December 20, 2015

Banyak Menunda & Melalaikan Sholat Saat Adzan Berkumandang Alasan Reza Keluar dari Band NOAH

Saat karir musiknya melejit, mantan Drummer kelompok band Noah, Reza, memilih mundur dari kelompok band yang telah membesarkan namanya. Salah satu alasan personil Noah ini keluar adalah keinginan untuk memperdalam agama Islam yang lebih baik lagi.

Ketika rekannya Ariel masih mendekam di dalam penjara, Reza yang punya nama asli Ilsyah Ryan Reza ini mengaku diajak jalan oleh temannya di Jamaah Tabligh selama dua tahun. Menurut Reza, pengalaman ini adalah suatu hal yang baru baginya.



“Dulu, saya nggak pernah shalat. Ketika itu, saya baru dua tahun shalat, tepatnya sejak tahun 2010 hingga 2012. Sebagian teman ada juga yang kembali ke habitatnya sebagai anak band. Tapi saya mengambil keputusan berbeda. Saya memilih mundur dari Noah, bukan karena menganggap musik itu haram, tapi karena tidak mau meninggalkan shalat,”  kata Reza saat Ngopi alias Ngobrol Perkara Iman di Masjid Raya Bintaro Jaya, beberapa waktu yang lalu.

Ketika itu Reza musyawarah dengan Lukman, rekannya sesama personil Noah, dan ulama di Bandung untuk berkonsultasi soal agama. Selama dua tahun, Reza mengaku seperti bolak-balik ke dokter untuk mendapatkan ketenangan, sekaligus melepaskan segala keresahan yang berkecamuk di dalam hatinya. Ia dihadaakan oleh dua pilihan, antara meninggalkan shalat atau rezeki yang berlimpah.

Satu hal, Reza berterus terang, ia tidak bisa membagi waktu antara manajemen dengan ibadahnya. “Kalau saya tetap bertahan di Noah, saya akan tabrak manajemen. Karenanya saya harus memilih untuk mundur dari Noah. Yang jelas, saya merasa berat dan tidak bisa ninggalin shalat, terutama shalat berjamah. Saya pun mulai belajar ngaji sejak tahun 2012. Hingga sekarang, bacaan Al Fatihah saya saja belum benar. Makanya saya berusaha memperbaikinya,” tukas lelaki kelahiran Poso, Sulawesi Tengah, 11 Maret 1977.

Reza juga mengaku sempat berniat kembali pada kehidupan yang lama untuk berfoya-foya dan hura-hura, tapi di sisi lain, ia begitu berat untuk meninggalkan shalat.  Pada tanggal 1 Januari 2015, Reza dalam koneferensi pers menyatakan resmi hengkang dari Noah.

Pasca hengkang dari  Noah, Reza aktif mengikuti taklim Jamaah Tabligh bersama rekan-rekannya yang lain sesama musisi, seperti Yuke Sumeru dan Derry Sulaeman. Ia sempat khuruj ke Bangladesh selama empat bulan. Reza setahap demi setahap, mulai menemukan ketenangan, dan berusaha untuk istiqamah, dan terus memperdalam agama Islam


