March 21, 2015

Bagaimana Bentuk Otak Yang Sedang Jatuh Cinta?

Temuan terbaru pakar saraf ini bisa jadi temuan yang bagus untuk Anda yang meragukan perasaan dan cinta pasangan. Sejumlah ilmuwan menemukan cara untuk menguji apakah seseorang itu benar-benar jatuh cinta atau tidak.


Para pakar neurologi dari Universitas Sains dan Teknologi China mengklaim telah menemukan rahasia yang membedakan pengaruh berbagai emosi kepada otak. Ini disebut-sebut sebagai petunjuk pertama seperti apa cinta sejati itu, demikian dilansir dari laman Dailymail, 16 Maret 2015.

Para peneliti saraf itu menggunakan alat semacam scan yang mampu melihat perbedaan otak manusia dalam berbagai tahapan asmara manusia. Hasilnya, ada belasan perbedaan di areal otak yang dipengaruhi berbagai emosi, termasuk cinta.

Profesor Xiaochu Zhang yang memimpin penelitian ini mengatakan, "Studi kami memberikan petunjuk pertama adanya hubungan antara perasaan cinta dengan arsitektur otak. Dan, ini memberikan pencerahan bagaimana mekanisme cinta yang romantis itu."

Tim ini meneliti 100 perempuan dan laki-laki untuk keperluan studi ini. Responden ini terbagi dalam tiga kelompok, yakni mereka yang tengah jatuh cinta, baru saja putus cinta, dan sebagian lainnya belum pernah jatuh cinta.
(Foto: penampakan otak manusia yang sedang jatuh cinta/Dailymail)
Para peneliti menduga kuat bahwa cinta mampu mempengaruhi jaringan dispersi otak, termasuk pengaturan emosi, motivasi, dan jaringan otak yang mengontrol kognisi sosial. "Artinya, ketika seseorang jatuh cinta, otak mereka bekerja dengan cara yang berbeda dalam aktivitas keseharian mereka," jelas Zhang.

Kesimpulan sementara yang dipublikasikan di jurnal Frontiers in Human Neuroscience itu juga mengungkap bahwa tim ini yakin bahwa bagian otak manusia--caudate nucleus--bereaksi sangat aktif ketika cinta berakhir.
(Foto: penampakan otak manusia yang tidak sedang jatuh cinta atau tidak pernah jatuh cinta/Dailymail)

Cinta di mesin scan

Jika peneliti bisa menemukan potongan puzzle lainnya, tak mustahil suatu hari nanti cinta manusia akan bisa dilihat dan diteliti melalui scan singkat. Temuan ini juga membuka peluang penggunaan teknologi dalam sengketa hukum, proses perceraian, atau bahkan kasus kriminal yang melibatkan 'cinta'.

Dalam proses scan itu, otak manusia memancarkan warna-warna terang di alat scanner, khususnya pada bagian otak yang mengandung hormon kunci seperti dopamine, oxytocin, dan vasopressin.

Penelitian ini masih membutuhkan penelitian lanjutan yang secara konprehensif untuk memetakan otak ketika dilanda berbagai emosi, termasuk perasaan jatuh cinta.













references by http://adf.ly/1Asx14

 
Like us on Facebook