March 4, 2016

Tips Memilih Shampoo Anak

Banyaknya sampo dan bahan perawatan bayi yang beredar di pasaran, harus disikapi serius orang tua. Hal itu ditegaskan dokter anak pada Rumah Sakit Wahidin Sudirohusodo (RSWS), dr Bob Wahyudin.


“Orang tua kalau memilih produk untuk anaknya harus dilihat juga apakah produk tersebut sudah terdaftar di BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan) atau tidak,” saran Bob.

Soal pilihan sampo, Bob menuturkan, agar orang tua mencari sampo yang memiliki pH seimbang. “Sebaiknya hindari sampo yang bisa bikin mata anak terasa pedis. Pastikan produk tersebut terdaftar (BPOM). Karena sekarang banyak produk. Jadi orang tua harus selektif memilih,” ujarnya.

Senada hal tersebut, Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Rumah Sakit Wahidin Sudirohusodo (RSWS), Dr dr Faridha S. Ilyas SpKK memberi saran agar pemilihan sampo sebaiknya sesuai peruntukannya.

“Bila pada bayi, pakaikan sampo bayi. Jangan sampai dipakaikan sampo dewasa. Sebaiknya hindari. Sesuaikan untuk siapa itu sampo,” ucapnya.

Sampo untuk anak belakangan makin beragam warna dan kemasannya.Mana yang se-baiknya dipilih?

Kulit bayi yang baru lahir dan kulit anak balita sebetulnya tidak terlalu jauh berbeda. "Secara anatomis, sama. Yang beda hanya fisiologis (fungsi)-nya," ujar spesialis kulit dan kelamin Dr. Tina Wardhani Wisesa, Sp.KK, dari Sakti Medika, Jakarta.

Pada bayi, kulit belum berfungsi secara sempurna, baik kelenjar keringat maupun kelenjar minyaknya. Kulit bayi juga relatif lebih tipis, jaringan ikat antar-sel masih longgar, sehingga seringkali masih sensitif. "Sedikit terkena bahan aktif saja, langsung iritasi. Baru setelah usia 2 tahun, kondisi kulitnya tak lagi terlalu berbeda dibanding kulit orang dewasa."

Rambut pun begitu. Masih sedikit dan tipis. Oleh karena itu, perawatan kulit kepala dan rambut, pada bayi khususnya, cukup dilakukan dengan keramas. "Rata-rata, sampo anak bisa dipakai setiap hari tanpa menimbulkan gangguan (everyday shampoo). Sampo yang bagus juga bisa membersihkan minyak dan sisik kepala, selain membuat rambut bayi jadi lebih lemas, gampang disisir, dan tidak kusut," lanjut Tina.

Berbeda dengan sampo bayi, sampo untuk anak balita biasanya memiliki ragam wangi dan warna lebih banyak. Sampo bayi umumnya bening dan wanginya tidak terlalu tajam. Ini bisa digunakan sampai anak berusia 2 tahun (batita). Sampo untuk balita lebih beragam, baik warna maupun wanginya. "Bisa jadi, ini karena anak-anak biasanya takut keramas. Mungkin saat keramas, matanya pernah kemasukan sampo sehingga pedih. Akhirnya, sampo pun dibuat dengan beragam warna dan aroma," ujar Tina. Ada yang beraroma stroberi, melon, orange, dan sebagainya. "Warnanya pun ber macam-macam, dari merah, kuning, hijau, ungu."

HAIR TONIC DAN HAIR LOTION 
Bagaimana dengan sampo yang banyak busanya? "Enggak apa-apa. Biasanya, kandungan sampo untuk balita sama dan rata-rata bisa digunakan setiap hari. Jadi, tidak akan menimbulkan iritasi ke mata. Tidak pedih. Juga bukan parameter bahwa semakin banyak busa, semakin berbahaya. Busa hanya agar lebih menarik saja."

