February 14, 2016

Mengetahui Sifat Seseorang Dari Kesehatan

Sifat atau karakter seseorang yang tergambar dalam kepribadiannya sehari-hari ternyata berkaitan dengan kesehatannya.



Mereka yang ramah, bekerja keras dan santai memiliki risiko rendah terkena penyakit berat seperti stroke, rematik dan diabetes. Sementara mereka yang gelisah, moody, cepat marah dan gampang sedih lebih cenderung didiagnosa menderita penyakit-penyakit tersebut. Kenapa bisa begitu?

Periset asal Amerika Serikat (AS) baru-baru ini menemukan kaitan kuat antara tipe-tipe kepribadian. Mereka menemukan bahwa orang-orang yang sangat teliti, extrovert, terbuka, menyenangkan dan tidak sangat gelisah diasosiasikan dengan kesehatan yang lebih baik dan jarang kena penyakit. Ini karena tipe-tipe orang seperti ini lebih cenderung makan secara sehat, berolahraga, tidak terlalu stres dan berkomunikasi lebih baik dengan dokter.

Dalam kajian itu, periset menggunakan data 6.904 warga Amerika, yang rata-rata berusia 68 tahun yang mengunjungi dokter atau klinik dalam periode 2 tahun sebelumnya. Mereka juga berpartisipasi di Health and Retirement Study University of Michigan.

Melalui kuesioner yang menguji kepribadian peserta, periset menyusun lima besar sifat kepribadian, yaitu extrovert, ramah, teliti, keterbukaan dan neurotisis.Para peserta dinilai dengan skala satu sampai empat pada tiap sifat kepribadian.

Nilai empat berarti kepribadian mereka sangat kuat menunjukkan sifat itu, jadi seseorang yang mendapatkan nilai empat pada skala extrovert bisa jadi dia adalah orang yang sangat cerewet dan ramah, sementara yang hanya mendapatkan nilai satu bisa jadi adalah orang yang introvert dan tidak banyak bicara.

Untuk menilai sifat kepribadian mereka, peserta diberikan satu daftar kata sifat dengan berbagai kata dari ramah, dominan, sopan dan rumit. Mereka diminta melaporkan sebaik apa tiap kata itu mendeskripsikan mereka dan berdasarkan jawaban itu mereka dinilai pada skal 1—4 untuk tiap lima sifat kepribadian utama.

Empat tahun kemudian, mereka dihubungi dan ditanya apakah mereka telah didiagnosa dokter menderita penyakit serius dari daftar yang ada.

Kajian itu menemukan, wanita lebih extrovert, menyenangkan, teliti dan neurotis ketimbang pria. Sedangkan, orang yang lebih tua tak terlalu extrovert, tak terlalu teliti, tak terlalu neurotis, dan kurang terbuka ketimbang orang yang lebih muda. Orang-orang yang sudah menikah lebih rajin, terbuka dan secara emosi lebih stabil dibanding yang tidak menikah. “Kajian ini penting karena mendemonstrasikan kepribadian seseorang dan diasosiasikan dengan penyakit penting. Pengembangan penyakit-penyakit itu benar-benar karena cara mereka bersikap, berpikir dan melihat dunia. Cara mereka mendekati dunia, melihat dunia, berinteraksi dengan dunia, berdampak pada kesehatan mereka,” papar Joshua Jackson, salah satu periset dari Washington University, kepada The Daily Mail.

Lantas apakah mungkin orang mengubah sifatnya untuk melindungi diri dari penyakit ini? Jackson menyatakan, akan lebih baik untuk mengkaji mengapa karakteristik kepribadian tertentu bersifat protektif.




references by sindonews

 
Like us on Facebook