November 3, 2016

Tak Bisa Datang, Berbagai Elemen Muslim Wakafkan Harta & Tenaga Dalam Aksi Damai Bela Al-Quran 4 November

Pendemo anti petahana Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mendapatkan dukungan logistik makanan dan minuman. Salah satu yang mengantar adalah Erna, warga Sunter Jakarta Utara.

Pendemo akan beraksi, Jumat (4/11/2016) besok. Mereka menuntut proses hukum Gubernur DKI Jakarta non aktif Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok atas dugaan penistaan agama.

Erna menyumbang minuman. Dia mengantar ke Masjid Istiqlal. Logistik itu dibawa  perempuan berjilbab itu dengan menggunakan truk.

"Ini saya aja personal nyumbang kepada panitia masjid. Ya jumlahnya memang tidak banyak, mungkin seratusan botol air mineral dan lima puluhan minuman rasa jeruk untuk teman umat yang beraksi besok," ujar Erna di Masjid istiqlal, Jakarta, Kamis (3/11/2016).

Erna pun akan ikut berdemo. Untuk demo besok, dia berpesan ke anaknya apa pun yang terjadi besok, keluarganya harus berjuang di jalan Tuhan.

"Saya pesan (ke anak) ibu berjuang di Jalan Allah, jika terjadi apa-apa tetaplah jaga salat dan ibadah kalian," tuturnya.

Sementara itu, Kepala Bagian Protokol Masjid Istiqlal Abu Hurairah Abdul Salam mengatakan, pihak Masjid Istiqlal telah menerima sumbangan dari sejumlah pihak untuk aksi besok.

"Jumlahnya sudah banyak. Ada ribuan (sumbangan) dari mana-mana, makanan minuman, ada individu ada juga organisasi, macam-macam. Ya memang mereka niat menyumbang ini untuk besok," kata Abu.

Lebih lanjut, Abu mengatakan, setiap bantuan berupa makanan dan minuman yang diterima, akan dicek isinya. Hal itu untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.

"Setiap kardus berupa makanan dan minuman pasti kita cek. Kalau kita nggak cek, kita nggak tahu isinya apa kardusnya," ungkapnya.

Menurut pengamatan suara.com, satu persatu mobil truk berisi makanan dan minuman mulai berdatangan. Logistik berupa makanan dan minuman tersebut diserahkan ke pihak Masjid Istiqlal.

Bantuan untuk Pendemo Datang dari Muslim Selandia Baru Hingga Penjual Bakso


 Aksi demo pada Jumat (4/11) besok tidak hanya menarik perhatian rakyat Indonesia saja. Komunitas masyarakat Muslim dari luar negeri pun tidak mau ketinggalan turut serta dalam aksi damai 4 November terkait kasus penistaan surah al-Maidah ayat 51.

Koordinator Posko Bantuan Dapur Umum Zakiah, Condet, Jakarta Timur, Nadli mengungkapkan, komunitas masyarakat Muslim dari Selandia Baru dan Malaysia juga ikut memberikan bantuan berupa uang tunai.

"Dari New zealand dan Malaysia. Mereka kumpulkan dan sumbang ke banyak titik Masjid," ungkap Nadli saat ditemui Republika di Posko Bantuan Dapur Umum Zakiah, Condet, Jakarta Timur, Kamis (3/11).

Bahkan, sambung Nadli, penjual bakso sampai penarik ojek online pun datang ke posko memberikan sedikit dari penghasilannya untuk aksi damai besok.

"Mereka terpanggil, semangat dan energi yang Allah gerakkan. Kami tidak menyangka bisa sebesar ini. Meskipun ada beberapa yang bilang ini fiktif," ujarnya.

Salah satunya adalah Ridwan (68 tahun), relawan asal Cijantung mengaku sengaja datang ke posko untuk memberikan bantuan materi untuk kegiatan aksi besok. "Kebetulan saya ada sedikit rezeki dan ingin ikut berjihad di jalan Allah," ucapnya. Rencananya, kakek yang memiliki lima orang cucu itu juga akan ikut aksi damai besok bersama beberapa rekannya dari Cijantung.

