March 10, 2015

Angka Kriminalitas 2015 Dipicu Kebutuhan & Harga Serba Naik ?

Kenaikan harga kebutuhan yang terjadi bersamaan dikhawatirkan akan mengganggu kestabilan perekonomian masyarakat dan berpotensi meningkatkan angka kriminalitas.



Seorang warga Tanjung Priok, Jakarta Utara, Fajar menceritakan bahwa tingkat kejahatan semakin sering terjadi di wilayah tempat tinggalnya. Dia mengindikasikan, tindakan tersebut dilakukan lantaran terhimpit masalah ekonomi.

"Mulai exit tol Cilincing banyak begal sekarang. Mobil-mobil logistik sasarannya. Supirnya dimintai uang. Barang-barangnya seperti handphone juga diambil," ujarnya kepada Sindonews di Jakarta, Sabtu (7/3/2015).

Menurut dia, jika harga kebutuhan stabil maka daya beli masyarakat akan terkendali. Sementara tekanan dari harga yang melonjak membuat masyarakat cenderung mencari jalan pintas untuk memenuhi kebutuhannya sehari-hari.

Apalagi, jika harga sejumlah kebutuhan naik secara berdekatan maka akan semakin membebani masyarakat dan dikhawatirkan tingkat kejahatan akan semakin tinggi.

"Iya naik wajar, pasti naik, tapi jangan serentak begini. Kebijakannya harus diperhitungkan benar. Jangan sampai masyarakat resah terutama yang kurang mampu," jelasnya.


Selama Dua Bulan, Kejahatan Jalanan di Bandung Naik 5 Persen


Angka kriminalitas khususnya kejahatan jalanan di Kota Bandung mengalami peningkatan 5 persen selama 2 bulan pertama di 2015. Untuk menekan angka kriminalitas tersebut Polrestabes Bandung menyatakan akan mengintensifkan kembali program Kring Serse dan Brigadir RW.

"Dari Januari ke Februari, angka kejahatan jalanan atau street crime di Kota Bandung ini kurang lebih lima persen," ujar Kasatreskrim Polrestabes Bandung, AKBP M Ngajib, Sabtu (7/3/2015).

Untuk mengantisipasi meningkatnya angka tersebut, polisi akan mengoptimalkan Brigadir RW dan Kring Serse yang dilakukan dalam bentuk peningkatan patroli di masing-masing wilayah. Khususnya pada jam dan tempat rawan aksi kejahatan.

"Seluruh patroli di jajaran polsek terus dintesifkan dan dipertajam. Terutama tempat-tempat rawan seperti bank, ATM, dan jalan-jalan yang selama ini sering terjadi aksi kejahatan seperti jambret," katanya.

Polisi juga berharap warga juga mendukung terciptakan keamanan dan ketertiban lingkungan. Dengan selalu waspada dan antisipasi agar tak jadi korban kejahatan.




Hindari Aksi Begal, Pemkab Purwakarta Pasang 1000 CCTV


Menghindari aksi begal, Pemerintah Kabupaten Purwakarta akan  memasang 1000 CCTV di setiap sudut kota dan pelosok. “Masyarakat kehilangan rasa aman. Setiap beraktifitas di luaran dihantui rasa takut dan cemas akan aksi begal. Makanya saya akan pasang 1000 cctv dan membangun pos pos pengamanan di perbatasan yang nantinya ditempati Polri dan TNI,” tegas Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi, kepada Pos Kota, Senin (9/3)

