January 31, 2016

Fitur Facebook 2016

Facebook, Situs jejaring sosial terbesar di dunia menyampaikan kabar gembira bagi penggunanya di seluruh dunia. Dalam waktu dekat, mereka akan menambah fitur reaksi konten, yang saat ini hanya terbatas pada tombol “Like”.



Mark Zuckerberg, pendiri Facebook, sejak akhir tahun lalu terus menyinggung soal peluncuran fitur yang disebut sebagai Facebook Reactions ini. “Akan diluncurkan dalam beberapa pekan ke depan,” katanya seperti dilansir dari Mashable, Rabu, 27 Januari 216, waktu setempat.

Facebook Reactions menyediakan respons yang lebih beragam ketimbang sekadar menyukai satu konten di Facebook. Bekerja sama dengan sosiolog, Zuckerberg dan kawan-kawan mengembangkan enam ragam fitur emosi.

Fitur reaksi ini sudah diujicobakan di beberapa negara, seperti Filipina, Kolombia, Amerika Serikat, dan Cile. Untuk mengaktifkannya, pengguna Facebook dapat menekan lama ikon panel reaksi yang berada di bawah suatu unggahan, yang kemudian memunculkan enam buah ikon. Pilihan yang tersedia adalah “Like”, “Love”, “Haha”, “Wow”, “Sad”, dan “Angry”. Pengguna dapat memilih reaksi yang mengekspresikan perasaan terhadap konten tersebut.

Facebook mengatakan mereka melakukan ini untuk memberi variasi bagi pengguna saat berinteraksi di jejaring sosial. Salah satu contohnya, saat seorang pengguna mengabarkan bahwa peliharaannya baru meninggal, pengguna lain dapat turut mengekspresikan kesedihan lewat ikon “Sad”—tak sekadar memberi “Like”.

Manajer Produksi Facebook Chris Cox mengatakan timnya tak terburu-buru dalam meluncurkan fitur baru ini. “Kami sangat berhati-hati dalam mengambil langkah, berdasarkan pengalaman kami selama ini,” tuturnya.

Langkah ini pulalah yang membuat mereka tak memasukkan fitur “Dislike”—atau tak suka—dalam panel ikon baru tersebut. Meski permintaan atas fitur ini terus meningkat, Zuckerberg mengaku enggan merealisasinya. “Dapat menimbulkan terlalu banyak negativitas,” kata Cox, menirukan bosnya.

Dengan fitur baru ini, Facebook berharap dapat mendorong penggunanya lebih bijak dalam memanfaatkan media sosial. Dengan demikian, penggunaan jejaring sosial dapat menimbulkan gerakan yang positif, bukan sebaliknya.


Facebook memang secara esklusif sudah mengenalkan aplikasi mirip Periscope pada Agustus 2015. Namun fitur tersebut hanya eksklusif untuk selebriti yang diverifikasi.
Baru-baru ini pengguna Facebook di Amerika Serikat bisa menggunakan layanan video streaming tersebut, namun baru pengguna iPhone yang bisa menikmatinya.
Dikutip Selular.ID dari GSM Arena, kabarnya Facebook akan memperluas fitur tersebut secara internasional dalam beberapa minggu ke depan. Facebook juga dilaporkan segera menghadirkan fitur tersebut untuk pengguna Android dan Windows Phone

Fitur live video streaming muncul dalam bentuk ikon di kotak Update Status, dan hanya perlu menekan ikon tersebut untuk melakukan video streaming. 

Pengguna dapat menambahkan penjelasan singkat dan memilih siapa saja untuk berbagi video sebelum melakukan live video streaming.
Saat melakukan live video streaming, pengguna juga dapat melihat nama teman-teman yang sedang menonton. Pengguna juga dapat melihat komentar mereka secara real-time.

Ketika mengakhiri live video streaming, video akan terekam dan secara otomatis diunggah ke Timeline, seperti video lainnya yang diunggah secara manual. Tentu saja pengguna dapat menghapusnya.




references by tempo, selularid

 
Like us on Facebook