.

Rata rata pengunjung yang mencoba kopi mengenal kata kopi tubruk yang khas
dari Indonesia. "Kebanyakan meminum kopi tanpa gula dan mereka sangat menikmati kopi asli Indonesia," ujar Deryl sambil memberikan kopi kepada salah satu pengunjung.

Ini kali kedua Deryl ikut dalam pameran Vakantiebuers 2014 yang berlangsung
di Utrecht. Tahun ini antusias pengunjung yang meminum kopi Indonesia
meningkat daripada tahun sebelumnya dan mereka juga sudah mulai mencari kopi
Indonesia agar bisa didatangkan ke sana. "Saya bangga sekali bisa ikut lagi
mempromosikan kopi Indonesia dengan tim Kemenparekraf karena kopi Indonesia
tidak kalah dengan kopi negara lain. Terbukti dengan banyaknya minat
para pengunjung di paviliun Indonesia," ujarnya.

Diharapkan, pada tahun-tahun mendatang, kopi Indonesia akan makin diminati
di Eropa karena rasa dan aromanya memang tidak kalah dari negara-negara
penghasil kopi terbesar seperti Brasil, Vietnam, dan Kolumbia. 









 references by antara

 
Like us on Facebook