Sesuai amanat UU, lanjut dia, sudah menjadi kewajiban pemerintah melindungi setiap warganya dari aksi kejahatan . “Saya juga akan mengintensifkan satuan hansip di kampung. Mereka akan diberi honor,” ujarnya.
Bupati Dedi menyadari patroli dilakukan Resort Purwakarta tidak bisa dilakukan secara optimal lantaran terkendala dana operasional. Bila UU memperbolehkan, Dedi siap membantu menggelontorkan dana operasional untuk patroli. “Polisi berpatroli dengan mobil. Tentunya memakai BBM. Hanya saja untuk berpatroli se-Purwakarta secara optimal dirasa belum cukup karena kendala tadi,” kata Dedi.
Di tempat terpisah Wakapolres Purwakarta Kompol Indra Gunawan menyatakan, pihaknya sudah secara rutin menggelar patroli dalam kaitan cipta kondisi aman di wilayahnya. Dana operasional untuk patroli sudah lebih dari cukup dan terserap sepenuhnya.  “Hasilnya alhamdulillah Purwakarta relatif aman dan kondusif,” ujarnya.

Menyoal begal, menurut Indra, pihaknya tak mengenal istilah begal, tetapi mengenal aksi kejahatan curas atau pencurian dengan kekerasan. Di wilayah hukum Polres Purwakarta, sebut Indra, angka curas relatif menurun. Pun demikian, dengan curat (pencurian pemberatan).

“Analisa kita, trend kriminalitas di wilayah ini mencuri pada malam hari seperti mencongkel jendela atau mencuri traktor sawah. Itu kategori curat karena dilakukan tanpa kekerasan,” jelasnya.
Terkait itikad Pemkab Purwakarta memasang CCTV, Indra mensupport langkah Bupati Purwakarta tersebut. “Program ini jelas sangat membantu polisi. Termasuk program pemolisian masyarakat yang juga diturut sertakan dalam program tersebut,” ujarnya.


170 Begal Dibekuk, 230 Motor Curian Disita

 Polda Sumut membekuk 170 begal dan mengamankan 230 unit sepeda motor, serta tiga unit mobil hasil curian selama Operasi Kancil Toba 2015. 


Kapolda Sumut, Irjen Pol Eko Hadi Sutedjo, mengatakan, 170 begal ini terlibat dalam kasus pencurian dengan kekerasan (curas), pencurian dengan pemberatan (curat), dan pencurian kendaraan bermotor (curanmor) atau yang dikenal dengan kasus 3C.

“Dari 170 tersangka begal, kami juga menyita senjata api (senpi), senjata tajam (sajam), dan kunci T,” kata Kapolda didampingi Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Helfi Assegaf, saat pemaparan pengungkapan kasus 3C di Lapangan KS Tubun, Polda Sumut, Jumat (6/3).

Kapolda menambahkan, senjata api yang diamankan itu merupakan senjata organik Polri, namun nomor registernya sudah dirusak. “Senjata api organik tersebut sedang kami selidiki, karena nomornya sudah digesek,” ujarnya. Sejauh ini, lanjut kapolda, penyidik belum menemukan adanya indikasi keterlibatan anggota TNI/Polri dalam kejahatan 3C. Jika terbukti terlibat, pihaknya akan memberi sanksi tegas tanpa pandang bulu.

Ke depannya, kata mantan gubernur Akademi Kepolisian (Akpol) tersebut, akan meningkatkan kegiatan rutin seperti patroli jalanan untuk menekan angka kriminalitas, khususnya kasus 3C. Bahkan, kapolda menginstruksikan mengambil tindakan tegas berupa tembak di tempat terhadap pelaku kejahatan jalanan karena sudah sangat meresahkan.

Kapolda juga menyatakan, akan berkoordinasi dengan kejaksaan agar pemberian hukuman kepada pelaku 3C agar dapat memberi efek jera. “Kami akan bentuk dan turunkan timsus. Lalu, tingkatkan patroli dan akan memberikan tindakan tegas untuk pelaku curas,” ucap kapolda.

Disinggung soal penemuan 116 unit sepeda motor yang diduga hasil curian saat penggerebekan yang dilakukan Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Sumut di sebuah rumah yang dijadikan gudang di Jalan Pasar II Barat Lingkungan II, Kelurahan Terjun, Kecamatan Medan Marelan, kapolda menegaskan pemilik rumah Daniel Sijabat, 48, sudah ditetapkan sebagai tersangka. “Dia (Daniel Sijabat) menerima dan memesan sepeda motor. Status dia sebagai tersangka,” ucapnya.

