January 21, 2015

Ciri Suami / Lelaki Calon Penghuni Neraka

Neraka dalam bahasa arab disebut AN-NAR, secara bahasa berarti "api". lafas an-naar banyak disebutkan di dalam ayat-ayat Al-Qur'an yang berarti api neraka. diantaranya ialah dalam ayat
 
“Inilah dua golongan (golongan mukmin dan golongan kafir) yang bertengkar,mereka saling bertengkar mengenai Rabb (Tuhan) mereka. Maka orang kafir akan dibuatkan untuk mereka pakaian-pakaian dari api neraka. Disiramkan air yang sedang mendidih ke atas kepala mereka. (QS. 22:19) Dengan air itu dihancur-luluhkan segala apa yang ada dalam perut mereka dan juga kulit (mereka). (QS. 22:20) Dan untuk mereka cambuk-cambuk dari besi. (QS. 22:21) Setiap kali mereka hendak ke luar dari neraka lantaran kesengsaraan mereka, niscaya mereka dikembalikan ke dalamnya. (Kepada mereka dikatakan): ‘Rasakanlah adzab yang membakar ini.’ (QS. 22:22)” (al-Hajj: 19-22)


LUAS DAN KEDALAMAN NERAKA
untuk mendapatkan gambaran mengenai betapa dalamnya neraka, perhatikan hadist yang diriwayatkan Abu Hurairah r.a berikut ini:
"ketika kami sedang duduk bersama Rasulullah SAW, tiba-tiba terdengar suaru benda yang jatuh. Lalu nabi SAW bertanya : tahukah kalian suara apa ini? Kami menjawab : ALLAH dan RasulNYA yang lebih tahu. Nabi SAW bersabda : Ini adalah suara jatuhnya batu yang dilemparkan ke dalam neraka selama 70 tahun silam, dan sekarang baru jatuh didalam neraka" (HR. Muslim)
 
KONDISI TUBUH PENGHUNI NERAKA
untuk menambah kedahsyatan siksaan tak berujung, tubuh para penghuni neraka dibesarkan sedemikian rupa, sesuai dengan hadist nabi
"Jarak antara dua pundak orang kafir di neraka adalah jarak perjalanan tiga hari bagi pengendara yang cepat" (HR. Muslim)

"Sesungguhnya tebal kulit orang kafir adalah 42 hasta dan gigi gerahamnya seperti bukit uhud dan tempat duduknya di jahannam adalah jarak antara mekkah dan madinah"

1. WAJAH HITAM PEKAT HANGUS TERBAKAR


ALLAH SWT  berfirman
" Dan orang-orang yang mengerjakan kejahatan (mendapat) balasan yang setimpal dan mereka ditutupi kehinaan. Tidak ada bagi mereka seorang pelindungpun dari (azab) Allah, seakan-akan muka mereka ditutupi dengan kepingan-kepingan malam yang gelap gelita. Mereka itulah penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya" (QS Yunus : 27)

"Dan katakanlah: "Kebenaran itu datangnya dari Tuhanmu; maka barangsiapa yang ingin (beriman) hendaklah ia beriman, dan barangsiapa yang ingin (kafir) biarlah ia kafir". Sesungguhnya Kami telah sediakan bagi orang orang zalim itu neraka, yang gejolaknya mengepung mereka. Dan jika mereka meminta minum, niscaya mereka akan diberi minum dengan air seperti besi yang mendidih yang menghanguskan muka. Itulah minuman yang paling buruk dan tempat istirahat yang paling jelek" (QS Al-Kahfi : 29)

Adapun azhab bagi orang-orang, anak, anggota keluarga yang Murtad, tidak mau mengakui Allah SWT satu-satunya Tuhan , dan mengingkari Nabi Muhammad SAW adalah Nabi utusan terakhir-Nya serta menolak mengikuti ketentuan Allah SWT dalam Al-Quran..


"Pada hari yang di waktu itu ada muka yang putih berseri, dan ada pula muka yang hitam muram. Adapun orang-orang yang hitam muram mukanya (kepada mereka dikatakan): "Kenapa kamu kafir sesudah kamu beriman? Karena itu rasakanlah azab disebabkan kekafiranmu itu".
(QS Ali-Imran : 106)

2. KULITNYA MATANG DAN MENCAIR

api neraka itu membakar kulit para penghuni neraka hingga matang dan hancur. Lalu ALLAH mengganti kulit mereka dengan kulit yang lain untuk dibakar lagi, begitu seterusnya.
"Sesungguhnya orang-orang yang kafir kepada ayat-ayat Kami, kelak akan Kami masukkan mereka ke dalam neraka. Setiap kali kulit mereka hangus, Kami ganti kulit mereka dengan kulit yang lain, supaya mereka merasakan azab. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana." (QS An-nisa':56)


Setiap barang yang memabukkan diharamkan; 
sesungguhnya Allah telah berjanji akan memberi minuman dari keringat para penghuni neraka yang tengah disiksa yang bernama Thinah al-Khabaal kepada orang yang meminum minuman keras. 
Lelaki tersebut bertanya: “Wahai Rasulullah, apakah yang dinamakan Thinah al-Khabaal?” 
Rasulullah menjawab : “Keringatnya ahli neraka atau perasan ahli neraka
(HR. Muslim dan An-Nasai.)