Selain sampo, ada bermacam kosmetik lain, dari hair lotion hingga hair tonic."Tergantung fungsinya. Ada yang hanya pewangi, supaya bayi terlihat bersih dan wangi, ada juga yang pakai lotion untuk merangsang pertumbuhan rambut," jelas Tina. Bisa dibilang, kosmetik bayi sudah sangat lengkap, bahkan nyaris enggak ada bedanya dengan kosmetik orang dewasa. Cuma, kandungan bahan-bahan aktifnya jauh lebih ringan. Jadi, sasarannya terutama wangi dan segarnya."

Perangsang rambut tidak disarankan untuk bayi dan anak yang sensitif. "Kalau bayi normal, tidak punya riwayat alergi keluarga seperti atopi (asma, bersin-bersin, eksim), biasanya enggak terlalu masalah. Beda dengan bayi yang punya riwayat atopi, yang akan lebih sensitif terhadap bahan apa pun." Sebaiknya, anak yang punya riwayat alergi tak usah diberi hair tonic atau hair lotion. "Cukup sampo karena sifatnya hanya membersihkan. Kecuali pada bayi yang tidak punya masalah," ujar Tina seraya menjelaskan, biasanya pasien ditanya dulu tentang riwayat keluarga. "Pernah ada pasien yang kepalanya merah-merah. Ternyata keluarganya punya riwayat asma. Saya anjurkan untuk menghentikan dulu pemakaian hair lotion dan hair tonic, yang boleh ia pakai hanya pembersih, sabun mandi, dan sampo. Ternyata setelah itu, enggak apa-apa.

Memang, ada anak yang tidak kuat terhadap bahan aktif yang terkandung di dalam sampo."

BISA RONTOK 
Berapa lama anak sebaiknya keramas? "Satu menit juga cukup, setelah itu dibilas. Sebaiknya selesaikan dulu keramas, baru kemudian mandi. Soalnya, kalau mandi sambil keramas, bisa lama. Busa sampo bisa mengganggu anak, sehingga membuatnya tak nyaman, bahkan trauma," terang Tina.

Orang tua sebaiknya juga benar-benar memilih sampo sesuai usia anak. "Seringkali, orang tua memakaikan sampo dewasa untuk si kecil. Si ibu merasa anaknya, kok, punya ketombe, jadi diberi sampo dewasa anti-ketombe. Padahal, bisa jadi itu keringat yang nempel." Sampo yang tidak sesuai dengan usia anak dikhawatirkan akan menimbulkan iritasi kulit. "Rambut juga bisa menjadi lebih kering, mudah patah/rontok."

Yang jelas, jika setelah memakai sampo anak merasa gatal atau muncul bengkak kemerahan, sebaiknya pemakaian sampo dihentikan. "Ada anak yang sensitif terhadap bahan A, tapi setelah ganti bahan B tidak," terangnya.

Jangan menganggap remeh dan menganggap gangguan itu akan hilang dengan keramas. "Hati-hati, sebaiknya hentikan, lalu konsultasikan ke dokter, apakah itu disebabkan bahan-bahan yang terkandung di sampo atau karena penyebab lain. Terkadang susah dibedakan. Siapa tahu hanya karena biang keringat, bukan karena samponya."

Rontok pada bayi normal saja, kok. Pasalnya, pada bayi, ada istilah rambut bayi. Rambut ini memang harus lepas dan digantikan rambut terminal (rambut tetap). Jadi, kalau rontok, tak masalah.

Kapan rambut terminal tumbuh? "Tidak sama, tapi biasanya mulai usia 3 - 4 bulan, rambut bayi pelan-pelan mulai diganti. Jadi, tak perlu khawatir. Jangan langsung panik dan memberi tonik macam-macam," ujar Tina. Yang juga sering terjadi, bayi selalu dipakaikan topi. "Kalau terus-terusan pakai topi, enggak dibuka-buka, akan berkeringat. Nah, ini juga bisa merangsang kerontokan."






references by fajar, tabloidnova

 
Like us on Facebook