February 4, 2017

Aksi Bela Ulama 112 Jakarta

Aksi lanjutan ormas islam akan kembali digelar pada 11 Februari mendatang (112). Aksi damai yang digelar empat hari jelang Pilkada Serentak itu disebut-sebut akan digelar oleh GNPF-MUI. Wakil Ketua GNPF Ustaz Zaitun Rasmin, meluruskan pemberitaan rencana aksi itu yang sudah terlanjur menyebar di berbagai media massa.



"Aksi 112 memang sedang direncanakan. Dalam kesempatan ini saya juga mau meluruskan pemberitaan yang sudah terlanjur menyebar. Aksi 112 bukan dimotori GNPF, aksi itu insya Allah akan digelar Forum Umat Islam (FUI). Sedangkan GNPF kapasitasnya hanya mendukung dan siap melaksanakan aksi itu," ujar Zaitun di Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (3/2/2017).

Zaitun menegaskan, bahwa teknis penyelenggaraan dan penanggung jawab akan dilaksanakan sepenuhnya oleh FUI.

"Teknis aksi dan lain-lain silakan konfirmasikan ke FUI. GNPF sekedar mendukung dan membantu pelaksaan aksi yang direncanakan akan digelar di Jalan Sudirman-Thamrin. Silakan tanya KH Al Khaththath untuk penjelasan lebih lanjut," tutur pimpinan Wahdah Islamiyah ini.

Forum Umat Islam (FUI), tengah menyiapkan lanjutan dari aksi damai 212 pada Desember lalu.

Bernama Aksi Damai Jalan Sehat 112, Sekjen FUI KH Muhammad Al Khaththath memberi penjelasan sedikit tentang aksi yang rencananya akan digelar pada 11 Februari mendatang.

"Ya sedang kami konsolidasikan dengan beberap ormas yang tergabung dalam GNPF untuk persiapan aksi. Aksinya sedikit berbeda dengan 411 dan 212. Aksinya digelar hari Sabtu atau hari libur, mudah-mudahan bisa terlaksana dengan baik dan lancar," kata Khaththath di Kantor MUI, Menteng, Jakarta Pusat, Jum'at (3/2).

Ketika ditanyakan bagaimana persiapan dan teknis aksi tersebut, Khaththath belum bisa menjelaskan lebih lanjut lagi.

"Teknis aksi masih dirapatkan dengan beberapa pengurus FUI. Mulai dari perizinan keamanan hingga susunan acara masih dalam tahap perencanaan. Gambaran sedikit tentang aksi 112 diantaranya longmarch dari Jalan Sudirman-Bundaran HI di Thamrin dan mendatangkan pengkhatam quran dari seluruh Indonesia," beber Khaththath.

Terakhir, Khaththath berharap peserta aksi semakin teguh hatinya untuk memilih pemimpin muslim di berbagai daerah jelang Pilkada serentak.

"Saya berharap, aksi 112 memberikan damak positif untuk pilkada nanti. Semoga warga yang ikut Pilkada DKI dan semua daerah lain, untuk memilih seorang muslim untuk menjadi pemimpin. Saya juga menyerukan kepada alumni 212 untuk hadir dalam aksi ini," tutup Khaththath.



GNPF MUI mengungkap lewat laman Instagram-nya akan membuat aksi yang sedikit berbeda dengan dua aksi sebelumnya, yakni 411 dan 212. "GNPF MUI menyerukan untuk mengikuti long march jalan sehat Spirit 212 yang diprakarsai FUI, Sabtu 11 Feb 2017. Kumpul di Monas 7 WIB. Long March dari Monas ke Bunderan HI. Allahu Akbar," demikian tertulis di akun resmi GNPF MUI, bela.quran, Sabtu (4/2/2017).

Sejumlah pengurus GNPF dan beberapa tokoh ulama akan hadir dalam aksi lanjutan tersebut.

Di antara yang hadir tersebut adalah Ketua GNPF, Ustaz Bachtiar Nasir, Wakil Ketua GNPF, Zaitun Rasmin, Munarman, dan Ketua Dewan Pembina GNPF, Habib Rizieq Syihab.

FUI sendiri sebelumnya juga telah menjelaskan dalam aksi itu juga didatangkan ratusan pengkhatam quran dari seluruh Indonesia.

