January 15, 2015

Nabi Terakhir Pemberi Peringatan Untuk Manusia Dihina, Umat Muslim Dunia Teteskan Air Mata

Umat muslim di  twitter & facebook marak menggunakan dua tanda pagar untuk memprotes karikatur Nabi Muhammad di sampul majalah Charlie Hebdo.

Seperti diketahui, Charlie Hebdo kembali menerbitkan edisi terbarunya pada Rabu (14/1) kemarin dengan menayangkan kartun Nabi Muhammad SAW.

Kata Muhyidin, Charlie Hebdo meraup keuntungan besar dengan memanfaatkan empati sejumlah orang di dunia. Meski demikian, ia menyatakan bahwa MUI juga mengutuk sekeras-kerasnya perilaku kekerasan terhadap kantor Majalah Charlie Hebdo tersebut karena dinilai tidak tidak sesuai dengan ajaran agama Islam.

Melalui dirinya, MUI menghimbau kepada masyarakat internasional untuk tidak menjadikan kasus Charlie Hebdo sebagai momentum yang dibenarkan untuk mendukung kelompok yang Nabi Muhammad SAW.

Menurutnya, rasa simpati dan empati kepada Charlie Hebdo yang telah melecehkan Nabi Muhammad SAW dirasa kurang pada tempatnya.

Ia juga mensinyalir adanya teori konspirasi dibalik insiden ini.

Muhyidin beralasan, dukungan negara-negara barat terhadap Palestina bisa menjadi salah satu kemungkinan dari segala dugaan yang ada. Dengan adanya kasus ini, lanjutnya, bisa saja negara-negara barat menarik dukungannya kepada Palestina yang tengah bermimpi meraih kemerdekaannya dari cengkraman Israel.

Menjamurnya masjid serta pertumbuhan umat Islam di Eropa, lanjutnya, bisa menjadi alasan tersendiri mengapa Islamofobia terus bergema di benua biru tersebut.

Oleh karena itu, MUI meminta kepada umat Islam di Eropa tetap berhati-hati. Ia melanjutkan bahwa MUI meminta kepada ulama, mufti dan umat Islam di barat yang jumlahnya terbesar di eropa setelah Kristen agar tetap tenang dan tidak terpancing dengan segala provokasi Charlie Hebdo.

NY Times, AP, dan Media Besar Lainnya Menolak Je Suis Charlie

 Jutaan orang di seluruh dunia mengikuti aksi solidaritas terhadap penembakan Charlie Hebdo, sebuah majalah satir dari Prancis, dengan menggunakan tagar "Je Suis Charlie/Saya adalah Charlie".

Aksi solidaritas "Je Suis Charlie" berpusat di Prancis dan dihadiri ratusan ribu, mungkin jutaan massa, dan puluhan pemimpin dunia, termasuk dari negara Islam seperti Pemimpin Palestina Mahmoud Abbas.

Penembakan tersebut dilakukan oleh Kouachi bersaudara terhadap karyawan Charlie Hebdo dan menewaskan 17 orang. Di antara korban adalah seorang polisi Muslim bernama Ahmed Merabet yang mati dalam tugas karena membela kebebasan berpendapat Charlie Hebdo.

Kouachi bersaudara mengatakan aksi tersebut dilakukan karena Charlie Hebdo membuat karikatur yang mengejek figur sakral umat Muslim, Nabi Muhammad.

Namun tidak semua orang sependapat dengan aksi tersebut.

Produser Eksekutif Al Jazeera, Salah-Aldeen Khadr dalam surelnya berjudul "We Are Al Jazeera! (Kami adalah Al Jazeera)" yang ditujukan kepada seluruh Al Jazeera mengingatkan agar para koresponden dan pembawa berita berhati-hati dalam meliput tragedi tersebut.

"Membela kebebasan berpendapat di hadapan penindasan berbeda dengan hak menjadi orang yang menyebalkan dan ofensif. Hal itu (bersikap ofensif) adalah sifat yang kekanak-kanakan".

