July 26, 2015

Kondisi Timor Leste Setelah Merdeka

Sudah lebih dari 15 tahun lalu ketika Timor Leste memilih untuk merdeka dan lepas dari Indonesia Perdana Menteri Timor Leste Xanana Gusmao mengakui kemungkinan negaranya akan bergabung kembali dengan pemerintah Indonesia, setelah berpisah dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) selama 15 tahun.


“Timor Leste harus bergabung dengan Indonesia, kami butuh pemimpin baru,” tutur Xanana Gusmao di Surabaya, Jawa Timur, Selasa (7/10/2014).
Hal tersebut diungkapkan Xanana pada saat menghadiri undangan pemerintah Indonesia dalam rangka HUT ke-69 TNI yang dipusatkan di Pelabuhan Ujung, Koarmatim, Surabaya, Jawa Timur.
Dia juga mengaku sangat berterima kasih atas undangan yang diberikan pemerintah Indonesia, terutama TNI dalam rangka HUT ke-69 TNI.
Mantan pejuang pro-referendum ini juga sangat mengapresiasi kemajuan pesat Alutsista (Alat Utama Sistem Persenjataan) yang dimiliki TNI selama kepemimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.
“Saya sangat berterima kasih kepada pemerintah Indonesia atas undangan dan kerja samanya selama ini. Saya juga perlu ucapkan Dirgahayu TNI,” terang Xanana Gusmao.
Timor Leste diduduki oleh Portugal selama lebih dari 450 tahun. Kemudian menjadi bagian dari Indonesia selama 24 tahun. Pada saat masih bergabung dengan NKRI, nama Timor Leste adalah Timor Timur yang merupakan provinsi ke-27 Indonesia.
Namun pada tahun 1999, Timor Timur memisahkan diri dari kedaulatan NKRI dalam referendum di bawah pengawasan Perserikatan Bangsa-Bangsa dan sekarang menjadi negara dengan nama resmi Republik Demokratik Timor Leste atau Timor Lorosa’e.
Timor Leste Masih Dikaji Jadi Anggota ASEAN
Organisasi negara-negara Asia Tenggara (ASEAN) mengatakan masih terus mengkaji pengajuan Timor Leste menjadi anggota ke-11 dari organisasi tersebut. Penilaian kemungkinan Timor Leste masuk sebagai anggota baru dilakukan oleh badan ASEAN Coordinating Council (ACC) dan ACC Working Group (ACCWG) terhadap semua aspek negara itu.

Hal itu diungkapkan oleh Sekretaris Jenderal ASEAN Le Luong Minh kepada wartawan, Senin 29 April 2013, di Gedung ASEAN. "Ada beberapa hal yang kami nilai yaitu apakah Timor Leste cukup memenuhi syarat seperti di bidang ekonomi, sosial dan pendidikan," ujar Sekjen ASEAN asal Vietnam itu.

Menurut Luong Minh, ASEAN belum dapat menentukan kapan secara resmi Timor Leste dapat bergabung dengan organisasi yang dibentuk sejak tahun 1967 itu. Walaupun sebelumnya Timor Leste telah menyatakan keinginan mereka untuk dapat bergabung menjadi anggota ASEAN pada tahun 2013 ini.

Dia menyebut untuk dapat bergabung dengan ASEAN ada beberapa kewajiban yang perlu dia penuhi, walaupun Luong Minh tidak menyebut kriteria kewajiban itu.

Namun Luong Minh membocorkan penilaiannya bahwa Timor Leste belum siap untuk menjadi anggota ASEAN. Ketika ditanyakan apakah penyebab ketidaksiapan itu disebabkan ada faktor kewajiban yang belum dapat dipenuhi Timor Leste, Luong Minh enggan untuk mengomentari lebih jauh.

"Mereka bukan tidak memenuhi kewajiban. Mereka hanya tidak siap," ujar Luong Minh singkat.