Umat Islam akan kembali melakukan Aksi Serentak “Bela Ulama Bela NKRI” pada tanggal 11 Februari 2017 atau Gerakan 112). Rutenya dari Monas menuju Bunderan HI. Bentuknya jalan sehat pagi. Dimulai sejak pukul 06.00 hingga selesai. Berkumpul di Masjid/Sekitar Istiqlal

“Kita maksimalkan momentum ini dengan melibatkan sebanyak-banyak peserta. Untuk mempersiapkan hal itu, GNPF MUI dan seluruh perwakilan ormas Islam akan melakukan rapat persiapan jelang aksi,” kata KH. Muhammad Al-Khattath, salah satu koordinator GNPF MUI di Kantor Pusat MUI Jl. Proklamasi Nomor 51 Menteng Jakarta Pusat, Jum’at (3/2/2017).

Dikatakan, Gerakan 112 mengajak seluruh umat Islam, dimanapun berada untuk ikut terlibat dalam agenda ini. Tema Besar Aksi ummat Islam yang dikoordinir oleh GNPF MUI pada 112 adalah “Berpegang Teguh Pada Fatwa MUI. Kita pilih Gubernur Muslim untuk DKI Jakarta”

Dalam kesempatan itu, ratusan perwakilan Ormas Islam berkumpul di Lantai 4 Kantor Sekretariat Pusat MUI untuk menyampaikan Pernyataan Sikap Ormas Islam yang tergabung di dalam GNPF MUI atas perilaku tidak beradab Ahok kepada Ketua MUI KH. Ma’ruf Amin di persidangan ke-8 lalu.

Tampak hadir beberapa tokoh ulama Ummat Islam, seperti Ustadz Bachtiar Nasir , KH. Zaitun Rasmin , Muhammad Ismail Yusanto , Muhammad Al-Khattath

Tak ketinggalan pula, tokoh Tionghoa Lieus Sungkharisma dan yang lainnya. Mereka diterima oleh jajaran Pimpinan Pusat MUI yang diwakili oleh Sekjen MUI, H. Anwar Abbas, didampingi  beberapa Wasekjen MUI, seperti Ustadz Najmuddin Ramli dan KH Misbah.


AGENDA AKSI 112
#Aksi112 #AksiBelaUlama #StopKriminalisasiUmatIslam

Ketua GNPF Bachtiar Nasir mengatakan, aksi 112 besok bakal diisi dengan Salat Subuh bersama di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, kemudian dilanjutkan dengan tausiah.

"Kemudian kita lanjutkan lagi ada khatam Quran, dan dilanjutkan dengan zikir," kata Bachtiar usai menemui Menteri Kordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Wiranto, di rumah dinas Menkopolhukam, Jakarta Selatan, Kamis (9/2/2017),

Terkait agenda sebelumnya bahwa peserta aksi 112 akan menggelar long march atau aksi jalan kaki oleh peserta dalam jumlah besar, agenda tersebut dibatalkan. Bachtiar Nasir menegaskan bahwa pihaknya tidak bertanggungjawab bila ada peserta yang menggelar long march.
"Jika ada, maka itu di luar kami, di luar GNPF," tegasnya.

Bachtiar juga mengatakan bahwa GNPF bukanlah organisasi yang berniat menggulingkan pemerintahan yang sah. Oleh karena itu, para petinggi GNPF hari ini menemui Wiranto yang merupakan perwakilan dari pemerintah, untuk menyampaikan hal tersebut.
"Kepada Umat Islam, jangan mau dibenturkan antara kita Umat Islam yang cinta damai dengan pemerintah," ujarnya.

Zaitun Rasmin, juga petinggi GNPF, menambahkan bahwa aksi 112 adalah aksi yang digagas oleh Forum Umat Islam (FUI), dan GNPF adalah salah satu pendukung aksi 112. Ia menyebut peserta aksi tersebut jumlahnya tidak akan sama seperti aksi 411 atau 112.
"Saya pikir sekitar ratusan ribu lah," ucapnya.


