March 4, 2015

Video Oknum Guru Agama Di Bali Ajak Mesum Siswinya

Dunia Pendidikan di kabupaten Jembrana Bali, tercoreng. Ini setelah tersebar luas rekaman video diduga percakapan KWS (49) guru Agama di salah satu SMA Negeri setempat, sedang merayu muridnya OA (16) untuk mengajak berhubungan badan.


Dalam percakapan yang berdurasi 1 jam lebih dan telah beredar luas di kalangan siswa tersebut, terdengar KWS yang juga diduga menjabat sebagai Wakasek bidang kesiswaan, sekaligus pembina OSIS ini sedang melancarkan bujuk rayunya kepada OA layaknya orang berpacaran.

Parahnya lagi, dalam rekaman tersebut terdengar KWS mengajak OA untuk berhubungan badan dengan alasan nilai pelajaran agama Hindu aman dan terjamin..

"Mau yah, pokoknya nilai aman. Nanti, mau dikeluarkan di dalam atau di luar, ayo," ujar KWS dalam rekaman tersebut.

Sementara OA menimpali dengan kata-kata "Enggak pak, enggak pak."

Bahkan terlihat dalam rekaman, guru bejat ini berusaha membuka baju OA. Kendati tidak dengan memaksa, OA berusaha menghindar dengan mengucapkan kata-kata, "Jangan pak, jangan pak," ucap OA dalam rekaman sambil terlihat menepis tangan usil guru agama ini.

Rekaman yang menggambarkan ulah bejat guru ini, sontak membuat geger pihak sekolah termasuk para siswa. Bahkan Kadis Dikporaparbud Pemkab Jembrana juga sudah mengetahui hal ini, yang akhirnya turun tangan untuk menelusuri rekaman percakapan yang menghebohkan tersebut.




Setelah tersebar luas rekaman seorang oknum guru agama merayu siswinya untuk bersetubuh, justru korbannya OA (16) yang dipanggil pihak kepala sekolah untuk diinterogasi. Merasa tidak adil, sejumlah siswa sekelasnya menggeruduk ke ruang guru. Bahkan mereka membuka kartu tidak hanya OA yang selama ini jadi korban rayuan dan tindakan tangan usil guru agama di sekolahnya.

Rekan-rekan se kelas OA meminta agar guru agama Hindu yang selama ini mengajar diberikan tindakan tegas. "Dia tidak hanya sering merayu, bahkan sesekali tangannya usil pegang sesuatu yang tak wajar. Colek-colek," aku OA yang duduk di kelas II SMA, ini Rabu (4/3) di Jembrana Bali.

Paska kejadian tersebut OA mengaku ketakutan ketika guru tersebut mengajar. "Sekarang setiap pelajaran agama, saya bolos pak. Takut, kalau saya ingat kejadian tersebut, saya sangat terpukul dan saya tidak mau lagi melihat guru itu," ujar OA.

Menurut OA, peristiwa memalukan tersebut terjadi pada 11 Februari lalu, di ruang Wakil kepala sekolah. Saat itu Ketut WS meminta OA untuk menemuinya di kantornya. Karena Ketut WS berjanji akan mengambilkan HP milik OA yang disita guru BP saat sweeping HP terhadap para siswa sekolah tersebut. Namun guru ini meminta janjian di tempat sepi atau tunggu saat guru-guru lain pulang dengan dalil agar tidak ketahui mengembalikan HP miliknya.

"Saya diminta menemuinya, tapi mau ketemu di tepat sepi atau di tempat lain, saya jadi curiga dan sebelum ketemu saya bicarakan dengan teman-teman. Dari situlah tersirat ide teman untuk merekam," terangnya.

Guru agama cabul sempat ditangkap polisi tapi tak lama dilepaskan




Setelah dilaporkan oleh sejumlah siswi dan korban, OA (16), Ketut WS (49), guru agama yang diduga cabul akhirnya diciduk polisi di kediamannya pagi tadi oleh petugas Reskrim Polres Jembrana. Namun setelah menjalani pemeriksaan lebih dari 3 jam, Ketut akhirnya dilepaskan kembali oleh polisi.

"Dia sempat ditangkap saat masuk ke sekolah mau ngajar. Tetapi saya kaget kok sudah ngajar lagi di sekolah," kata OA, di Jembrana Bali, Sabtu (7/3).

Sejumlah siswa juga mempertanyakan soal penonaktifan Ketut dan pemeriksaan polisi. Guru agama itu dilepas polisi dengan alasan tidak jelas.

"Pastinya guru itu tidak ditahan, saya bingung," katanya.




sumber: http://adf.ly/16p7GS

 
Like us on Facebook