February 25, 2016

PT. PINDAD Akan Rekrut 100 Hacker, Tertarik Gabung ?

Perusahaan BUMN yang bergerak di industri pertahanan, PT Pindad, akan merekrut sejumlah hacker secara bertahap. Pindad akan segera memulai bergerak ke sektor industri pertahanan siber, dengan menggandeng perusahaan pertahanan global asal Inggris, BAE System.

"Cyber Defense ini penting, ke depan ancaman itu bertambah, ada di nonkonvensional. Ancaman konvensional itu kan perang pakai peluru, pakai senjata. Ke depan, sekarang dan ke depan itu akan besar juga peran, ancaman nonkonvensional, ya itu adalah di sektor teknologi informasi atau istilahnya cyber," kata Direktur Utama PT Pindad, Silmy Karim di Hotel Mandarin Oriental,Jakarta, Rabu (24/2).


Silmy mengatakan, sektor pertahanan dan keamanan siber sudah menjadi salah satu rencana strategis Pindad. Menurutnya, pemerintah hanya bisa bergerak di tataran kebijakan. Sementara Pindad bergerak di tataran penyedia perangkat termasuk para ahli di bidang teknologi informasi.

"Pemerintah harus punya alat dan enggak mungkin misalnya hacker direkrut sama pemerintah, enggak mungkin. Makanya harus ada yang bina, BUMN. Masa hacker jadi PNS? Bangunnya malam, mereka kan siang jadi malam, malam jadi siang. Yang bina kita," imbuhnya.

Silmy mengaku masih mempersiapkan kematangan para hacker di bidang cyber defense. Kebutuhan terhadap para hacker ini akan berkembang sesuai dengan tren kejahatan atau ancaman keamanan yang berkembang.

"Total SDM yang disiapkan kita bertahap. Tahap awal itu tentunya dalam tahap persiapan itu 20, 50, 100 melihat tren, ketika sudah ada kesepahaman antara policy maker ya kita antisipasi. Jadi kita tidak menunggu kejadian baru respons. Ini trennya ke depan akan begini, kita antisipasi," imbuhnya.

Silmy yakin terhadap potensi anak-anak bangsa. Menurutnya, Indonesia memiliki para hacker yang bisa dirangkul untuk menjaga kedaulatan Indonesia.

"Yogya terkenal hacker-hackernya, nah ini nanti kita akan rangkul. (Hacker) Bukan lagi sebagai ancaman malah sebagai bagian dari pada mempertahankan kedaulatan kita, mempertahankan kepentingan kita sebagai negara yang berdaulat," tuturnya.

Mengenai perlakuan terhadap ancaman cyber defense, Silmy mengatakan, para hacker akan dilatih untuk bertahan atau menyerang balik. "Bertahan atau menyerang balik," tutupnya.

Alutsista USD 300 juta
 PT Pindad membidik kontrak penjualan alat utama sistem persenjataan (alutsista) sebesar USD 300 juta dalam dua tahun ke depan. Untuk itu, perseroan mengandalkan penjualan kendaraan tempur dan amunisi kaliber besar.

"Kalau untuk mencapai USD 300 juta ya kendaraan dan amunisi kaliber besar. Karena kalau amunisi kaliber kecil kan kuantitasnya banyak sekali. Dan kapasitas kami itu terserap mayoritas buat dalam negeri," kata Direktur Utama Pindad Silmy Karim, Jakarta, Rabu (24/2).

Tahun lalu, pasar utama Pindad adalah Asia, Afrika dan Timur Tengah. Sementara komponen diekspor meliputi senjata, peluru, kendaraan tempur dan amunisi.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai ekspor kendaraan tempur mencapai USD 401,98 juta sepanjang 2015. Naik USD 143,70 juta dari tahun sebelumnya.

Sementara impor mencapai USD 291,79 juta. Pada Januari 2016, ekspor sudah mencapai USD 41,45 juta. Sedangkan impor sebesar USD 184,98 juta naik ketimbang periode sama tahun sebelumnya sebesar USD 9,18 juta.





references by beritametro

 
Like us on Facebook