3. HATI DAN ORGAN TUBUH DALAM TERBAKAR, BAGIAN DALAM TUBUH USUS-USUS TERBURAI KELUAR
tubuh penghuni neraka yang terbakar itu tidak hanya organ luar, tetapi semua organ dalampun ikut terbakar
"sekali-kali tidak! Sesungguhnya dia benar-benar akan dilemparkan ke dalam Huthamah. Dan tahukah kamu apa Huthamah itu?(yaitu) api (yang disediakan) Allah yang dinyalakan, yang (membakar) sampai ke hati. (QS Al-Humazah : 4-7)

semua permintaan dan permohonan para penghuni neraka kepada ALLAH SWT ditolakNYA dengan tegas yang justru menambah kepedihan siksa mereka, sebagai mana firman ALLAH
"Mereka berkata: "Ya Tuhan kami, kami telah dikuasai oleh kejahatan kami, dan adalah kami orang-orang yang sesat. Ya Tuhan kami, keluarkanlah kami daripadanya (dan kembalikanlah kami ke dunia), maka jika kami kembali (juga kepada kekafiran), sesungguhnya kami adalah orang-orang yang zalim.
Allah berfirman: "Tinggallah dengan hina di dalamnya, dan janganlah kamu berbicara dengan Aku. (QS Al-Mu'minun :106-108)

4. PENGHUNI NERAKA YANG PALING RINGAN SIKSANYA
diriwayatkan dari Abbas bin Abdul Muthalib, ia bertanya kepada Rasulullah SAW : " ya Rasulullah apakah engkau memberikan suatu manfaat kepada Abu Thalib(paman beliau), dia telah memelihara engkau, tapi juga memarahimu ( tidak beriman kepadamu). " Nabi SAW bersabda " Ya dia berada didalam siksaan yang paling ringan dari api neraka (api neraka membakarnya sampai pada kedua mata kakinya). andaikan tidak karena saya, maka ia akan disiksa didalam jurang neraka yang paling dalam (dikerak neraka) (HR. Muslim)

Rasulullah SAW bersabda : “Seringan-ringannya siksaan ahli neraka, yaitu seseorang diberi dua sandal dari api, maka otaknya menjadi mendidih sebab dari kedua sandal itu, sebagaimana mendidihnya air yang ada di dalam kendil, sampai tetangganya dapat mendengar mendidihnya otak tersebut. Gigi gerahamnya menjadi bara api, bibirnya menjadi bara api, nyalanya api itu sampai keluar dari dalam perutnya, dari kedua telapak kakinya. Orang yang disiksa seperti ini beranggapan bahwa dirinya termasuk penduduk neraka yang sangat pedih siksanya. Padahal sesungguhnya dia termasuk dari penduduk neraka yang ringan siksanya”.




Penghuni neraka meminta kematian..
Keras & kekalnya adzab neraka membuat penghuninya tidak tahan tinggal disana, sehingga mereka meminta kematian yaitu agar mereka binasa/mati saja tidak disiksa kekal berulang-ulang. Penghuni neraka berkata:

Mereka berseru: “Hai Malik (Malaikat penjaga Neraka) biarlah Rabbmu membunuh kami saja”. Dia menjawab: “Kamu akan tetap tinggal (di neraka ini)”. (Az-Zukhruf: 77)
Muhammad Fairuz Abadi rahimahullah membawakan tafsir Ibnu Abbas radhiallahu ‘anhuma,
“Tatkala kesabaran mereka menipis, mereka menyeru kepada penjaga neraka
“biarlah Rabbmu membunuh kami saja”,
maka malaikat Malik menjawab setelah 40 tahun
(1 hari akhirat sama dengan 1000 tahun dunia, pent),
“kalian tetap tinggal” yaitu tetap berada dalam azab tidak akan dikeluarkan.