Adapun pada hari ini dana yang terkumpul tunai sudah sekitar Rp 30 juta, sementara dana transfer yang diterima sekitar Rp 20 juta. Tercatat hingga (1/11) pukul 00.00 dana yang terkumpul ke posko bantuan dapur umum Zakiah sebesar Rp 176,150 juta ditambah sembako berupa beras, telur, air mineral dan lainnya.

Yusuf Mansur Sumbang 100 Ribu Botol Air Mineral Untuk Demo Besok



Demo bela Islam 4 November menyedot banyak perhatian, termasuk ustaz kondang Yusuf Mansurr. Lewat akun media sosial instagramnya, dia menyampaikan dukungannya soal aksi besar-besaran esok hari.

Dikatakannya, bentuk dukungan dari Yusuf Mansur beruka air mineral untuk para pendemo. Dalam keterangan fotonya di instagam, dia mengatakan telah menyiapkan 100 ribu botol air mineral untuk umat islam yang berunjuk rasa.

“Sebagai bagian dari ummat, bagian dari bangsa, apa yg bs kita bantu, bantu aja. setidaknya bantu doa, agar Allah mengawal dan memberikan Bimbingan dan Penjagaan-Nya,” ketiknya.

“50rb sd 100rb botol air diberangkatkan untuk memberi air minum di hari itu (demo 4 november). Kawan2 gereja, kawan2 masjid, pada ikut memberi makan dan minum juga. Insya Allah dengan hati riang dan ikhlas, semua akan baik2 saja. Aaamiin,” tambahnya.

Pada postingan itu, nampak juga potongan cuitan dari netizen di Twitter yang memiliki nama akun Haikal Hassan. Lewat kicauannya, Haikal mengatakan bahwa kiriman 10 truk air mineral sudah siap untuk aksi demo bela Islam.

“Alhamdulillah, 10 truk air mineral dari ustadz YMM tadi udah telp ane buat acara tgl 4 Nop," ketik Haikal.

Hingga berita ini diturunkan, unggahan Yusuf Mansur itu sudah disukai oleh 8,983 pengguna instagram. Dan, dikomentari sebanyak 400 netizen.

“Insya Allah smoga aksi damai tgl 4 nop nti berjalan dgn lancar tertib dan damai..Amin ya Allah,” ketik @tynie_tomoInsya di kolom komentar Yusuf Mansur.

“Alhamdulillaah, Insya Allah berkah Ustadz dan Insya Allah manfaat banget buat saudara2 kita yg ikut aksi damai tgl 4 nanti, aamiin,” tulis akun @kartika7588.

Jaya Suprana Sumbang Logistik ke Istiqlal

Presiden Direktur PT Jamu Jago,  Jaya Suprana menyumbang minuman dan makanan untuk demonstran yang menginap di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat. Pada Jumat, 4 November 2016, para demonstran akan melakukan unjuk rasa kasus peninstaan agama yang dilakukan Basuki Purnama alias Ahok. 

Kepala Bagian Protokol Masjid Istiqlal, Abu Hurairah Abdulsalam mengatakan Jaya Suprana tiba menjelang salat Asar.  Pendiri Museum Rekor Indonesia ini hanya sebentar di mesjid terbesar di Asia Tenggara. 

"Beliau menyumbang 12 dus air mineral, kue-kue dan roti," kata Abu Hurairah pada Kamis, 3 November 2016. 

Selain Jaya Suprana, kata Abu, banyak warga Jakarta memberi sumbangan makanan dan minuman bagi demonstran Aksi Bela Islam II.  Ratusan karton air mineral, kue, roti hingga nasi box sejak Kamis pagi sudah berdatangan ke Istiqlal. 

