April 13, 2015

Peringkat Pengakses Situs Porno Indonesia

Asisten Deputi Kelembagaan Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Nasional, Haliq Siddiq mengatakan, Indonesia merupakan negara ketiga terbanyak yang mengakses situs porno.


"Data ini merupakan hasil survei yang dilakukan oleh Google sebagai situs penyedia data dan pencari ini, ternyata Indonesia berada di peringkat ketiga yang paling banyak mengakses situs porno dan diperingkat pertama adalah India," katanya di Sukabumi, Jawa Barat, Sabtu (11/4/2015).

Menurut dia, hasil survei Google itu sangat mengkhawatirkan pihaknya karena salah satu penyebaran infeksi virus perapuh kekebalan tubuh/sindroma merapuhnya kekebalan tubuh (HIV/AIDS) melalui hubungan seksual yang tidak menutup kemungkinan maraknya seks bebas dipicu dari akses ke situs porno.
Ia mengemukakan, daerah yang paling besar pengakses situs porno adalah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), padahal kotanya berjuluk kota pelajar.

Oleh karena itu, pihaknya meminta bantuan kepada pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informasi RI untuk memblokir situs-situs porno yang tersebar di dunia maya.

"Kami sangat khawatir dengan semakin mudahnya masyarakat mengakses situs porno, maka penyebaran HIV sulit ditanggulangi. Untuk itu kami meminta kepada Kementerian Kominfo untuk memblokir situs porno," ujarnya.
Selain itu, KPA Nasional juga telah melakukan survei bersama Kementerian Kesehatan RI yang hasilnya memperlihatkan baru sekira 20 persen pelajar mengetahui apa itu HIV dan AIDS.



45 Juta Pengguna Internet di Indonesia Aktif Buka Konten Porno

 Internet yang berkembang pesat di Indonesia ternyata disalahartikan. Pasalnya, dari 89 juta pengguna internet dan media social, sebanyak 45 juta di antaranya aktif mengakses konten porno.

Celakanya, sebanyak 35 persen di antaranya masih anak-anak. Ketua Komisi Nasional (Komnas) Perlindungan Anak, Arist Merdeka Sirait pun mengaku sangat sedih dengan kenyataan tersebut.
“Ini sangat berbahaya. Karena, sebagai negara ketiga terbesar pengguna media sosial di dunia, masyarakat kita mayoritas juga pengakses konten-konten porno. Apalagi 35 persen dari 45 juta pengakses situs porno masih berusia anak-anak,” katanya kepada JPNN, Minggu (15/3).

Menurut Arist, anak-anak dapat dengan mudah mengakses karena penyebarannya lewat media social sangat luar biasa. Padahal, pemerintah sudah memblokir situs-situs porno. Sementara kondisinya saat ini, mayoritas anak-anak juga memiliki telepon genggam yang mampu mengakses internet atau media sosial.
“Jadi perlu penanganan yang maksimal. Karena bahayanya tidak hanya bagi semua orang yang aktif mengakses. Tapi juga anak-anak yang memang sasaran empuk. Mereka ini sangat mudah kecanduan dan Itu merusak jaringan saraf otak,” tegas Arist.

APA DAMPAK MILHAT GAMBAR/VIDEO PORNO ?



Jangan dikira melihat/ nonton gambar/film porno tidak ada pengaruhnya terhadap kesehatan anda. Ternyatanonton film porno bisa merusak bagian otak. Bahayanya, bahkan lebih ganas dari pada kita mengkonsumsi narkoba yang hanya merusak tiga bagian otak anda saja, sementara jika menonton film porno akan ada lima bagian otak yang terserang.
Hal tersebut dikemukakan pakar psikologi dari yayasan Kita dan Buah Hati, Elly Risma. Dalam konfrensi pers di Sekretariat Komnas Perlindungan Anak, Jakarta Timur, Sabtu (12/6/2010). Elly menjelaskan secara ditail mengenai efek film porno bagi anak-anak atau siapa pun yang senang menontonnya.
 "Fornograpi dapat merusak lima bagian otak kita, sedangkan narkoba yang rusaknya hanya tiga,"tutupnya.

