July 31, 2016

Larissa Chou Mualaf Tionghoa, Calon Menantu Putra Ustad Arifin Ilham

Proses pendekatannya pun ta'aruf tidak pacaran, karena jalan berduaan dengan yg bukan mahram & pacaran diharamkan dalam Islam. Namun sebagian orang yang mengaku Islam nekat melakukan larangan & peringatan Allah SWT tersebut. Malah bangga memiliki pacar, digemborkan berzinah/pacaran lebih mulia daripada nikah, tidak sedikit banyak yang mati dibunuh/diperkosa, dihamili diluar nikah ,ajang saling membuka aib masa lalu, rusak masa depannya, akibat aktifitas pacaran tersebut. Padahal kelak akan ada balasan + pertanggung jawabannya di hari yang besar yaitu Kiamat dari aktifitas berduaan & juga setiap detik dari aktifitas pacaran tersebut.

Tak sedikit juga yang sudah bertunangan tapi akad nikah belum dilangsungkan, berani jalan berdua, berfoto mesra di sosial media, jalan di tempat umum saling berpegangan tangan/badan, entah karena tidak mau belajar, atau tidak mau tau & taat aturan Allah SWT.
Aturan Allah SWT berani dilanggar, bagaimana mungkin ia bisa menyelamatkan kehidupan akhiratmu kelak?

Munculnya sosok pendakwah muda bernama Muhammad Alvin Faiz. Lelaki muda itu tak lain adalah putra pertama dari ustaz Arifin Ilham. Sontak kehadiran Alvin membuat banyak wanita jatuh hati padanya dan ingin jadi istrinya. Kamu termasuk juga?


Sayang beribu sayang keinginanmu sepertinya bakal kandas. Pasalnya Alvin akan menikah dengan seorang mualaf cantik keturunan Tionghoa bernama Larissa Chou (Larissa gunawan) . Dalam ask/fm-nya Alvin mengkonfirmasi bahwa pernikahannya akan dilangsungkan minggu depan tanggal 6 Agustus 2016 di salah satu masjid di Bogor.

Larissa Chou lahir di cirebon 23 April 1996, Larissa merupakan gadis yang kini berusia 20 tahun tumbuh di keluarga berdarah Tionghoa. Gadis asli Cirebon yang tinggal lama di Bandung ini saat muda dia sudah mulai mencari-cari eksistensi keTuhanannya yang selama ini mengganggu pikirannya tentang konsep Tuhan dan Manusia. Setelah masa pencarian & perjalanan jauh akhirnya Larissa mantap memeluk agama Islam. Tak butuh waktu lama, sebulan setelah masuk Islam, Larissa sudah memakai hijab syar'i.

Sebelum menemukan kebenaran Islam , Dahulu 1 keluarga benci islam ini akhirnya bersyahadat dihadapan ustadz Hanny Kristianto, salah satu pendiri Mualaf Center Indonesia

Bersyahadatnya 3 generasi mantan pembenci Islam mulai ayah, anak dan cucu ini membuktikan bahwa kekuatan Islam bukan dari pedang dan juga bukti bahwa mereka ( para pembenci Islam) selama ini buta, mereka hanya melihat api bukan cahaya, mendapat, dan hanya mendengar kebodohan bukan kebaikan. Mereka mengubah setiap kebaikan dengan kejahatan besar.. Hal ini menggambarkan kebejatan moral mereka (para pembenci Islam)..

Bersyahadatnya sekeluarga ini juga membuktikan bahwa satu - satunya pedang yang digunakan pemeluk Islam adalah Iman dan Ihsan dalam kemurahan hati, persahabatan, kemauan untuk memaafkan - pedang dari Allah yang selama ini kami gunakan menaklukkan musuh - musuh Islam dan Allah membersihkan hati mereka. Pedang yang dibawa nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wassalam yang lebih tajam dari pedang baja..
La hawla wala quwatta illa billah.

Tak jarang, mereka yang menemukan agama Islam, Allah SWT akan berikan ujian di dunia. Yaitu rela berkorban kehilangan apapun yang di cintainya termasuk keluarga, teman, pekerjaan, harta dan bahkan jika diperlukan nyawa. Anggap saja itu sebagai penggugur dosa-dosa dimasa lalu. Lebih baik merasakan sakit, perihnya di dunia dibanding dibalas Allah SWT di akhirat kelak..
“Tidaklah seorang muslim tertimpa suatu penyakit dan sejenisnya, melainkan Allah akan mengugurkan bersamanya dosa-dosanya seperti pohon yang mengugurkan daun-daunnya”.(HR. Bukhari no. 5660 dan Muslim no. 2571).

