February 14, 2017

Kisaran Harga Processor AMD Ryzen

 AMD bersiap menantang Intel dengan menghadirkan prosesor terbarunya. Prosesor itu diberi julukan Ryzen. Sama seperti Intel, AMD pun menghadirkan berbagai pilihan prosesor untuk berbagai segmen pasar yang berbeda. Namun menariknya, ternyata harga Ryzen jauh lebih terjangkau ketimbang Intel.


Ryzen, prosesor ini akan tersedia untuk segmen pemula, mainstream, dan enthusiast. Seluruhnya akan bersaing dengan masing-masing dari prosesor Intel seri Kaby Lake. Varian Ryzen 3 ada 2, Ryzen 5 ada empat, dan Ryzen 7 ada tiga. Rinciannya bisa kamu lihat pada gambar dibawah.

Apapun variannya, AMD mengklaim prosesor mereka merupakan prosesor paling efisien yang pernah dibuat oleh AMD, termasuk konsumsi dayanya. AMD mengklaim, prosesor dengan konsumsi daya terbesar bahkan hanya memakan daya sebesar 95W saja.

Mengenai harganya, juga sudah diungkap. Untuk AMD Ryzen 7 1700 misalnya, prosesor ini dibanderol dengan harga USD 320 (sekitar Rp 4,2 juta). Jika disandingkan dengan prosesor Intel bisa disejajarkan dengan Intel Core i7-6900K, yang dijual lebih dari tiga kali lipatnya, yaitu Rp 14.600.000.

Mengenai kehadirannya, Amerika Serikat jelas masuk lebih dulu yang dikatakan bakal tersedia pada akhir Februari, dengan versi desktop hadir lebih dulu. Kapan rilisnya di Indonesia? Masih belum diketahui.

Dalam waktu dekat, prosesor ini akan segera menyapa Indonesia.

Informasi tersebut diungkap Armawati Chen, Business Development Manager AMD Indonesia saat ditemui usai peluncuran notebook Asus XX550IU di XXI Lounge, Jakarta, Selasa (17/1/2016).

Dikatakanya, bila tidak ada halangan AMD akan mulai melempar Ryzen ke pasaran sekitaran Februari di Amerika Serikat. Hanya saja kapan persisnya ia belum bisa memastikan. Setelah itu, barulah akan menyambagi negara lain, termasuk Indonesia.

"Bila jadi dirilis Februari, AMD Ryzen akan tersedia di Indonesia sekitar Maret atau April," kata wanita yang kerap disapa Linx-linx ini.

Lebih lanjut dijelaskannya, AMD Ryzen akan lebih dulu tersedia di dekstop. Sebab, prosesor ini memang dirancang untuk PC. Sementara untuk notebook sendiri baru tersedia APU yang memiliki arsitektur yang sama dengan Ryzen.

"Akan ready sekitar semester kedua 2017," katanya.

Untuk diketahui Ryzen mengusung spesifikasi yang tak main-main. Prosesor ini mengusung teknologi octa core dengan kecepatan clock dasar yang sudah berada di angka 3,4 GHz. Artinya kecepatan tersebut masih bisa ditingkatkan lagi sesuai kebutuhan.


AMD tengah bersiap-siap untuk menghadirkan Ryzen CPU baru, yang menjanjikan secara signifikan dengan meningkatkan kinerja melewati prosesor AMD sebelumnya. Serta menjadi yang terbaik dari Intel saat ini. AMD akan merilis sejumlah CPU baru mulai dari versi quad-core dengan empat thread, hingga versi octa-core dengan 16 thread.

Dilansir dari laman Digital Trends, Intel meluncurkan generasi ketujuh atau Kaby Lake, yang lebih difokuskan pada efisiensi dari kinerja langsung. Hexus melaporkan, Intel tidak tinggal diam dalam menghadapi rilis Ryzen ini.

Menurut Canard PC, penerbitan Perancis, Intel berencana untuk menyesuaikan Kaby Lake dengan harga, dan mendorong beberapa versi baru langsung dalam menanggapi Ryzen. CPU baru bisa dibuka versi Core i7 dan Core i5 Kaby Lake, seperti:

-Intel Core i7-7740K, 4.3GHz with Turbo Boost up to 4.6GHz, a thermal design power rating of 100W, and with 8MB of L3 cache.

-Intel Core i5-7640K, 4.0GHz, TDP of 100W or more, 6MB of L3 cache, and support for Hyperthreading. Ini akan menjadi yang pertama bagi chip Core i5 terbaru, yang biasanya tidak memiliki Hyperthreading diaktifkan.

AMD belum mengumumkan harga untuk yang Ryzen CPU. Intel akan merilis arsitektur Cannonlake generasi baru sendiri, yang akan difokuskan pada peralihan ke proses fabrikasi 10nm baru dan tidak selalu pada peningkatan kinerja besar. Sementara itu, tampak bahwa Intel akan agak terbatas dalam kemampuannya untuk menanggapi Ryzen.


Harga 2 Kali Lebih Murah, AMD Ryzen 5 1600X Mampu Kalahkan Intel Core i7 6850K



Di pasar prosesor, Intel benar-benar mendapatkan pukulan telak dari pesaingnya yakni AMD. Di tahun ini, AMD berhasil menggarap sebuah prosesor dengan harga murah bernama AMD Ryzen. Untuk soal peforma, tentu saja prosesor ini mampu bersaing ketat dengan Intel.