Saat disinggung apakah ketidaksiapan itu karena adanya penolakan negara anggota ASEAN seperti Singapura terhadap Timor Leste, Luong Minh membantah. Menurut dia ke-10 anggota ASEAN sepakat soal penjajakan kemungkinan Timor Leste sebagai calon anggota.

Luong Minh juga menyebut banyak negara anggota ASEAN lainnya yang membantu Timor Leste supaya mereka dapat masuk menjadi anggota baru. Salah satunya adalah Indonesia yang diketahui terus membantu pembangunan SDM Timor Leste. Timor Leste mulai mengajukan diri menjadi anggota ASEAN sejak Maret 2011 lalu.

80% Kebutuhan Pokok di Timor Leste Diimpor dari Indonesia

Pihak pemerintah Timor Leste mengakui 80% barang-barang kebutuhan pokok di dalam negeri mereka masih disuplai dari Indonesia. Produk yang diimpor mulai dari produk ringan hingga produk elektronika.

"Kita masih banyak tergantung dari Indonesia. Ada 80% barang-barang yang berasal dari Indonesia. Sisanya dari negara lain seperti China, Australia dan lain-lain," ungkap Direktur Nasional Penelitian dan Pengembangan (DNPP) Kementerian Perdagangan Industri dan Lingkungan, Republik Demokratik Timor Leste, Jacinto Paijo di acara penandatanganan naskah kerjasama dengan Lembaga Pelatihan Smile Group, Yogyakarta, Senin (26/5/2014).

Ia mencontohkan hampir semua barang kebutuhan rumah tangga seperti elektronika, sembako hingga barang kebutuhan sehari-hari seperti korek api masih didatangkan dari Indonesia. Saat ini, ada banyak warga negara Indonesia yang berbisnis di Timor Leste.

"Ada banyak barang-barang yang belum bisa tergantikan sampai saat ini di sana, sehingga harus didatangkan dari Indonesia. Ada banyak sektor home industri dan UKM yang bisa diberdayakan saat ini," katanya.

Menurutnya, pemerintah Timor Leste terus menggenjot sektor ekonomi seperti di bidang pertanian menggalakkan perkebunan kopi, home industri, usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) termasuk kerajinan. Perdagangan kopi sebagian besar di ekspor ke luar negeri terutama ke Amerika Serikat (AS).

"Meski sudah banyak investor yang masuk ke Timor Leste, termasuk dari Indonesia. Kemampuan kita masih minim baik infrastruktur dan SDM, sehingga perlu banyak belajar agar bisa meningkat," kata Jacinto.

Ia mengatakan pihaknya telah menjalin hubungan kerjasama dengan lembaga Smile Group sejak 6 tahun lalu untuk memberikan pelatihan peningkatan sumber daya manusia di bidang IT, database, penelitian dan lain-lain. Ada beberapa pegawai di lingkungan Kementerian Perdagangan, Industri dan Lingkungan yang mengikuti pelatihan selama 1 bulan di Indonesia.
Republik Demokratik Timor Leste adalah sebuah negara kecil di sebelah utara Australia dan bagian timur pulau Timor. Setelah kemerdekaannya dari Negara Kesatuan Republik Indonesia dan menjadi Negara yang berdaulat perekonomian Timor Leste menjadi tidak stabil dan kemudian menjadikan negara itu sebagai negara termiskin di kawasan Asia sehingga rakyatnya menjadi semakin miskin keadaan ekonominya. 
Salah satu masalah  perekonomian yang dihadapi oleh Negara Timor Leste adalah masalah pengangguran. "pengangguran atau tuna karya adalah istilah untuk orang yang tidak bekerja sama sekali sedang mencari kerja bekerja kurang dari dua hari selama seminggu atau seseorang yang sedang berusaha mendapatkan pekerjaan. "pengangguran umumnya disebabkan karena jumlah angkatan kerja tidak sebanding dengan jumlah lapangan pekerjaan yang mampu menyerapnya. Di Timor Leste tidak ada persoalan yang lebih besar yang dihadapi selain daripada  persoalan kemiskinan yang menyebabkan memburuknya perekonomian Negara tersebut. 