“Apabila penduduk surga telah memasuki surga dan penduduk neraka memasuki neraka, maka didatangkan kematian lalu diletakkan diantara surga dan neraka kemudian disembelih kemudian diserukan oleh penyeru: Wahai penduduk surga tiada kematian lagi dan wahai penduduk neraka tiada kematian lagi. Penduduk surga semakin bertambah kegembiraan mereka atas keikhlasan, sabar akan ujian kehidupan saat di dunia dia dan keluarganya yang sholeh dan juga sabar menghadapi fitnah maupun olok-olok oleh orang kafir dahulu dan gembira atas amal ibadah mereka yang dilakukan berdasarkan Al-Quran dan Hadits sementara para penduduk neraka semakin bertambah kesedihan dalam diri mereka

mengetahui peringatan itu.
Kelak didalam Neraka akan terjadi sebuah dialog antara Malaikat penjaga Neraka dengan para Penghuni Neraka yang diabadikan lewat Al Qur'anul Karim:

Penjaga-penjaga Neraka itu (Malaikat) bertanya kepada penghuni Neraka
”Apakah belum pernah datang kepadaMu (di dunia) seorang pemberi peringatan? Mereka (Penghuni Neraka menjawab) ” Benar ada sesungguhnya telah datang kepada kami seorang pemberi peringatan kepada kami, tapi kami mendustakannya. Sekiranya kami mendengarkan atau memikirkan (peringatan itu), Niscaya tidaklah kami termasuk penghuni-penghuni neraka yang menyala-nyala. Mereka (penghuni Neraka) mengakui Dosa-dosa mereka, maka kebinasaanlah bagi penghuni-penghuni neraka yang menyala-nyala

(Qs. Al Mulk [16]:6 – 11).

Kalau dahulu, yang dimaksud dalam ayat diatas adalah para Nabi & Rosul. dan kalau sekarang mungkin bisa juga lebih tepatnya kerabat, teman, keluarga atau orang lain yang apabila kita sedang atau telah melakukan kesalahan / dosa, mereka menegur , mengingatkan kalau yang kita lakukan salah atau berdosa.

Terkadang ada yang menurutinya, ada pula yang mengabaikan, juga tak sedikit yang mencari-cari alasan & pembenaran atas kesalahan dan dosa yang dilakukannya. Menganggap remeh & menentang aturan Allah SWT dalam Al-Quran dan Hadits.


Apakah Kita termasuk Calon Penghuni Neraka...??

Inilah golongan lelaki yang akan ditarik masuk ke neraka oleh wanita

Pada hari pembalasan, orang-orang akan sibuk dengan urusannya masing-masing atas apa semua amal yang dikerjakan maupun aturan ALLAH SWT yang dilanggar..

1. Ayahnya
Jika seseorang yang bergelar ayah tidak mempedulikan perilaku anak perempuannya di dunia. Dia tidak memberikan segala keperluan agama seperti mengajarkan shalat, mengaji, membaca, mengamalkan dan memahami ayat-ayat Al-Quran dan hal lainnya.
Dia membiarkan anak perempuannya tidak menutup aurat/berhijab. Di membiarkan anak wanitanya berpacaran, berpegian/berduaan atau bahkan berpegangan tangan  dengan pria yg belum halal baginya. 
seorang perempuan/wanita tidak boleh diajak pergi tanpa didampingi dengan orang yg yg 
bukan mahram, kenapa?
hal tersebut untuk menghindari fitnah, melakukan zinah dengan saling berpegangan, pemerkosaaan, dan hal yg tidak diinginkan



Tidak cukup kalau dengan hanya memberi kebutuhan/kemewahan dunia saja. 
Maka kelak ia akan ditarik ke neraka oleh anaknya sendiri tersebut, meski sang ayah rajin sholat, puasa, mengaji.
Duhai lelaki yg bergelar Ayah, bagaimanakah keadaan anak perempuanmu sekarang? 
Apakah kau mengajarkan shalat dan shaum (puasa) padanya?
Mengajarkannya Menutup aurat? Pengetahuan mengenai agama untuk diamalkan  ?
Ilmu mengenai apa yg bholeh dan tidak boleh dilakukan seorang wanit?
Jika tidak terpenuhi, maka bersedialah untuk menjadi salah satu orang bagian dari Neraka kelak.
2. Suaminya
Apabila suami tidak mempedulikan tindak tanduk isterinya. Bergaul bebas, bergunjing/gosip dengan tetangga. Membiarkan istri berhias diri untuk lelaki yang bukan mahramnya. Atau untuk pamer  dan sombong.

Jika suami mendiamkan istri yang seperti itu, walaupun suami adalah orang yang alim, suami adalah shalatnya yang tidak pernah bolong, suami adalah yang shaumnya tidak pernah lalai. Maka dia kelak akan turut ditarik oleh isterinya bersama-sama ke dalam Neraka.
Duhai lelaki yang bergelar Suami, 
Bagaimanakah keadaan istri tercinta sekarang? 

