January 28, 2014

Pengguna Google Chrome? Hati-Hati Anda DiMata-Matai Saat Browsing

Harap waspada saat berselancar di dunia maya menggunakan peramban Google Chrome. Pasalnya, telah ditemukan sebuah bug yang menyebabkan Chrome mampu mendengarkan percakapan verbal kita.



Seperti yang dilansir oleh NBC News (23/1), peneliti keamanan IT Israel, Tal Ater, menemukan adanya masalah pada fitur pengenal suara yang dimiliki oleh Google Chrome. Fitur ini ternyata bisa merekam suara kita meskipun sedang tidak diaktifkan.

Ater sendiri telah melaporkan hal ini pada Google. Masalah itu kemudian ditanggapi serius dan sedang ditangani Google. Meski begitu, nyatanya Google sendiri belum berniat memperbaiki masalah itu meskipun telah diingatkan oleh Ater sejak September silam.

Fitur pengenal suara tersebut disebutkan masih bekerja meskipun Google Chrome sudah ditutup. Sehingga, pengguna secara tidak sadar bisa saja sedang disadap.

Masalah ini sendiri bisa dibilang sangat fatal jika jatuh ke tangan hacker jahat. Bisa saja hacker mendengarkan pembicaraan kita tentang hal serius dan memanfaatkan hal itu untuk kepentingan pribadinya.
Untuk saat ini sendiri, Google menyarankan pengguna Chrome untuk mengakses situs dengan fitur HTTP. Pasalnya, pengenal suara tidak akan bekerja otomatis menghadapi situs ber-HTTP ini.



Dua ekstensi browser Chrome dikabarkan terhapus dari toko web mereka. Hal ini diketahui setelah ditemukan adanya software termasuk kode yang melayani iklan mereka tetapi menggunakan cara yang melanggar ketentuan layanan perusahaan.

Papan pesan internet ini ramai digunakan selama dua ekstensi tersebut terhapus. Tercatat, selama ekstensi tersebut terhapus, ada 100.000 pengguna baru papan pesan tersebut.

Dalam kasus ini, orang-orang bisa menggunakan ekstensi itu secara diam-diam dengan cara menyertakan kode yang melayani iklan yang tidak diinginkan. Meskipun begitu, hal ini membuat adanya feedly lain atau spam yang menyebabkan iklan tersebut tiba-tiba muncul pada setiap website yang dikunjungi.
Ekstensi adalah potongan-potongan kecil kode yang dapat membuat browser dapat menambahkan fitur baru atau menghapus orang lain. Salah satunya adalah AdBlock yang merupakan ekstensi populer yang secara otomatis dapat memblok iklan di website.

Google sendiri sudah memperbarui kebijakan iklannya pada bulan Desember untuk mencegah pengembang perangkat lunak yang menggunakan ekstensi dengan cara memasukkan iklan di lebih dari satu bagian dari halaman.

Hal ini dianggap sebagai suatu bentuk malware yang disebut adware karena telah menyuntikkan iklan di beberapa tempat dari suatu halaman web, padahal tempat-tempat tersebut bukan diperuntukkan untuk iklan.
“Orang-orang yang menginstal ekstensi itu kemungkinan tidak menyadari bahwa perangkat lunak dapat diam-diam diperbarui dengan menyertakan kode yang melayani iklan atau laporan browsing, Google tidak meninjau perubahan kode Chrome ekstensi, dan Chrome memungkinkan ekstensi dapat diperbarui dan didorong ke komputer pengguna secara otomatis,” ujar Google.

Menurut Wall Street Journal, sebenarnya tidak ada yang salah mengenai penempatkan kode iklan ekstensi, tetapi kode tersebut harus mematuhi persyaratan Google.

“Ekstensi itu tidak memiliki banyak pengguna, hanya ada sekitar 32.000. Sebab perusahaan-perusahaan adware sudah memiliki pengguna ekstensi yang jauh lebih besar,” kata Google.

Romain Vallet, pencipta ekstensi Chrome, menyatakan ekstensi merupakan sebuah program yang tidak bisa dijalankan secara sembarangan. Ia mengaku dirinya pernah bertengkar dengan para pengguna ekstensi setelah dia memasukkan serangkaian kode iklan dalam ekstensi nya tanpa sepengetahuan mereka.
“Mereka bereaksi keras ketika saya memperkenalkan kode ke Hover Zoom. Sejak itu saya sudah mencoba untuk bersikap transparan tentang apa ekstensi saya lakukan dan tidak lakukan,” ujar Vallet.

Setelah Hover Zoom menambahkan kode iklan, pengembang lain, Ralph Tice, juga membuat ekstensi serupa yang dinamakan Free Hover. Meskipun jumlah pengguna Free Hover masih relatif kecil, tetapi penggunaan ekstensi sangat menarik banyak pihak untuk menyisipkan iklan mereka.

Praktek penggunaan ekstensi sendiri tidak terbatas hanya dilakukan pada browser Google Chrome. Setahun yang lalu seorang pengembang layanan lain, Martin Brinkmann, mengatakan masih ada sebuah ekstensi yang dibuat untuk browser Firefox bernama Autocopy dan saat ini telah dibeli oleh Wips.com.

 http://1.bp.blogspot.com/-KSEU2Pga7os/UuDnJj5VLmI/AAAAAAAAZ-U/zCkJ93axMFI/s1600/Converting%2BGoogle%2BChrome%2Binto%2Ba%2BBugging%2BDevice%2Bby%2Bexploiting%2BSpeech%2BRecognition%2Bfeature.png















references by merdeka , vibiznews

 
Like us on Facebook