March 13, 2015

Tips Agar Tidak Panas / Gerah Saat Berhijab

Salah satu hal yang membuat searang muslimah masih enggan berhijab adalah enggan merasa kepanasan. Tidak sedikit pula yang penasaran bagaimana rasanya memakai hijab di bawah teriknya paparan sinar matahari.



Hijab adalah pakaian para muslimah yang kini umum dikenakan tak hanya saat keluar rumah namun juga dalam keseharian. Hijab juga cocok dikenakan saat dikantor, meeting, jalan-jalan hingga ke pesta. Kini, berbagai macam model hijab yang sesuai dengan kebutuhan banyak bermundulan. Tak heran semakin banyak wanita yang kemudian memantapkan diri untuk berhijab. Banyak juga wanita terlihat lebih cantik saat memutuskan untuk berhijab.

Berhijab tak melulu memperhatikan dari sisi kecantikan saja. Namun, Anda tak boleh mengabaikan kenyamanan saat berhijab. Karena, kenyamanan sangat mempengaruhi tingkat kepercayaan diri kita saat mengenakan hijab. Oleh karena itu, Anda harus pandai-pandai memilih jenis bahan hijab yang cocok Anda kenakan.



Mengenakan hijab saat cuaca panas terkadang memang membuat gerah, tapi bukan berarti itu menjadi penghalang untuk menutup aurat. Bagi Anda yang berhijab, berikut tips agar tetap merasa sejuk meski dalam balutan hijab:

1. Ambil wudu
Wudu yang biasa dilakukan lima kali sehari merupakan bentuk penyegaran diri dengan air. Setelah melepas hijab dan berwudu, Anda pasti akan merasa lebih segar setelah air menyentuh kulit dan wajah. Setelah wudu, coba basahi telapak tangan dengan air dan tepuk bagian belakang leher untuk kesegaran instan.

2. Lepas hijab
Ini bukan untuk selamanya. Cobalah membuka hijab selama 5-10 menit saja ditempat yg aman dari pandangan pria, biarkan udara atau angin menyentuk kepala dan leher. Atau, coba untuk melepas ikatan rambut selama beberapa waktu agar kepala terasa lebih ringan.

3. Kipas angin mini
Jika tengah berada di tempat umum yang tidak ada AC atau kipas angin, bawa saja versi mininya. Kini sudah tersedia berbagai model kipas angin dan AC mini yang mudah dibawa ke mana-mana. Tujukan ke arah dalam hijab supaya meneringkan keringat dan memberikan sensai dingin.

4. Kenakan hijab katun
Untuk negara dengan iklim tropis seperti di Indonesia, hijab berbahan katun memang yang paling terasa sejuk. Pasalnya hijab bahan tersebut menyerap banyak keringat daripada bahan lain seperti polyester, rayon, sifon, atau satin.

5. Keringkan rambut
Yang paling utama untuk menjaga udara didalam hijab adalah dengan mematikan rambut telah kering. Pasalnya, rambut yang basah akan 'menjebak' kelembapan udara di dalam kain sehingga kepala akan terasa panas dan gerah.

6. Kenakan topi
Jika cuaca sedang panasi, Anda bisa memakai topi lebar. Topi itu akan membantu melindungi wajah dari teriknya sinar matahari. atau bisa juga mengenakan payung lipat

Jenis Bahan Hijab yang Nyaman




Apa saja sih, jenis bahan hijab yang biasa digunakan sebagai bahan untuk hijab? Berikut 9 Jenis Bahan Hijab yang dapat membantu Anda memilih hijab yang nyaman bagi Anda.

1.Rayon
Bahan rayon sangat cocok digunakan saat cuaca panas. Karena, rayon memiliki kemampuan yang baik dalam menyerap keringat. Penampakannya yang casual juga menjadikan bahan rayon ini nyaman digunakan sehari-hari. Teksturnya mudah dikreasikan dan diatur sesuai keinginan Anda.
Namun, bahan rayon memiliki sedikit kelemahan yakni mudah kusut. Anda harus lebih rajin menyeterika saat hendak dikenakan. Terkadang, bahan ini juga luntur ketika dicuci. Karena menyerap keringat, hijab rayon juga dapat menimbulkan bau tak sedap jika terlalu lama dikenakan.

2.Katun
Hijab dengan bahan katun senantiasa nyaman digunakan baik saat cuaca panas karena menyerap keringat. Kelebihannya dibanding dengan bahan rayon, katun tidak mudah kusut, tidak mudah luntur dan tidak berbulu. Sehingga, katun bisa dikatakan salah satu jenis bahan hijab yang cukup baik.
Kelemahannya, karena bahannya yang agak tebal sedikit menyusahkan Anda saat mengkreasikannya dengan berbagai model hijab.