Selepas salat Asar pengurus masjid mulai membagikan konsumsi tersebut pada puluhan orang yang sudah berdatangan di Istiqlal.

"Bapak dari mana? Mau ikut aksi esok? Ini silahkan dimakan semoga bermanfaat," kata Samin, 30 tahun, salah satu pramubakti di Madrasah Ibtidaiyah Istiqlal yang tenaganya dipakai untuk membantu pengurus masjid melayani demonstran. 

Pertanyaan itu selalu dilemparkam oleh Samin pada setiap orang yang meminta makan. "Soalnya, amanah dari yang menyumbang untuk yang mau ikutan besok," ujarnya.

Hingga sore ini, masih ada mobil yang berdatangan dan menurunkan bantuan logistik. "Dari pagi sudah sekitar 100 mobil yang datang," kata Samin.

Abu menjelaskan sumbangan yang datang ini semua atas nama pribadi. Tidak ada sumbangan yang datang dari lembaga maupun partai politik. "Semuanya atas nama hamba Allah," ujarnya.

Pada September 2016, Jaya Suprana membantu warga Bukit Duri, Kecamatan Tebet yang pemukimannya akan digusur oleh Gubernur DKI Jakarta Basuki Purnama alias Ahok. 

Jaya mendampingi warga yang ketakutan setelah menerima  surat peringatan ketiga dari Wali Kota Jakarta Selatan agar membongkar rumahnya yang berada di bantaran Sungai Ciliwung. 

"Waktu itu warga ketakutan dan saat itu saya berupaya menghibur dan saya mengatakan saya siap kalau betul digusur saya berdiri di depan buldozer. Masalah itu nanti dilindes atau tidak, saya tidak peduli," kata Jaya Suprana yang bersahabat dengan Abdurrahman Wahid.  

Jaya  mengaku memiliki hubungan emosional dengan warga Bukit Duri sejak perkenalannya dengan Sandyawan Sumardi, Direktur Ciliwung Merdeka. "Saya memiliki hubungan batin dengan warga Bukit Duri cukup lama," ujar dia.

Sandyawan Sumardi, sejak tahun 2000, semakin intensif melalui kegiatan seni. "Melalui Ciliwung Merdeka, kami mengadakan konser rakyat untuk rakyat," Jaya Suprana berujar.

Hubungan itu makin erat ketika Gubernur Ahok menggusur pemukiman warga Kampung Pulo, Jakarta Timur. Jaya Suprana megaku terlambat mengetahui kabar penggusuran itu. "Saat penggusuran terjadi saya belum sadar. Sekarang warga Bukit Durilah yang belum tergusur."

Jaya Suprana meminta penggusuran ditunda lantaran masih ada proses gugatan yang masih berlangsung di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat dan Pengadilan Tata Usaha Negara. "Penggusuran tidak boleh dilakukan sebelum ada keputusan pengadilan," katanya.

Namun Pemerintah DKI Jakarta tidak peduli. Ratusan anggota Satpol Pamong Praja dibantu polisi tetap membongkar pemukiman warga Bukit Duri. 

Lantunan Zikir di Dapur Umum Aksi Damai 4 November


Tak hanya bantuan berupa materil, bantuan berupa tenaga pun terus berdatangan jelang aksi damai 4 November. Demo terkait kasus dugaan penistaan Alquran surah Al Maidah ayat 51 yang dilakukan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

Seperti di posko dapur umum yang berada di kawasan Condet, Jakarta Timur, yang terus sibuk. Bantuan tenaga tampak dari para relawan yang mayoritas kaum perempuan. Mereka merebus telur dan membungkus makanan ringan yang nantinya didistribusikan pada Jumat (4/11).

"Besok kami rencana turun ke jalan pukul 07.00 WIB, nanti kami membawa makanan ringan ini ke Gedung Indosat," ujar salah satu koordinator dapur umum, Yuni, saat ditemui di posko dapur umum, Kawasan Condet, Jakarta Timur, Kamis (3/11).

