January 14, 2015

Fakta Mengenai Al-Quran Raksasa Di Sidoarjo

Penemuan kitab suci Al Quran di rumah Anang Asriyanto (28) warga Desa Glagah Arum RT 12 RW 3 Porong, Sidoarjo, sempat membuat heran sekaligus takjub. Pemilik rumah menyebut Al Quran raksasa itu datang secara ghaib.



Takjub manakala kitab memiliki panjang 2 meter, lebar 2,40 meter, tebal 15 cm dan berat sekitar 1 kwintal ini tiba-tiba jatuh dan terdengar suara "Blek" dari kamar berukuran 3x3 meter. Tidak ada kerusakan sama sekali di kamar tersebut, lantaran lantainya hanya beralaskan karpet dan genting kamar juga utuh.

Heran dikarenakan, Al Quran yang ditemukan terbungkus kain hitam itu tiba-tiba ada di dalam kamar tersebut.



Dari pantauan detikcom, Senin (12/1/2015), rumah itu ada 3 kamar. Dan hanya satu ruang tamu dan teras rumah berukuran sekitar 3x4 meter yang digunakan untuk istighosah bersama.

"Sepertinya Al Quran ini datang secara ghaib," kata pemilik rumah, Anang Asriyanto kepada wartawan di rumahnya.

Al Quran raksasa ditemukan saat sekitar 50 jamaah sedang menggelar istighosah, Selasa (2/21/2014). Saat berdoa, tiba-tiba terdengar suara "blek". Karena masih melakukan doa bersama, para jamaah tidak menghiraukannya.




Namun saat selesai melakukan doa, para jamaah melakukan pencarian. Namun hasilnya nihil. Saat mengecek di tiap kamar, akhirnya di salah satu kamar berukuran 3x3 meter yang lantainya hanya dilengkapi karpet, terdapat seonggok benda yang dibungkus kain hitam

Ragu, karena tidak mungkin zaman sekarang ada kitab suci berukuran besar 'jatuh' secara tiba-tiba di kamarnya. Apalagi kejadiannya sudah 1 bulan lalu.

Seorang warga, Nuril (57) mengaku keseharian Anang adalah paranormal yang bisa melakukan pengobatan orang sakit dan memiliki perkumpulan pengajian

Rumah Pemilik Al-Qur'an Raksasa Di Police Line, Al-Qur'an Diamankan

Ribuan orang penasaran setelah mendengar kabar temuan Al-Quran raksasa dirumah Ustadz Anang Asriyanto (38) yang terletak Dusun Glagah RT 12 RW 03 Desa Glagah Harum Kecamatan Porong. Untuk itu, mereka berbondong-bondong mendatangi kesana, Selasa (13/1).
“Saya penasaran dengan keaslian Al-Quran raksasa yang katanya di temukan setelah mendengar dan membaca dari berbagai media massa,” kata Achmad Saifudin Zuhri (26) yang mengaku dari Kecamatan Krian datang untuk melihat dari dekat kondisi Alquran raksasa tersebut. Jika dilihat, lanjut Achmad Saifudin Zuhri, Alquran tersebut memang asli.

“Kalau penemuannya yang pengakuannya tiban, saya masih kurang begitu percaya. Seandainya memang betul ditemukan secara tiban, itu sebuah kejadian luar biasa,” terangnya.

Dari pantauan BangsaOnline, sejumlah orang berdatangan dari warga Sidoarjo ingin menyaksikan kejadian langsung temuan Alquran raksasa dengan ukuran setinggi 2, 40 meter dan setebal 15 Cm itu.
Karena masyarakat yang ingin menyaksikan Alquran raksasa tersebut membludak, Kepala Desa (Kades) Glagah Harum, Kusmiyanto menjadi geram. Sebab, penemuan tersebut menurutnya tidak benar. Bahkan Kusmiyanto menuding ada unsur rekayasa. Untuk itu, Kades Kusmiyanto langsung turun kelokasi untuk membubarkan pengunjung.

Kusmiyanto menuding ada rekayasa karena dirinya bertetangga tetapi tidak mengetahui jika ada Al-Quran raksasa ditemukan.
“Yang benar saja. Saya tidak percaya kalau Alquran raksasa itu benar. Ini pasti ada usur rekayasa. Misalnya, ada Al-Quran jatuh dari langit. Padahal, Al-Quran tersebut sudah 43 hari sejak beredarnya berita mulai kemarin (12/1). Tetangga saja tidak ada yang tahu pada sebelumnya,” kata Kusmiyanto.