  • Dimanakah dia saat ini berada? apakah sudah meminta izin padamu saat pergi? Apakah kamu membiarkannya keluar dimalam hari dengan yg bukan mahram atau sendirian?
  • Bagaimana penampilannya ? bagaimana hijabnya? Denan siapa ia berteman ? Bagaimana ia bergaul ? sudahkah sesuai dengan syariat? 
  • Bagaimanakah akhlaknya? shalatnya? 
  • Apakah ia memberitahu ilmu kenapa melarang putri/putranya pacaran? apalagi memberi izin menikah dengan yg berbeda Agama?
  •  
Dan janganlah kamu menikahi wanita-wanita musyrik, sebelum mereka beriman. Sesungguhnya wanita budak yang Mukmin lebih baik dari wanita musyrik, walaupun dia menarik hatimu.Dan janganlah kamu menikahkan orang-orang musyrik (dengan wanita-wanita Mukmin) sebelum mereka beriman. Sesungguhnya budak yang Mukmin lebih baik dari orang musyrik, walaupun dia menarik hatimu. Mereka mengajak ke neraka. sedang Allah mengajak ke surga dan ampunan dengan izin-Nya. Dan Allah menerangkan ayat-ayat-Nya (perintah-perintah-Nya) kepada manusia supaya mereka mengambil pelajaran.”
(Q.S. Al Baqarah ayat 221)
Jika seorang wanita Muslim menikah dengan laki-laki non Muslim, status pernikahannya tidak sah dan akan dicatat malikat dipandang sebagai zina setiap harinya bahkan seumur hidup karena gerbang awalnya (baca : aqad pernikahan) sudah jelas tidak sah.

Hal buruk lain yang mengikuti pernikahan beda agama adalah rusaknya nasab (garis keturunan) sang anak dengan orangtuanya. Jika ibunya Muslim sedangkan ayahnya non Muslim maka terputuslah hak perwalian dan hak waris dari ayah tersebut kepada anaknya. Ini adalah hal yang sangat mengkhawatirkan dan meresahkan.

Pernikahan beda agama dipastikan tidak akan mungkin mewujudkan keluarga sakinah sebagal tujuan utama dilaksanakannya pernikahan yaitu membuat ketentraman dan kedamaian bermasyarakat di dunia dan juga tujuan akhir akhirat. Bukankah kita tidak menginginkan umat Muslim ini mengalami lost generation karena garis nasab yang berantakan? Relakah generasi penerus kita akan melakukan zina seumur hidupnya? Na’udzubillahi mindzalik.

Apalagi Na'udzubillahimindzalik Murtad (Tidak mengakui Allah SWT sebagai Tuhan, dan Nabi Muhammad SAW sebagai utusan terakhir-Nya)

Jika tidak kau jaga mengikuti ketetapan Islam, maka terimalah keniscayaan yang kau akan sehidup semati bersamanya hingga Neraka.
3. Saudara Lelakinya
Apabila ayahnya sudah tiada, tanggungjawab menjaga kehormatan wanita jatuh pada saudara lelakinya (kakak, paman). Jika mereka hanya mementingkan keluarganya saja dan adik atau keponakannya dibiarkan dari ajaran Islam, maka tunggulah tarikan mereka di akhirat kelak.
Duhai lelaki yg mempunyai saudara perempuan, jangan hanya menjaga amalmu dan melupakan amanah yang lain.
Karena kau juga 
akan pertanggung jawabkan diakhirat kelak...

4. Anak Lelakinya
Apabila seorang anak laki-laki tidak menasehati Ibunya perihal kelakuan yang tidak dibenarkan dalam Islam. Seperti ibu yang membuat berbagai kemungkaran, mengumpat, memfitnah, mengunjing, berbuat dan berperilaku tidak baik dan menggangu tetangganya serta hal-hal lainnya yg tidak diperbolehkan..
maka anak itu akan ditanyai dan dimintai pertanggung jawaban di akhirat kelak. Dan akan bersama menemani ibunya kelak di Neraka.


Duhai anak lelaki, sayangilah ibumu, nasihatilah dia jika bersalah atau lalai. 
Karena seorang ibu juga insan biasa, tak lepas dari melakukan dosa.
Selamatkanlah dia dari
fitnah kubur dan ancaman neraka,
jika tidak, kau 
juga akan ditarik menjadi teman di dalam panasanya api neraka yg jauh melebihi panas matahari...


MEMBERI NAFKAH
Sebagai seorang Ayah dan pemimpin keluarga, nafkahilah Istri, anak maupun keluarga Anda dengan harta yang diperoleh secara HALAL oleh Al-Quran maupun Hadits.. Jangan biarkan harta atau uang haram mengalir didalam darah Istri, Anak, maupun keluarga Anda..
Seperti harta dari #Riba, Korupsi, Mencuri, Merampok dan hal-hal yg tidak diperbolehkan menurut Al-Quran dan Hadits..