Aksi 112 Dipusatkan di Masjid Istiqlal


Polri memberikan izin agenda Aksi 112 untuk dilaksanakan di Masjid Istiqlal, Jakarta dengan diisi salat subuh berjemaah, doa bersama, dan khataman Alquran. 
“Sesuai kesepakatan bahwa aksi hanya boleh menggelar doa bersama saja di Masjid Istiqlal, dan semua kegiatan harus terfokus di sana,” ujar Kepolda Metro Jaya, M Iriawan, di Jakarta, Kamis (9/2).
Dengan begitu, lanjut dia, tidak akan ada aksi long march yang akan dilangsungkan. Apabila tetap memaksa, dia mengatakan polisi akan melakukan pembubaran secara paksa. Dia menekankan penyampaian pendapat di muka umum diperbolehkan, namun harus sesuai aturan undang-undang. 
“Memberikan pendapat boleh saja, tetapi ada aturannya karena di UU mengatur untuk tidak menggangu ketertiban umum. Tolong diikuti itu,” jelasnya.
Sementara itu, terkait rencana aksi turun ke jalan pada 11 Februari, Polri tetap melarang hal tersebut sebagaimana pernyataan Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Argo Yuwono yang mengatakan Polda Metro Jaya tidak mengizinkan aksi pengerahan massa turun ke jalan atau long march pada 11 Februari 2017.
Hal itu sesuai Pasal 6 UU Nomor 9 Tahun 1998 tentang menyampaikan pendapat di muka umum yang mengganggu ketertiban tidak diperbolehkan dan Pasal 15 UU Nomor 9 Tahun 1998 maka petugas dapat membubarkan aksi itu.
Argo menuturkan petugas kepolisian memiliki kewenangan untuk membubarkan aksi yang dianggap berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban umum termasuk menjatuhkan sanksi sesuai aturan.
Sementara itu, Sekjen Forum Umat Islam (FUI), Muhammad Al Khaththath mengungkapkan akan mengikuti aturan dan kesepakatan yang telah dibuat. “Sesuai kesepakatan kami dengan kepolisian, aksi hanya akan difokuskan di Masjid Istiqlal,” paparnya. 
Acara bertajuk bela ulama ini akan dimulai dengan salat subuh berjemaah di Istiqlal. Selanjutnya akan diteruskan dengan mengikuti majelis pengajian yang diselanggarakan pihak masjid.
Aksi ini memang bertujuan untuk menolak tindakan penodaan Al Quran. Kemudian, menolak kriminalisasi dan penghinaan terhadap ulama, serta imbauan untuk menjaga gelaran pilkada yang jujur dan adil.
“Intinya, ya dengan spirit 212, kita mengingatkan Al Maidah 51. Sehubungan imam besar masjid Istiqlal mengadakan pengajian, nantinya kita akan ikuti. Pengajian akan berlangsung dari pukul 07.00 WIB–09.00 WIB,” tandasnya.
1. Sesuai dengan PERS RELEASE FUI, bahwa kegiatan Aksi Bela Islam Jilid 4 atau "AKSI 112" hari Sabtu besok tanggal 11 Februari 2017 TETAP DILAKSANAKAN.

2. Kegiatan akan difokuskan dengan DZIKIR DAN DOA BERSAMA di dalam masjid Istiqlal.

3. Rombongan dari luar kota dipersilahkan langsung ke masjid Istiqlal.
4. Rombongan dari Jakarta diharapkan untuk Sholat Subuh berjamaah di mesjid/musholla masing-masing, isi dengan tausyiah, sarapan, lalu berangkat menuju Masjid Istiqlal untuk bergabung bersama Umat Islam lainya di Masjid Istiqlal.

5. Jika tidak bisa mendekati Masjid Istiqlal karena kondisi yang tidak memungkinkan (penuh sesak), diharapkan untuk tetap di tempat dan lakukan dzikir serta berdoa yang akan dipandu oleh mobil-mobil sound yang akan disebar di beberapa titik lokasi.

6. Parkir kendaraan dari luar kota bisa di Istiqlal, Lap Parkir IRTI, lapangan banteng, dll.

7. Acara akan dimulai dengan tahajud berjamaah, sholat Subuh berjamaah, dzikir dan berdoa, sholat Dzuhur, sholat Ashar. Selesai.

Ditunggu di Masjid Istiqlal yaaa...yang dari luar kota nginep aja yaaa...karena hari Ahad nya lanjut sholat Subuh berjamaah bersama Aa Gym dan 12ribu hafidz....

Bagi yang ingin menjadi saksi hidup untuk diceritakan pada anak, cucu keturunan kelak & bagian dari sejarah dan akan mengikuti aksi tersebut diharap menajaga perilaku, jaga kebersihan, ketertiban agar tidak difoto dan menajdi bahan fitnah mendia-media yang memusuhi Islam. Dianjurkan menjaga kesehatan dan sarapan sebelum datang kesana.dan membubarkan diri dengan tertib tanpa mengganggu orang lain, berbuat kriminal apalagi merusak fasilitas umum



references by okezone, jpnn, 

 
Like us on Facebook