Surel internal tersebut bocor ke NationalReview.com yang kemudian memuat isinya.

Surat kabar terbesar kedua di AS, New York Times juga menolak menampilkan karikatur yang menyulut kemarahan Kouachi bersaudara dan umat Muslim di seluruh dunia.

Keputusan New York Times untuk tidak menampilkan karikatur tersebut juga dikritik keras oleh pembacanya karena dianggap "pengecut" dan "tidak solid dengan Charlie Hebdo".

"Kami membuat keputusan untuk tidak memuat karikatur tersebut. Ada batas antara penghinaan dan satir. (Kartun) Ini adalah bentuk penghinaan," kata Executive Editor NY Times Dean Baquet.

Associated Press (AP) dan Washington Post juga menganggap karikatur Charlie Hebdo ofensif dan menolak ikut-ikutan "Je Suis Charlie". AP bahkan sengaja tidak mengedarkan karikatur kontroversial tersebut di jaringan wire-nya, padahal gambar dan foto AP digunakan oleh banyak media di seluruh dunia.

The Jakarta Globe, koran berbahasa Inggris Berita Satu Media Holdings, tidak memuat editorial atau tajuk mengenai penembakan Charlie Hebdo. Namun, Jakarta Globe memuat opini yang mengindikasikan posisinya tidak mendukung kebijakan editorial Charlie Hebdo.

Dalam kolom opini yang ditulis oleh Jamil Maidan Flores disebutkan bahwa karikatur Charlie Hebdo bukanlah satir, melainkan fitnah yang jahat dan pantas dihukum secara legal (sesuai undang-undang yang berlaku) tapi lantas tidak membenarkan pembunuhan yang dilakukan Kouachi bersaudara.


JE SUIS CHARLIE ADALAH SEBUAH GERAKAN MENGELUARKAN KEBEBASAN PENDAPAT MESIKUPN MENGGAMBAR KARIKATUR NABI MUHAMMAD SAW 
DALAM ISLAM WAJAH NABI MUHAMMAD DAN NABI-NABI UTUSAN ALLAH LAINNYA TIDAK BOLEH DIVISUALISASIKAN KARENA AKAN BERDAMPAK PADA PEMUJAAN TERHADAP MANUSIA, MENUHANKAN MANUSIA DAN PERILAKU NEGATIF LAINNYA

Motif Penyebab Seseorang Hina Rasulullah

Nabi Muhammad SAW adalah orang yang paling mulia akhlaknya, sampai-sampai Allah SWT memujinya dan mengabadikan pujiannya tersebut dalam Alquran, “Dan sesungguhnya engkau benar-benar berbudi pekerti yang luhur”. Pertanyaannya, pantaskah manusia yang dipuji Allah SWT dalam Alquran akan melakukan kekejian atau kehinaan yang selama ini sering disematkan oleh musuh-musuh Beliau?

Jawabannya, tentu tidak. Hanya, biasanya orang menghina orang lain dilatarbelakangi beberapa motif. Pertama, orang biasanya menghina orang lain karena tidak tahu hakikat orang yang dihinanya, bagaimana kondisi sebenarnya orang yang dihina tersebut, dan seperti apa sepak terjang dia yang sesungguhnya. Hal ini bisa berangkat dari informasi yang salah atau informasi yang tidak lengkap tentang orang yang dihinanya tersebut.

Kedua, orang biasanya menghina orang lain karena benci, iri, dengki, dan perasaan buruk lainnya karena ia tidak memiliki atau tidak seperti orang yang dihinanya tersebut. Motif ini yang paling sering menjadi penyebab seseorang menghina orang lain. Sehingga, tidak ada gunanya ia mendapat informasi yang utuh dan menyeluruh tentang orang yang dihinanya karena fondasi dasarnya dalam menilai orang lain sudah berangkat dari rasa benci.

Ketiga, seseorang biasanya menghina orang lain karena orang yang dihina memang melakukan hal-hal hina yang pantas dibenci dan dihina.