3.Sutra
Sutra adalah jenis bahan hijab yan sanga nyaman karena bahannya dingin dan kembut. Hijab dari sutra sangat pas Anda kenakan sehari-hari bahkan untuk ke pesta.
Sayang, bahan sutera ini mudah kusut, mudah luntur dan butuh perawatan yang khusus agar hijab tetap awet. Selain itu, sutra merupakan jenis bahan hijab yang cukup mahal karena kualitasnya.

4.Polyester
Hijab berbagan polyester cocok Anda Kenakan di manapun, sehari-hari maupun saat menghadiri pesta. Bahan ini cenderung mudah perawatannya dan tak mudah kusut.
Sayangnya, kelemahan bahan ini justru cukup mengganggu. Pasalnya, bahan polyester memiliki kemampuan menyerap keringat yang buruk, sehingga tak cocok digunakan saat cuaca panas. Teksturnya juga kurang lentur apabila hendak dikreasikan dengan model hijab yang sedang in.

5.Spandex atau Lycra
Kabar gembira bagi Anda penggemar jenis bahan hijab spandex, karena bahan ini mampu menyerap keringat dengan cukup baik. Sehingga, nyaman digunakan saat cuaca panas. Teksturnya yang cukup elastis sangat mudah diatur untuk dikreasikan dengan berbagai model hijab. Namun, bahan spandex mudah melar jika tak dicuci dengan benar.

6.Kaos
Bahan kaos sangat nyaman dikenakan sehari-hari bahkan saat cuaca panas. Bahan kaos sangat mudah dibentuk dan bagusnya tak luntur saat Anda mencucinya. Namun, hampir seperti spandex, bahan kaos juga bisa melar jika terlalu sering dicuci.

7.Pashmina atau Kashmir
Hijab pashmina merupakan salah satu jenis bahan hijab dengan tekstur yang lentur sehingga mudah diatur saat dikreasikan. Kekurangannya, bahan pashmina yang agak tebal tak cocok digunakan saat cuaca panas. Selain itu, pashmina seringkali memiliki motif yang unik sehingga Anda akan sedikit kesulitan saat mempadu padankannya dengan pakaian Anda.

8.Sifon
Bahan sifon dapat memberi kesan elegan bagi pemakaina. Sehingga sangat cocok untuk Anda kenakan saat menghadiri acara semi formal dan formal. Namun, bahan ni tidak cocok saat cuaca panas. Selain itu bahan sifon juga cenderung cepat kusam.

9.Jersey
Bahan jersey memiliki tekstur yang ringan dan lembut. Hijab dengan bahan ini sangat nyaman dipakai dan memberikan kesan jatuh ketika dikenakan. Berhati-hatilah, karena teksturnya ini akan membuat wajah Anda yang menggunakannya nampak lebih berisi.

http://i.infospesial.net/600x315/p/2013/07/5-tips-perawatan-rambut-untuk-wanita-berjilbab_288a8.jpg

Pilih Bahan yang Bersahabat dengan Cuaca Panas

Selain harus menutup aurat, hal yang perlu Anda perhatikan saat memilih busana muslim adalah bahan yang digunakan. Ada berbagai macam bahan yang dipakai untuk membuat pakaian. Namun, tidak semuanya cocok untuk Anda kenakan di cuaca yang panas. Ada beberapa bahan yang cenderung menjebak panas pada kulit, memantulkan panas kembali ke tubuh, dan menghambat keluarnya udara panas. Bahan jenis tersebut biasanya terbuat dari serat sintetis (buatan manusia). Sifat dari bahan ini juga tidak menyerap keringat.

Kebalikannya, ada bahan yang terbuat dari serat alami. Bahan jenis ini bisa memperlancar sirkulasi udara pada kulit dan menyerap keringat. Jenis inilah yang bisa Anda pilih untuk menutup aurat.
Berikut ini bahan-bahan yang bisa membuat Anda tetap segar di bawah cuaca yang panas.
  • Katun. Sebutan lain dari katun adalah tekstil yang bisa bernapas. Oleh karena itu, bahan yang berasal dari buah kapas ini merupakan pilihan yang tepat ketika cuaca panas. Dari sekian banyak jenis katun, pilihlah katun India karena bahan ini telah dikenal di seluruh dunia akan kualitasnya yang bisa menyejukkan tubuh.
  • Rayon. Bahan ini terbuat dari selulosa alami yang berasal dari bubur kayu. Sama seperti katun, rayon sangat nyaman dan sejuk untuk dipakai. Rayon sendiri memiliki beberapa turunan yang diproduksi dengan cara yang berbeda-beda, seperti viskos dan liosel.
  • Linen. Tekstil ini terbuat dari serat tanaman rami. Jika Anda memakai bahan ini, Anda akan merasakan kesejukan dan kesegaran yang luar biasa saat cuaca panas. Kulit juga akan terasa nyaman ketika bersentuhan dengan linen karena teksturnya yang lembut. Kelembutannya pun tetap terjaga walau telah melalui proses pencucian berulang-ulang. Namun, linen memiliki elastisitas yang rendah sehingga memudahkannya untuk kusut.



