March 18, 2014

Dampak Negatif Kerja Shift Malam Hari


http://news.palcomtech.com/wp-content/uploads/2013/03/Screen-shot-2013-03-18-at-3.44.40-PM.png

INI kabar buruk bagi pekerja yang sering kerja lembur atau shift malam. Sebuah penelitian menunjukkan kerja shift malam rentan terkena risiko berbagai penyakit, termasuk kanker dan diabetes.
Lantas apa yang membuat kerja shift malam dapat mengakibatkan berbagai penyakit kronis? Ternyata karena orang yang kerja shift malam mengalami gangguan pola tidur, atau dengan kata lain merusak jam biologis tubuh yang pada akhirnya mempengaruhi ritme kerja gen-gen yang ada di dalamnya.


Bahkan peneliti mengklaim shift malam dapat merusak hampir 1.500 gen sekaligus. Karenanya wajar bila kemudian orang yang kerap mendapat shift malam ketika bekerja rentan mengalami penyakit kronis seperti kanker payudara, penyakit jantung, serta diabetes.

Peneliti telah memastikan hal itu dengan mengamati 22 partisipan yang ditempatkan dalam jadwal kerja selama 28 jam tanpa terpapar cahaya alami seperti matahari sama sekali. Partisipan rata-rata berusia 20-an tahun dan percobaan dilakukan dalam lab yang sangat terkontrol.

Hasilnya, siklus tidur-bangun mereka tertunda empat jam lamanya hingga mereka sanggup tidur sampai 12 jam di hari biasa. Namun setelah sampel darahnya diambil juga terlihat partisipan mengalami penurunan jumlah gen yang menunjukkan ritme kikardian hingga enam kali lipat.

"Kami menemukan ada enam persen gen yang mempunyai ritme kikardian, artinya aktivitas mereka terlihat lebih tinggi di jam-jam tertentu. Ada gen yang bekerja di siang hari dan memiliki kaitan dengan fungsi kekebalan, ada juga yang bekerja di malam hari, misalnya terlibat dalam pengaturan gen-gen lainnya,” kata peneliti dari Sleep Research Centre, University of Surrey UK, Profesor Derk-Jan Dijk seperti dilansir laman Daily Mail, Senin (17/2).

“Jadi apabila pola tidur (dan pola makan) terganggu, maka sebenarnya orang yang bersangkutan tengah mengubah proses molekuler paling mendasar dalam tubuhnya dengan menyebabkan gangguan pada ritme gen," lanjutnya.

Penelitian itu  menemukan bahwa tubuh manusia diperkirakan mengandung lebih dari 24.000 gen dan 1.400-an gen di antaranya rentan mengalami perubahan jika pola tidur orang yang bersangkutan berubah. "97 persen gen dengan ritme kikardian juga terlihat berantakan akibat jam tidur yang tidak teratur. Hal ini dapat menjelaskan mengapa kita merasa tidak enak badan ketika jet lag atau bekerja dengan shift yang tidak tentu," kata peneliti lainnya, Dr. Simon Archer.

Tips Agar Tetap Sehat Bagi Para Pekerja Lembur


Bagi orang yang sering lembur dan bekerja dengan jam shift malam, pasti sering mengalami kesehatan yang buruk. Karena kesehatan kita juga harus tetap terjaga sepanjang malam. Tapi ada sebagian orang orang yang memaksakan diri atau terpaksa untuk bekerja lembur. Berikut beberapa tips agar tetap sehat walau sering kerja di malam hari. Orang ering bekerja shift malam atau bekerja hingga larut malam, pasti sering mengalami insomnia. Bekerja di malam hari tentu saja membuat tubuh kita menjadi stres, karena secara biologis tubuh kita hanya dirancang untuk menjadi aktif pada siang hari dan istirahat di malam hari. Cara tubuh berfungsi dan jenis hormon yang diproduksi bervariasi tergantung apakah orang tidur atau terjaga.

Jika jadwal tidur anda tidak teratur, ini akan mengganggu siklus tidur-bangun (ritme sirkadian) yang normal dan tubuh menjadi tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Dan akhirnya akan mengarah pada insomnia dan masalah kesehatan lainnya. Dilansir dari detikhealth, berikut beberapa cara untuk mengurangi dampak kesehatan akibat siklus tubuh yang terganggu:

1. Pola makan selama kerja malam
Pastikan Anda makan malam yang hangat sebelum pergi bekerja. Ini akan menjamin proses pencernaan tetap sehat untuk memberi energi di malam hari. Serta kurangi konsumsi minuman seperti kopi, teh atau minuman berkafein lainnya. Kafein dapat berakibat buruk pada tubuh, terlebih bila ritme sirkadian Anda abnormal.

2. Minuman untuk shift malam
Jus alami dan air putih adalah minuman terbaik di malam hari. Dalam situasi stres, tubuh membutuhkan lebih banyak cairan yang harus diganti.

3. Vitamin untuk meningkatkan efisiensi kerja
Mengatasi stres yang terkait dengan kerja shift malam atau kerja hingga larut malam adalah dengan mengonsumsi cukup vitamin B, kalsium dan magnesium. Vitamin-vitamin ini bisa mengurangi risiko kesehatan karena dampak bekerja hingga larut malam.

4. Jangan merokok saat kerja malam
Jangan merokok ketika Anda kerja di malam hari. Serupa dengan kafein, nikotin yang terkandung dalam rokok juga bertindak sebagai stimulan, yang pada akhirnya akan memperburuk kondisi kesehatan Anda.

5. Gaya hidup sehat dan olahraga
Luangkan waktu lebih untuk diri sendiri dan mempertahankan gaya hidup sehat. Lakukan lebih banyak jalan dan berolahraga setidaknya setengah jam sehari. Lari, renang dan olahraga kebugaran (fitness) tidak hanya akan membantu mempertahankan tingkat kebugaran yang baik tetapi juga menyediakan dukungan untuk tidur yang sehat.


http://assets.kompas.com/data/photo/2013/07/11/1159402shutterstock-1412930142780x390.jpg















references by detik, jpnn
modified by +Agung YuLy Diyantoro 

 
Like us on Facebook