Menurut Elly, bahaya akibat seringnya nonton filmporno akan mengkeredilkan otak kita. "Fornografi adalah perusak otak, lebih dari methapetamin. Bagian otak prefrontal conteks kita akan  hancur. Bagian tersebut merupakan bagian otak yang mengontrol moral dan nilai, pengontrolan diri, dan pengambilan keputusan," jelasnya.


pornografi dapat menyebabkan kerusakan pada lima bagian otak, terutama pada Pre Frontal Corteks (bagian otak yang tepat berada di belakang dahi). Kerusakan bagian otak ini akan membuat prestasi akademik menurun, orang tidak bisa membuat perencanaan, mengendalikan hawa nafsu dan emosi, mengambil keputusan dan berbagai peran eksekutif otak sebagai pengendali impuls-impuls. Bagian inilah yang membedakan manusia dengan binatang.

Otak akan mengecil dan rusak
Pada pecandu pornografi, Dr. Mark menjelaskan, otak akan merangsang produksi dopamin dan endorfin, yaitu suatu bahan kimia otak yang membuat rasa senang dan merasa lebih baik. Dalam kondisi normal, zat-zat ini akan sangat bermanfaat untuk membuat orang sehat dan menjalankan hidup dengan lebih baik. Tapi dengan pornografi, otak akan mengalami hyper stimulating (rangsangan yang berlebihan), sehingga otak akan bekerja dengan sangat ekstrem dan kemudian mengecil dan rusak.

Kerusakan otak permanen
Pada dasarnya orang yang kecanduan pornografi merasakan hal yang sama dengan pecandu narkoba, yaitu ingin terus memproduksi dopamin dalam otak. Tapi pecandu pornografi bisa memenuhi kebutuhan barunya itu dengan lebih mudah, kapan pun dimanapun, bahkan melalui handphone. Akhirnya, ini akan lebih sulit dideteksi dan diobati ketimbang adiksi narkoba. Pornografi merupakan adiksi baru yang tidak tampak pada mata, tidak terdengar oleh telinga, namun menimbulkan kerusakan otak yang permanen bahkan melebihi kecanduan narkoba.

Oleh karena itu, diperlukan suatu pembinaan dan pengawasan dari semua kalangan, khususnya untuk anak-anak, remaja dan dewasa, agar bisa terhindar dari bahaya kecanduan baru, yaitu pornografi. Adiksi (kecanduan) mengakibatkan otak bagian tengah depan yang disebut Ventral Tegmental Area (VTA) secara fisik mengecil.

Melemahkan fungsi kontrol
Pornografi menimbulkan perubahan konstan pada neorotransmiter dan melemahkan fungsi kontrol. Ini yang membuat orang-orang yang sudah kecanduan tidak bisa lagi mengontrol perilakunya. Serta menambahkan adiksi pornografi juga menimbulkan gangguan memori. Kondisi itu, tidak terjadi secara cepat dalam waktu singkat namun melalui beberapa tahap yakni kecanduan yang ditandai dengan tindakan impulsif, ekskalasi kecanduan, desensitisasi dan akhirnya penurunan perilaku.

Kerusakan otak sama dengan kerusakan pada mobil saat tabrakan keras
Elly Risman, Psikolog dari Yayasan dan Buah Hati Jakarta menjelasakan bahwa,”Kerusakan otak akibat pengaruh pornografi di mesin Magnetic Resonance Imaging (MRI), hasilnya sama dengan kerusakan pada mobil saat tabrakan keras.”

Pree Frontal Cortex (PFC) akan rusak ketika anak melihat pornografi. Padahal PFC adalah pusat nilai, moral, tempat di mana merencanakan masa depan dan tempat mengatur manajemen diri. Bagian otak alis kanan atas inilah yang menentukan jadi apa seorang anak nantinya. Karena itulah PFC juga disebut direktur yang mengarahkan kita.

Rasa Sensitif hilang, Candu terus meningkat
Candu pornografi membuat orang menjadi dissensitifisasi. Gambar porno yang sudah dilihat tidak akan dilihat ulang karena sudah tidak berpengaruh lagi, yang ingin dilihat lagi adalah gambar porno yang lebih dari gambar sebelumnya, karena rasa senstifnya hilang. Oleh karena itu para pencandu pornografi akan selalu meningkat candunya seperti menaiki tangga, ia ingin lebih, lebih dan lebih lagi.