Ia menjelaskan ada sekitar 30 ribu kantong makanan ringan yang akan dibagikan. Isi dari kantong tersebut berupa biskuit, susu, kurma dan telur yang diharapkan bisa memberikan tenaga kepada para relawan aksi damai besok.

Menariknya, saat membungkus makanan ringan, para ibu terus bershalawat dan berzikir. "Kami berzikir agar makanan tersebut diberikan energi dan kekuatan oleh Allah," kata Yuni.

Demo 4 November, Banjir Makanan dari Hamba Allah di Istiqlal 


Ruang kecil di sisi kantor Hubungan Masyarakat Masjid Istiqlal penuh dengan tumpukan karton air mineral, Kamis, 3 November 2016. Ruangan berukuran 3 x 7 meter persegi ini makin sesak dengan terus berdatangannya puluhan dus air mineral, kue-kue kering, dan ribuan nasi boks.

Selepas salat asar, pengurus Masjid Istiqlal mulai mengeluarkan satu per satu makanan dan minuman itu. Mereka membagikannya kepada puluhan pengunjuk rasa Aksi Bela Islam II, yang akan dilakukan esok hari setelah salat Jumat.

"Bapak dari mana? Mau ikut aksi esok? Ini silakan dimakan, semoga bermanfaat," kata Samin, 30 tahun, salah satu petugas, setiap ada orang yang meminta makanan kepadanya.

Samin sebenarnya bukan pengurus Masjid Istiqlal. Ia bekerja sebagai pramubakti di Madrasah Ibtidaiyah Istiqlal. Dia diminta pengurus masjid untuk membagikan konsumsi kepada peserta unjuk rasa yang terus bertambah pada sore hari karena mereka berniat bermalam di sini.




Menurut Samin, sejak Kamis pukul 07.00, satu per satu mobil datang membawa bantuan logistik. Hingga pukul 16.15, kata dia, sudah ada sekitar seratus mobil yang datang ke Istiqlal membawa logistik. "Saya yang ikut angkutin," tuturnya.

Satu mobil Daihatsu Xenia berpelat B-1202-URZ terparkir di depan pintu masuk Masjid Istiqlal siang tadi. Tumpukan dus air mineral tampak di balik pintu belakang mobil berwarna putih ini. "Kami menyumbang atas nama pribadi," ujar Hikmah, 51 tahun, warga Sunter, Jakarta Utara, yang membawa mobil itu.

Menurut Hikmah, alasan ia menyumbang karena ingin ikut berjuang dalam membela agama. Ia mengaku tersinggung dengan ucapan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengenai surat Al-Maidah ayat 51. "Ini bukan politik, ini masalah agama. Kalau bukan kami, siapa lagi yang bergerak?" ucapnya.

Tidak hanya dari Jakarta, Erna—yang mengaku ustazah di Tangerang—datang ke Istiqlal menumpang mobil boks demi mengantar puluhan dus air mineral. "Ini sumbangan dari mubaligah," katanya.

Baik Hikmah maupun Erna menyatakan akan ikut hadir dalam aksi unjuk rasa esok. "Saya ajak suami saya," ujar Hikmah.

Tidak hanya warga biasa, pendiri Museum Rekor Indonesia, Jaya Suprana, juga turut memberikan sumbangan. Kepala Bagian Protokol Masjid Istiqlal Abu Hurairah Abdulsalam mengatakan Jaya tiba menjelang salat asar. "Ia bawa 12 dus air mineral dan kue-kue serta roti," tuturnya.

Ribuan orang diperkirakan berdemo di depan Istana Negara esok hari. Mereka menuntut agar pemerintah memproses hukum Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok atas dugaan penistaan agama.