Kemiskinan telah membuat banyak anak#anak tidak bisa memperoleh pendidikan yang  berkualitas kesulitan dalam membiayai kesehatan kurangnya tabungan dan tidak adanya in$estasi kurangnya akses ke pelayanan publik kurangnya lapangan pekerjaan kurangnya  jaminan sosial dan perlindungan terhadap keluarga menguatnya arus urbanisasi ke kota dan kemiskinan telah menyebabkan jutaan rakyat dalam memenuhi kebutuhan pangan sandang dan papannya dilakukan secara terbatas.
Timor leste dikelompokkan kedalam ekonomi dengan pendapatan menengah kebawah oleh bank dunia. 
Timor leste juga kini  mengandalkan ekspor kopi, minyak, marmer, dan kayu.

KSAD : Dulu Australia Dorong Timor Timur Merdeka, Mereka Incar Minyak

Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD), Jenderal Gatot Nurmantyo, mengungkapkan motif di balik sikap Australia yang membantu Timor Timur merdeka dari Indonesia dan kemudian menjadi negara Timor Leste pada 20 Mei 2002.
Australia, kata Gatot Nurmantyo, mengincar cadangan minyak dan gas di lepas pantai Laut Timor atau dikenal dikenal dengan Celah Timor. Australia ingin menguasai cadangan minyak yang melimpah di Celah Timor.
“Itu adalah bentuk proxy war (perang dengan memanfaatkan pihak ketiga). Australia saat itu membantu Timor Timur untuk lepas dari Indonesia. Itu diakui Xanana Gusmao (Perdana Menteri Timor Leste), bahwa Australia ada di balik lepasnya Timor Timur,” ujar Gatot dalam acara pertemuan Forum Pimpinan ?Daerah Pemerintah Provinsi Jawa Timur di Malang, Selasa, 7 April 2015.
Celah Timor adalah istilah yang digunakan untuk menyebut kawasan perairan antara Pulau Timor, Indonesia dan Australia. Batas laut antara Australia dan Indonesia dinegosiasikan pada tahun 1972. Namun bagian batas itu masih dalam perselisihan karena Portugal yang waktu itu mengklaim wilayah atas Timor Leste memutuskan untuk membatalkan mengikuti negosiasi.
Namun Timor Leste belum menentukan batas perairannya dengan negara tetangganya, Indonesia dan Australia. Negosiasi dimulai sejak tahun 2002. Meski sejumlah persetujuan interim, batas-batas perairan yang permanen belum ditentukan.

Australia dan perusahaan minyak internasional dituduh menekan Timor Leste untuk menerima formula bagi-hasil minyak. Timor Leste dan Australia menandatangani traktat pada Januari 2006 namun belum diratifikasi oleh negara lain hingga delapan bulan ke depan


Dilli Dikepung Ribuan Pendemo, Pemerintahan Lumpuh, TNI Siagakan 1.200 Prajurit di Perbatasan

Tentara Nasional Indonesia (TNI) menyiagakan dua batalion atau sekitar 1.200 personel untuk mengamankan wilayah perbatasan Indonesia-Timor Leste, setelah Dili, Ibu Kota Timor Leste, bergolak karena unjuk rasa besar-besaran dari warga.