Agar tidak terjadi keresahan terhadap warga yang semakin banyak berdatangan melihat Alquran raksasa tersebut. Dia meminta kepada pengunjung untuk membubarkan diri dan kembali kerumah masing-masing.
“Ayo silahkan bapak-bapak, ibu-ibu pulang. Tidak ada yang aneh dengan Al-Qur’an ini. Sama seperti Al-Qur’an yang anda miliki,” katanya.

Wargapun merasa menyesal dengan ulah Kades yang membubarkan pengunjung, padahal mereka penasaran dengan Alquran raksasa tersebut.
Jajaran Polsek Porong juga mendatangi lokasi tersebut untuk mencegah terjadi kekisruhan. Polisi melakukan negoisasi terhadap Anang untuk dilakukan pengamanan dan membawa Al-Qur’an tersebut ke kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sidoarjo. Anang akhirnya tidak keberatan dengan usulan tersebut.

Kemudian polisi memasang garis larangan melintas di samping hingga depan rumah Anang Asriyanto.
Kapolsek Porong Kompol Mujiono mengatakan, pemasangan garis dilarang melintas ini untuk melakukan pengamanan sampai situasi dan kondisinya tenang.
“Selebihnya kami serahkan kepada pihak pemerintah, dalam hal ini ketua MUI Sidoarjo dan ketua MUI pusat untuk menentukan,” paparnya.

Selain memberikan police line, Polsek Porong Sidoarjo juga akan melakukan penjagaan dikediaman Anang. Sementara, Alquran juga diserahkan oleh Anang Asriyanto dan dibawa ke kantor MUI Sidoarjo dengan diangkut menggunakan mobil carry pick up warna putih.

Anang Asriyanto mengaku penuh kesadaran hati merelakan dan menyerahkan Al-Quran raksasa untuk dibawa ke kantor MUI Sidoarjo guna menjaga keamanan dan ketentraman warga Desa Glagah Harum Kecamatan Porong dan sekitarnya.

“Setelah saya bertemu dengan Kapolsek Porong, dengan penuh kesadaran hati dan kerelaan hati, saya rela Al-Quran dibawa oleh yang berwenang. Supaya tidak terjadi keresahan di lingkungan sekitar sini,” katanya.

 

Pemindahan Alquran Raksasa ke Kantor MUI Sidoarjo




Warga sekitar tanggul lumpur Sidoarjo, Jawa Timur mendadak dikagetkan dengan kehadiran Alquran raksasa. Sontak kemunculan Alquran tersebut membuat heboh.

Guna menghindari adanya sesat penafsiran, Alquran raksasa itu pun diangkut ke kantor MUI Sidoarjo. Kitab Suci tersebut sampai di Kantor MUI sekitar pukul 14.45 WIB dan diterima pengurus MUI M Ilhamudin, Selasa (13/1/2015).

Ketua MUI Sidoarjo, KH Usman Bahri, mengungkapkan kitab suci tersebut dibawa ke kantor MUI untuk diamankan. Tujuannya agar tidak timbul penafsiran yang macam-macam.

Menurut KH Usman Bahri, mengakui itu benar Al-Quran dengan tulisan tangan. Tetapi dalam penulisan itu ada beberapa kesalahan seperti di Surat Al Baqarah.
Disitu ada pengulangan lafadz sebanyak dua kali, seperti kalimat unzila ada pengulangan.
"Nah adanya kesalahan itu harus dibenahi," ungkapnya.
Pemindahan Alquran ke kantor MUI tersebut sempat diabadikan oleh reporter Surya Anas Miftakhudin.



Kalaupun hal tersebut benar
suruhlah mereka bersaksi/bersumpah atas nama ALLAH Azza Wa Jalla
mereka pasti tau apa yg akan ia dapatkan  didunia/alam kubur dan akhirat kelak
jika berbohong/bersumpah atas nama ALLAH...


Agama Islam
Kadang hancur oleh PERILAKU umatnya sendiri..
Melakukan sesuatu yg tidak sesuai Al-Quran & tidak mengerti dan mau mencari Ilmunya,,
Menyembah sesuatu, makam, benda mati, patung, dan perilaku buruj lainnya
kita tentunya sangat merindukan sosok seperti Nabi Muhammad SAW & para sahabat beliau
dimana Islam berada di zaman keemasan bagi sisi kepemimpinan, kesejahteraan rakyat, pengetahuan, sains, dan lainnya












referenves by detik, tibunnews, bangsaonline

 
Like us on Facebook