September 30, 2015

Cerita Inspiratif: Surat Dari Ibu

Surat ini mungkin pernah, sedang atau akan ditulis oleh Ibu kalian. Mungkin ia akan memberikannya kepadamu suatu hari nanti, ketika saatnya tepat. Namun walaupun Ibumu tidak pernah menulis ini, yakinlah di dalam lubuk hatinya yang terdalam Ibu kita sudah mengukirnya sejak kamu lahir ke dunia ini..



Kepada Ananda yang Ibu cintai sepenuh hati Buah hatiku ?.
Assalamualaikum warohmatullaahi wabarokatuh Bagaimana kabarmu sayang?
Ibu harap ananda selalu dalam lindungan Allah. Ibu terpaksa menulis ini..
karena ibu tidak tahu sampai kapan umur ibu untuk bisa melihat ananda lagi.
Ibu takut jika ibu tidak sempat menyampaikan ini kepada Ananda.

Sayang. ingin rasanya Ibu ikut mengikuti kemana kamu pergi dan mencari ilmu.
Wajah ananda selalu muncul di mimpi Ibu.
Tapi niat Ibu itu selalu Ibu kubur dalam-dalam..
Hanya satu alasan Ibu sayang, Ibu ingin anak Ibu bisa mandiri ..
Ibu ingin anak Ibu bisa merenungi kesendirian tanpa kehadiran Ibu disamping ananda.

Anakku yang Ibu sayangi, Ibu bangga dengan Ananda.
Ananda telah berusaha menjadi anak yang sholeh/sholehah seperti yang bunda harapkan.
Sungguh senaaaang sekali hati Ibu ini.
Sebagaimana yang Ibu harapkan ketika Ibu berjuang dengan susah payah melahirkan ananda…

 Ketika wajah lucu ananda yang mungil baru muncul di dunia ini, hanya satu doa Ibu saat itu..
Duhai Allah, Engkaulah yang menggenggam takdir anakku ini.
Aku mohon ya Allah jadikan anak yang ada dihadapanku sebagai anak yang sholeh/sholehah..

Jadikanlah ia anak yang bisa membahagiakanku kelak dihadapan-Mu ya Allah..
Jadikanlah ia anak yang dapat membuatku bangga kelak di hadapan-Mu ya Allah.
Jadikanlah ia anak yang berguna bagi orang disekitarnya..
Pertemukan kami kelak di surgaMu ya Allah .
Jangan Engkau pisahkan kami ya Allah.
Jangan Kau biarkan aku memasuki surga-Mu tanpa anak ini disampingku..

Sampai sekarang Ibu selalu ulang doa Ibu itu.
Ibu sangat berharap doa Ibu itu menjadi kenyataan.
Dan sekarang Ibu mulai yakin bahwa anak Ibu adalah anak yang sholeh/sholehah
Sungguh bahagiaaaa ..sekali hati Ibu ini.

Anak-ku yang sholeh/sholehah..
Ibu tidak tahu berapa lama lagi Ibu diberi kepanjangan umur oleh Allah .
Ibu merasa sudah tua...
dan sebagain syaraf ditubuh ibumu ini sudah mulai terasa kaku

Ibu merasa malaikat maut tidak lama lagi akan datang menjemput Ibu.
Mungkin surat ini surat terakhir Ibu untuk ananda.
Mungkin ketika ananda pulang,
Ibu sudah tidak ada lagi di rumah.

Maafkan Ibu ya sayang..
Kalau selama ini Ibu banyak salah sama ananda.
Memasak yang sederhana..
Maafkan Ibu kalau Ibu sering marah dengan ananda.
Menyuruh membantu-bantu ibu masak, mengepel, menyapu rumah, bangun shubuh
Nyuruh ananda mengaji, belajar, puasa, sholat yang mungkin ananda merasa nggak suka bahkan marah dalam hati.
Ibu hanya ingin ananda bisa mandiri kelak saat Ibu sudah tidak ada..

Jangan dendam pada Ibu yaaa.. sayang.
Bantu Ibu dengan doa-doamu ya sayang.
Hanya doa ikhlas yang Ibu harapkan dari ananda.
Hanya doa ananda, amal jariyah dan kerja dakwah Ibu selama ini yang dapat meringankan beban Ibu di hadapan Allah SWT kelak.
Ikutilah aturan Allah SWT dan para Rasulnya

Ananda tersayang..
Ibu titip rawat Ayah dengan baik ya sayang.
Sayangi beliau sebagaimana ananda menyayangi Ibu selama ini.
Ayah sudah bekerja keras mentesakan keringat dan menguras tenaganya supaya ananda bisa tetap sekolah seperti teman-teman yang lain.
Jangan kecewakan beliau dengan perilaku yang tidak baik disekolah apalagi perilaku nakalmu memalukan bagi lingkungan tetangga..


Buat lah Ayah bahagia dengan keshalehan dan budi pekerti yang baik.
Jangan sakiti hatinya sedikitpun ya sayang.. apalagi membentaknya..
Salam rindu dan sayang selalu..
Wassalamu'alaikum warahmatulLaahi wabarakaatuh

Salam sayang dari Ibumu..






Ada seorang lelaki yang menangis tersedu-sedu di dekat jenazah ibunya. Seorang syekh merasa tak nyaman dengan pemandangan ini karena terkesan dalam pandangannya sebagai bentuk ketidak ridlaan akan takdir dan ketetapn Allah SWT

Syekh ini bertanya: "Apa yang sedang kau tangisi?
Bukankah semua orang akan mati dan kamupun akan mati?"

Lelaki itu menjawab: "Rasulullah bersabda bahwa ibu kita adalah salah satu pintu menuju surga. Bagaimana aku tidak menangis sementara telah tertutup untukku salah satu pintu menuju surga itu."

Jawaban ini adalah jawaban yang luar biasa yang membuat Sang Syekh terdiam seribu bahasa. Orang yang baik adalah orang yang memiliki semangat untuk memasuki pintu-pintu menuju surga.

Pintu-pintu menuju surga begitu banyak, namun jangan sampai kita menyia-nyiakan pintu yang ada di dekat kita. Orang tua kita adalah salah satunya, mengajarkan dan menanamkan tauhid kepada anak-anak kita adalah salah satu yang lainnya.


Karena bahagia tidak harus dengan harta, bergelimang harta,

Jadilah anak yg sholeh/sholehah
Minimal jangan memepermalukan beliau dengan perilaku nakalmu , nongkrong-nongkrong di jalan/gang /tempat umum, dan melakukan hal/kegiatan yg sia-sia

atau perliaku negatif lainnya yang akan mengundang orang lain bicara itu anaknya "ibu xxxx"
Jika belum bisa membuat beliau tersenyum karena akhlak & amalmu
janganlah membebani..
semoga menginspirasi..

references by 
modified by agunkzscreamo

 
Like us on Facebook