“Ada gejolak atau tidak kami tetap siaga untuk mengamankan wilayah perbatasan kedua negara,” kata Humas Korem 161 Wira Sakti Kupang Kapten Ida Bagus Diana kepada Tempo, Rabu, 23 Maret 2016.
Pengamanan di perbatasan, menurut dia, dilakukan sesuai standar operasional prosedur (SOP). Ada dua batalion yang siaga di perbatasan, untuk sektor barat dijaga Armed 11 Kostrad, dan sektor Timur Yonif 725 Woroagi. “Pada prinsipnya sesuai dengan SOP, dan tingkatkan kewaspadaan,” katanya.
Dua batalion ini, katanya, berjaga di empat kabupaten yang berbatasan dengan Timor Leste, yakni Belu, Malaka, Timor Tengah Utara, dan Kabupaten Kupang.
Dia mengaku tidak peduli dengan unjuk rasa yang terjadi di Kota Dili, karena TNI tetap siaga menjaga wilayah perbatasan kedua negara. “Kami hanya monitor perkembangan di negara tetangga,” katanya.
Ribuan massa di Dili, pada 22-23 Maret 2016, turun ke jalan melakukan unjuk rasa menuntut perundingan ulang antara Timor Leste dan Australia terkait dengan batas laut Timor dan pengelolaan bersama sumber daya alam di laut tersebut.
Unjuk rasa ribuan warga Timor Leste, terdiri atas para pegawai negeri sipil (PNS), siswa sekolah menengah atas (SMA), hingga lembaga swadaya masyarakat (LSM), membuat pemerintah di negara tersebut lumpuh total.

Kisah Timor Leste-Australia berebut minyak hingga demo ribuan orang


Apa sesungguhnya terjadi? Jawabannya terkait konflik puluhan tahun di sekitar perbatasan laut antara Australia dan Timor Leste, seperti dilansir junkee.com

Selama Timor Leste masih menjadi wilayah Indonesia, dulu bernama Timor Timur, pemerintah Indonesia dan Australia berbagi keuntungan atas sumber daya minyak dan gas di Laut Timor. Australia misalnya, bermitra dengan perusahaan-perusahaan minyak, terutama Woodside Petroleum, yang menyumbangkan USD 900 juta kepada pemerintah Australia hasil dari Laut Timor.

Setelah lepas dari Indonesia pada 2002, semua itu berubah. Pemerintahan baru Timor Leste melihat sumber daya alam itu sebagai motor penggerak ekonomi negara. Salah satu lokasi minyak terbesar di kawasan Laut Timor adalah ladang Greater Sunrise, yang diperkirakan bernilai USD 40 miliar.

Namun Australia mengklaim Greater Sunrise adalah bagian dari wilayah laut mereka. Klaim itu berdasarkan perbatasan di masa Timor Leste masih jadi bagian dari Indonesia. Padahal setelah Timor lepas dari Indonesia, menurut hukum internasional, Greater Sunrise adalah bagian dari wilayah laut Timor Leste. Australia dan Timor Leste sebetulnya sudah berupaya membuat perjanjian baru soal 
perbatasan laut itu pada 2002. Namun tidak mencapai kata sepakat, hingga hari ini. 

Meski begitu kedua negara setuju membagi keuntungan hasil dari minyak di Greater Sunrise dalam sebuah perjanjian bernama Kesepakatan Maritim di Laut Timor (CMATS) pada 2006.

Perjanjian itu menyatakan kedua negara berbagi hasil dari Greater Sunrise 50:50. Sebelumnya pendapatan dari ladang minyak itu 82 persen mengalir ke Australia dan sisanya ke Timor Leste. Mengingat ladang Greater Sunrise lebih banyak masuk ke wilayah laut Timor Leste dan Asutralia jauh lebih kaya ketimbang Timor, maka kesepakatan CMATS itu sesungguhnya tidak menguntungkan buat Timor Leste. Hal itulah yang menjadi pemicu unjuk rasa terbesar dalam sejarah Timor tiga hari lalu.

Kondisi itu diperparah dengan permainan culas intelijen Australia. Pada 2004, pemerintah Negeri Kanguru memberi mandat kepada sebuah perusahaan konstruksi asal Queensland untuk merenovasi kantor perdana menteri timor Leste sebagai bentuk bantuan luar negeri dari Australia. Namun rupanya hal itu dimanfaatkan oleh intelijen Australia untuk memasang alat penyadap di ruang rapat kantor perdana menteri Timor guna memata-matai para pejabat Timor selama proses negosiasi.


