October 5, 2014

Resikonya Jika Sering Menahan Kencing

Siapa yang sering menahan buang air kecil?
Inilah Risikonya Jika Sering Menahan Kencing Terlalu Lama ~
http://www.inagurasi.com/wp-content/uploads/2013/08/Cover-BAK.jpg
Keinginan untuk buang air kecil terkadang diabaikan oleh sebagian orang ketika berada di kondisi tertentu yang tak memungkinkan ke toilet. Bisa jadi karena lalu lintas yang macet atau mungkin toilet yang kurang higienis. Karena alasan itulah seseorang terpaksa menahan kencing. Lantas bahayakah bagi kesehatan?



"Tentunya bahaya ya, karena kan menahan pipis kalau keseringan bisa menyebabkan infeksi saluran kemih. Kalau pada wanita, keseringan menahan kencing ini bisa bikin anyang-anyangan, sakit, dan air kencing jadi berwarna merah karena ada infeksi," tutur dr Harrina Erlianti Rahardjoo, SpU, PhD, staf Departemen Urologi FKUI/RSCM kepada detikHealth dan ditulis Rabu (1/10/2014).

Kandung kemih rata-rata memiliki kapasitas menampung urine sekitar 0,4 liter dan ketika seseorang menahan buang air kecil, maka kandung kemih akan melakukan mekanisme seperti halnya melar atau meregang.

Selain itu, semakin lama menahan kencing, kandung kemih menjadi tempat bersarangnya bakteri. Bakteri inilah yang dapat menyebabkan infeksi yang dapat menyebar ke ginjal dan kemungkinan menyebabkan kerusakan yang lebih besar pada tubuh.

Namun dr Harrina menyarankan untuk tidak mengurangi minum, terlebih jika ingin bepergian jauh. Justru dengan minum dapat mengurangi infeksi dan membersihkan organ ginjal.

"Kan sudah dianjurkan minum 8 gelas sehari. Nah, makannya kalau sebelum bepergian jangan malas untuk buang air kecil dulu supaya enggak kebelet nanti pas macet. Jangan mikir nanti aja deh," pungkasnya.

Hal serupa juga diungkapkan oleh dr Ayodia Soebadhi, spesialis urologi dari RSUD Dr Soetomo bahwa sebaiknya cukup minum 2-3 liter per hari dan kencing 300-500 ml per kali untuk orang sehat.

"Sebaiknya dipertahankan minum yang cukup 2-3 liter per hari, kencing 300-500 ml per kali untuk orang sehat pada umumnya. Akan tetapi angka-angka ini sangat bervariasi untuk masing-masing orang tergantung berat badan dan kondisi kesehatan," kata dr Yodi.








references by detik

 
Like us on Facebook