August 6, 2015

Masjid Kobe Kokoh Saat Jepang Di Bombardir Bom Atom

Masjid Kobe merupakan masjid bersejarah di Jepang. Salah satu kisahnya adalah masjid ini tidak hancur ketika Jepang di bombardir pasukan sekutu saat Perang Dunia II walau bangunan lainnya rata dengan tanah. Ini Buktinya!


Atas undangan Japan National Tourism Organization (JNTO) dan Cathay Pacific beberapa waktu lalu, saya bersama rombongan media dari Jakarta singgah di Masjid Kobe. Bukan tanpa alasan masjid ini menjadi salah satu destinasi yang kami tuju, sebab Masjid Kobe merupakan masjid tertua dan pertama di Negeri Sakura.


Masjid Kobe berlokasi di Kobe, suatu kota pelabuhan di Prefektur Hyogo. Sejarahnya, Masjid Kobe didirikan sekitar tahun 1935 oleh suku Tartar darii Tiongkok dan imgiran asal India dan Mesir.

Mengapa masjid pertama bukan di Tokyo atau Kyoto yang merupakan kota-kota besar? Jawabannya adalah Kota Kobe memiliki pelabuhan yang disinggahi para pelancong dari berbagai negara. Di sinilah, mereka para pelancong Muslim mulai menyebarkan ajaran Islam di Jepang untuk kali pertama.

Bangunan Masjid Kobe pun mengambil gaya arsitektur ala Timur Tengah. Jendelanya besar dan memiliki kubah besar dan dua menara tinggi yang mengapit pintu masuknya.

Saat masuk ke dalam Masjid Kobe, saya layangkan pandangan ke berbagai sisi. Selain terpampang jadwal Salat di Jepang, ternyata ada satu foto yang dibingkai dan mencuri perhatian saya.
Tulisan di caption fotonya yakni, 'Kobe Mosque After World War II Bombing June 1945'. Dalam fotonya terlihat, Masjid Kobe yang berdiri tegak walau bangunan lain di sekitarnya rata dengan tanah 

Saya mencari pengurus masjid untuk bisa mengetahui cerita tentang foto tersebut. Apa daya, saat itu ternyata sedang tidak ada pengurus masjid yang bisa saya temui. Tak menyerah, saya coba mencari ceritanya melalui internet.

Dalam penelusuran saya, kala itu Kota Kobe menjadi salah satu target sasaran tentara sekutu. Degan pesawat tempur, mereka menjatuhkan bom di Kota Kobe dan meluluhlantahkan apa pun di kotanya. Tidak untuk Masjid Kobe, masjid ini masih berdiri dan hanya dindingnya saja yang berwarna hitam gosong. Bahkan, Masjid Kobe disebut menjadi tempat berlindung tentara Jepang.

Kobe Mosque merupakan masjid pertama di Jepang. Masjid ini dibangun tahun 1928 di Nakayamate Dori, Chuo-ku. Kobe berarti gate of God atau gerbang Tuhan..
Tahun 1945, Jepang terlibat perang Dunia Kedua. penyerangan Jepang atas pelabuhan Pearl Harbour di Amerika telah membuat pemerintah Amerika memutuskan untuk menjatuhkan bom atom pertama kali dalam sebuah peperangan. Dan Jepang pun kalah. Dua kotanya, Nagasaki dan Hiroshima dibom Atom oleh Amerika. Saat itu, kota Kobe juga tidak ketinggalan menerima serangan pengeboman lewat udara walau tidak dengan sejenis bom Atom seperti Nagasaki dan Hiroshima . Boleh dibilang Kobe juga menjadi rata dengan tanah.

Ketika bangunan di sekitarnya hampir rata dengan tanah, Masjid Muslim Kobe tetap berdiri tegak. Masjid ini hanya mengalami keretakan pada dinding luar dan semua kaca jendelanya pecah. Bagian luar masjid menjadi agak hitam karena asap serangan bom. Tentara Jepang yang berlindung di basement masjid selamat dari ancaman bom, begitu juga dengan senjata-senjata yang disembunyikannya. Masjid ini kemudian menjadi tempat pengungsian korban perang.