Ketika anak melihat satu kali pornografi maka dia ingin dua, tiga, empat kali lagi. Ketika gambar pornografi sering melewati PFC, maka bagian yang menyimpan moral dan nilai, membuat perencanaan hidup, akan menciut dan mengecil yang mengakibatkan dorongan seks tidak terkendali. Karena mata tidak bisa ditahan dan otak menjadi rusak karena ketagihan seks.

Setelah melihat pornografi, maka gambar visual pornografi itu akan dikirim ke otak bagian belakang, disebut juga respondent. Karena respondent ini belum berfungsi maka anak akan kaget. Jika respondent tersenggol maka dia akan mengeluarkan hormon yang namanya dopamin. Dopamin itu akan mengeluarkan zat yang akan membuat anak merasa senang, nikmat, bahagia, dan membuat anak kecanduan.

Membekukan memori kenangan yang detail
Proses melihat pornografi sama dengan bersetubuh, jadi anak yang melihat pornografi mereka bersetubuh dengan gambar-gambar. Selain hormon dopamin yang berproduksi hormon norepinephrine juga akan keluar. Hormon norepinephrine berfungsi sebagai pembeku memori kenangan yang detail.
Seperti seorang istri dengan bagian-bagian-bagian tertentu suaminya, begitu pun sebaliknya. Hormon norepinephrine biasanya keluar setelah bersetubuh. Selain norepinephrine, otak juga akan mengeluarkan hormon oksitoksin. Ini adalah adalah hormon mawadah wa rahmah. Hormon yang mengikat antara suami dan istri. Tapi jika anak yang bersetubuh dengan gambar maka hormon ini akan mengikat anak tersebut dengan gambar porno yang telah dilihatnya.



Para remaja pria/Wanita yang memiliki kebiasaan melihat gambar/menonton film porno berpotensi mengalami gangguan seksual di kemudian hari. Demikian peringatan yang diungkapkan oleh para ahli yang menyebut menonton film porno sebabkan disfungsi ereksi.

Lim Huat Chye, seorang dokter urolog dari Rumah sakit Gleneagles mengatakan film porno sebabkan disfungsi ereksi secara tidak langsung.
Pria yang menonton terlalu banyak konten porno di internet akan kesulitan mendapatkan kepuasan saat berhubungan intim. Mereka akan kehilangan gairah seks yang menjadi pemicu disfungsi ereksi.

Disfungsi ereksi adalah gangguan seks dimana penis tidak bisa ereksi dengan keras saat melakukan aktifitas seks. Pria yang mengalami disfungsi ereksi umumnya akan menderita secara psikis seperti mengalami kecemasan, depresi, rendah diri dan penurunan kualitas hidup.

Secara umum, pria-pria ini menjadi lebih tertutup dan menjaga perasaan mereka kepada diri mereka sendiri tanpa mengungkapkan bagaimana perasaan mereka yang sebenarnya. Salah satu faktor yang menyebabkan disfungsi ereksi menurut Lim Huat Chye adalah terlalu sering menonton film porno.

Dr Lim menyebut menemukan empat sampai lima penderita disfungsi ereksi akibat pornografi datang ke kliniknya setiap tahun. “Selain kehilangan gairah seksual, para pria ini juga memiliki kemungkinan menjadi pecandu pornografi,” terang Dr Lim. Hal seperti ini berbahaya karena pecandu pornografi biasanya cepat lelah, menderita insomnia dan sulit konsentrasi di tempat kerja.

Sebuah studi sejenis yang menyebut film porno sebabkan disfungsi ereksi pernah dilakukan di Universitas Padua dan menemukan bahwa 70 persen pria berusia muda yang datang ke klinik-klinik karena masalah seksual ternyata memiliki kebiasaan menonton film porno yang terlalu sering. Penelitian tersebut dipimpin oleh Profesor Urologi Carlo Foresta.
Prof Carlo mengatakan kebiasaan menonton film porno menciptakan ironi yang paradoks di kalangan remaja pria. Mereka tidak lagi bisa menikmati hubungan intim dengan para gadis-gadis cantik sekalipun.