Abu menjelaskan, pihaknya menerima banyak sumbangan untuk aksi esok. Sumbangan yang datang, kata dia, seluruhnya atas nama pribadi dan tidak ada dari lembaga maupun partai politik. "Semuanya atas nama hamba Allah," ujarnya.

Masjid Istiqlal Sudah Terima Ribuan Kardus Air Mineral untuk Aksi 4 November

Berdus-dus air minum mineral sumbangan dari masyarakat sudah diterima pihak Masjid Istiqlal. Air mineral tersebut akan dibagikan kepada ribuan massa umat muslim yang akan melakukan aksi demonstrasi 'Bela Islam' Jumat besok, 4 November 2016, di Istana Negara Jakarta.
Kepala Bagian Protokoler Masjid Istiqlal, Abu Hurairah, mengatakan sumbangan-sumbangan yang diterima oleh pihaknya berasal dari kelompok-kelompok, masjid, dan juga ada yang berasal dari sumbangan pribadi. Para pemberi sumbangan itu pun didata untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.
"Harus itu, nama, alamat, nomor telepon, apa yang dikasih. Kalau sumbang air mereknya apa bentuknya apa, gelas atau botol," ujar Abu, Kamis (3/11), saat ditemui di Masjid Istiqlal, Jakarta.
Ditambahkan Abu, sumbangan-sumbangan air mineral yang diterima oleh Masjid Istiqlal sudah mencapai ribuan kardus. Ia pun meyakini, sumbangan tersebut akan terus bertambah sampai menjelang aksi damai 'Bela Islam' berlangsung esok harinya.
"Sudah ada seribu lebih lah air mineral sama makanan kering," tutup Ab



WNI di Luar Negeri Juga Sumbang Aksi 4 November

Gerakan Aksi Bela Islam II yang rencananya digelar besok (4/11) mengundang banyak simpati. Sumbangan sukarela terus mengalir ke salah satu posko pengumpulan bantuan di markas Front Pembela Islam (FPI) di Petamburan, Jakarta Pusat.
Dari pantauan JPNN (Fajar Group), ada beberapa orang yang datang ke posko itu Rabu (2/11). Satu orang terlihat menyumbang sampai hampir Rp 2 juta. Dua orang lagi datang dan menyumbang lebih dari Rp 1 juta.
Sayang, penjaga posko menolak diwawancara mengenai jumlah bantuan sukarela yang masuk untuk aksi menuntut Gubernur DKI Jakarta Basuki T Purnama alias Ahok diadili itu.
Penyumbang pun menolak untuk menyebutkan namanya dan alasannya sampai rela merogoh kocek pribadi. “Hamba Allah namanya,” ujar orang dengan celana pendek yang menyumbang sembari berlalu.
Satu orang lainnya sempat mengaku secara sukarela membantu demi perjuangan umat Islam. Alasannya, Ahok sudah keterlaluan.
“Nggak bener itu orang kelewat, harus diproses hukum. Dia menghina islam,” ujar seorang pria yang menolak disebut namanya sembari mengakhiri omongannya saat ditanya terkait alasannya menyumbang.
Salah satu penggerak Aksi Bela Islam II, Misbahul Anam saat ditemui terpisah di daerah Petamburan III mengatakan, jumlah sumbangan sudah cukup banyak. Sumbangan tidak hanya berasal dari dalam negeri tapi mancanegara.
“Alhamdulilah sumbangan sudah cukup signifikan. Ini merupakan dukungan umat, khususnya rakyat Indonesia. Ada yang bawa barang dan juga uang. Bahkan ada WNI yang dari luar (negeri). Memang persoalan penghinaan terhadap Alquran bukan hanya persoalan orang Indonesia, tetapi juga dunia,” tegas dia.

