May 23, 2016

Mahal, Tidak Efektif & Macet, Bus Tak Menjadi Favorit Pilihan Angkutan Lebaran Pemudik

Dalam beberapa tahun terakhir, pengusaha bus angkutan luar kota sudah tidak lagi menikmati berkah pada masa Lebaran. Padahal, pebisnis di bidang ini biasanya bisa meraup pendapatan berlipat.

Menurut Teuku Erry, pemilik Perusahaan Otobus (PO) Efisiensi, salah satu biang keladi anjloknya pendapatan bus antarkota adalah kemacetan di jalan yang sudah tidak bisa ditoleransi. "Tahun 1980-an, bus panen penumpang. Kini sudah tidak lagi," katanya kepada Kontan, Jumat (20/5/2016).


Memang sudah ada tambahan jalan tol, seperti Tol Cikopo-Palimanan (Cipali). Namun, setelah kendaraan keluar dari tol terpanjang ini, kemacetan yang terjadi kian parah. Ia mengklaim, saat ini saja pendapatan mereka sudah berkurang 20-30 persen dari tahun lalu.

Tak heran, kata Teuku, masyarakat lebih memilih moda transportasi lain, seperti pesawat terbang atau kereta api yang bebas macet.

Kurnia Lesani Adnan, Direktur Utama PO Siliwangi Antar Nusa (SAN), yang kerap melayani penumpang rute lintas Sumatera, juga mengakui, persoalan infrastruktur jalan menjadi masalah akut bisnis ini.

"Seperti (jalur) Sumatera lintas barat yang kerap terjadi longsor, tetapi belum ada penanganan dari pemerintah," katanya.

Sama seperti PO Efisiensi, Siliwangi Antar Nusa pun merasa tergerus dalam hal pendapatan. Rata-rata, menurut Kurnia, pendapatan mereka anjlok 30 persen sampai 40 persen dari biasanya.

Memang, jelang mudik Lebaran nanti, pasti ada kenaikan pendapatan dari perusahaan ini. Namun, kenaikan itu tidak terlalu signifikan. Malah, ia mengklaim, pendapatannya tidak sebaik mudik tahun lalu.

Kurnia tidak memerinci angkanya. Yang jelas, untuk persiapan mudik Lebaran nanti, pihaknya cuma menambah tiga bus. Padahal, tahun lalu, pihaknya bisa menambah lima bus.

Namun, ia menjelaskan, meski sudah ada tambahan bus, tetap saja jumlah penumpangnya saat mudik tidak terlalu membeludak.

Hal yang sama juga diungkapkan oleh pemilik PO Sumber Alam, Yudi Setiawan Hambali. Dia mengungkapkan bahwa pendapatan mereka dari tahun 2013 hingga sekarang sudah terpangkas 50 persen. Sayang, ia tidak memerinci angkanya.

Melihat kondisi ini, ia pun berencana cuma akan menambah 100 bus saat mudik Lebaran nanti. Biasanya, tambahan bus mencapai lebih dari 100 unit. Itu pun dengan catatan bila Sumber Alam bisa mendapatkan sopir tambahan. Adapun perusahaan tersebut saat ini mengoperasikan 200 bus.

Meski demikian, agaknya, hanya Perum Damri yang berani menargetkan penambahan penumpang pada masa mudik Lebaran nanti.

Proyeksi Direktur Utama Damri Sarmadi Usman, angkutan mudik Lebaran Damri tahun ini naik 5 persen dari tahun lalu. Perusahaan pelat merah ini punya target untuk mengangkut 106.590 pemudik dengan 577 bus mereka.

Berikut adalah sebagian komentar para netizen

Rahmat Yusuf Naik bus harga selangit...tidak aman dan nyaman. Di Terminal mafia nya banyak . Banyak penumpang tertipu.
Amit2 mendingan naik kereta atau pesawat harga tiket ga beda jauh enak cepat aman.
Amit2 mendingan naik kereta atau pesawat harga tiket ga beda jauh enak cepat aman.

Ashang Wa Mending naik kreta api mahal dikit tidak apa dari pada naik bus sudah macat duit habis banyak buat jajan diperjalanan.
Nurkholis Onur Selain macet & harga tiket bus naik tinggi tinggi sekali. Kebiasaan buruk pengamen maksa pedagang yg masuk ke bus brisik & bertingkah yang lebih parah modus pengamen/pedagang nyopet..
Bella Bong Bukan karna macetnya,,tapi karna tidak adanya peningkatan kualitas dari bus antar kota antar provinsi nya,,dari mulai harganua yg nge getok pas lebaran,,bawa mobilnya ugal"n ga memberikan rasa aman pada penumpang,,belum lagi asal masukan aja penumpang padahal bus udh penuh,,mangkanya sekarang banyak yg beralih ke kereta..karna kualitas pelayanan kereta udh meningkat pesat,,dari penumpang pas dengan tempat duduk,,lebih cepat lebih nyaman dan lebih murah ..
Doni Putra Macet karna smua orang punya kendaraan sendiri buat mudik, beli sepeda motor aja skarang udah kayak beli kacang goreng, bgtu mudah

Anto Nak Kediri Selain karena macet.,Karena tiket bus harganya mendekati tiket pesawat...makanya penumpang beralih ke pesawat meskipun nambah sedikit biayanya






references by bisniskompas, 
modified by agunkzscreamo

 
Like us on Facebook