Mereka hanya bisa terpuaskan jika menonton film porno dan kehilangan gairah ketika akan berhubungan seks yang sebenarnya.
Menurut para ahli, hal tersebut dipicu oleh penyimpangan dalam produksi hormon dopamin di otak. Hormon ini dikeluarkan tubuh ketika mengalami orgasme dan memberi efek rasa puas dan menyenangkan. Saat menonton film porno, tubuh memproduksi dopamin dan menimbulkan efek kecanduan untuk selalu mengulanginya lagi, efeknya sama dengan orang yang kecanduan obat-obatan.

Stimulasi fisik vs mental
Pada dasarnya stimulasi seksual terbagi dua yaitu stimulasi fisik dan stimulasi mental. Stimulasi fisik adalah rangsangan seks yang timbul akibat sentuhan, rabaan, atau ciuman. Sedangkan stimulasi mental adalah rangsangan akibat proses kimiawi di dalam otak, contohnya berpikir erotis atau menonton film porno.

Ketika ada rangsangan, tidak peduli apakah itu berasal dari sentuhan fisik atau rangsangan mental, otak akan memerintahkan tubuh bersiap untuk melakukan aktifitas reproduksi (seks) sehingga penis mengalami ereksi. Hal ini karena otak tidak bisa membedakan proses fisik atau mental, proses fisik dan mental akan dianggap sama oleh otak.
Terlalu sering melakukan stimulasi mental untuk mencapai ereksi akan membiasakan otak mengenali proses tersebut. Sehingga ereksi dan orgasme selalu bisa terjadi saat menonton film porno tapi selalu gagal ketika bercinta dengan wanita.
Kabar baiknya adalah, jika para remaja pria itu mulai belajar mengurangi aktifitas mereka menonton film porno dan menggantinya dengan aktifitas fisik yang menyehatkan maka kinerja seksual mereka akan kembali normal secara bertahap.


Penelitian yang dilakukan oleh para ilmuwan di University of Groningen, Belanda ini, meneliti dengan cara memindai korteks visual dengan menggunakan positron emission tomography (PET scan) dari 12 orang perempuan. Kesemuanya belum mencapai masa menopause dan mempunyai kecenderungan heteroseksual. Mereka dibiarkan menyaksikan film biru.

Para peneliti menyebutkan film pertama merupakan video dokumenter tentang kehidupan laut di Karibia. Dua video lain adalah film 'biru' khusus perempuan, yang pertama hanya menunjukan foreplay dan rangsangan manual sementara video kedua menunjukan adegan vulgar seperti adegan oral dan yang lebih jauh lagi.

Dari hasil penelitian ditemukan, setelah para relawan perempuan tersebut menyaksikan film ketiga, diketahui hanya sedikit darah yang mengalir ke korteks visual utama.

Menurut Gert Holstege, pakar uroneurologi, salah satu dari peneliti dalam studi, jika dibandingkan dalam situasi normal seperti ketika menyaksikan film atau melakukan aktifitas lain yang memerlukan fungsi visual, jumlah darah yang mengalir ke korteks visual otak lebih banyak.

Holstege menambahkan, hal tersebut disebabkan karena otak lebih fokus pada dorongan nafsu seksual dibanding proses visual selama film berlangsung. Baginya otak akan sebisa mungkin menghemat energi, jadi jika beberapa bagian otak tidak berfungsi secara maksimal, maka fungsinya akan segera dimatikan.


Pornografi akan menjadi masalah besar ketika kamu sudah sangat hobi menikmati pornografi. Kamu menjadikannya pelarian dari penat, stres, dan suasana hati yang sedang buruk. Aktivitas sehari-hari terganggu karena kamu menghabiskan berjam-jam hanya untuk film porno. Bagi yang sudah beristri, hubungan suami-istri jadi mustahil dinikmati karena gak sesuai dengan yang ditampilkan di materi pornografi.




Jadi jika saat ini anda termasuk orang yang kecanduan menonton film porno ada baiknya anda mulai menghilangan kebiasaan tersebut agar terhindari dari daya otak menurun, malas beraktifias/kerja, disfungsi ereksi, tidak dikaruniai anak, anak  yg dilahirkan kelak akan mengalami kelainan di fisik/mentalnya, atau kelak kehidupan rumah tangga anda akan tidak harmonis...


















references by tribunjogja,jpnn, tribunnews, seksualitas, hipwee

 
Like us on Facebook