Di antara ketiga motif di atas hanya motif ketiga yang tidak mungkin menjadi penyebab kebencian seseorang kepada Nabi Muhammad SAW. Karena, semasa hidupnya Beliau tidak pernah menyakiti orang lain sehingga lebih tidak mungkin lagi jika Beliau akan menyakiti orang lain setelah Beliau meninggal dunia. Dengan demikian, kemungkinannya hanya dua motif pertama yang menjadi penyebab seseorang menghina Nabi Muhammad SAW.

Pertama, orang bisa menghina Nabi Muhammad karena ia tidak tahu Nabi Muhammad yang sebenarnya. Sebab, informasi yang sampai kepadanya telah mengalami pencemaran atau malah diputarbalikkan. Apalagi, kemudian ada pihak-pihak yang mengaku pengikut Nabi Muhammad yang malah menguatkan informasi yang salah tersebut.

Kedua, orang juga bisa menghina Nabi Muhammad karena benci terhadap Beliau. Penyebab kebenciannya bisa bermacam-macam, bisa karena iri dengan pencapaian Beliau, bisa juga iri karena Beliau tidak termasuk golongan mereka, seperti yang pernah dilakukan orang-orang Yahudi pada masa Beliau.

Dalam kisahnya, serombongan orang-orang Yahudi mengunjungi Nabi Muhammad SAW dan mengucapkan, “Kecelakaan bagimu (Muhammad).” Aisyah, istri Nabi yang ada di dekatnya tidak terima suaminya didoakan tidak baik oleh rombongan tersebut. Ia kemudian membalasnya, “Kecelakaan dan laknat Allah bagi kalian.” Mendengar balasan Aisyah tersebut, Nabi menenangkan istrinya, “Santai saja wahai Aisyah, sesungguhnya Allah menyukai kasih sayang dalam setiap hal.”

Aisyah mengingatkan Nabi tentang apa yang diucapkan orang-orang Yahudi yang menghinanya, “Apakah engkau tidak mendengar apa yang mereka katakan tentangmu wahai Rasulullah?” Rasulullah menjawab, “Aku sudah menjawabnya: Dan juga bagi kalian.”

Sangat singkat jawaban Nabi terhadap orang-orang yang menghinanya, “Dan juga bagi kalian.” Bukan hanya tidak menjawab lebih, Nabi juga melarang orang lain termasuk orang tersayangnya untuk membalas lebih dari apa yang dilakukan oleh orang yang menghinanya.

Alasannya tidak lain karena seperti sabda Beliau, “Ampunilah kaumku ya Allah! Sesungguhnya mereka (menghina/menyakitiku) karena tidak tahu.”

silsilah para Nabi/Rosul hingga Nabi Akhir Zaman Muhammad SAW
sebagai pemberi peringatan pada manusia


Salah satunya adalah tanda pagar #WhoIsMuhammad (Siapa Muhammad?). Dalam 24 jam terakhir, tagar itu dibagikan lebih dari 390.000 kali dan jumlahnya semakin meningkat


'Saya berada di batas air mata', tulisnya, setelah melihat karikatur Nabi Muhammad di sampul terbaru Charlie Hebdo.

@SpanishKash1 kemudian memulai kampanye #WhoIsMuhammad pada Selasa (13/01) dengan rangkaian kicauan. 'Ini tidak bisa diterima', tulisnya.

'Mari menggunakan peluang ini, selagi semua media fokus pada Nabi Muhammad, dan mengambil kesempatan untuk mendidik non-Muslim. Jadi saya mengusulkan, kita para muslim di Twitter dan faebook , untuk membuat topik populer tentang Nabi Muhammad SAW dan tweet tentang dia'.

Tagar ini lalu dipakai di banyak pesan tentang Islam dan tentang kehidupan Nabi Muhammad. Seorang pria di Malaysia kemudian melihatnya dan menulis tweet, '#WhoIsMohammed kini tren di Inggris. Silahkan baca tweet-tweet yang paling indah tentang Nabi'.