Nah, fokus yang akan dibahas di artikel kali ini adalah mengenai salah satu prosesor flagshipnya yakni AMD Ryzen 5 1600X. Belum lama ini, hasil benchmarks dari prosesor tersebut sudah mulai beredar di internet. Menurut data hasil benchmarks tersebut, AMD Ryzen 5 1600X berhasil membuat Intel 17 6850K keok. Padahal, perbedaan harga antara kedua prosesor tersebut sangat jauh hampir 2 kali lipat.
Seperti yang dilansir Indogamers dari laman Forbes (22/2/2017), kedua prosesor tersebut memiliki spesifikasi yang hampir sama mulai dari frekuensi, jumlah core dan juga threads. Selain harga yang ditawarkan jauh lebih murah, prosesor AMD Ryzen 5 1600X lebih irit daya dimana prosesor tersebut hanya membutuhkan konsumsi listrik 95W saja. Sedangkan Intel Core i7 6850K membutuhkan konsumsi listrik hingga 140W. 
AMD Ryzen 5 1600X mampu mendapatkan skor yang lebih tinggi dibandingkan Intel Core i7 6850K. Skor yang paling fantastis dapat terlihat di bagian multithread dimana AMD Ryzen 5 1600X dapat menyentuh angka 12544 sedangkan Intel Core i7 6850K hanya mendapatkan angka 11147.

Untuk harganya sendiri, AMD Ryzen 5 1600X dibandrol jauh lebih murah yakni USD 259 atau sekitar Rp. 3,2 juta. Sedangkan Intel Core i7 6850K dibandrol dengan harga USD 610 atau sekitar Rp. 8 juta yang tentunya hanya mampu dibeli oleh para kaum sultan.



PRE-ORDER PROSESSOR AMD RYZEN™ INDONESIA TELAH DIBUKA!


Anda sudah bisa melakukan pre-order ke toko langganan terdekat di kota Anda. Namun, untuk Anda yang ingin membeli secara online, berikut daftar website e-commerce rekomendasi kami yang sudah menyediakan pre-order AMD Ryzen™ 7:
ASCGX Comp
BALI KOMPUTERJD.id
BERLIAN COMPUTERKIOS KOMPUTER
Blibli.comNano Komputer
BLOSSOM MULTIMEDIAQuadra
Dizz ComputerQuantum
Enter KomputerSentra
GALAXY SOLUSINDOSilicon One Computer

*Semua kegiatan pre-order merupakan tanggung jawab toko dengan syarat dan ketentuan sesuai kebijakan masing-masing. Pada kasus tertentu, terdapat kemungkinan pre-order tidak dapat terpenuhi dan toko tidak dapat melakukan pengiriman tepat waktu. AMD tidak bertanggung jawab atas penjualan produk yang dilakukan oleh toko. Rekomendasi toko pada link di atas hanya disediakan untuk membantu toko memfasilitasi kegiatan pre-order. 
Catatan :
  1. Pengujian performa dilakukan tanggal 10 Februari 2017. Konfigurasi komponen PC dari produsen berbeda mungkin dapat menyebabkan perbedaan hasil pengujian. Cinebench R15 nT digunakan untuk simulasi performa multi-threaded pada CPU; AMD Ryzen™ 7 1800X mencetak skor 1601.43, sementara Intel Core i7-6900K Extreme mencetak skor 1473.79 dengan hasil skor perbandingan benchmark 1601.43/1473.79 = 1.09× atau 9% lebih tinggi dibanding kompetitor. Konfigurasi sistem: AMD Ryzen™ 7 1800X: Myrtle AM4, Ryzen™ 7 1800X processor, dengan NVIDIA TITAN X (Pascal) 12GB graphics adapter, 16GB (2 x 8GB) DDR4-2400 RAM, Windows 10 RS2 operating system, Graphics driver 21.21.13.7633 :: 12/11/2016. Core i7-6900K Extreme: STRIX X99 GAMING, Core i7-6900K Extreme processor, dengan NVIDIA TITAN X (Pascal) 12GB graphics adapter, 16GB (2 x 8GB) DDR4-2400 RAM, Windows 10 RS2 operating system, Graphics driver 21.21.13.7633 :: 12/11/2016. RZN-9
  2. Efisiensi daya prosessor desktop 8-core berbasis pada pembagian hasil skor Cinebench R15 nT dengan daya wall power selama pengujian. Skor: 1410 (AMD Ryzen 7 1700) vs. 1473 (Core i7-6900K). Konfigurasi sistem: AMD Reference Motherboard (1800X) dan ASUS STRIX X99 Gaming (6900K), 16GB DDR4-2400, NVIDIA Titan X (Pascal), graphics driver 21.21.13.7633, Windows 10 x64 RS1. Wall power sistem yang sudah diukur selama pengujian: 115W (1700) vs. 142W (6900K). Efisiensi Daya: 1410/115=12.26 points per watt (1700) vs. 1473/142W=10.37 points per watt (6900K). Hasil: AMD Ryzen 7 1700 menawarkan 18.22% performa per watt lebih banyak. RZN-10



referenes by kolomgadget, detik, republika, indogamers

 
Like us on Facebook