July 5, 2016

Bom Di Madinah 5 Juli 2016

Seorang Muslim tak akan sampai hati menganggu Rasulullah, apalagi melakukan bom bunuh diri, terlebih saat disana berkumpul para muslimin sedang berpuasa ramadhan & shalat terlebih akan menjelang hari raya Idul Fitri.
Dahulu Imam Malik pun selalu merendahkan suaranya di Masjid, tak menunggang hewan di kota Madinah


Karena seorang Muslim pasti tahu keistimewaan kota yang lebih dicintai Rasulullah SAW dari Makkah, di situ pula Rasulullah menyebarkan Islam menyeru manusia untuk menyembah Tuhan yang satu dan disitupulalah beliau wafat, juga disemayamkan disana.
Tidak hanya itu, Muslim pun diperintah untuk menjaga akhlak, tidak bising atau mengganggu penduduk Madinah, tidak merusak alamnya, serta memuliakannya dan membuat Madinah merasa aman dari gangguan.

"Dan tidak seorang pun yang menghendaki keburukan kepada penduduk Kota Madinah kecuali Allah akan meleburkannya di neraka sebagaimana leburnya timah, atau leburnya garam di air"
(HR Muslim)

"Barangsiapa yang menakut-nakuti kota Madinah dengan menzolimi mereka, maka Allah akan menjadikan mereka takut, dan atas dia laknat Allah, para malaikat, dan seluruh manusia, tidak akan diterima darinya amal wajibnya dan tidak juga amal sunnahnya" (HR An-Nasai)

Fadhly Achmad Bachmid, Pelaksana Fungsi Konsuler KJRI Jeddah, mengungkapkan bahwa ledakan terjadi di luar masjid bagian belakang.
“Jaraknya sekitar 400-500 meter. Lokasi ledakan persisnya di arah belakang Masjid Nabawi di parkiran pos keamanan,” ujarnya.
KBRI Riyadh dan KJRI Jeddah mengimbau agar semua WNI untuk tetap tenang menghadapi situasi ini. Hanya saja, diminta juga untuk tetap waspada dan meningkatkan keamanan pribadi serta keluarga masing-masing.
Pihak perwakilan juga membuka hotline bagi warga Indonesia yang ingin mencari atau memberi informasi terkait insiden di Saudi; KBRI Riyadh +966598881945 dan Hotline KJRI Jeddah +966581781945.

Pemerintah Arab Saudi memastikan pengebom bunuh diri di Madina dan Qatif mengincar lokasi ledakan di masjid.
Ini dilansir Kementerian Dalam Negeri Arab Saudi seperti yang dikuti dari Al Jazeera, Selasa (5/7/2016).

"Empat petugas keamanan tewas dan lima lainnya luka-luka sebagai akibat dari penentangan mereka terhadap penyerang bunuh diri yang meledakkan bahan peledak di dekat mereka karena dia (pembom bunuh diri) dalam perjalanan ke masjid," kata kementerian itu di Twitter.

Empat petugas keamanan tewas dan lima lainnya terluka dalam serangan bunuh diri di luar Masjid Nabawi di Madinah, Arab Saudi. 
Pemboman itu merupakan serangan ketiga yang menghantam kerajaan pada Senin waktu setempat, setelah ledakan di kota Jeddah dan Qatif.

Foto yang diposting di media sosial menunjukkan asap mengepul dari api luar masjid di mana Nabi Muhammad SAW dimakamkan.
Pemerintah setempat tengah menyelidiki motif aksi bom bunuh diri itu. 

Ledakan itu terjadi tepat sebelum Magrib waktu setempat atau saat orang-orang berdoa menjelang berbuka puasa di dalam masjid. Masjid Nabawi saat itu sedang ramai dikunjungi peziarah dari seluruh dunia di hari-hari terakhir bulan Ramadan.

Qari Ziyaad Patel, 36, dari Afrika Selatan, berada di masjid ketika dia mendengar ledakan seperti panggilan agar doa-doa diakhiri.
Dia mengatakan pada awalnya banya yang pikir itu suara kegiatan tradisional, tembakan meriam. Tapi kemudian ia merasa tanah bergetar.

"Getaran yang sangat kuat," kata Patel kepada kantor berita AP. "Kedengarannya seperti sebuah bangunan meledak."

saluran berita yang dikelola negara Arab Saudi, Al-Ekhbariya, menayangkan video langsung dari ribuan jamaah berdoa di dalam masjid setelah ledakan.


Pihak pemerintah Arab Saudi baru saja memberikan pernyataan mengenai bom bunuh diri yang meledak di areal masjid Nabawi Madinah.

melalui kementerian dalam negeri seperti yang dilansir oleh AFP menyatakan bahwa pelaku bom bunuh diri berniat melakukan aksi bom bunuh diri di Masjid Nabawi.

Pihak keamanan pada awalnya mencurigai seorang pria yang melangkah dengan cepat dan berniat masuk ke masjid Nabawi. Pihak keamanan lalu menghentikan pria tersebut dan terjadilah ledakan bom.

 
Like us on Facebook