January 18, 2015

Kabasarnas Berterima Kasih Banyak kepada Warga Pangkalan Bun Karena Banyak Membantu

Pangkalan Udara (Lanud) Iskandar, Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah, menjadi pusat perhatian dunia sejak ditetapkan menjadi posko evakuasi utama AirAsia QZ8501. Bandara kecil yang biasanya hanya dikunjung pesawat komersial itu kini dijejali banyak orang.



Sebanyak sepuluh posko didirikan, mulai dari posko Badan SAR Nasional, Polri, Pemadam Kebakaran, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), sampai relawan. Tenda konsumsi juga didirikan.



Keramaian itu bertambah dengan kedatangan awak media, baik nasional maupun internasional. Puluhan wartawan lokal dan asing menanti perkembangan proses pencarian korban dan serpihan pesawat QZ8501 dari Pangkalan Bun.

Seorang wartawan dari salah satu media di Singapura berkata, "Perkembangan di lokasi ini dipantau oleh dunia internasional.” Dia datang bersama empat kru televisi yang menyiarkan langsung pantauan mereka selama sepekan terakhir.



Dalam seminggu, wajah Pangkalan Bun yang tenang berganti meriah. Bandara kecil yang hanya menyediakan jasa penerbangan lokal seperti Kalstar Aviation dan Trigana Air itu didatangi banyak helikopter dan pesawat tempur yang hendak membantu proses evakuasi AirAsia QZ8501.

Iwan (26), seorang penumpang pesawat yang transit di Pangkalan Bun dalam perjalanannya menuju Palangkaraya, tampak antusias melihat ramainya aktivitas di bandara yang ia singgahi.

“Biasanya di sini sepi. Saya jadi penasaran ingin lihat seperti apa proses evakuasi. Masyarakat Kumai banyak membicarakannya,” kata Iwan.

Keramaian Pangkalan Bun tak ayal membuat sopir taksi bandara mendapat rezeki lebih. Supardi (26) menceritakan mobilnya tak pernah menganggur. “Mobil saya hampir tak pernah terparkir di bandara. Pesanan antar-jemput biasanya datang dari wartawan,” ujarnya.

Nelayan-nelayan di Pangkalan Bun pun berjasa besar dalam proses pencarian dan evakuasi QZ8501. Berkat kesaksian mereka, jenazah korban dan serpihan pesawat dapat ditemukan.  para warga pun dengan ikhlas membantu meyediakan dan membuat peti jenazah untuk proses evakuasi

Sejumlah ulama berada di dalam helikopter Super Puma NAS 332 TNI AU saat terbang melintas di atas lokasi jatuhnya pesawat AirAsia QZ8501untuk berdoa bersama agar proses pencarian korban & pesawat oleh tim BASARNAS dipermudah.




Masyarakat di sana sampai mengibarkan bendera setegah tiang tanda kedukaan, mendirikan posko, menyediakan makanan dan minuman untuk para relawan dan pasukan SAR.

Juga penyediaan cold storage atau lemari pendingin seukuran kontainer untuk penyimpanan sementara jenazah.

Tak cuma itu, masyarakat Kalimantan Tengah juga membuat 178 peti jenazah. Seperti yang terlihat di RSUD Imanuddin, Pangkalan Bun, Kotawaringin Barat (Kobar), Minggu (4/1/2014).

Seratusan peti tampak telah disiapkan di dekat ruang Disaster Victim Investigation (DVI) Pusdokkes Polri Kalimantan Tengah.

Peti-peti tersebut dilapisi alumunium serta disusun rapih dan ditutupi terpal agar tidak terkena hujan.

"Kami kerjakan ini secara bergotong royong dan sukarela, kami kerjakan setelah kami pulang kerja hingga larut malam. Kami nggak masalah, karena ini untuk kemanusiaan, dan persembahan warga untuk korban AirAsia," kata Agus Pratomo (42), salah seorang pembuat peti jenazah, kepada Warta Kota, Minggu (4/1/2014).