“Tidaklah seseorang muslim ditimpa keletihan, penyakit, kesusahan, kesedihan, gangguan, kegundah-gulanan hingga duri yang menusuknya, melainkan Allah akan menghapuskan sebagian dari kesalahan-kesalahannya”. (HR. Bukhari no. 5641).

“Tidaklah menimpa seorang mukmin rasa sakit yang terus menerus, kepayahan, penyakit, dan juga kesedihan, bahkan sampai kesusahan yang menyusahkannya, melainkan akan dihapuskan dengan dosa-dosanya”. (HR. Muslim no. 2573).

“Bencana senantiasa menimpa orang mukmin dan mukminah pada dirinya, anaknya dan hartanya, sehingga ia berjumpa dengan Allah dalam keadaan tidak ada kesalahan pada dirinya”.(HR. Tirmidzi no. 2399, Ahmad II/450, Al-Hakim I/346 dan IV/314, Ibnu Hibban no. 697, dishohihkan Syeikh Albani dalam kitab Mawaaridizh Zham-aan no. 576).



Hanya orang-orang bodohlah yang keluar dari Islam, dimana seluruh tanda-tanda Alam semesta sudah ditunjukan-Nya dalam Al-Quran maupun mukzijat lainnya.. 

Allah SWT akan berikan mereka apa yang mereka (non-Muslim) butuh di dunia, meski mereka sombong tidak mau mengakui ke-Esaaan ALLSH SWT. Namun, bagi seorang Muslim, Allah janjikan ganjaran dunia terlebih yang beruntung dan yang paling besar di hari kiamat hingga ketika hari itu datang, Sementara orang-orang yang sombong (non-Muslim) kelak tidak akan mendapatkan apa-apa karena hati yang keras dan kesombongannya tidak mau menerima kebenaran

Aqidah Islam dasarnya adalah iman kepada Allah SWT, iman kepada para malaikat-Nya, iman kepada kitab-kitab-Nya, iman kepada para rasul-Nya, iman kepada hari akhir, dan iman kepada takdir yang baik dan yang buruk. Dasar-dasar ini telah ditunjukkan oleh kitabullah dan sunnah rasul-Nya
Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda dalam sunnahnya sebagai jawaban terhadap pertanyaan malaikat Jibril ketika bertanya tentang iman:
“Iman adalah engkau mengimani Allah, para malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, para rasul-Nya, hari kemudian, dan mengimani takdir yang baik dan yang buruk.” (HR Muslim)


Saya sertakan foto - foto syahadat sekeluarga 3 generasi ibu, anak dan cucu di Cirebon..

Setelah anaknya bernama Larissa Chou (usia 19 tahun) bersyahadat bersama sekitar 7 bulan lalu, kemarin ayah kandungnya bernama Rudi (usia 46 tahun) bersyahadat dituntun Muhammad Alvin Faiz menyusul neneknya yang bernama Tan Po Cian (usia 75 tahun) bersyahadat dibimbing Dennis Yudha Lesmana.

Proses pendekatannya dengan Alvin pun melalui taaruf bukan pacaran seperti remaja kebanyakan. Tak heran jika kemudian banyak remaja islam yang mengidolakan mereka. Larissa sendiri sering menjadi pembicara dalam berbagai seminar untuk menceritakan pengalaman hijrahnya.

mungkin akan banyak yang heran terutama teman2 saya..
karena saya adalah murni keturunan chinesse dan satu2 nya yang mualaf di keluarga:)
mungkin jarang melihat orang dengan etnis ras thiongha ( cina ) yang muslim..
dan disini saya mau membuktikan kalau agama adalah pilihan bukan diliat dari ras atau lingkungan nya..
dan saya pun bukan sembarangan mempercayai sesuatu.. Tanpa saya mempelajari dan yakin..
dan saya memilih belajar islam pun atas keyakinan yang saya telah pelajarin dan hidayah yang saya dapat..
komentar orang akan beda2 tapi selagi itu pilihan saya dan saya engga salah terhadap mereka yang mengomentari.. saya berusaha tidak memikirkan..
karena mereka bukan yang menjalani dan berada di posisi saya.. Engga tau perjuangan mualaf juga bagaimana..
saya harap teman2 & keluarga akan menghargai yang sedang saya jalanin saya sekarang.. saya pun tidak bisa menebak ke depan gimana yang penting yang sekarang di jalanin yang baik..
Dan terima kasih sekali buat temen2 muslim yang mendukung 😊
Terima kasih 💕