Contoh riba:
Meminjam uang pada Rentenir, Bank, mencicil rumah, kendaraan atau Sejenisnya dengan Bunga (baca: riba)

Contoh Riba lainnya silahkan baca sendiri yg ada pada Al-Quran dan Hadits
Karena harta dan uang tersebut tidak akan Berkah, atau nantinya akan mendatangngkan musibah, bencana seta masalah dalam kehidupan Anda maupun keluarga.. sebagai contoh kecil: Anak yg sering sakit-sakitan, Istri yg membangkang, Anak yg tidak mau menuruti perintah orangtuanya/nakal, dan lainnya.. Selain itu tunggulah siksa alam kubur dan juga nanti pada hari pembalasan juga alam akhirat.... 
NAFKAHILAH ANAK, ISTRI, DAN ELUARGA ANDA DENGAN CARA DAN JALAN YANG HALAL...

Apalagi sang suami yang meninggalkan anak, istri tanpa izin dan meninggalkannya bertahun-tahun tanpa menafkahi lahir, batin baik berupa materi maupun ilmu..

Betapa hebatnya tarikan wanita....
Bukan saja di dunia....,
tapi juga diakhirat yang tak kalah hebat tarikannya...
Maka, kaum lelaki 
yang bergelar ayah, suami, saudara atau anak harus memainkan peran mereka dengan baik untuk menjaga segala perilakunya....

Berikut ini akan saya berikan 30 perilaku durhaka suami terhadap istri .
saya berharap , semoga kita semua tidak tergolong tipe suami seperti
dibawah ini terutama diri pribadi kami.
Adapun ke 30 Perilaku durhaka suami kepada istri adalah sebagaimana yang akan kami uraikan dibawai ini :
1.Tidak mau melunasi hutang mahar (mas kawin).

2.Menarik kembali mahar tanpa keridloan istri.

3.Menelantarkan belanja dapur istr, bermalas-malasan tidak bekerja mencari nafkah halal.

4.Melanggar komitmen baik dengan istri atau melanggar shigat ta’liq /pakta integritas suami
utk siap memperlakukan istri dengan makruf(baik) wa asyiruhunna bil makruf).

5.Tidak menyediakan tempat tinggal buat istri/menelantarkan istri.

6.Tidak memberi kebutuhan biologis istri.

7.Menyenggamai istri pada waktu haid.

8.Memperlakukan istri dengan kasar secara fisik atau dengan kata-kata.

9.Membiarkan istri berbuat nusyuz yaitu melakukan perbuatan-perbuatan yang sifatnya menyakiti hati istrinya, tidak menyayanginya , melecahkan istrinya , menolak kebutuhan istrinya, bepergian tanpa izinnya, bermain mata dengan wanita lain tanpa izin isteri /berselingkuh serta tidak bisa menjaga kehormatan diri dan keluarganya.

10.Mengajak istri berbuat dosa.

11.Membebani kerja istri diluar kemampuannya.

12.Tidak adil dalam memberikan nafkah lahir dan bathin istri–istrinya (bagi yang berpoligami)

13.Mengusir istri dari rumahnya.

14.Melimpahkan tanggungjawab suami kepada istri.

15.Menuduh istri berbuat zina tanpa bukti sah.

16.Menceraikan istri dengan sewenang-wenang. Tanpa alasan yang dibenarkan oleh Syar’i

17.Memeras istri.

18.Menyebarkan rahasia hubungan/aib suami istri kepada orang lain. (memebeberkan kelemahanistri kepada orang lain.)

19.Menempatkan istri
serumah dengan ipar laki-laki, (Daiyuz tidak ada rasa cemburu positif kepada istri, padahal istri sudah ada tanda berbuat serong)

20,tidak pernah menuyuruh istri dan anak untuk menegakkan sholat, berbuat baik, bertaubat dan berakhlak mulia sesuai tuntunan Al-Quran dan Hadist.

21, tidak pernah mentarbiyah istri serta tidak pernah memotifasi istri untuk berbuat baik

22. tidak pernah memberikan contoh dan teladan yang baik bagi istri, bahkan sring menampilkan teladan yang buruk dan tidak mendidik kepada keluarga.

23. Selalu menyesali terhadap perbuatan istri/lari dari tanggung jawab.

24 selalu melecehkan/menghina pada pihak keluarga istri

25 ,selalu negative tingking/su’udhon kepada istri

26.mencari-cari kesalahan istri

27 melupakan jasa baik istri

28.membanding-bandingkan istri sendiri dengan orang lain (merendahkan martabat istri di depan orang)

29. tidak pernah memuji kebaikan istri.

30.Tidak memberi pesangon istri dalam masa iddah.

