April 20, 2015

Alasan Orang Banyak Yang Bercerai

Membina rumah tangga nan harmonis tentu menjadi dambaan semua orang. Masalahnya, tak semua keinginan itu bakal menjadi kenyataan. Berbagai hal bisa membuat biduk rumah tangga karam.


Berikut beberapa hal yang menyebabkan perceraian:

1. Penyakit
"Ketika salah satu pasangan memiliki kondisi kesehatan yang serius atau kronis, maka hal itu bisa mengubah dinamika hubungan secara keseluruhan. Penyakit menciptakan utang, rasa sakit dan kehilangan diri," kata konselor pernikahan dan psikolog, Elizabeth Ochoa, PhD, seperti dilansir laman Yahoo Health, Minggu (19/4).
Sebuah studi terbaru dari Iowa State University menemukan, tingkat perceraian enam persen lebih tinggi ketika istri memiliki penyakit seperti kanker, jantung atau paru-paru. Tingkat perceraian tidak meningkat ketika suami berada dalam kesehatan yang buruk.

2. Perubahan pekerjaan
Kehilangan pekerjaan oleh salah satu pasangan bisa menyebabkan stres baik itu tentang uang, keamanan dan tanggung jawab yang dapat meluas kepada ketidakpuasan perkawinan.

3. Persalinan
"Memiliki bayi bisa menciptakan stres dan bisa menimbulkan masalah dalam pernikahan," kata Ochoa.

4. Hidup terpisah
"Setiap orang memiliki berbagai tingkat kenyamanan dengan kedekatan dan jarak satu sama lain. Jika kedua orang merasa nyaman dengan hidup terpisah, tentu hal itu bisa bekerja dengan baik. Tetapi jika ada ketidakcocokan, berdasarkan kekhawatiran tentang penelantaran, kepercayaan atau kesetiaan, maka hidup terpisah akan menciptakan ketegangan hubungan," kata Ochoa.

5. Ketidaksetiaan /Selingkuh
Bersikap terbuka dan jujur dengan pasangan bisa membantu kehidupan rumah tangga Anda

6. Poligami
Di Indonesia berpoligami mungkin kebanyakan karena nafsu semata,  sementara dalam ketaatan, perilaku/akhlak, ilmu pada Allah hanya setengah atau mungkin nol
merasa banyak harta lantas menikahi yang disukainya sesuka hatinya karena nafsu
kemudian menceraikan isteri sebelumnya.. Kalau sang istri ikhlas karena sang suami sholeh, mampu berlaku adil baik dalam kasih sayang/ekonomi, tanggung jawab pada anak-anaknya hal tersebut bisa dipertimbangkan lebih matang.

7). Kurang Komunikasi.
Memang ironis di jaman sekarang saat sudah banyak alat komunikasi yg canggih, msh banyak orang yg malah jarang saling berkomunikasi dengan suami/istri sendiri,dan lbh sering berkomunikasi dgn teman2 kantor, rekan2 kerja, boss mereka atau teman2 arisan. Juga jarang berdoa bersama atau beribadah bersama, karena makin sibuk dgn urusan masing2 bahkan di hari libur sekalipun.

8). Ekonomi.
Bisa dialami oleh pasutri2 dari keluarga yg sdh super mapan sekalipun. Aturlah keuangan dengan bijak dan tetap hidup sederhana walau diberkati Tuhan secara finansial, karena harta duniawi sebanyak apapun bisa habis juga. Juga bagi yg hendak menikah, jangan terlalu memaksakan diri mengadakan pesta mewah jika memang belum mampu dan msh banyak kewajiban mencicil sana-sini. Lebih baik menahan gengsi, daripada ekonomi langsung pincang dan menyesal di kemudian hari.

9). Tidak Mau Mengalah.
Pernikahan bukanlah kuis adu kecerdasan untuk mencari siapa yg salah dan siapa yg benar,tapi sarana untuk belajar saling mengerti dan jg mengampuni. Jangan suka menuntut pasangan kita untuk berubah sesuai kehendak kita, jika kita sendiri tidak pernah mau introspeksi diri. Jika sama2 selalu keras kepala, maka bisa berakhir di pengadilan. Saling menerima kekurangan masing2 dengan bijak.

10). Campur Tangan Orang Tua.
Ini masih cukup sering terjadi di Asia, termasuk Indonesia. Sebagian orangtua masih belum bisa menerima kenyataan kalo anaknya sudah menjadi milik orang lain, sehingga tanpa sadar suka intervensi terlalu jauh. Apalagi jika si anak kebetulan belum mandiri secara ekonomi atau msh membantu di perusahaan keluarga ..... orangtua msh merasa sangat berhak ikut mengatur hidup si anak.

11). Perbedaan Prinsip dan Keyakinan.
Memang, ada sebagian kawin campur yg sukses bertahan lama. Tapi lbh banyak yg kandas di tengah jalan, bahkan cuma seumur jagung. Sebetulnya, banyak pasutri yg merasa sangat tertekan jika tidak bisa beribadah bersama atau dipaksa untuk pindah agama, tapi tetap berusaha bertahan hanya demi anak2 mereka.

12). Romantisme Meredup.
Bagi yg sdh lama menikah, wajar sih jika kita kadang merasa bosan,jenuh, capek dsb. Sekali2 pergi berduaan saja ke tempat2 saat pacaran dulu atau berbulan madu yg murah meriah bisa membantu membangkitkan api cinta lg. Jika memang ada duit lebih, bisa juga ikut tour atau ziarah suci.

13). Konflik Peran.
Jujur saja,di Indonesia masih banyak suami yg enggan membantu istri mengurus pekerjaan rumah tangga atau mengurus anak dgn berbagai alasan, terutama bagi yg sudah punya pembantu. Tak ada salahnya belajar dari pasutri2 di luar negeri yg jauh lbh kompak dalam hal ini, karena megurus anak maupun membereskan rumah sebetulnya adalah tugas berdua.


14). Perbedaan Besar Dalam Tujuan Perkawinan.
Hal yg mendasar ini seharusnya dikomunikasikan sejak awal jauh sebelum menikah, tapi kebanyakan anak muda yg sedang dimabuk cinta saat pacaran memang cenderung menutup mata dan menganggap remeh. Padahal tujuan orang menikah berbeda-beda. Ada yg menikah hanya karena malu saja dgn teman2 yg sudah menikah, ada yg menikah hanya karena mau meneruskan keturunan saja, ada yg hanya ingin memperbaiki status sosial saja, ingin bebas saja dari orgtua,dll.

15). Seks.
Walau msh terdengar tabu dan termasuk di urutan akhir, seks terkadang juga bisa menjadi pemicu retaknya rumah tangga. Sekali lagi, komunikasi yg baik antar suami-istri sangat penting. Jika suami/istri kita sedang tidak mood atau kurang fit, jangan memaksanya. Kecuali maaf..... satu2nya tujuan pernikahan anda hanya untuk menikmati seks. Tapi kita manusia kan dikaruniai akal budi dan lebih beradab daripada binatang (semestinya) .



Nah..
Sebelum menikah lebih baik carilang seseorang yang mencintaimu bukan karena ahrta /ketampanan/kecantikanmu semata..

Ingat..
Hidup ini berputar...
Kadang kita ada pada kondisi susah..
Kadang kita ada pada kondisi senang..
Hanya orang mencintaimulah dari hati yang akan tetap menemanimu ketika dalam kondisi hidup susah..



Punya alasan lainnya alasan-alasan orang bercerai?
Tinggalkan di kolom komentar dibawah..












references by jpnn

 
Like us on Facebook