“Sesungguhnya orang-orang yang beriman hanyalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya kemudian mereka tidak ragu-ragu dan mereka berjihad dengan harta dan jiwa mereka pada jalan Allah, mereka itulah orang-orang yang benar.” (Q.S Al-Hujarat 49: 15)
“Perumpamaan kaum mukmin dalam kasih sayang dan belas kasih serta cinta adalah seperti satu tubuh. Jika satu bagian anggota tubuh sakit maka akan merasa sakit seluruh tubuh dengan tidak bisa tidur dan merasa demam.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Faedah dan Manfaat Ukhuwah
Adapun keutamaan, manfaat, serta faedah ditegakkannya ukhuwah di antaranya adalah:
1. Akan mendapatkan rasa manis dan lezatnya iman, sebagaimana sabda Rasulullah: ثَلاَثٌ مَنْ كُنَّ فِيْهِ وَجَدَ بِهِنَّ حَلاَوَةَ اْلإِيْمَانِ مَنْ كَانَ اللهُ وَرَسُولُهُ أَحَبَّ إِلَيْهِ مِمَّا سِوَاهُمَا وَأَنْ يُحِبَّ الْمَرْءَ لاَ يُحِبُّهُ إِلاَّ ِللهِ وَأَنْ يَكْرَهَ أَنْ يَعُودَ فِي الْكُفْرِ بَعْدَ أَنْ أَنْقَذَهُ اللهُ مِنْهُ، كَمَا يَكْرَهَ أَنْ يُقْذَفَ فِي النَّارِ


“Tiga perkara yang barangsiapa mendapatinya, dia akan merasakan manisnya iman, yaitu dia mencintai Allah dan Rasul-Nya melebihi daripada kecintaan kepada selain keduanya, dia mencintai saudaranya dan dia tidaklah mencintainya melainkan karena Allah, dia membenci untuk kembali kepada kekufuran sebagaimana dia membenci untuk dilemparkan ke dalam An Nar.” (HR. Al Bukhari dan Muslim)

2. Allah akan melindungi dan menaunginya dari kengerian-kengerian pada hari kiamat kelak. Ini sebagaimana yang disebutkan dalam sebuah hadits tentang tujuh golongan yang akan mendapatkan naungan Allah pada hari yang tidak ada naungan kecuali naungan-Nya, di antaranya adalah dua orang yang saling mencintai karena Allah.
Dan juga sebagaimana yang disabdakan Rasulullah :
إِنَ اللهَ تَعَالَى يَقُوْلُ يَوْمَ القِيَامَةِ أَيْنَ المَتَحَابُّوْنَ بِجَلاَلِيْ ؟ اليَوْمَ أَظِلُّهُمْ فِيْ ظِلِّيْ يَوْمَ لاَظِلَّ إِلاَّ ظِلَّيْ
“Sesungguhnya Allah berfirman pada hari kiamat: ‘Dimanakah orang-orang yang mencintai karena kemuliaan-Ku? Pada hari ini Aku akan menaungi mereka pada suatu hari yang tiada naungan kecuali naungan-Ku.” (HR. Muslim)

3. Mencintai karena Allah akan mendatangkan iman yang kemudian akan mengantarkannya ke dalam Al Jannah. Nabi bersabda:
لاَ تَدْخُلُونَ الْجَنَّةَ حَتَّى تُؤْمِنُوا. وَلاَ تُؤْمِنُوا حَتَّى تَحَابُّوا. أَوَلاَ أَدُلُّكُمْ عَلَى شَيْءٍ إِذَا فَعَلْتُمُوهُ تَحَابَبْتُمْ ؟ أَفْشُوا السَّلاَمَ بَيْنَكُمْ
“Kalian tidak akan masuk Al Jannah sampai kalian beriman. Dan kalian belum dikatakan beriman sampai kalian saling mencintai. Maukah aku tunjukkan kepada kalian suatu perbuatan yang jika kalian lakukan akan membuat kalian saling mencintai? Tebarkanlah salam di antara kalian.” (HR. Muslim)

4. Ukhuwah akan melahirkan akhlak yang mulia, di antaranya sikap ramah, cinta kasih, peduli terhadap kebutuhan saudaranya seiman dan sekaligus membantu mereka. Sehingga terwujudlah kehidupan yang aman, tenteram, dan harmonis tanpa adanya saling permusuhan dan kebencian.