Di Indonesia, sejumlah pengguna juga mulai menulisnya:
Muhammad Yusuf lewat @cupitebet menulis, '#WhoIsMuhammad SAW adalah yang paling pemurah, memberi makan faqir miskin, walaupun orang faqir/miskin itu membenci Beliau SAW dan tidak beriman'.

Ihsan Asih melalui @IhsanAsih menulis, 'Dia yang setiap hari menyuapkan makanan ke dalam mulut seorang Yahudi buta yang selalu menghina dan mencaci Baginda sendiri. #WhoIsMuhammad'.

Akun @vioUul menulis, "Menangis baca hashtag #WhoIsMuhammad. Ya Allah, berapa banyak yang sudah kita aplikasikan dari ajaran beliau... #ILoveMuhammad'.

Tagar lain yang populer adalah dari Turki, #ÜlkemdeCharlieHebdoDağıtılamaz, yang berarti "Charlie Hebdo tidak boleh diterbitkan di negara saya."

Tagar ini muncul menanggapi pemunculan karikatur Nabi Muhammad yang digambar kartunis majalah Charlie Hebdo di dua kolom surat kabar Istanbul, Cumhuriyet. Digambarkan dengan sosok yg kejam, pornografi, suka pada kekerasan, dan hal negatif lainnya.


 
Nabi yg menyuruhku hidup lurus, bersih, jujur, berhenti dari smua kesalahan&kebodohan. Nabi yg sll mmintaku trsenyum.


seorang pria yang mengajari saya bahwa balas dendam seseorang perlu pengampunan dan kata yang baik

 
Seorang pemimpin yang ucapan dan perilakunya selalu sama :)

 
siapapun tidak dianggap orang beriman bila membiarkan tetangganya kelaparan.

 
SAW adalah yg paling pemurah, memberi makan faqir miskin, walaupun orang faqir/miskin itu membenci Beliau SAW & tdk beriman


The man who taught us compassion and asked us to respect even the rights of animals and birds



"A man who has a following of 2 billion and is not on Facebook, Twitter and Instagram." pbuh


  The greatest jihad is to battle you own soul, to fight the evil within yourself -prophet muhamed


Dia adalah idola dan panutan yang sesungguhnya.. Dialah yang akan memberikan pertolongan kepada kita..Dialah Nabi Akhir Zaman


adalah satu2nya manusia yg brhsl mereformasi mnsia dr penyembah berhala ke dlm sebuah agama yg kokoh hnya dlm waktu 2 dekade.


SAW Adalah pemaaf Dia akan memaafkan semua penghujat nya karena mereka tidak MENGERTI .


Seorang nabi yg aku tahu kebenaran seruannya. Yg aku tahu apa seruannya tetapi lalai dan alpa. 
Seorang nabi yg dicari syafaatnya di akhirat nanti oleh umatnya.


Tempat ibadah greja, Sinagog beserta para rahibny tdk boleh d sakiti, mskipun kondisi sedang perang 
Bahkan tumbuhan dan hewan tidak boleh d tebang dan dibunuhi smbarangn ktika berperang




nabi yg syafaatnya dirindukan manusia



Ajar kita cara untuk hidup dengan betul. Beliau tinggalkan sunnahnya untuk umat islam

 
He continued the other messengers message that there is there is only one God who we must believe in and obey his orders

Beliau ketika sakaratul maut menjemput masih memikirkan umat, agar sakitnya sakaratul maut biar beliau saja yang menanggung

The man who saved his last du'a for his ummah
which he will use on the day of judgement asking Allah Azza Wa Jalla to forgive us all.
He wanted nothing less than Jannah for you. It was your name he kept repeating "Ya Ummati! Ya Ummati! ‪#‎WhoIsMuhammad‬
but now..
what have you've done..




 Maafkanlah umatmu ya rasulullah..
Karena perilaku orang-orang sebagian dari kami..
merusak ajaran, perilaku, & akhlak yg engkau sampaikan..





 
Like us on Facebook