Menurut Agus, ia mengerjakan 50 peti selama tiga hari bersama warga lainnya yang berjumlah sembilan orang.

Mereka mendapatkan bagian pengerjaan untuk menempelkan alumunium foil dan karpet.

"Alhamdullilah..,  kami ikhlas membantu untuk para keluarga korban," kata warga Beringin Dindang, Pangkalan Bun, ini.


Sementara itu, Juni Gultom, Koordinator Penyiapan Peti Jenazah, Pemkab Kobar, mengaku terharu dengan antusias warga yang sukarela membantu membuatkan peti jenazah.

"Ada lima tim yang membuat peti. Kami sebar, ke wilayah Kumai, Madurajo, Delima, Natai Arahan, dan Pinang Merah. Karena wilayah tersebut, banyak pengrajin kayu," katanya kepada Warta Kota.

Awalnya, lanjut Juni, pihaknya diminta membuat 162 peti. Namun, ternyata juga diminta untuk membuat peti untuk anak-anak sebanyak 16 buah.


Kepala Badan SAR Nasional Marsdya FHB Soelistyo untuk pertama kali datang ke posko utama SAR AirAsia di Pangkalan Bun. Soelistyo datang untuk menyampaikan terimakasih kepada masyarakat dan tokoh-tokoh setempat yang membantu Basarnas dalam misi SAR Pesawat AirAsia QZ8501. "Kedatangan saya ke sini, saya hanya ingin menyampaikan ucapan terimakasih atas upaya-upaya yang dilakukan Pemda, tokoh masyarakat, masyarakat Kumai yang tanpa pamrih bahu membahu membantu tim SAR gabungan," ucap Soelistyo.

Hal tersebut diungkap Soelistyo dalam jumpa pers di Posko gabungan di Lanud Iskandandar, Pangkalan Bun, Kotawaringin Barat, Kalteng, Kamis (15/1). Pada kedatangannya kali ini, Soelistyo pun menyempatkan untuk bertemu dengan nelayan setempat yang memberikan informasi mengenai insiden jatuhnya pesawat AirAsia.

"Tadi saya sudah ngobrol dengan para tokoh masyarakat yang selama ini membantu kita semuanya, termasuk Pak Rahmat dan Pak Fendi, nelayan yang selama ini memberikan kontribusi perencanaan kekuatan yang saya buat di command center," kata Soelistyo.

Penerbang TNI AU itu juga mengucapkan terima kasih kepada para awak media yang hingga saat ini masih bertahan untuk melakukan peliputan terkait pesawat jenis Airbus 320 tersebut. Tak hanya itu, Soelistyo pun meminta maaf jika dalam misi SAR ini masih ada kekurangan-kekurangan upaya yang dilakukan Basarnas.

"Terima kasih kepada media, di mana kita sudah memasuki hari ke-19 namun masih dengan semangat meliput kita, hingga info bisa dilihat dan dimengerti publik. Sehingga mereka bisa menerima dan mengerti kegiatan kita yang masih berjalan," tutur Soelistyo.

"Syukur, Tuhan kasih jalan ke kita, kita bisa sama-sama melaukan tugas-tugas ini dengan baik. Lebih dan kurang hal biasa dalam operasi. Harapannya kekompakkan dan sistem bisa menjawab tantangan di tugas kemudian hari," tutup Perwira Tinggi TNI Bintang 3 itu.

 Partisipasi masyarakat sepanjang pesisir pantai saat itu juga lebih ditingkatkan. Atas nama kemanusiaan, masyarakat setempat terlihat antusias memberikan bantuan terhadap proses pencarian pesawat AirAsia QZ8501 yang jatuh diperairan Selat Karimata Kalimantan. Pihaknya juga terus mengintensifkan pencarian di wilayah barat yang merupakan wilayah Kabupaten Ketapang.

 Terimakasih untuk para warga Kalteng dan pangkalan bun atas kerja keras & iklasnya membantu,,,












referencse by .medanbisnisdaily,  cnn indonesia

 
Like us on Facebook