30 perilaku durhaka suami terhadap istri diatas sudah sering kita saksikan dalam kehidupan sehari-hari, baik di televisi,dan  sekitar kita tinggal
Lelaki / Suami Tidak Mau, Tidak Pernah, dan Dengan Sengaja Meninggalkan Sholat.
Dengan Sepengetahuan atau Tanpa Sepengetahuan Sang Istri

Hidup berumah tangga sesungguhnya adalah ujian kehidupan berikutnya. Bahkan, hidup di Dunia ini secara keseluruhan adalah ujian dari Allah untuk menilai hamba-hambaNya, siapa yang terbaik amalnya. Maka ketika istri yang shalihah mendapati suaminya jauh dari Allah, itu adalah ujian baginya, bagaimana ia menyikapinya dan mempersembahkan amal terbaik kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Demikian pula ketika suami yang shalih mendapati istrinya jauh dari Allah, itu adalah ujian baginya.

Jika seorang wanita menikah dengan pria yang tidak pernah menunaikan shalat jama’ah, minimal Shubuh dan waktu Isya, begitu pula tidak menunaikan shalat lima waktu di rumahnya, maka nikahnya tidaklah sah. Karena orang yang meninggalkan shalat itu kafir terang-terangan sebagaimana hal ini dijelaskan dalam Al Qur’an, hadits dan dapat dilihat pula dalam perkataan para sahabat. ‘Abdullah bin Syaqiq mengatakan, 
Dulu para shahabat Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam tidaklah pernah menganggap suatu amal yang apabila ditinggalkan menyebabkan kafir kecuali shalat.” Perkataan ini diriwayatkan oleh At Tirmidzi dari Abdullah bin Syaqiq Al ‘Aqliy seorang tabi’in dan Hakim mengatakan bahwa hadits ini bersambung dengan menyebut Abu Hurairah di dalamnya. Dan sanad (periwayat) hadits ini adalah shohih. (Lihat Ats Tsamar Al Mustathob fi Fiqhis Sunnah wal Kitab, hal. 52)

Jika laki-laki semacam itu dinyatakan kafir, maka tentu saja wanita muslimah tidak halal baginya. Karena Allah Ta’ala berfirman,
فَإِنْ عَلِمْتُمُوهُنَّ مُؤْمِنَاتٍ فَلا تَرْجِعُوهُنَّ إِلَى الْكُفَّارِ لا هُنَّ حِلٌّ لَهُمْ وَلا هُمْ يَحِلُّونَ لَهُنَّ
Maka jika kamu telah mengetahui bahwa mereka (benar-benar) beriman maka janganlah kamu kembalikan mereka kepada (suami-suami mereka) orang-orang kafir. Mereka tiada halal bagi orang-orang kafir itu dan orang-orang kafir itu tiada halal pula bagi mereka.” (QS. Al Mumtahanah: 10)
Namun jika suaminya tadi meninggalkan shalat setelah dilangsungkan akad nikah, maka nikahnya batal (faskh) kecuali jika suaminya tersebut bertaubat dan kembali pada Islam (yaitu dengan kembali mengerjakan shalat, pen). Sedangkan sebagian ulama mengaitkan dengan menunggu sampai berakhirnya masa ‘iddah. Jika sampai masa ‘iddah berakhir, suaminya kembali berislam dan ingin ruju’, maka harus dengan akad baru. Adapun bagi wanita, harusnya meninggalkan suaminya sampai ia mau bertaubat dan kembali mengerjakan shalat dengan membawa serta anak dari suaminya tadi.  Karena pada kondisi semacam ini, anak-anaknya tersebut tidak menjadi hak asuhan ayah mereka lagi.
Dari penjelasan ulama di atas, saya memperingatkan kepada saudara kaum muslimin agar jangan sampai menikahkan anak-anak perempuan  mereka atau wanita yang menjadi hak perwaliannya dengan laki-laki yang tidak pernah shalat karena bahaya yang ditimbulkan seperti dijelaskan tadi. Seharusnya kerabat dan teman dekat tidak membolehkan hal ini.
Saya memohon kepada Allah hidayah untuk kita sekalian. Hanya Allah Yang Maha Tahu. Shalawat dan salam kepada Nabi kita Muhammad, keluarga dan para sahabatnya.
[Fatawal ‘Aqidah wa Arkanil Islam, Syaikh Muhammad bin Sholih Al ‘Utsaimin, no. 581, hal. 533-534, Darul ‘Aqidah, cetakan pertama, tahun 1425 H]
Dari nasehat Syaikh Muhammad bin Sholih Al ‘Utsaimin mengandung beberapa pelajaran:
  1. Sangat bahaya sekali jika seorang yang mengaku muslim meninggalkan shalat lima waktu. Akibatnya bisa berpengaruh pada status pernikahan.
  2. Apakah status nikah jadi batal (faskh) jika suami meninggalkan shalat? Syaikh Utsaimin masih hati-hati dalam masalah ini. Intinya, istri hendaklah berusaha menasehati suami terlebih dahulu agar mau kembali mengerjakan shalat.