5. Ukhuwah akan memperkokoh kekuatan kaum muslimin sehingga akan terwujudlah kejayaan Islam dan kaum muslimin yang bermanfaat bagi manusia lainnya.


Menjadi orang Islam memang mudah dengan hanya mengucapkan dua kalimah syahadat kita sudah dianggap orang muslim, atau ada juga yang hanya lahir KTP nya saja Islam. namun hanya orang-orang mukmin saja yang layak digelar muslim sejati. Allah Ta’ala berfirman:

 “Dan Nabi Musa berkata: Wahai kaumku, jika kalian telah beriman kepada Alloh, maka kepada-Nya lah kalian berserah diri jika kalian menjadi orang-orang Islam”. (Yunus: 84).

Orang Muslim
Seorang Muslim akan tunduk dan mentaati Allah dengan suka rela atau terpaksa tanpa membeda-bedakan satu perintah dengan perintah yang lain. Apabila Allah memerintahkan satu perintah, maka dia segera melaksanakannya. Dan apabila melarang sesuatu dalam agama Islam, maka dia meninggalkan dan menjauhinya. Dia meyakini bahwa perintah Allah hanya berisi maslahat semata, sedangkan yang dilarang-Nya hanya berisi mafsadat (kerusakan).

Orang Mukmin
Sedangkan orang Mukmin yaitu mempercayai dengan perkataan, perbuatan, dan i’tiqad (keyakinan). Perkataan hati dan lisan, amalan hati dan anggota badan. Meyakini dan mengenal Allah dengan cara seperti mengkaji ilmu-ilmu agama kepada orang Alim/Ulama, berakhlak mulia, menjalankan ibadah wajib dan sunnah , membaca Al-Quran, berdoa, tidak berbuat zina, tidak minum alkohol atau khamar, tidak berjudi, tidak melakukan transaksi Riba, segera bertaubat jika melakukan kemaksiatan, bersedekah dan banyak lagi.

Dengan iman seseorang mukmin bisa meraih kehidupan yang baik di dunia, rizki, kebaikan, kemudahan, terhindar dari berbagai kesulitan, ketenangan hati dan jiwa, qana’ah, hidup nyaman, anak keturunan yang baik dan menjadikan mereka sebagai penghibur bagi seorang mukmin, sabar ketika mendapat ujian dan musibah di dunia. 

Seorang mukmin akan selalu siap dan tidak berburuk sangka pada ALLAH SWT atas apapun yang ia hadapi, takdir buruk maupun takdir baik hanyalah ujian..
Hasilnya ia akan rasakan di hari yang besar kelak.. yaitu kiamat..


references by
http://www.suara.com/news/2016/11/03/164707/perempuan-berjilbab-sumbang-logistik-demo-4-november
http://www.republika.co.id/berita/nasional/umum/16/11/03/og2c37383-bantuan-untuk-pendemo-datang-dari-muslim-selandia-baru-hingga-penjual-bakso
http://www.arah.com/article/14765/yusuf-mansur-sumbang-100-ribu-botol-air-mineral-untuk-demo-besok.html
https://nasional.tempo.co/read/news/2016/11/03/078817345/demo-4-november-jaya-suprana-sumbang-logistik-ke-istiqlal
https://m.tempo.co/read/news/2016/11/03/214817348/demo-4-november-banjir-makanan-dari-hamba-allah-di-istiqlal
http://www.republika.co.id/berita/nasional/jabodetabek-nasional/16/11/03/og27kb366-lantunan-zikir-di-dapur-umum-aksi-damai-4-november
http://fajar.co.id/2016/11/03/wni-di-luar-negeri-juga-ikut-sumbang-demo-4-november/


 
Like us on Facebook