September 4, 2015

Taukah Kamu? Sering Galau dan Patah Hati Bisa Menurunkan Kekebalan Pada Tubuh

Berkenalan, pendekatan, saling jatuh cinta ! Ya, itulah fase dalam kisah percintaan. Bila  berjalan lancar, tak menutup kemungkinan kisah cinta akan berbuah manis dalam artian behubungan. Saat diterima, hati pun tentu saja akan terasa berbunga-bunga. Begitupun sebaliknya, bila cinta ditolak, hati akan terasa hancur dan pada kondisi tersebut seseorang biasanya akan larut dalam kesedihan.


Bicara penolakan cinta, peneliti ternyata menemukan keterkaitannya dengan masalah kesehatan. Dilansir Surat Kabar Daily Mail, patah hati diklaim dapat menyebabkan sejumlah masalah kesehatan, seperti depresi, makan berlebihan, serta menyebabkan bintik-bintik merah pada kulit.

Dr. Linda Papadopoulos mengatakan, reaksi yang timbul karena stres pada dasarnya akan meningkatkan hormon kortisol dan testosteron dalam tubuh. “Peningkatan kortisol sejatinya akan memengaruhi nafsu makan serta dapat mengikat reseptor hipotalamus di otak. Sementara peningkatan testosteron sendiri akan merangsang sebaceous yang pada akhirnya memicu timbulnya bintik-bintik merah pada kulit” ungkap psikolog ini.



Selain sederet masalah tadi, Linda juga menuturkan bahwa penolakan cinta yang dialami seseorang berpotensi besar menurunkan imunitasnya. Kata dia,”Saat patah hati, seseorang biasanya sangat mudah terserang flu dan tubuhnya pun jadi mudah lemas”.

Lebih lanjut, Linda menyampaikan, kondisi psikologis seseorang memainkan peran penting dalam sebuah kencan. Sebelum kencan berlangsung, tutur Linda, seseorang biasanya akan merasa grogi dan cemas. Begitupun saat kencan usai. Menurut hasil riset, setelah kencan, 23 persen orang diketahui merasa cemas dan memiliki ketakutan yang berlebihan.




 references by okezone

 
Like us on Facebook