October 31, 2015

Ciri dan Gejala Stroke Pada Usia Muda

Gaya hidup sehat sering dianggap hal sepele. Tak heran kini banyak orang yang terserang stroke.

Yang mengkhawatirkan, stroke saat ini tak hanya milik kaum tua saja, melainkan juga mulai marak menjangkiti kaum muda, terutama wanita.


“Ada beberapa alasan wanita cenderung memiliki risiko lebih tinggi terkena stroke dibandingkan pria. Meskipun faktor seperti merokok, tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi dan diabetes memengaruhi kedua jenis kelamin, beberapa faktor risiko lebih menyerang kaum perempuan," kata direktur program stroke yang di MedStar Georgetown University Hospital, Andrew Stemer, MD, seperti dilansir laman Womens Health Magazine, Selasa (22/9).

Kehamilan adalah salah satu dari mereka, terutama pada trimester ketiga dan setelah melahirkan. Hal ini biasanya ada hubungannya dengan perubahan hormonal.

Menggunakan kontrasepsi oral juga bisa menempatkan Anda pada peningkatan risiko stroke. Dan wanita yang mengalami migrain berada pada risiko yang lebih tinggi juga.

Selain menjaga pola hidup sehat, pertahanan terbaik adalah mengetahui gejala awal dsehingga Anda bisa mencegahnya.

1. Anda merasa lemah atau numb pada satu sisi tubuh Anda

Anda tiba-tiba kehilangan kekuatan atau tidak mampu merasakan anggota badan pada satu sisi tubuh Anda adalah tanda umum dari stroke, terutama di lengan dan kaki.


2. Anda memiliki masalah berbicara

Gejala ini datang dalam beberapa bentuk misalnya pidato Anda mungkin tidak jelas atau Anda mungkin mengalami kesulitan berbicara. Anda juga mungkin berjuang untuk memahami apa yang orang lain katakan.


3. Anda menderita sakit kepala yang parah

Hal ini lebih mungkin terjadi pada mereka dengan stroke hemoragik yakni kondisi medis yang ditandai dengan pecahnya satu atau lebih pembuluh darah di dalam otak.

Penyebab Stroke Di Usia Muda


Faktor resiko stroke dibagi menjadi dua yaitu faktor resiko yang bisa di modifikasi dan faktor resiko yang tidak bisa di modifikasi seperti usia, jenis kelamin, ras, dan kecenderungan genetis. Faktor resiko yang dapat di modifikasi diantaranya adalah : tekanan darah tinggi (hipertensi), kolesterol (hiperkolesterol), kegemukan (obesitas), kencing manis (diabetes), penyakit jantung, merokok dan alkohol.

Faktor resiko lainnya termasuk penggunaan pil kontrasepsi, terapi sulih hormon, dan kehamilan. Seseorang bisa mengurangi kemungkinan stroke apabila ia dapat mengelola faktor-faktir resiko yang dapat di modifikasi. Bagi anda yang sudah pernah mendapat serangan stroke sebelumnya, mengelola faktor-faktor resiko yang masih daoat di modifikasi ini juga akan mengurangi kemungkinan anda terkena serangan stroke berikutnya.

Stroke dapat disebabkan oleh faktor keturunan karena faktor-faktor resiko terjadinya stroke seperti hipertensi dan kencing manis umumnya menurun dari satu generasi ke generasi berikutnya. Dan dalam beberapa panelitian memang ditemukan kaitan keturunan dengan angka kejadian stroke.

Stroke dapat menyerang siapa saja mulai dari anak-anak sampai dewasa. Tidak ada patokan mengenai usia berapa seseorang rawan terkena stroke, walaupun memang biasanya stroke menyerang seseorang yang berusia diatas 65 tahun (stroke pada anak sangat jarang dan biasanya di hubungkan dengan kelainan bawaan /kongenital). Sekarang ini, dengan pola hidup tidak sehat diperkotaan, stroke bahkan dapat menyerang seseorang yang berusia 30 tahun.

Tidak dapat dikatakan bahwa makanan yang banyak santan dan berbumbu merupakan penyebab stroke, tetapi jenis makanan yang berbumbu, bersantan apalagi berlemak akan menyebabkan penyakit seperti tekanan darah tinggi, kolesterol, atau obesitas. Penyakit-penyakit itulah yang merupakan faktor resiko terjadinya stroke.


references by
http://adfoc.us/30410156932313

 
Like us on Facebook