Namun, beberapa pihak non-muslim berkilah menilai kalau bangunan Masjid Kobe berbeda dengan rumah-rumah penduduk kala itu. Masjid Kobe terbuat dari batu yang kokoh, yang berbeda dengan rumah-rumah penduduk yang hanya terbuat dari kayu.
Krisis keuangan sering menghampiri kas komite masjid. Pajak bangunan yang tinggi membuat komite masjid harus mengeluarkan cukup banyak biaya dari kasnya. Beruntung, banyak donatur yang siap memberikan uluran tangannya untuk menyelesaikan masalah keuangan pembangunan dan renovasi masjid ini. Donasinya bahkan bisa membuat Masjid Muslim Kobe menjadi semakin berkembang.


Pesawat pengebom Amerika B-29 bernama Enola Gay menjatuhkan bom atom yang dijuluki "Bocah Laki-laki Kecil" ke Hiroshima pada 6 Agustus 1945.
Hampir seluruh tempat di lokasi jatuhnya bom terbakar habis oleh suhu yang mencapai 4.000 derajat Celsius di daratan, yaitu panas yang mampu melelehkan baja.
Sebanyak 140.000 orang diperkirakan meninggal akibat serangan itu, termasuk beberapa korban luka yang kemudian meninggal beberapa hari hingga bulan kemudian akibat terpapar radiasi.
Pada 9 Agustus, kota pelabuhan Nagasaki juga mendapat serangan bom atom yang menewaskan sekira 70.000 korban. Jepang menyerah kalah beberapa hari kemudian yaitu pada 15 Agustus 1945 yang berakibat membubarkan perang.





 

Kemudian di tahun 1995, Kota Kobe mengalami gempa yang hebat. Gempa yang terjadi akibat tiga buah lempeng yang saling bertabrakan, yaitu lempeng Filipina, lempeng Pasifik, dan lempeng Eurasia. 6.000-an orang tewas dan bangunan-bangunan di Kota Kobe hancur. Lagi-lagi tidak untuk Masjid Kobe, masjid ini tetap berdiri tegak. 
 
Tepatnya pada pukul 05.46 Selasa, 17 Januari 1995. Gempa ini sebenarnya bukan hanya menimpa Kobe saja, tapi juga kawasan sekitarnya seperti South Hyogo, Hyogo-ken Nanbu dan lainnya.

Para ahli menyebutkan bahwa gempa itu disebabkan oleh tiga buah lempeng yang saling bertabrakan, yaitu lempeng Filipina, lempeng Pasifik, dan lempeng Eurasia. Meski hanya berlangsung 20 detik, namun gempa ini memakan korban jiwa sebanyak 6.433 orang, yang sebagian besar merupakan penduduk kota Kobe. Selain itu gempa Kobe juga mengakibatkan kerusakan besar kota seluas 20 km dari pusat gempa.
Gempa bumi besar Hanshin-Awaji merupakan gempa bumi terburuk di Jepang sejak Gempa bumi besar Kanto 1923 yang menelan korban jiwa 140.000 orang. Namun hingga kini masjid Kobe tetap berdiri kokoh dan tegak, seakan tidak tergoyahkan meski didera berbagai bencana.


Kini, Masjid Kobe menjadi destinasi tujuan traveler Muslim saat melancong ke Negeri Sakura. Kisah, sejarah serta arsitektur bangunannya bakal membuat hati berdecak kagum. Masjidnya yang indah dan bersih pun, mampu membuat Anda betah berlama-lama di dalamnya. Entah sampai kapan Allah SW akan melindungi masjid pertama di Jepang ini. Semoga kemurnian hati bisa mengambil pelajaran dari kejadiaan ini..






references by 
detik travel, berbagai sumber

 
Like us on Facebook