The Poorest Countries in the World
2015 Rankings are based on the GDP (PPP) of a country, which compares the generalized differences in the cost of living and standards between countries.

Gross domestic product (GDP) based on purchasing-power-parity (PPP) per capita.

Values are expressed in current international dollars, reflecting a single year's (the current year) currency exchange rates and PPP adjustments.

Ranking

Country

2015 International Dollars

1
Central African Republic
639.937
2
Congo, Dem. Rep.
753.907
3
Malawi
819.688
4
Liberia
934.095
5
Burundi
951.098
6
Niger
1,069.59
7
Mozambique
1,208.61
8
Eritrea
1,210.15
9
Guinea
1,388.74
10
Madagascar
1,477.78
11
Guinea-Bissau
1,491.19
12
Togo
1,525.64
13
Mali
1,614.10
14
Kiribati
1,640.76
15
Ethiopia
1,656.44
16
Comoros
1,735.13
17
Rwanda
1,782.46
18
Burkina Faso
1,824.62
19
Uganda
1,836.02
20
Haiti
1,846.12
21
Gambia
1,849.99
22
Solomon Islands
1,877.21
23
Benin
1,957.78
24
Afghanistan
2,051.05
25
Tanzania
2,054.32
26
Zimbabwe
2,106.83
27
Sierra Leone
2,284.06
28
South Sudan
2,374.36
29
Senegal
2,398.26
30
Nepal
2,516.94
31
Vanuatu
2,609.13
32
Chad
2,805.09
33
Tajikistan
2,830.14
34
Papua New Guinea
2,856.67
35
Côte D'Ivoire
3,096.65
36
Lesotho
3,110.64
37
Cameroon
3,116.66
38
Djibouti
3,181.68
39
Micronesia, Federated States Of
3,285.14
40
Marshall Islands
3,292.47
41
Kenya
3,304.48
42
Sao Tome And Principe
3,306.66
43
Cambodia
3,533.63
44
Kyrgyz Republic
3,581.33
45
Mauritania
3,587.92
46
Bangladesh
3,631.19
47
Yemen
3,992.87
48
Ghana
4,338.27
49
Zambia
4,345.33
50
Sudan
4,655.06
51
Honduras
4,849.30
52
Pakistan
4,943.26
53
Nicaragua
5,018.76
54
Moldova
5,091.05
55
Myanmar
5,207.68
56
Tonga
5,274.12
57
Samoa
5,355.84
58
Lao People'S Democratic Republic
5,357.17
59
Uzbekistan
5,963.77
60
Viet Nam
5,983.24
61
India
6,176.29
62
Nigeria
6,467.23
63
Bolivia
6,530.17
64
Cape Verde
6,569.82
65
Congo, Rep.
7,038.16
66
Guyana
7,279.77
67
Timor Leste
7,388.46

sumber:http://jakartagreater.com/xanana-ingin-timor-leste-bergabung-ke-ri/http://dunia.news.viva.co.id/news/read/408993-timor-leste-masih-dikaji-jadi-anggota-aseanhttp://finance.detik.com/read/2014/05/26/113924/2592259/4/80-kebutuhan-pokok-di-timor-leste-diimpor-dari-indonesiahttp://www.academia.edu/6240051/Perkembangan_Timor_Leste_Sejak_Lepas_dari_Indonesia
https://dunia.tempo.co/read/news/2016/03/23/118756212/timor-leste-bergolak-1-200-personel-tni-siaga-di-perbatasan
http://www.merdeka.com/dunia/kisah-timor-leste-australia-berebut-minyak-hingga-demo-ribuan-orang.html
 https://www.gfmag.com/global-data/economic-data/the-poorest-countries-in-the-world?page=12

 
Like us on Facebook