MASUKAN KATA DI KOTAK BAWAH INI UNTUK MENCARI.. LALU KLIK TOMBOL "SEARCH"

March 14, 2015

Apa Bahaya Meninggalkan Anak/Bayi Di Mobil Ber-AC ?

Baca Artikel Lainnya

Di kota besar, polusi udara nampaknya sudah tak bisa dielakkan lagi.
Menghirup asap kendaraan bermotor yang menyumbang polusi terbanyak, seolah menjadi hal yang mau tak mau dilakukan setiap harinya.


Namun ternyata, bukan hanya pejalan kaki atau pengendara sepeda motor yang bisa terpapar polusi secara langsung. Pasalnya, pengendara mobil pun tak menjamin terbebas dari polusi. Ia bisa terpapar polusi dari dalam kendaraannya.

Mengapa demikian? Menurut dr. Rita Khairani, M.Kes, Sp.P., dari RS Royal Taruma Jakarta, polusi di dalam kendaraan bisa terjadi apabila ada saluran pembuangan yang bocor.
“Ada, kan, yang berniat memanaskan mesin dengan menghidupkan mesin mobil di garasi tertutup? Jika proses pembakaran di dalam mesin tidak sempurna, maka gas CO hasil proses pembakaran yang keluar akan memenuhi ruangan."

Hal ini tentu membahayakan orang yang ada di garasi tersebut, terlebih pada anak-anak yang belum terlalu bisa membedakan antara udara yang kotor dan bersih.
"Selain itu, menghidupkan AC ketika tertidur di dalam mobil dengan jendela tertutup rapat, bisa berbahaya karena kebocoran gas CO dari knalpot akan masuk ke dalam mobil.”
Sehingga, sambung Rita, bila udara tersebut terhirup oleh pengendara, efeknya bisa sampai mengakibatkan kematian. Tak ingin, kan, niat untuk meninggalkan anak sejenak saat Anda mampir ke minimarket, justru berakhir pada hal yang tak diinginkan?

Oleh karena itu, ibu dua anak ini menyarankan, ketika berada di dalam mobil dengan AC yang menyala, pengendara harus dalam keadaan sadar alias tidak tidur, dan sebaiknya jendela mobil tidak tertutup rapat.
Usahakan pula, parkirkan mobil di area yang teduh, bukan yang mendapat sinar matahari secara langsung. Tujuannya tentu agar udara tak melesat terlalu panas dan oksigen dari luar tetap masuk.



Penggunaan AC Mobil yang Salah Bisa Picu Kanker
Tanpa kita sadari ternyata penggunaan AC mobil yang salah dapat menjadi salah satu pemicu terjadinya kanker di dalam tubuh kita. Terutama bagi pengguna aktif mobil.
Hal yang perlu diperhatikan adalah JANGAN LANGSUNG MENYALAKAN AC (Air Conditioner) KETIKA MASUK MOBIL.
Yang harus dilakukan adalah !!

Ketika mau naik mobil, buka semua kaca setelah itu nyalakanlah AC beberapa menit, baru setelah mobil dikemudikan beberapa saat tutup kaca-kacanya kembali.
Sering sekali orang-orang melakukan sebaliknya terutama iklim di Indonesia yang memang panas.
Udara dari semprotan AC bila bercampur dengan udara di dalam mobil ‘mbuleg’ bisa menimbulkan resiko kanker bila dihirup tubuh.

Banyak sekali hal yang tidak terfikirkan ternyata berbahaya hingga dapat memicu terjadinya kanker. Tak heran semakin banyak kasus terjadinya kanker bahkan hingga meninggal.
penelitian di Barat menjelaskan bahwa pada dashbord mobil, sofa, pengharum mobil menghasilkan Benzene, racun penyebab kanker (karsinogen).

Selain menyebabkan KANKER, Benzene meracuni tulang manusia, menyababkan anemia dan bisa menurunkan jumlah sel darah putih.
Dan bila terhirup dalam jangka waktu yang lama dapat menyebabkan Leukimia (kelainan darah dimana sel darah putih mengalami keganasan dan memakan sel darah merah) dan menambah resiko terjadinya kanker, serta bagi ibu hamil dapat menyebabkan keguguran.

Jumlah Benzene di dalam ruangan yang bisa ditoleransi tubuh dalah 50 mg/ft2.
Sebuah mobil yang terparkir di dalam ruangan dengan jendela tertutup akan mengandung 400-800 mg Benzene

Sedangkan jika parkir di luar ruangan di bawah sinar matahari pada temperature 15 derajat ke atas tingkat Benzene naik hingga 2000-4000 mg, 40 kali dari tingkat Benzene yang bisa ditoleransi.
Bayangkan betapa banyak racun yang dihirup oleh orang-orang ketika masuk ke dalam mobil dan tidak membuka jendela sama sekali.

Benzena juga merupakan racun yang dapat mempengaruhi ginjal dan hati. Dan parahnya mekanisme tubuh sulit untuk membasmi racun tsb.
Jadi, jangan abaikan kebiasaan membuka jendela terlebih dahulu ketika menyalakan AC mobil tak lain dan tak bukan supaya memberi jeda agar racun-racun tersebut keluar.















refences by sriwijayapost,
images by minitime, mumanu, bbcuk

 
Like us on Facebook