Bahan-bahan tersebut juga bisa dijadikan patokan saat memilih kerudung.

Model Busana Apa yang Cocok untuk Cuaca Panas?

Setelah mengetahui jenis bahan yang cocok dengan cuaca panas, langkah selanjutnya adalah memilih model busana. Sebaiknya hindari model busana yang ketat karena busana ketat bisa mengiritasi kulit. Untuk meminimalisasi hal tersebut, kenakan busana yang longgar demi mencegah iritasi dan mengurangi gesekan pada kulit.
  • Kaftan. Busana yang paling populer untuk berhijab adalah kaftan. Namun untuk cuaca panas, pilihlah kaftan dengan desain yang simpel dan terbuat dari bahan yang telah dibahas di atas. Selain menutupi lekuk tubuh, kaftan juga bisa menambah penampilan menjadi lebih feminin dan elegan.
  • Rok lebar. Saat ini rok span atau kerap disebut pencil skirt sedang menjadi tren. Meski begitu, sebaiknya hindari rok ini karena bisa memicu kulit bergesekan dengan bahan. Jika ingin memakai rok, pilihlah rok lebar dengan potongan A-line atau kerap disebut flare skirt. Dengan rok ini, Anda juga dapat berjalan tanpa hambatan.
  • Celana longgar. Jika Anda memutuskan untuk mengenakan celana, pilihlah celana yang longgar seperti harem pants atau celana kulot. Hindari celana ketat, seperti skinny jeans atau legging.
Saat berhijab, Anda kerap memakai jaket untuk menutup aurat. Meski begitu, sebaiknya hindari memakai pakaian berlapis-lapis saat cuaca panas karena bisa membuat Anda gerah. Solusinya adalah memakai busana berlengan panjang sehingga Anda tidak perlu lagi memakai jaket. Sama halnya saat memakai kaftan. Pilih kaftan berlengan panjang dan tidak menerawang sehingga Anda tidak perlu lagi memakai baju dalam ketat yang biasa dipakai oleh wanita berhijab.

Jaga Kesegaran Tubuh

Selain memakai busana yang tepat, Anda juga akan merasakan kesegaran saat cuaca panas dengan menjaga kebersihan tubuh dengan mandi dua hari sekali. Jika Anda menggunakan pemanas air, Anda bisa mulai menyiram seluruh tubuh dengan air hangat karena bisa membersihkan tubuh dengan efektif. Setelahnya akhiri dengan air dingin agar suhu tubuh menurun sehingga membuat tubuh terasa segar, terutama pada bagian kepala. Jika tidak memakai pemanas air, Anda bisa memasak air  terlebih dahulu sebelum mandi.
Hal penting yang harus Anda jaga kebersihannya adalah kepala. Memakai hijab selama berjam-jam pastinya bisa membuat rambut lepek. Oleh karena itu, Anda harus rajin mencuci rambut tiga kali seminggu atau ketika rambut sudah mulai berminyak memakai sampo yang tepat.

Hindari memakai hijab ketika rambut masih dalam keadaan basah karena bisa membuat Anda gerah dan menimbulkan bau yang tidak sedap, apalagi jika telah bercampur dengan keringat. Namun jangan pula mengeringkannya dengan bantuan kipas angin atau hair dryer karena memicu rambut menjadi kering. Biarkanlah rambut mengering secara alami. Setelahnya Anda bisa memakai hijab.
Kesegaran juga bisa Anda dapatkan dengan mengonsumi air putih sebanyak dua setengah liter sehari. Selain itu, konsumsi pula buah-buahan yang mengandung banyak air seperti semangka, melon, atau jeruk agar Anda bisa merasakan kesegaran walau cuaca sedang panas.


















references by
http://adf.ly/1A3YiQ, http://adf.ly/1A3bDM, http://adf.ly/1A3ckk

 
Like us on Facebook