January 17, 2015

Sudah 10 Bulan Lebih, Australia Yakin Akan Temukan Bangkai MH370

Sekitar 10 bulan berlalu sejak hilangnya pesawat Malaysia Airlines (MAS) MH370, namun otoritas Australia masih yakin bisa menemukannya. Australia bahkan meyakini pesawat masih dalam kondisi baik meskipun tenggelam di lautan.


Tiga kapal, ditambah satu kapal yang masih dalam perjalanan, terus menyusuri Samudera Hindia dekat Australia Barat, yang diyakini menjadi peristirahatan terakhir MH370. Australia masih bertindak sebagai koordinator dalam misi pencarian ini.




Sejauh ini, seperempat dari area pencarian bawah laut seluas 60 ribu kilometer persegi yang dijadikan proritas, telah ditelusuri. Sedangkan total area pencarian mencapai 208 ribu kilometer telah dipetakan.

"Penghitungan satelit kami memberikan sebuah area yang kami putuskan sebagai prioritas tinggi. Dalam area seluas 60 ribu kilometer persegi, sangat dimungkinkan kita akan menemukan pesawat itu, tapi kami tidak tahu di mana tepatnya. Kami hanya harus memeriksa area tersebut secara menyeluruh hingga kami menemukan pesawatnya," ucap Ketua Komisioner Biro Keselamatan Transportasi Australia (ATSB), Martin Dolan, seperti dilansir AFP, Jumat (16/1/2015).

Pencarian di zona prioritas dimulai sejak Oktober 2014 lalu dan terus berlanjut beberapa bulan ke depan selama kondisi cuaca membaik. Pencarian ini diberi batas waktu hingga Mei mendatang. Namun jika pesawat belum juga ditemukan, maka keputusan memperpanjang pencarian ada di tangan Australia dan Malaysia.


Tiga kapal yang melakukan pencarian, yakni Fugro Equator, Fugro Discovery dan GO Phoenix menggunakan sistem sonar canggih untuk mencari keberadaan MH370 di bawah laut. Melihat kondisi dasar laut yang kompleks, Australia dan Malaysia menyewa kapal keempat, Fugro Supporter untuk membantu pencarian mulai bulan ini.

Kendaraan bawah laut tanpa awak juga dikerahkan, namun diwarnai dengan situasi permukaan laut yang tak bersahabat, salah satunya ombak setinggi 12 meter. Otoritas terkait meyakini bangkai MH370 berada di kedalaman 4 ribu meter

 Dolan menilai, kedalaman laut memainkan peran penting dalam menjaga pesawat tetap utuh. "Kami berpikir kemungkinan pesawat berada di kedalaman 4 ribu meter di bawah permukaan laut, ada sedikit hal yang terjadi di sana... yang mungkin mempengaruhi komponen pesawat yang kita cari," sebutnya.

"Di bawah sana, hanya ada sedikit atau sama sekali tidak ada oksigen, jadi tidak ada hal apapun yang memicu oksidasi atau pelapukan terhadap bagian pesawat," tambahnya.

"Kami yakin jika kami mencari di area yang benar -- seperti kami perkirakan -- kami akan menemukan pesawat tersebut. Hanya saja areanya sangat luas, jadi dibutuhkan waktu lama," tandas Dolan.


Diduga di Dasar Laut, MH370 Aman dari Pembusukan



Tim pencari optimistis akan menemukan pesawat Malaysia Airlines MH370 di kedalaman laut Samudera Hindia setelah 10 bulan pencarian tidak membuahkan hasil. Ada kemungkinan jika berada di kedalaman ribuan meter di dasar laut, komponen pesawat tidak akan membusuk.

Saat ini sudah tiga kapal yang menyisir wilayah tersebut, kapal keempat sedang menuju lokasi. Martin Dolan, kepala komisaris Biro Keamanan Transportasi Australia yang memimpin pencarian itu yakin akan menemukan MH370 di radius pencarian kali ini.

Sejauh ini, baru sepertiga dari 60 ribu kilometer persegi wilayah pencarian yang telah disisir. Wilayah ini, kata Dolan, adalah prioritas utama yang diyakini lokasi MH370 tenggelam. Sementara 208 ribu kilometer persegi lainnya telah dipetakan.

Pencarian di lokasi prioritas ini dimulai pada awal Oktober dan akan terus dilakukan dalam beberapa bulan ke depan. Diperkirakan, perburuan akan selesai pada Mei mendatang.

"Di wilayah 60 ribu kilometer persegi ini, sangat mungkin menemukan pesawat tersebut, tapi lokasi pastinya kami tidak tahu. Kita hanya harus menyisir wilayah itu dengan seksama sampai menemukan pesawat tersebut," kata Dolan, dikutip dari news.com.au, Jumat (16/1).

