May 17, 2015

Peristiwa Isra Mi'raj Menantang Para Ilmuwan Yang Jujur

Peristiwa Isra Mi’raj berpotensi melahirkan peradaban baru di bidang ilmu pengetahuan. "Isra Mi'raj tidak hanya memiliki dimensi kekayaan spiritual serta pesan-pesan kehidupan, tetapi juga mengandung dimensi ilmu pengetahuan yang cukup menantang di kalangan para ilmuwan," kata Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin di Istana Negara, Jakarta, Kamis (15/5).


Menurut dia, akan bijaksana jika peringatan Isra Miraj juga dimaknai sebagai wahana transformasi peradaban ilmu pengetahuan.

"Paling kurang, melalui Isra Miraj, umat Islam tidak hanya diperkenalkan dengan ilmu pengetahuan yang bersumber dari hasil observasi, tetapi juga diperkenalkan tentang ilmu pengetahuan yang bersumber dari kitab suci, yang disebut sebaga ayat-ayat qauliyah," katanya.

Dengan pemahaman integralistik, dia berharap melahirkan bentuk dan praktik pendidikan yang tepat sehingga akhirnya melahirkan manusia yang berkepribadian utuh.

"Selain itu, berwawasan Iptek dan imtak (iman dan takwa) yang siap memajukan dan mencerdaskan kehidupan bangsa," kata Lukman Hakim.

Isra Miraj merupakan perjalanan spiritual Nabi Muhammad SAW suatu malam sekian abad yang lalu yang fantastis dan dramatik.

Ada dua etape perjalanan, yaitu etape horisontal dari Masjidil Haram di Mekah ke Masjidilaksa di Palestina. Etape kedua adalah etape vertikal dari Masjidil Aqsha ke Sidratulmuntaha di langit ketujuh.

Menag menyebutkan peristiwa yang dialami Nabi Muhammad SAW itu merupakan tonggak sejarah penting dari rangkaian perjuangan Nabi dalam membangun masyarakat berkeadaban dan berkeadilan bagi seluruh umat.

"Kewajiban salat tidak hanya ditafsirkan sebagai kewajiban yang sifatnya ritual individual semata, tetapi juga sebagai wahana transformasi sosial untuk mencegah kemungkaran," kata Menag.




“…dari Anas bin Malik bahwasnya Rasul SAW telah bersabda: “Saya telah didatangi Burak. Yakni seekor binatang warna putih, yang lebih besar daripada keledai tapi lebih kecil daripada bigal.

Ia (buraq itu) merendahkan tubuhnya hingga perut burak mencapai ujungnya.” Beliau (Rasul) bersabda lagi: “Maka saya segera menunggang-nya hingga sampai pada Baitul Maqdis.”

Beliau (Rasul) bersabda lagi: “Kemudian saya mengikatnya (Buraq) di tiang masjid sebagaimana biasa dilakukan para Nabi. Sejurus kemudian saya masuk ke mesjid dan mendirikan sholat dua rakaat.

Setelah usai saya terus keluar, tiba-tiba saya didatangi Jibril yang membawa semangkok arak/khamr (minuman keras) & semangkok susu. Dan saya pun memilih susu. Lalu Jibril berkata, ‘Kamu telah memilih fitrah’.


Tidak ada yang tidak mungkin jika Allah Azza Wa Jalla Menghendaki..
Hal yang demikian adalah hal yang mudah bagi-Nya..
Manusia dibekali ilmu yang sedikit...













references by republika

 
Like us on Facebook