November 2, 2016

Komunitas Mualaf Indonesia & Relawan Santri Darut Tauhid Akan Hadir 4 November 2016

Penggiat dakwah dan pembinaan mualaf, Mualaf Center Indonesia (MCI) mengajak pengurus, pembina, dan mualaf untuk merespons aksi Bela Islam 4 November mendatang dengan menyiapkan aksi bersih-bersih. MCI pun juga mempersilahkan para anggotanya juga turut serta dalam aksi tersebut.
Dikatakan Steven, aksi bersih-bersih tersebut dinilai akan mendukung perjuangan umat Islam nanti. "Insyaa Allah akan memberi andil yang besar dalam perjuangan saudara saudari kita," kata Ketua Umum MCI, Steven Indra Wibowo, dalam pesan singkatnya kepada Republika.co.id, Selasa (1/11).

Sebelumnya, persiapan aksi damai bela Alquran 4 November terus berjalan dan menunjukkan progres baik. Inisiator aksi, Gerakan Nasional Pendukung Fatwa (GNPF-MUI) telah mengantisipasi terkait segala hal yang diperlukan dalam aksi di depan Istana Negara tersebut.

"Kami sudah menyiapkan sepuluh divisi, di antaranya divisi kesehatan, konsumsi, komunikasi, sound system, dan keamanan," kata Wakil Ketua GNPF-MUI Muhammad Zaitun Rasmin kepada Republika.co.id, Selasa (1/11).

Berikut Sikap MCI:

Bismillahirahmanirahim
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Sikap MCI dalam kegiatan aksi damai 4 November 2016
Kepada seluruh jajaran pengurus dan pembina mualaf serta mualaf yang tergabung di MCI.
Untuk nanti dipersilahkan berkoordinasi dengan #GEMAS dengan koordinasi dari pakdhe Romadi, kita akan berada dibelakang barisan, mengumpulkan sampah dan membersihkan sisa dari aksi damai ini.
Kita tetap ada disana, walau tidak ber-orasi dan tidak akan bereaksi di tengah kerumunan namun kita dibelakang, kita akan bersatu dengan #GEMAS, sebagaimana seharusnya dalam setiap aksi harus ada yg membersihkan "sampah" yg tertinggal dibelakang dan juga sebagai barisan paling belakang untuk mengawal aksi damai ini dari fitnah yg kemungkinan diluncurkan dari beberapa media seperti kejadian di aksi sebelumnya.
Dan bagi yang bergabung di tengah barisan, maka hal ini tidak dilarang.
Semoga keputusan saya tidak menjadi ambigu dan bisa dimengerti keadaannya.
Setiap orang akan ambil bagian namun saya memilah dengan keterbatasan pemikiran saya dalam hal ini dan memungut sampah dan membersihkan sisa aksi damai ini insyaaAllah akan memberi andil yang besar dalam perjuangan saudara saudari kita.
Semoga Allah ridha.
Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Jakarta,
Muharam 30, 1438
31 Oktober 2016
Steven Indra Wibowo
Mualaf Center Indonesia

Dilain Tempat ,1000 Santri Daarut Tauhid akan Bawa Alat Kebersihan




Pondok Pesantren Daarut Tauhid (DT) yang dipimpin oleh Abdullah Gymnastiar atau yang akrab disapa Aa Gym, akan menurunkan para santri dan jamaahnya untuk mengikuti aksi.

"Insya Allah minimal 1000 yang akan bergerak menuju Jakarta. Berencana akan berangkat besok dari Bandung, titik kumpul sedang dikoordinasikan di daerah Gegerkalong," ungkap Komandan lapangan aksi dari DT, Dadan kepada arah.com saat dikonfirmasi, Rabu (2/11/2016).

Ia menjelaskan, jamaah yang dikerahkan dari Daarut Tauhid itu akan melakukan aksi khusus untuk melengkapi unjuk rasa yang damai bertajuk aksi bela Islam mendatang.

"Tim Daarut Tauhid dirancang untuk bergerak di bidang kebersihan kami akan membersihkan area bekas aksi. Kita bergerak dilengkapi dengan alat-alat kebersihan," katanya.

Aksi tersebut pun menindaklanjuti statemen aa Gym yang menyatakan sikap Ahok dalam kegiatannya di pulau seribu yang dianggap menistakan ayat Al Qur'an surat Al maidah 51.

"Saya melihat ini statemen yang sangat jelas bagaimana sikap posisi Aa Gym dan tentu saja ini sikap dari DT. Namun sekali lagi, Aa dan ulama lainnya sudah sepakat demo ini damai dan tertib membuktikan bahwa Islam itu indah," jelasnya.

Menurut Kepala Siswa Siap Guna (SSG) DT ini pun aksi unjuk rasa yang dilakukan oleh pihaknya untuk melengkapi aksi ormas lainnya yang telah berkoordinasi dengan pihak pihak yang akan menggelar unjuk rasa.


Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda dalam sebuah hadis bahwa iman memiliki lebih dari tujuh puluh cabang. Cabang yang paling tinggi dari cabang-cabang keimanan adalah perkataan “la ilaha illallah” dan cabang yang paling rendah adalah menyingkirkan gangguan dari jalan. Secara tidak langsung, hadis tersebut juga mengisyaratkan bahwa keimanan seseorang itu bertingkat-tingkat sesuai dengan ilmu dan amal yang ia perbuat. Hanya saja, jangan remehkan suatu amal kebaikan, sekalipun terlihat sedikit dan dianggap remeh oleh manusia. Bisa jadi, Allah subhanahu wa ta’ala akan mengganjar amalan yang dikerjakan secara ikhlas tersebut dengan pahala yang berlipat.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah mengisahkan bahwa ada seorang laki-laki yang masuk surga karena ia menyingkirkan duri yang berada di suatu jalan, yang dilakukan dengan tujuan agar tidak mengganggu kaum muslimin dan orang yg melintas. Sebab itu, Allah subhanahu wa ta’ala menerima amal baiknya tersebut dan mengganjarnya dengan balasan yang lebih baik. Subhanallah 



 
Like us on Facebook