Menjadi Muslimah yang taat dengan aturan Allah SWT memang berat, tetapi wanita yang sudah terlahir Islam harusnya malu oleh Mualaf seperti dirinya yang langsung menutup aurat  dengan syar'i tanpa protes dan banyak alasan, dan rela meninggalkan popularitas sampai dihujat untuk mencari ridho ALLAH SWT.
Berikut ini adalah foto-foto gaya berhijab syar'i dari Larissa Chou Mualaf Tionghoa, Calon Menantu Putra Ustad Arifin Ilham







Larissa Chou hidup di tengah keluarga besarnya yang berdarah Chinesse. Di usianya yang masih sangat muda, Larissa mencoba mencari jawaban dari pertanyaan-pertanyaan seputar Tuhan yang selama ini mengganggu pikirannya, dan rumit untuk dimengerti akan dan logika sederhana.  Mengapa Tuhan banyak? Apakah setelah kematian akan selesai urusan kita? bagaimana mungkin dosa-dosa besar bisa menebus dosa dan bisa langsung masuk surga tanpa pertanggungjawaban.. Padahal dunia adalah tempat beramal & akhirat adalah akumulasi + perhitungan atas apa yang sudah kita lakukan di dunia selama roh belum lepas dari tubuh...

Tidak tanggung-tanggung, Larissa berusaha ‘mencari Tuhan’ melalui dua agama, yaitu Nasrani dan Budha. Namun, sayangnya dua agama tersebut belum mampu memberikan jawaban yang memuaskan Larissa.





Felixia Yeap @raisyyahrania.official Saya sudah tau beliau lama felixia asal malaysia perempuan murni keturunan china seperti saya ( beda nya saya asal indonesia ) dan beliau pun sama mualaf Felixia pertama mualaf tidak ada proses langsung berhijab dan syar'i saya juga sama seperti beliau..
Beliau pun di hujat, saya pun di hujat tapi lebih parah beliau karena beliau seorang artis Hijrah beliau keren sekali, dulu nya dia adalah model majalah dewasa Beliau pun mau membuktikan bahwa Gadis China tidak anti islam dan bisa menjadi muslimah Felixia yeap sudah sadar dan menemukan kebenaran yaitu islam Saya pun begitu..
Islam bukan hanya untuk keturunan arab maupun suku indonesia asli. Islam bukan hanya untuk perempuan yang terlahir sebagai muslimah yang dari lahir belum mengenal islam dan Hijab pun BISA ️ dan mau memperjuangkan Doakan saya dan juga Felixia Yeap agar selalu istiqomah dan bisa jadi motivasi Tidak perlu salut terhadap mualaf menurut saya ini lah kebesaran Allah
 - Larissa Chou -













Muhammad Alvin Faiz, putra pertama KH Muhammad Arifin Ilham melangsungkan pernikahan dengan Larissa Chou. Akad nikah berlangsung selepas shalat Subuh, Sabtu (6/8/2016) di Masjid Az-Zikra, Sentul Bogor, Jawa Barat.

Akad nikah putranya itu berlangsung di Masjid Az-Zikra, Sentul Selatan, Bogor, Sabtu, 6 Agustus 2016. Pengikatan janji suci keduanya berlangsung pada Subuh dini hari.
“Jelas Subuh itu mengundang keberkahan, disaksikan dan didoakan oleh seluruh malaikat. Ada guru, penghafal Qur’an dan kita merasakan indahnya suasana Subuh,” ujar Ustad Arifin Ilham yang ditemui usai pelaksanaan akad nikah.

Meskipun putranya menikah di usia yang cukup muda, 17 tahun, Ustad Arifin tidak mempermasalahkan hal itu. Dari segi hukum negara, 17 tahun sudah diperbolehkan menikah. Lagipula ia tidak ingin anaknya jatuh ke jurang dosa yang dinamakan pacaran.

“Abi ingin Alvin selamat. Tidak ingin dia ke luar dari jalan Allah. Dengan menikah dia mencium, menatap istrinya dengan sedekah,” kata dia. Ia berharap, Alvin dapat menjadi contoh bagi para generasi muda, khususnya bagi adik-adiknya untuk menjauhi perbuatan yang dilarang Allah.
“Mudah-mudahan ini jadi uswah bagi adik-adik berikutnya. Selamat ya Alvin, Abi sayang Alvin go ahead nak!” ujarnya.

Selamat yaaaa..
“Barakallahu laka wa baraka ‘alaik, wa jama’a bainakuma fi khair”
Mudah-mudahan Allah memberkahimu, baik ketika senang maupun susah dan selalu mengumpulkan kamu berdua pada kebaikan”
(HR. Abu Daud, Tirmidzi & Ibn Majjah)

 
Like us on Facebook