Selain ombak yang bisa mencapai 12 meter, kondisi permukaan bawah laut wilayah tersebut juga tidak terduga, terdiri dari pegunungan, kawah, jurang dan dataran yang tidak rata, menambah tantangan pencarian.

Tidak membusuk

Tim pencari meyakini pesawat itu berada di dasar laut dengan kedalaman 4.000 meter. Di kedalaman ini, kondisi laut akan mengawetkan komponen pesawat tersebut sehingga terhindar dari pembusukan.

"Di kedalaman tersebut, kadar oksigen sangat kecil atau tidak ada sama sekali, jadi tidak ada yang bisa menyebabkan oksidasi atau pembusukan komponen pesawat," ujar Dolan.

"Dengan perangkat sonar yang kami miliki, bahkan jika pesawat ditutupi lumpur atau benda lainnya, kita masih bisa mendeteksinya," lanjut Dolan lagi.

Untuk memindai permukaan dasar laut, pemerintah Australia dan Malaysia patungan menyewa kapal keempat dari perusahaan Fugro, Fugro Supporter, yang dilengkapi kendaraan bawah laut untuk bergabung dengan tim pencari.

Sebelumnya sudah ada tiga kapal dalam pencarian tersebut, yaitu Fugro Equator, Fugro Discovery dan GO Phoenix, yang dilengkapi sistem sonar canggih dan kabel pengangkut sepanjang 10 kilometer.

Malaysia Airlines MH370 hilang dari radar dalam penerbangan dari Kuala Lumpur ke Beijing dan diduga jatuh di Samudera Hindia, ribuan kilometer sebelah barat Australia.

Pencarian selama 10 bulan tidak membuahkan hasil sama sekali. Sebanyak 239 penumpang di dalamnya tidak diketahui nasibnya. Dolan mengatakan, pencarian akan dilakukan dengan seksama dan perlahan untuk memastikan seluruh wilayah telah diperiksa. "Kami akan melakukannya perlahan agar 100 persen yakin telah memeriksa semua wilayah," kata Dolan.

Namun, dia melanjutkan, jika pencarian kali ini tidak berhasil maka langkah selanjutnya akan berada di tangan Australia dan Malaysia.

 

Teori Konspirasi, Malaysia Cari MH370 Lagi


Berbagai teori konspirasi terus menyelimuti tragedi lenyapnya pesawat Malaysia Airlines MH370. Pemerintah Malaysia mengabaikan beragam teori konspirasi dan memilih melanjutkan pencarian pesawat MH370.

Sudah lebih dari 10 bulan pesawat pembawa sekitar 239 orang itu lenyap misterius setelah lepas landas dari Kuala Lumpur menuju Beijing. Pemerintah Malaysia menegaskan berbagai teori konspirasi tidak akan menghentikan pencarian pesawat tipe Boeing 777-200 itu.

Bahkan, Menteri Transportasi Malaysia, Liow Tiong Lai, mengatakan bahwa tim pencari internasional berencana untuk menambahkan sebuah kapal keempat untuk menyisir Samudera Hindia. Pesawat MH370 telah disimpulkan hilang di wilayah Samudera Hindia selatan.

”Ini bukan tugas yang mudah, mengingat kedalaman (Samudera Hindia) yang luar biasa, dan itu akan memakan waktu,” kata Liow kepada wartawan. ”Tapi Malaysia tidak akan menyerah meskipun  teori konspirasi terus berputar-putar,” katanya lagi.

“Mereka yang haus akan informasi MH370, harus mendapatkannya dari sumber yang dapat dipercaya dan dari postingan di media sosial yang sudah dikonfirmasi,” imbuh dia seperti diberitakan kantor berita Bernama kemarin.

Beragam teori konspirasi, seperti dugaan pesawat MH370 ditembak jatuh militer Amerika Serikat hingga dugaan bahwa Malaysia sejatinya tahu misteris hilangnya MH370 telah mewarnai tragedi pesawat nahas itu.

Menurut Liow, Malaysia dan negara-negara lain yang terlibat dalam pencarian pesawat MH370, telah berusaha mencari lebih keras dari sebelumnya.

”Bahkan, pencarian telah dilakukan secara intensif dengan mengerahkan aset, termasuk kapal pencari yang dikerahkan oleh Malaysia dan Australia di Samudra Hindia,” ujar Liow. ”Kami mengambil kedalaman 6.000 meter di salah satu lautan paling kompleks di dunia.”













references by detik, sindonews , CNNIndonesia

 
Like us on Facebook