Bukan bermaksud untuk menggurui..
Namun mari kita saling mengingatkan agar kita tidak termasuk calon penghuni neraka JAHANNAM.. menerima siksa dialam kubur..
dan juga disesatkan kelak di alam akhirat yg bahkan Ayah, Ibu ataupun saudara kita tidak akan bisa menolong..
Maka selagi diberi kesempatan hidup..
Maka gunakanlah sisa waktu hidup kita dengan baik...
JANGANLAH PERGUNAKAN KITAB SUCI AL-QURAN SEBAGAI MAS KAWIN NAMUN SETELAH MENIKAH MENYENTUHNYA PUN TIDAK PERNAH....
AJARKANLAH..
AMALKANLAH

Rasulullah S.A.W Telah bersabda: 
"Belajarlah kamu akan Al-Qur'an, di akhirat nanti dia akan datang kepada ahli-ahlinya, yang mana di saat itu orang sangat memerlukannya." 
Ia akan datang dalam bentuk seindah-indahnya dan ia bertanya:
"Kenalkah kamu kepadaku?" 
Maka orang yang pernah membaca akan menjawab: 
"Siapakah kamu?" 
"Akulah yang kamu cintai dan kamu sanjung, serta kamu juga telah bangun malam untukku dan kamu pernah membacaku di waktu siang hari," jawab Al-Our'an. 
"Benarkah kamu Al-Qur'an?", tanya orang yang pernah membaca Al-Qur'an.
Kemudian Al-Qur'an mengakui dan menuntun orang yang pernah membaca mengadap Allah S.W.T.
Dan orang itu diberi kerajaan di tangan kanan dan kekal di tangan kirinya, kemudian diletakkan mahkota di atas kepalanya. 
Kepada ayah dan ibunya yang muslim juga akan diberikan perhiasan yang tidak dapat ditukar dengan yang ada di dunia, walau berlipat ganda. 
"Dari manakah kami memperoleh ini semua, padahal amal kami tidak sampai sekian?" keduanya bertanya. 
"Kalian diberi ini semua, karena anak kalian telah mempelajari Al-Qur'an."
“Barang siapa berpaling darinya (Alquran), maka sesungguhnya dia akan memikul beban yang berat (dosa) pada hari kiamat.” (QS 20: 100).
Rasulullah SAW juga telah menjelaskan kepada kita tentang keutamaan Alquran dan orang-orang yang membaca, menghafal, mentadaburi, dan mengamalkannya. Diantara keutamaan tersebut adalah:
Pertama, akan memberikan syafaat pada hari kiamat. Sabda beliau dalam sebuah hadis, “Bacalah Alquran, karena ia akan datang pada hari kiamat sebagai pemberi syafaat bagi pembacanya.” (HR Muslim dan Abu Umamah)
Kedua, ia akan menjadi pembela kita pada hari kiamat. Diriwayatkan dari An-Nawwas bin Sam’an bahwasanya Rasulullah bersabda,

“Didatangkan pada hari kiamat Alquran dan para pembacanya, yang mereka dulu itu mengamalkannya di dunia, dengan didahului oleh Surah Al-Baqarah dan Ali’Imran itulah yang membela pembaca tersebut.” (HR Muslim)

Ketiga, sebaik-baiknya amalan adalah mempelajari dan mengamalkan kandungan Alquran. Diriwayatkan dari Usman bin Affan bahwasanya Rasulullah bersabda, “Sebaik-baiknya kalian adalah orang yang mempelajari Alquran dan mengajarkannya.’‘ (HR Al-Bukhari). Keempat, membaca, mempelajari, dan mengamalkan isi Alquran, bernilai sepuluh kebaikan

Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan. (QS. At Tahriim: 6 )
“Dan Katakanlah: Bekerjalah kamu, maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) Yang Mengetahui akan yang ghaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan.” (QS At Taubah 105)

Dalam tafsir Ibnu Katsir, ayat di atas menjelaskan bahwa setiap kegiatan yang kita lakukan ternyata tidak hanya dilihat oleh Allah SWt, tapi juga oleh Rasulullah (melalui izin Allah) dari dalam kuburnya saat ini. selain itu orang-orang beriman pun dengan izin Allah juga bisa mengetahuinya, serta orang tua kita yang sudah meninggal dari dalam kuburnya.

Oleh karena itu, kalau kita lagi malas-malasan beramal atau ada keinginan untuk berbuat jahat, ingatlah kalau Rasul lagi melihat kita. Bapak-Ibu kita yang sudah wafat juga melihat ini dari dalam kuburnya. Alangkah kecewanya mereka kalau kalau kita sampai melakukan hal itu. Lalu saat di Padang Masyhar nanti, kita akan diperlihatkan semua perbuatan-perbuatan yang sudah kita lakukan, dari lahir sampai meninggal, baik perbuatan yang kecil atau yang besar.

