March 8, 2015

Film Kisah Nyata Hacker Paling Dicari Who Am I: No System Is Safe

Who Am I - No System is Safe


Eropa kian menghasilkan film dengan tema beragam. Jerman menghasilkan Who Am I ; No System is Safe yang menceritakan petualangan seru penuh aksi dan ketegangan dari sebuah kelompok Hacker di Jerman. Mereka bekerja sangat rahasia dan rapi.

Adalah Benjamin (Tom Schilling), remaja kurang gaul yang tanpa sengaja berjumpa dengan Max (Elyas M'Barek). Dalam kehidupan nyata, Ben bukanlah orang penting, hanya seseorang yang biasa saja.

Akan tetapi di dunia maya, Ben merupakan salah satu ahli peretas kode handal. Tidak puas hanya meretas kode-kode kecil, Ben menginginkan aksi yang lebih besar dan akan dikenang. Pertemuannya dengan Max menghantarkan Ben dalam petualangan dunia bawah hacker ini.

Keduanya memiliki ketertarikan dan pekerjaan yang sama sebagai hacker. Max lalu memperkenalkan Benjamin dengan Stephan. Perkenalan inilah yang mengawali kiprah hebat mereka membentuk kelompok hacker bernama CLAY. CLAY merupakan akronim dari Clowns Laughing At You.

CLAY akhirnya berkembang menjadi kelompok yang paling diburu di Eropa. Kelompok hacker yang berbasis di Jerman ini begitu tersembunyi dan bekerja rapi saat menjalankan aksinya. Mereka bekerja menggunakan topeng Guy Fawkes. Topeng yang menjadi symbol perlawanan universal.

Petualangan penuh aksi dan menegangkan pun terjadi ketika tiga orang anggota CLAY tewas disembelih mafia Rusia. Dari sinilah, konflik dan drama seru kisah para hacker profesional terekam jelas selama 120 menit penayangan.

Film Who Am I ; No System is Safe sebenarnya terinspirasi kisah nyata yang pernah terjadi di Jerman dan Eropa. Karena aksi para hacker tersebut, negara-negara di Eropa terus berlomba untuk memodifikasi teknologi mereka.
Film ini dijadwalkan tayang mulai 11 Maret di seluruh jaringan bioskop Blitz Megaplex dan Platinum.

Film produksi Jerman berjudul Who Am I: No System is Safe tengah diputar di jaringan bioskop Blitzmegaplex. Film yang dibintangi Tom Schilling dan Elyas M'Barek ini cukup mendapat perhatian pecinta film horor di Tanah Air.

Buktinya, pihak PT Pratama Film selaku distributor mengklaim kalau film besutan sutradara Baran bo Odar itu telah menyentuh angka penjualan tiket hingga sembilan ribu, sejak diputar pada 11 Maret lalu.


"Cerita film ini berbeda karena tentang techno crime. Mungkin ceritanya yang masih asing hingga menarik perhatian pecinta film horor di Indonesia. Selain itu, pemberitaan yang cukup ramai di media massa juga turut menyukseskan film ini," terang Anton Pratama sekalu bos Prama Film, saat ditemui di Jakarta, Sabtu (14/3/2015).

Sementara itu, beberapa artis yang sempat menonton langsung film Who Am I: No System is Safe mengaku puas dengan film yang berdurasi 105 menit tersebut. Eva Asmarani misalnya, ia mengaku mengalami ketegangan hampir sepanjang film. "Ini film keren abis lah. Aku memang suka film horor kayak gini, tegang bangen sepanjang nonton film ini," ujar Eva ditemui usai nonton.

Hal yang sama juga diakui Irma Dharmawangsa. Mantan kekasih Dwi Andhika ini menilai film Who Am I: No System is Safe layak untuk ditonton oleh segala umur. "Ending filmya menggantung, dan itu seru banget. Saya sudah beli 20 tiket untuk nonton lagi sama teman-teman," ujar Irma.
Film Thriller dari Jerman berdurasi 105 menit ini berkisah tentang hacker, mendapat rating yang cukup baik pada situs populer IMDBWho Am I ; No Sistem is Safe yang menceritakan petualangan seru penuh tindakan serta kemelut dari suatu grup Hacker di Jerman. 

Mereka bekerja sangatlah rahasia Yaitu Benjamin (Tom Schilling), remaja kurang gaul yang tidak sengaja bertemu dengan Max (Elyas M'Barek). Dalam kehidupan nyata, Ben bukanlah orang yang aktif termasuk kategori introvert.

Walau demikian didunia maya, Ben adalah salah satu pakar peretas kode handal. Tak senang cuma meretas kode-kode kecil, Ben inginkan tindakan yang semakin besar serta bakal dikenang. Pertemuannya dengan Max menghantarkan Ben dalam petualangan dunia bawah (underground) hacker ini.

Keduanya mempunyai ketertarikan serta pekerjaan yang sama juga sebagai hacker. Max lantas mengenalkan Benjamin dengan Stephan. Perjumpaan inilah yang memulai debut hebat mereka membuat grup hacker bernama CLAY. CLAY adalah akronim dari Clowns Laughing At You.

CLAY pada akhirnya berkembang jadi grup yang paling diburu di Eropa. Grup hacker yang berbasis di Jerman ini demikian tersembunyi serta bekerja rapi waktu menggerakkan aksinya. 




references by liputan6news

 
Like us on Facebook