Tim Khusus

Untuk mengantisipasi dan meminimalisasi aksi kejahatan 3C (curas, curat, dan curanmor) atau begal motor, Polsekta Medan Barat membentuk tim khusus begal motor. Tim ini bertugas melakukan patroli secara rutin di wilayah yang dianggap rawan tindakan kejahatan.

Kapolsekta Medan Barat, Kompol Siswandi, didampingi Kanit Reskrim, AKP Simeon Sembiring, kepada wartawan mengatakan, tim khusus ini terdiri dari delapan personel dan dilengkapi senjata laras panjang. “Jadi, tim khusus ini sifatnya mobile dan bergerak ke lokasi yang dianggap rawan,” ujar Siswandi, Jumat (6/3).

Siswandi tidak memungkir adanya aksi kejahatan jalanan yang kerap menghantui warga, khususnya para pengguna jalan. Untuk itu dia mengimbau warga tidak bepergian pada malam hari.

“Kami juga mengimbau masyarakat berhati-hati saat bepergian. Apalagi memakai perhiasan mencolok yang akhirnya memancing para pelaku tindak kriminal,” ucap Siswandi.


Kasus Kriminal di Makassar Memprihatinkan, Sehari 10 Motor Hilang

Aksi pencurian kendaraan bermotor (curanmor) di Makassar belakangan ini makin memprihatinkan. Dalam sehari bisa 10 unit motor hilang dicuri. Hal itu diakui Kapolrestabes Makassar, Kombes Ferry Abraham. Dia menyebutkan  angka kriminalitas di Makassar makin meningkat. “Setiap hari bisa terjadi 10 motor hilang,” ujarnya, Selasa 3 Maret kemarin.

Menurut dia, pada Januari terjadi 49 kasus dan Februari 36 kasus kriminalitas dengan berbagai jenis di Makassar. Paling tinggi terjadi di Kecamatan Rappocini dan Panakkukang. Di Panakkukang per Januari ada 10 kasus dan enam kasus pada Februari.

Saking tingginya angka kasus yang terjadi, tiap polisi harus menangani 150 kasus. “Jelas tidak seimbang dengan 2.200 personel polisi yang ada di kota ini. Seorang anggota polisi harus menangani 150 kasus,” ungkapnya.

“Maksimalkan peran kalangan pendidik di setiap sekolah guna menanamkan daya tangkal secara dini bagi anak dan kalangan remaja/pelajar untuk menjauhi dan tidak terlibat di dalam geng motor,” tambahnya


Angka Kriminalitas Mulai Tinggi, Kota Gorontalo Bakal Dipasangi “Mata-mata”


 Maraknya aksi kejahatan dan kriminalitas di Ibu Kota, membuat Gubernur Gorontalo Rusli Habibie berencana memasang “mata-mata” berupa kamera pengawas atau CCTV di sejumlah titik di Kota Gorontalo. Kamera pemantau itu akan memantau setiap aktivitas warga di ruang publik serta aktivitas lalu lintas jalanan kota.

“Kita ingin menciptakan situasi yang aman dan nyaman baik warga asli sini maupun warga yang datang. Kalau Kota Gorontalo tidak aman tidak nyaman, nanti akan jadi cerita. Ngapain ke Gorontalo banyak copet, banyak mabuk mabuk dll. Sehingga saya sebagai gubernur merasa bertanggungjawab untuk itu,” terang Rusli Habibie baru –baru ini mealui sebuah rilis kepada DeGorontalo.co.
Anggaran pemasangan CCTV di ruang publik tersebut rencananya akan diserahkan ke pihak Polres Gorontalo Kota. Selanjutnya Polres akan memasang dan mengelola server untuk memantau aktivitas warga. Diharapkan kehadiran CCTV dapat membantu tugas kepolisian dalam menjaga keamanan dan ketertiban umum.