Sudah setengah tahun lebih, Reza meninggalkan zona nyamannya sebagai personel band NOAH. Boleh jadi anda salah satu dari sekian banyak orang yang bertanya-tanya, apa aja kegiatan sang drummer energik itu saat ini? Benarkah hari-hari pria yang bulat menyatakan mundur dari NOAH pada 1 Januari 2015 lalu itu lebih fokus pada ibadah, ibadah, dan ibadah?
Rabu (22/7) kemarin, Gulalives “reunian” dengan pria bernama lengkap Ilsyah Ryan Reza itu. Reza bercerita panjang lebar tentang kesehariannya setelah ia tidak lagi manggung bersama Ariel, Uki, Lukman, dan David.
Sebenarnya Reza rela nggak ya meninggalkan dunia musik yang telah membesarkan namanya? “Alhamdulillah, hari-hari saya sekarang jauh lebih tenang. Saya lebih fokus untuk beribadah dan yang terpenting saya punya waktu lebih banyak bersama keluarga. Ini yang nggak saya temui waktu saya ngeband dulu. Kalau saya masih di NOAH, mungkin fokus ibadah saya kan terus terbagi dengan kegiatan panggung band yang sangat padat. Sekarang saya bisa khusyu menjalankan yang wajib dan Insya Allah saya selalu menghidupkan ibadah sunnah, mulai dari makan sampai tidur,” curhat pria kelahiran Poso 11 Maret 1977 itu khusus kepada Gulalives.
Salah satu ibadah sunnah yang nggak pernah ditinggal Reza saat ini yaitu sholat tahajud dan sholat duha. “Ya kedua sholat sunnah itu luar biasa manfaatnya. Begitu juga dengan sunnah yang lain. Sebelum tidur, sekarangg selalu saya biasakan untuk berwudhu. Ini amalan bagus, terutama kalau kita mau melakukan perjalanan jauh. Misalnya, suatu saat kita dipanggil sama Sang Pencipta, Insya Allah kita dalam keadaan wudhu,” sambung pria yang dulunya hobi balapan mobil itu.
Reza juga mencoba terus menerapkan sunnah Rasul dalam kesehariannya. “Contoh soal makan, saya nggak mau makan dan minum dalam keadaan berdiri. Begitu juga masuk ke kamar mandi. Selain membiasakan masuk pakai kaki kanan dan keluar pakai kaki kiri, saya juga pakai alas kaki supaya terhindar dari najis. Selama di kamar mandi, bagusnya memakai tutup kepala. Menurut para ulama, kalau kita nggak pakai tutup kepala, nanti dikencingin setan. Coba perhatikan, orang yang terpeleset atau jatuh dari kamar mandi. Banyak dari mereka yang koma, bahkan ada yang langsung meninggal,” sharing Reza, tanpa ia bermaksud untuk menggurui.
Perubahan Reza saat ini sebetulnya nggak terjadi secara instan. Semua berawal dari ajakan seorang temannya untuk itikaf di masjid. “Ini sudah terjadi beberapa tahun yang lalu ya, tepatnya waktu Peterpan vakum karena Ariel tersandung kasus. Saya diajak teman untuk itikaf selama 3 hari di masjid. 

Begitu sampai rumah, aku langsung sadar. Nah, saat ini dalam setiap bulan saya selalu menyisihkan waktu untuk itikaf minimal 3 hari. Saya selalu itikaf di masjid berbeda, entah itu di Bandung, Jakarta, atau kota lainnya. Hikmah dari Itikaf itu bagus buat kesejukan hati. Ibaratnya, hati yang lobet kembali fresh setelah dicharge,” papar Reza yang bulan Ramadhan lalu ia itikaf selama 10 hari di Masjid Madina, Depok, Bandung dan Masjid Al Bina, Senayan, Jakarta.


Kaitannya dengan Bisnis/Pedagang/Pengusaha?
Semoga Allah memudahkan kita untuk membuat regulasi serta meninggalkan jual beli ketika waktu shalat telah tiba. Agar Allah bukakan pintu rezeki-Nya tanpa batas dan keberkahan kepada kita semua.
“Laki-laki yang tidak dilalaikan oleh perniagaan dan tidak (pula) oleh jual beli dari mengingat Allah dan (dari) mendirikan shalat dan (dari) membayarkan zakat. Mereka takut kepada suatu hari yang (di hari itu) hati dan penglihatan menjadi goncang. (Mereka mengerjakan yang demikian itu) supaya Allah memberikan balasan kepada mereka (dengan balasan) yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan, dan supaya Allah menambah karunia-Nya kepada mereka. Dan Allah memberi rezeki kepada siapa yang dikehendaki-Nya tanpa batas.” (QS An-Nuur: 37-38)


"Apakah yang memasukkan kamu ke dalam Saqar (neraka)?"
Mereka menjawab:
"Kami dahulu tidak termasuk orang-orang yang mengerjakan shalat,
dan kami tidak (pula) memberi makan orang miskin, dan adalah kami membicarakan yang bathil, bersama dengan orang-orang yang membicarakannya, dan adalah kami mendustakan hari pembalasan, hingga datang kepada kami kematian".
(QS. Al-Mudassir ayat 42-47)

Barang siapa berbuat sesuai dengan petunjuk (ALLAH SWT), maka sesungguhnya dia telah berbuat untuk (keselamatan) diri sendiri; dan barang siapa yang sesat maka sesungguhnya dia tersesat bagi (kerugian) diri sendiri, dan seseorang yang berdosa tidak bisa memikul dosa orang lain dan kami tidak akan mengazab sebelum kami mengutus seorang Rasul.” (Q.S. Al-Isra' ayat 17)
Sesungguhnya orang-orang munafik menyangka bisa menipu Allah, tapi sungguh Allah lah yang menghinakan mereka.
Yaitu ketika mereka diseru untuk shalat, mereka bermalas-malasan(QS. An-Nisa ayat 142)






references by islampos,gulalilives

 
Like us on Facebook