February 9, 2017

Berbagai Kebutuhan Naik, Konsumsi Rumah Tangga Tertekan

Direktur Eksekutif Indef, Enny Sri Hartati mengatakan, kebijakan pemerintah menaikkan harga secara serentak oleh pemerintah justru akan menekan laju konsumsi rumah tangga yang merupakan komponen utama pendorong pertumbuhan ekonomi nasional.


Diperkirakan konsumsi rumah tangga ni akan memicu tren penurunan pertumbuhan ekonomi pada kuartl I tahun 2017 menjadi 4,9 persen. "Komponen administered prices tekan konsumsi, sehingga pertumbuhan ekonomi Kuartal I-2017 diprediksi 4,9 persen," jelasnya di sela diskusi Jakarta Economic Media Forum (JEMF) bertajuk 'RUU Perbankan & Penguatan Industri Perbankan Nasional' di Jakarta, Senin (06/02/2017).

Menurutnya, seharusnya kenaikan harga untuk administered prices tidak dilakukan serentak. Akhirnya, saat ini kenaikan harga merembet ke barang-barang lain.

Guna dapat mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkesinambungn, jelas Enny, seharusnya pemerintah tidak membuat kebijakan yang memicu kenaikan harga barang. "Pada Januari tahun ini saja serentak menaikkan biaya STNK (Surat Tanda Nomor Kendaraan), tarif tenaga listrik dan bahan bakar minyak," ujarnya.

Padahal, tambahnya sejak Kuartal IV-2016 pemerintah dianggap gagal mengendalikan harga pangan yang memicu kenaikan inflasi dari komponen harga pangan bergejolak (volatile foods).  "Tanpa adanya pengendalian pangan dan kenaikan serentak di administered price, maka dipastikan akan menekan konsumsi rumah tangga," ucap Enny.





references by krjogja

 
Like us on Facebook