February 23, 2014

Tips Agar Anak Tidak Stress

Semakin bertambahnya usia si kecil, beban sekolah yang dia hadapi juga semakin besar. Bagaimana tidak, menyeimbangkan antara tugas sekolah, pekerjaan rumah, ujian, kegiatan ekstrakurikuler, les, hingga pergaulan dengan teman-teman bukanlah hal yang mudah dilakukan anak. Itulah mengapa, anak-anak mungkin tak luput dari stres.

http://www.nhs.uk/Conditions/stress-anxiety-depression/PublishingImages/E%20to%20I/expert-tips-on-child-anger_364x200_107668795.jpg


Menurut sebuah survei di Amerika Serikat, lebih dari sepertiga orangtua peserta survei mengatakan anak mereka mengalami stres. Nah, bagi para orangtua, apakah anak Anda dapat menyadari jika anak Anda mengalami stres? Dan bagaimana cara mengatasinya?

Menurut Adele Cadieux, psikolog anak di Helen DeVos Children's Hospital di Grand Rapids, anak-anak yang mengalami stres akan mengalami perubahan mood dan perilaku. Anak akan cenderung lebih mudah tersingung, menangis, dan menolak beraktivitas.

"Mereka juga sering menunjukkan ketidakpastian, berbicara negatif pada dirinya. Gejala fisik pun tidak terhindari, sehingga mereka cenderung mengeluh tentang sakit kepala atau sakit perut, mengalami gangguan tidur dan makan," jelasnya.

Jika anak Anda mengalami stres, lanjut Cardieux, mereka juga biasanya akan menolak untuk pergi ke sekolah. Namun jangan khawatir dan tetap tenang, karena stres bisa diatasi, sekalipun pada anak-anak.
Berikut 10 cara mengatasi stres pada anak:

1. Sediakan cukup waktu.
Lori Lite, penulis buku Stress Free Kids: A Parent's Guide to Helping Build Self-Esteem, Manage Stress, and Reduce Anxiety in Children mengatakan, anak-anak yang terburu-buru tidak akan pernah tenang. Jadi pastikan Anda menyediakan waktu yang cukup bagi mereka untuk bersiap-siap pergi ke sekolah. Itu akan sangat mengurangi stres mereka.

2. Cukup tidur.
Anak yang cukup tidur cenderung tidak mudah tersinggung dan memiliki kemampuan lebih untuk mengatasi stres sekolah.

3. Bicara.
Jika Anda mengira anak Anda mengalami stres, maka komunikasi adalah kunci untuk mengatasinya. Tanyalah pada mereka tentang harinya dan tantangan apa saja yang mereka hadapi. Beri solusi positif dari jawaban mereka.

4. Relaksasi.
Bantu anak untuk melakukan cara-cara relaksasi seperti menarik napas dalam dan berpikir positif. Membuat tulisan harian juga dapat membantu.

5. Kurangi kegiatan di luar sekolah.
Kesibukan yang berlebihan akan membuat orang cenderung mudah mengalami stres. Mengurangi kegiatan-kegiatan di luar sekolah seperti les atau ekstrakurikuler akan membuat mereka lebih cukup waktu mengerjakan PR dan beraktivitas bersama keluarga.

6. Hubungan dengan guru.
Guru merupakan orangtua anak di sekolah, jadi hubungan orangtua dengan guru pun juga harus baik supaya stres anak bisa berkurang. Menurut Cadieux, orangtua bisa meminta guru mengawasi anak mereka untuk melihat jejak anak selama di sekolah.

7. Beri contoh.
Jika Anda tidak dapat mengatasi stres Anda sendiri, maka anak Anda pun akan meniru. Maka belajarlah untuk mengatasi stres, dan jujurlah pada anak penyebab perubahan emosi pada diri Anda agar mereka bisa belajar.

8. Hindari kritikan.
Biarpun Anda tidak setuju, janganlah katakan hal-hal negatif tentang PR dan guru di depan anak karena itu akan membentuk rasa ketakutan pada diri anak.

9. Batasi teknologi.
Anak yang menghabiskan waktu lebih dari tujuh jam dengan teknologi cenderung lebih mudah merasa stres. Maka batasilah penggunaan teknologi pada anak-anak Anda.

10. Minta bantuan.
Jika stres dari sekolah mulai mempengaruhi kemampuan anak, sebaiknya segeralah minta bantuan konselor atau psikolog untuk mengatasinya.

 http://cdn.www.babble.com/wp-content/uploads/2012/12/sibling-squabbles-lead-to-anxiety.jpg



 Ada yang ingin menambahkan hal lainnya ?
tambahkan dikolom komentar yaaa ^-^


















references by kompas

 
Like us on Facebook