July 20, 2015

Kebiasaaan Hidup Yang Memicu Penyakit Jantung

Penyakit kardiovaskular (berkaitan dengan pembuluh darah dan jantung) menjadi salah satu penyakit mematikan di dunia. Hingga saat ini banyak masyarakat yang terjebak dalam penyakit ini. Menurut para ilmuwan, kebiasan yang sering Anda lakukan juga jadi faktor utama penyebab penyakit-penyakit ini. Maka dari itu, hindari kebiasaan buruk berikut untuk terhindar dari penyakit kardiovaskular. Berikut ini adalah pemicu penyakit Jantung selain rokok dan jarang sekali berolahraga mengelurakan keringat.




1. Menonton televisi

Seperti yang diungkapkan Dr Sharad Kasarle, ilmuwan Kepala & Managing Director, DSK Nutrisi dan pusat penelitian, orang yang duduk di depan televisi lebih dari empat jam, 80 persen mungkin meninggal. Hal ini dikarenakan alasan terkait masalah jantung dan penyakit arteri. Bahkan menurut Dr Sharad seseorang yang sehat dan duduk lama menonton televisi atau di depan komputer juga bisa memengaruhi gula darah dan lemak darah pada tubuh. Untuk menghindari risiko kardiovaskular, Anda perlu menghindari duduk terlalu lama di depan televisi atau komputer.

2. Sering depresi

Segala bentuk stres dan depresi bisa berdampak buruk pada kesehatan jantung Anda. Penting untuk setiap orang bisa menangani emosi-emosi negatifnya agar tidak memengaruhi kesehatan jantungnya. Penelitian telah menunjukkan ada banyak manfaat tertawa, aktivitas sosial, dan berbagi masalah dengan orang. Hal itu bisa membantu Anda terhindar dari rasa depresi.



3. Mengabaikan mendengkur

Tidak hanya menjadi gangguan kecil, mendengkur dapat menjadi tanda yang serius dari apnea tidur obstruktif. Gangguan ini ditandai dengan napas yang terganggu saat tidur di mana menyebabkan tekanan darah naik secara drastis. Biasanya orang yang gemuk lebih rentan terkena masalah ini dibandingkan orang yag kurus. Tetapi tetap saja orang kurus pun bisa terkena apnea tidur obstruktif. Apabila Anda mendengkur dan sering terbangun dengan perasaan lelah, segeralah konsultasi ke dokter, karena itu merupakan faktor lain penyebab terjadinya gangguan tidur.

4. Mengabaikan kesehatan gigi Anda

Ada hubungan yang kuat antara penyakit gusi dan penyakit jantung. Jika Anda mengabaikan kesehatan gigi Anda hingga mengandung banyak bakteri dan plak itu bisa menyebabkan penyakit gusi. Ada teori yang menjelaskan bahwa bakteri-bakteri tersebut bisa memicu peradangan dalam tubuh yang mana peradangan bisa memicu semua aspek aterosklerosis.

5. Tidak bersosialisasi dengan baik

Mungkin ada beberapa orang yang tidak menyukai berkumpul terlalu lama dengan orang lain atau menarik diri dari dunia sosial. Bersosialisasi memiliki dampak pada kesehatan, berkumpul dan bercanda bersama teman bisa membuat rasa rileks dan riang.

6. Obesitas

Kelebihan berat badan atau obesitas merupakan risiko utama penyakit jantung. Hindari makan secara berlebihan dan mengganti minuman manis dengan air putih. Dr Sharad Kasarle juga menyarankan untuk mengurangi karbohidrat berkalori tinggi (seperti roti) dan tidak mengkonsumsi makanan yang berlabel rendah lemak.

7. Tidak makan buah dan sayuran

Yang paling sehat untuk jantung adalah pola makan nabati seperi buah-buahan, sayuran, kacang-kacangan dan biji-bijian. Bahkan banyak ilmuwan yang merekomendasikan untuk setengah dari yang Anda makan harus terdiri dari buah-buahan dan sayuran. Penelitian menemukan orang yang makan lebih dari lima porsi buah dan sayuran dalam sehari memiliki risiko sekitar 20 persen lebih rendah terkena penyakit jantung dan stroke dibandingkan yang tidak makan.

8. Konsumsi banyak garam

Semakin banyak garam yang Anda konsumsi, semakin tinggi tekanan darah Anda. Seperti yang diketahui tekanan darah tinggi bisa memicu stroke, gagal ginjal dan serangan jantung.

"Jangan konsumsi makanan kemasan. Atau jika Anda harus membeli maka Anda perlu membaca label untuk konten natrium yang menempel pada bagian tempat sayuran dan buah di supermarket supaya berjaga-jaga," saran Dr Sharad.

Setiap orang haruslah menjaga asupan natrium di bawah 2.300 miligram per hari. Jika Anda memiliki tekanan darah tinggi atau usia lebih dari 50 tahun, maka hanya boleh konsumsi sekitaran 1.500 miligram per hari.










references by mtrotvnews

 
Like us on Facebook