December 27, 2014

Menghina Jersey Tim Kebanggaan Kota Bandung, Persib Persilakan Bobotoh Boikot Produk League

Admin media sosial yang mewakili perusahaan atau institusi resmi sepertinya harus lebih berhati-hati dan sebaiknya bersifat netral. Sebuah produk Apparel lokal, League dibully di twitter karena dianggap menghina Jersey Persib bandung.




 

Admin @league_world ketahuan meretweet salah satu tweet yang menilai Jersey Persija keren sementara Jersey lain banyak tempelan seperti baju pembalap.

https://pbs.twimg.com/media/B5o3jLzCEAAFwvo.png:large





Hal itu rupanya menuai kecaman khususnya dari para mendukung Persib.

“Sebuah pelajaran bagi produk Apparel lainnya, bahwa kalo di medsos itu harus netral, @league_world #BoikotLeague”, tulis akun @rizky_riesha23.
@FANBULE Lupa diri ketika telah diuntungkan oleh Persib! Saya tidak akan beli jersey anda kembali musim 2015
 @Vendysaputra10
dlu klo bli jrsey persib beli nya ori d ,tpi skrng kgak sudi beli jersey persib di

@Persib_Addic: Persib itu punya pendukung besar dan fanatik, selain daripada itu Nama Besar Persib punya nilai jual Tinggi. #BoikotLeague

@send_93 50: yeuh baju persib bandung mah loba tetempelan ge loba sponsorna, loba peminat na loba pendukung na loba suporter na #BoikotLeague

@Sebodornya: sebagey warga bandung urg bangga ka PERSIB. teu narima PERSIB dihina! #BoikotLeague #BoikotMantan #NuhunKangEmil

@Muhamadzakimcc: Jangan menyinggung jersey tim besar kesayangan kami !!! #BoikotLeague

@zhaprimz 24: Teu jadi meuli sapatuna #BoikotLeague

@Rendyas18 : Tos dicandak juara ku persib sanes ngahargaan,kadeun nyindir jeung moyok ai sia nanaonan lur @league_world #BoikotLeague

“Hai @league_world ,bukannya baju yg katanya seperti “pembalap” yg bikin Omzetmu meningkat signifikan?”, tulis @persibonline.

@prayogo_heru: Karna ketololan admin anda @league_world , anda berpotensi kehilangan milyaran rupiah musim dpn #BoikotLeague

dan masih banyak komentar lainnya https://twitter.com/search?f=realtime&q=%23boikotleague&src=typd

Alhasil tagar #BoikotLeague menjadi pembicaraan & trending topik.di Facebook dan Twitter 




http://cdn.metrotvnews.com/images/library/images/Showbiz/fitra/Capture(6).JPG


Direktur Marketing PT Persib Bandung Bermartabat, Muhammad Farhan, menilai, persoalan Twitter akun League hanya salah komunikasi. Namun, Farhan menekankan, pihak manajemen Persib belum mengambil sikap terkait persoalan ini.

Gara-gara kicauan sang admin di Twitter, perusahaan apparel, League Sportwear, dihujat Bobotoh, suporter Persib Bandung. Bahkan, Bobotoh di Twitter ramai-ramai menyatakan akan memboikot sponsor apparel Maung Bandung tersebut.

"@league_world keren jersey @persija_jkt yg baru, simpel ga rame. Ga banyak tempelan yg kaya baju pembalap #IniBaruJerseyBola," tulis admin Twitter League yang merupakan retweet, Selasa 23 Desember 2014 dan diketahui sudah dihapus.

“Soal tweet, persoalan salah komunikasi dari League, dan sikap League lebih bersifat organisasional secara internal. Tapi, mereka juga sudah minta maaf di Twitter. Tapi, manajemen Persib belum ambil sikap, karena kita semua masih libur,” ungkap Farhan saat dihubungi VIVAbola, Jumat 26 Desember 2014.



http://jerseybolaindonesia.info/wp-content/uploads/2014/04/away-jersey_persib-bobotoh.jpg

“Jadi, belum ada komunikasi antar dua perusahaan, Persib dan League tentang tweet itu. Nanti, setelah selesai libur, kita mungkin akan bahas,” sambungnya. 
http://jerseybolaindonesia.info/wp-content/uploads/2014/04/home-jersey_persib_bobotoh.jpg

Namun, terkait sikap Bobotoh yang berniat memboikot produk League, Farhan, menyerahkan semuanya kepada para Bobotoh. Dia menegaskan, Persib tak bisa berbuat apa-apa tentang sikap yang diambil oleh Bobotoh, karena manajemen tidak bisa mengatur hal itu.

“Kalau Bobotoh mau ambil sikap begitu (boikot produk League), ya silahkan. Kita dari manajemen tidak bisa berbuat apa-apa, mereka berhak melakukan itu. Tapi, itu bukan sikap resmi Persib, belum ada rencana untuk putus kontrak atau ganti apparel, sikap Persib baru diputuskan setelah libur selesai,” jelas Farhan.















refrences by viva

 
Like us on Facebook