Peringkat Hamba yang Dicintai Allah
Rasulullah SAW bersabda, “Innallaha yuhibbul muhtarif  (Sesungguhnya Allah sangat mencintai orang yang bekerja untuk mendapatkan penghasilan)”.

Saat kita sedang beramal shaleh seperti zikir, membaca Al Quran atau sholat, amalan ini memang diridhoi Allah, tapi mendapat peringkat yang paling rendah. Di atas itu ada Muta’alim, yaitu orang yang menuntut ilmu. Keluar rumah untuk nuntut ilmu selama sejam lebih baik daripada zikir empat jam. Dan itu diridhoi Allah, akan dibukakan jalan menuju pintu surga. Kalaupun nanti dia meninggal, hitungannya mati syahid.

Peringkat ketiga adalah Mu’alim, yaitu pengajar (guru). Dengan mengajar, dia bisa dapat ilmu dan murid atau orang yang kmendengarkannya nanti bisa mengajarkan/mengamalkan ilmunya. Peringkat keempat adalah Mutharif, yaitu orang yang bekerja dengan cara yang halal. Tetes keringatnya dan keluh kesahnya mendapat pahala, keletihannya bisa menghapuskan dosa. Bahkan ketika dia tidur, badannya yang pegal-pegal bisa menghapuskan dosa. Jadi ada dosa yang tidak bisa dihapus dengan puasa, sholat dan haji, tapi bisa terhapus dengan keletihan mencari nafkah.

Ada sebagian dosa yang tidak dihapuskan kecuali dengan rasa susah payah mencari rizki” (HR. Thabrani)

“Barangsiapa bersusah payah mencari rezeki untuk keluarga dan dirinya, maka orang tersebut serupa dengan mujahid fi’sabilillah.” (HR Imam Ahmad)

Tambahan ilmu 
(login facebook terlebih dahulu, refresh halamn ini untuk download)



Sebagai lelaki memiliki tanggung jawab mencari rezeki halal untuk mencukupi kebutuhan keluarganya,,

Ingatlah, sesungguhnya istrimu mempunyai hak terhadap kalian para suami. Hak kalian terhadap istrinya adalah melarang mereka mengizinkan masuk seseorang yang tidak kamu sukai kedalam kamarmu dan tidak mengizinkan masuk orang yang tidak kamu sukai ke dalam rumahmu.
Hak mereka atas kamu adalah kamu pergauli mereka dengan cara yang baik, tidak memukul mukanya, tidak boleh menjelek-jelekkannya dan memenuhi segala kebutuhan mereka terutama makanan dan pakaian serta tidak boleh mendiamkannya kecuali di dalam rumah.
(HR Abu Daud dan At Tirmidzi)


INGAT !! LELAKI/SUAMI YANG WAJIB DITAATI IALAH IA YANG TAAT & MELAKSANKAN PERINTAH  ALLAH SWT..
BUKAN SUAMI YANG BERMAKSIAT APALAGI MENIGGALKAN PERINTAH ALLAH DAN BANYAK MELANGGAR APA YANG ALLAH BERITAHUKAN DI AL-QURAN DAN HADIST.

لَا طَاعَةَ فِي مَعْصِيَةِ اللهِ، إِنَّمَا الطَّاعَةُ فِي الْمَعْرُوفِ
Tidak ada ketaatan untuk melakukan maksiat kepada Allah. Ketaatan kepada makhluk itu hanya berlaku dalam kebaikan. (HR. Bukhari 7257 dan Muslim 1840).

Semoga kita terus memperbaiki diri..
sebelum nafas ini ditarik oleh malaikat  maut...


"Sesungguhnya orang-orang yang rugi ialah orang-orang yang merugikan diri mereka sendiri dan keluarganya pada hari kiamat". Ingatlah yang demikian itu adalah kerugian yang nyata. (QS Az-Zumar 15)


JIKA SUAMI JARANG BERIBADAH, SERING BERBUAT DOSA & MAKSIAT. ATAU BERPRILAKU BURUK LAINNYA..
ITU ADALAH TAKDIR & TANGGUNG JAWAB DUNIA-AKHIRAT
DARI PILIHAN YANG ANDA AMBIL SAAT MENERIMA PINANGAN LELAKI YANG KINI MENJADI SUAMI ANDA..

JADI JANGAN MENYALAHKAN ALLAH SWT ATAS PILIHAN -PILIHAN HIDUP YANG ANDA AMBIL DI MASA LALU

ANDA MASIH DIBERIKAN PILIHAN DAN KESEMPATAN UNTUK MEMPERBAIKI PERILAKUNYA...



(MATIKAN adblock,setelah di klik link diATAS. Tunggu 5 detik, lalu klik tulisan "SKIP AD" di pojok kanan atas)




 
Like us on Facebook