“Saya sadar jumlah aparat kepolisian baik Polres maupun Polda tidak sebanding dengan jumlah penduduk kita. Saya harap nanti kita semakin maju seperti di daerah maupun Negara lain di mana aktivitas warga bisa dipantau melalui CCTV,” imbuhnya.

Lebih lanjut Rusli mengungkapkan, pemasangan CCTV menyasar daerah daerah yang dianggap rawan kriminalitas seperti terminal, taman kota dan ruang publik strategis lainnya. Hal ini untuk menghidari aksi mabuk mabukan, copet dan balap liar.
“Silahkan saja nongkrong nongkrong di ruang publik tapi jangan sampai mabuk mabukan dan bikin kegiatan yang tidak baik,” tandasnya.

Saat ini Pemprov sedang menghitung anggaran yang dibutuhkan untuk rencana tersebut. Di sisi lain pihak Polres Gorontalo Kota dan Pemkot Gorontalo diminta untuk menyiapkan rancangan titik mana saja yang akan menjadi lokasi CCTV. Diharapkan program ini mendapat dukungan masyarakat, khususnya dalam menjaga dan merawat fasilitas yang telah disediakan.

Selain menambah fasilitas penunjang untuk meminimalisir kriminalitas, Gubernur juga akan memperketat aturan minum minuman keras. pemerintah dengan pihak legislatif tengah menggodok Perda Miras dan Mabuk Mabuk di Provinsi Gorontalo.

“Perda itu nanti tidak saja melarang peredaran miras, tapi juga bagi orang yang mabuk. Aturannya bagaimana masih sedang digodok,” katanya.

 Bakal Jadi Kota Terang
Rusli Habibie juga mengaku menyiapkan program Kota Terang, terkait minimnya lampu penerangan Kota Gorontalo di malam hari. Program ini akan menyediakan fasilitas lampu penerangan jalan di sejumlah titik titik strategis di wilayah Kota Gorontalo agar wajah ibu semakin cantik di malam hari.
“Banyak keluhan dari masyarakat bahwa Kota Gorontalo semakin gelap. Saya cek ke pemerintah kota ternyata anggaran mereka sangat kurang, banyak program lain yang harus dibiayai. Nanti kita akan bantu lewat provinsi. Kita jadikan Kota Gorontalo Kota Terang,” terang Rusli usai berdialog di RRI Gorontalo, Selasa (3/3).

Menurutnya, penerangan kota sangat penting tidak saja untuk menambah keindahan kota, tapi juga untuk meminimalisir angka kriminalitas dan kecelakaan lalu lintas. Sejumlah titik tertentu disinyalir menjadi tempat minum minuman keras dan balap liar akibat dari penerangan yang minim.

“Saya minta nanti pak Walikota mendata titik titik mana saja yang akan dipasang. Untuk anggaran kita sharing, kami yang pasang dan Pemkot yang nanti bayar iurannya tiap bulan,” imbuhnya.
Untuk menyeriusi rencana tersebut, usai berdialog di RRI Gorontalo, Gubernur menggelar pertemuan dengan Walikota Gorontalo Marten Taha di rumah jabatan gubernur. Pertemuan ini juga membicarakan tentang rencana pemasangan CCTV disejumlah titik titik strategis di Kota Gorontalo.



Oleh karena itu, Fajar menyarankan, sebaiknya pemerintah memikirkan ulang tarif yang akan naik, seperti listrik, kereta dan pajak pertambahan nilai (PPN) tol, dan lainnya.

"Ini semua kan menyangkut masyarakat kecil. Kenaikannya juga tinggi. Membuat berat masyarakat. Kalau bahan bakar minyak (BBM) tidak terlalu," pungkasnya. 













references by sindonews,  detik, poskotanews, koran-sindo, fajar, degorontalo

 
Like us on Facebook