March 5, 2015

Nasabah BCA ? Hati-Hati Uang Rekening Anda Berkurang

PT Bank Central Asia Tbk (BCA) meminta nasabahnya berhati-hati terhadap Sinkronisasi Token saat membuka Internet Banking. Pasalnya, konfirmasi token yang muncul bukan berasal dari BCA.
"Tidak ada konfirmasi token dari BCA, apabila data nasabah diminta terutama Token diminta berulang-ulang, itu berbahaya," ujar Direktur Utama BCA Jahja Setiaatmadja saat dihubungi Kompas.com, Jakarta, Rabu (4/3/2015).


Menurut dia, konfirmasi Token saat membuka internet banking BCA terjadi karena komputer nasabah terkena virus. Hal itu membuat tampilan konfirmasi Token terus muncul dengan tulisan "Sinkronisasi Token KEYBCA".

BCA sendiri kata Jahja sudah melakukan sosialisasi terhadap temuan tersebut. Pasalnya, data nasabah bisa digunakan oleh pihak-pihak yang bertanggungjawab. "Kita juga sudah sosialisaikan agar kalau ada yang aneh telepon ke Halo BCA 500 888," kata Jahja.



Sementara itu, saat dihubungi terpisah, Head of Halo BCA Wani Sabu mengatakan bahwa kasus konfirmasi token itu memang belum banyak terjadi. Namun, dia meminta nasabah segera melaporkan setiap kejadian terkait konfirmasi token itu. "Belum banyak, tapi harus segera melaporkan kepada Halo BCA," kata dia.

Senada dengan Jahja, Wani mengatakan bahwa penyebab munculnya konfirmasi Token itu karena komputer nasabah terkena virus tertentu. Meski begitu, BCA kata Wani bisa mendeteksi apabila terjadi transaksi yang mencurigakan. Oleh karena itu, dia meminta nasabah untuk segera melaporkan kejadian tersebut.

Sebelumnya beredar di media sosial, seorang nasabah BCA merasa dibobol rekeningnya setelah dia berulang kali gagal melakukan transaksi Internet Banking BCA. Saat si nasabah melakukan login muncul tampilan "Sinkronisasi Token" dan menyebabkan komputer hang. Setelah restart dan kembali login ke Internet Banking BCA, nasabah mendapati uangnya telah berkurang sebesar Rp 13 juta.


Presiden Direktur PT Bank Central Asia (BCA) Tbk, Jahja Setiaatmadja mengatakan sudah ada 1.000 nasabah yang terkena masalah "Sinkronisasi Token" saat login melalui Internet Banking bank tersebut.
"Kira-kira 1.000 (nasabah) yang kena, sedikit sih. Kita kan nasabah ada 13 juta, ini yang kita tahu. Mudah-mudahan mereka aware setelah kita sudah coba sosialisasi bahwa kalau lebih dari sekali diminta token jangan lakukan," jelas Jahja.
Menurut Jahja, masalah dalam "Sinkronisasi Token" tidak akan membuat BCA mengganti sistem yang sudah ada. Pasalnya, kata dia, hal tersebut dikarenakan virus yang mengenai komputer personal nasabah.
"Token masih pakai yang lama, tidak diubah-ubah. Tokennya tidak salah, itu terjadi karena virus di PC customer, ini yang susah. Karena hal tersebut tidak bisa kita cegah. Penanggulangannya dengan telepon Halo BCA, nanti ada tim yang memberikan antivirus, diberesekan baru lakukan transaksi," lanjut Jahja.
Sebelumnya, beredar informasi di media sosial tentang seorang nasabah BCA yang merasa bahwa rekeningnya dibobol setelah dia berulang kali gagal melakukan transaksi Internet Banking BCA. Saat nasabah tersebut melakukan login, muncul tampilan "Sinkronisasi Token" dan menyebabkan komputer hang.
Setelah restart dan kembali login ke Internet Banking BCA, nasabah mendapati uangnya telah berkurang sebesar Rp 13 juta. Menurut Jahja, BCA sudah melakukan sosialisasi terhadap temuan tersebut, melalui layanan Halo BCA dan juga media sosial. Jahja menyarankan untuk menelepon ke Halo BCA 500-888 kalau terjadi permintaan memasukkan token berulang-ulang.




Hati-hati mendownload/menginstal program/file, browsing mengklik di internet,,,,








references by tribunnews

 
Like us on Facebook